Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Pertolongan dari Sang Cucu


__ADS_3

Episode 304


Mandaka menyuruh adiknya untuk memberikan bambu tunggal kepada Raja Pertama Kerajaa. Selatan. Kemudian Pemuda yang bernama Dananjaya anak kedua dari raja selatan yang bertahta saat ini mendekati pertarungan Raja barat dengan Raja Prawara. Pemuda itu mencari kesempatan untuk memberikan bambu tunggal kepada eyangnya.


Pertarungan antara Raja Barat melawan raja pertama kerajaan selatan masih berlangsung sengit. Walau Raja Barat kalah dalam tenaga, namun ilmu pancasona betul-betul membuatnya diposisi menguntungkan. Beberapa kali ia tewas kemudian bangkit lagi.


“Eyang.. Terima ini!”


Di saat  kedua tokoh sakti itu terpisah beberapa tombak jaraknya Dananjaya langsung memanfaatkannya untuk menyerahkan bambu tunggal. Pemuda itu melempar bambu tunggal di tangannya kepada raja prawara. Melihat salah satu keturunannya membawa apa yang dimintanya, Raja peralatan tersenyum dan menyambut bambu itu dengan tangan kanannya.


Tentang keampuhan bambu tunggal untuk mengatasi ilmu pancasona memang raja pertama Kerajaan Selatan itu yang  memberitahukan nya. Ia juga yang menyerah aja Selatan yang saat ini bertahta untuk mencari bambu tersebut sebanyak-banyaknya. Raja selatan pun menyuruh anaknya dari salah satu selir untuk mencari bambu tunggal tersebut.


Melihat bambu tunggal di tangan Raja pertama kerajaan Selatan, Raja barat menjadi cemas. Ia  tak menyangka lawannya mengetahui kelemahan ilmu andalannya. Dengan bambu tunggal di tangan raja pertama kerajaan  Selatan, tentu saja ini merupakan kerugian besar bagi Raja Barat. Tanpa bambu itu saja ia sudah kalah tenaga dengan orang tua tersebut.


Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, raja Prawara langsung menyerang Raja Barat dengan bambu tunggal di tangannya. Tentu saja Raja barat tidak ingin mati konyol, ia pun menghindar dari serangan maut tersebut. Dalam hal kekuatan ilmu tenaga inti Surya mengungguli ilmu semesta hitam milik Raja Barat, namun dalam hal kecepatan ilmu semesta hitam masih berada di atas. Hal ini membuat Raja Pertama kerajaan Selatan itu menjadi sangat penasaran, iapun meningkatkan kembali tenaga saktinya.


Sinar kekuningan semakin terang-benderang memancar dari tubuh raja pertama Kerajaan Selatan itu. Hawa panas dengan cepat menyebar di tempat itu. Raja pertama Kerajaan Selatan yang bernama Saka Prawara itupun menyerang kembali. Hingga lawannya yang bernama Chandra Darpa itupun menjadi terdesak. Berkali-kali ia harus bergulingan menghindari serangan lawan.

__ADS_1


Raja barat semakin terpojok menghadapi serangan raja pertama Kerajaan Selatan. Terlebih kini ia merasakan efek samping dari penggunaan gerbang ke lima ilmu tujuh gerbang alam semesta. Bagian dalam tubuhnya terasa panas sehingga menyulitkannya untuk melakukan pengerahan tenaga sakti.


Craakkkk..


“Ukhh..”


Raja barat menjerit tertahan ketika bambu yang berada di tangan Raja pertama kerajaan Selatan menembus bahu kanannya. Serangan yang semula ditujukan pada jantung Raja Barat, berhasil kakek rajawali merah itu menepisnya. Namun karena tenaga lawan begitu kuat, bambu tunggal itu tetap mengenai tubuh Raja Barat, di bahu sebelah kanan.


Raja Barat terlempar beberapa tombak dari tempatnya semula. Serangan bambu tunggal yang disertai dengan tenaga dalam tingkat tinggi itu bukan saja membuat bahu kanannya tertembus, namun juga membuatnya terlempar. Ia pun jatuh terduduk di tanah.


Raja barat mencoba mengerahkan tenaga saktinya. Dia merasakan ada perubahan pada dirinya terutama pada saat mencoba mengalahkan ilmu semesta hitam. Tubuhnya langsung menggigil merasakan sengatan yang begitu dahsyat. Raja barat sadar ilmu pancasona yang ia miliki telah musnah akibat bambu tunggal yang menancap di bahu kanannya.


Raja barat mencoba bangkit. Setelah itu ia pun mengerahkan tenaga sakti inti api yang ia miliki. Walau tak sehebat yang semesta hitam yang ia gunakan sebelumnya, namun kekuatan tenaga inti api yang ia miliki menunjukkan bahwa Raja barat memang bukan orang sembarangan. dengan ilmu tenaga inti api yang sudah mencapai taraf sempurna ia miliki, raja barat menyembuhkan lukanya.


Tak ingin memberi kesempatan kepada lawan untuk menyembuhkan luka dalamnya, raja pertama Kerajaan Selatan kembali menyerang Jawa Barat. Tidak ingin mati konyol, hanya barat terpaksa menghentikan pengobatan luka dalamnya. Ia pun langsung melesat menghindari raja selatan.


Hanya belasan jurus yang mampu dihindari oleh raja berat atas serangan raja pertama Kerajaan Selatan lancarkan. Namun pada jurus berikutnya, raja Prawara berhasil memukul bagian dada Raja barat hingga terjengkang dan menyemburkan darah segar. Raja barat berusaha untuk bangkit kembali, namun kali ini tenaganya benar-benar telah terkuras sehingga ia pun kembali.

__ADS_1


“Hahaha... Rupanya hari ini ajal mu lah yang akan datang. Mungkin orang suku api yang lebih dulu ke akhirat merindukanmu sehingga menginginkanmu cepat datang ke tempat mereka. Hahaha..”


Ucapan dari raja pertama kerajaan  Selatan itu benar-benar menjadi pukulan mental untuk Raja Barat. Dada yang terasa sangat sesak mengingat ia rencanakan akan kandas saat akan sampai di penghujung jalannya. Seketika keputus asaan merasuk kedalam hatinya.


“Baik lah Chandra Darpa, akan ku bantu kau untuk cepat menyebrang ke akhirat menuju tempat orang-orang suku api menunggu.”


Setelah Raja pertama kerajaan selatan melontarkan ucapan yang bernada mengejek raja barat, ia pun langsung melesat menyerang ke arah raja barat. Tenaga inti Surya telah diarahkan dan ia salurkan ke dalam kepalan tangannya. Orang tua itu bermaksud dengan satu kali pukulan menewaskan raja barat.


Blammmmm..


Tepat ketika raja pertama kerajaan Selatan akan menghabisi Raja Barat, tiba-tiba saja melesat sebuah bayangan putih memapaki serangan orang tua yang bernama Saka Prawara itu. Ledakan dahsyat pun terjadi sehingga menimbulkan gelombang pantulan yang sangat kuat. Beberapa orang prajurit rendahan bahkan beberapa orang jagoan silat dari kedua pihak terlempar. Raja pertama kerajaan selatan pun terlempar hingga puluhan tombak. Sementara bayangan putih yang tubuhnya memancarkan sinar putih terang tidak sedikitpun mengalami kerugian.


Bayangan putih itu tidak lain adalah Bayu Aruna si Rajawali merah. Melihat keadaan kakeknya sangat terdesak oleh lawan, pemuda itu memutuskan untuk membantunya. Ia pun langsung mengerahkan ilmu tujuh gerbang alam semesta dengan bantuan kekuatan pedang pusaka naga.


“Ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke enam!” seru Raja pertama kerajaan selatan dalam keterkejutannya.


Dalam jarak beberapa tombak di hadapan Raja Prawara berdiri Bayu yang menggunakan  tenaga sakti gerbang ke enam, ilmu tujuh gerbang alam semesta. Di tangan kanannya menggenggam pedang penguasa naga yang kini berubah warna menjadi warna putih terang. Kemudian Bayu melesat ke arah raja Barat. Ia pun berjongkok memeriksa keadaan kakekknya itu.

__ADS_1


“Cucuku..” ucap Raja Barat lirih.


Raja Barat merasakan sesak di dadanya karena luka dalam bercampur haru melihat Bayu yang menghampiri dan memeriksanya. Terlebih saat ia menatap mata Bayu dan mendapati bahwa pancaran kebencian yang dulu pernah ia lihat tertuju padanya, kini telah hilang. Yang ada tatapan belas kasih sayang.


__ADS_2