
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 275...
Bayu melayang di udara mensejajarkan diri di hadapan Raja Barat. Pemuda itu menatap tajam ke arah kakeknya. Cukup lama mereka saling menatap tanpa satu pun berbicara ataupun melakukan serangan. Keduanya sama-sama ragu untuk melakukan serangan, karena mereka tidak tahu batas kekuatan lawan masing-masing.
“Walaupun kau sudah membangkitkan gerbang ke enam atas bantuan dua makhluk keramat itu, kau pasti tahu bahwa saat ini luka dalam mu belum benar-benar sembuh. Bahkan bisa dikatakan kau masih menderita luka dalam yang cukup parah. Sebaiknya kau tinggalkan tempat ini dan rawat luka mu jangan ikut campur lagi urusanku,” ucap Raja Barat memberikan kesempatan kepada Bayu untuk meninggalkan temat itu.
Setelah menyelesaikan ucapannya, Raja barat pun melayang ke arah Pangeran Mandaka dan yang lainnya. Kemudian orang tua itu berhenti tepat di hadapan sang pangeran beserta pasukannya. Ia pun membentangkan tangannya kembali mengerahkan tenaga sakti semesta hitamnya.
Melihat itu Bayu pun berniat untuk menghalangi perbuatan Raja Barat. Namun saat pemuda itu hendak melesat menyusul kakeknya itu, Intan memegang tangannya memberi isyarat. Seolah-olah Gadis itu mengatakan untuk melihat dulu apa yang sedang dilakukan oleh raja Barat. Raja barat sendiri setelah membentangkan tangannya dan mengarahkan ilmu tenaga sakti semesta hitam tidak langsung menyerang orang-orang yang ada di hadapannya itu.
“Pangeran, katakan pada ayahmu bahwa sebaiknya ia menyerahkan tahta kerajaan Selatan kepadaku secara damai dan sukarela. Hal ini untuk mencegah jatuh korban lebih banyak lagi. Tujuh hari lagi aku akan mengadakan serangan besar-besaran ke kerajaan Selatan. Sekarang kau bawalah pasukan-pasukan untuk meninggalkan tempat ini, apabila kau berkeras hati tetap berada di tempat ini jangan salahkan aku menurunkan tangan kejam membasmi kalian hingga tak ada satupun yang masih hidup,” ancam Raja Barat.
Pangeran Mandaka tahu persis bahwa ancaman Raja Barat bukan sekedar ancaman. Tanpa banyak basa-basi pangeran Mandakapun mengajak orang-orangnya untuk meninggalkan kota Sedaha. Begitu juga orang-orang Pertapa Sakti Tanpa Nama, tak lama setelah kepergian pangeran Mandaka dan orang-orangnya, mereka pun meninggalkan tempat itu.
Setelah berbicara kepada pihak kerajaan selatan, Raja Barat kembalik melayang ke arah Bayu.
“Kau sembuhkanlah dulu lukamu itu. Masih banyak kesempatan kalau kau ingin bertarung denganku. Hanya saja kau harus renungi dulu apa yang menjadi tujuanmu untuk bertarung denganku, agar kau punya alasan. Karena dengan alasan itulah kau akan memiliki dorongan untuk memenangkan setiap pertarungan,” ucap Raja Barat.
__ADS_1
Setelah menyampaikan pesannya kepada Bayu, Raja Baratpun lenyap setelah sebelumnya berubah menjadi gumpalan cahaya hitam. Kemudian Bayu melepaskan pengerahan tenaga saktinya, kini ia tak lagi dalam keadaan menggunakan gerbang Cahaya. Pemuda itu dapat merasakan bahwa dadanya masih terasa sesak,
“Kau masih terluka kak Bayu. Bahkan ilmu tujuh gerbang alam semestamupun tidak bisa melakukan pemulihan diri dengan cepat. Sungguh hebat ilmu yang dimiliki kakekmu itu kak Bayu,” ucap Intan.
“Hmmm.. aku masih belum tau pasti apakah ia benar-benar kakekku. Akupun tidak mengerti mengapa ilmu yang dimilikinya bisa sedemikian dahsyat. Mirip dengan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta namun bukan ilmu itu yang dimilikinya. Sangat terasa hawa jahat dari ilmu yang ia miliki,” tutur Bayu kepada Intan.
“Bagaimana selanjutnya? Apa yang akan kita lakukan?” potong Nalini.
“Kita kembali saja dulu ke Istana Lembah Neraka, bawa serta Raja Iblis Kelelawar. Segala kemampuannya telah aku punahkan, tinggal kita ambil mutiara pengikat jiwa dalam tubuhnya saja,” ucap Bayu.
Setelah sepakat untuk kembali ke istana Lembah neraka, ketiganya pun beranjak dari tempat itu. Mereka membawa serta raja iblis kelelawar ke istana Lembah neraka. Beberapa saat kemudian tempat itupun menjadi sepi.
“Ketua, kau tidak apa-apa?” Tanya Pranggala khawatir melihat Bayu yang baru saja tiba memuntahkan darah berwarna kehitaman.
“Kak Bayu mendapatkan luka dalam karena bertarung dengan Raja Kerajaan Barat,”sahut Intan kepada Pranggala. Sebaiknya biarkan Kak Bayu beristirahat untuk menyembuhkan luka dan memulihkan tenaganya.
Pranggala mengangguk menanggapi ucapan Intan. Kemudian wakil ketua Istana Lembah Neraka itupun memerintahkan beberapa anggota Istana Lembah Neraka Berjaga di depan agar tidakada yang mengganggu waktu istirahat ketua mereka. Bayu sendiri sudah masuk kedalam kamar untuk bermeditasi mengobati luka-lukanya.
...***...
__ADS_1
“Kakang benarkah Kak Danastri berada di Istana Raja?” Tanya Cempaka kepada Jaka.
“Sepertinya memang seperti itu istriku. Sudah beberapa kali aku mengintai Istana Raja, aku melihat Danastri ada disana. Ia sering berada di taman namun mendapatkan pengawalan ketat dari jago-jago istana,” ucap Jaka menjelaskan kepada istrinya.
“Lalu apa kencana kita selanjutnya? Apakah kita langsung saja merebut kak Danastri dari mereka. Aku rasa kekuatan mereka masih bisa kita atasi, terutama kau kakang. Semenjak batu petirdi tubuhmu telah disempurnakan dengan ilmu tukjuh gerbang alam semesta milik Bayu, bisa dikatakan saat ini tidak ada yang bisa menandingimu kecuali adik angkatmu itu sendiri,” ucap Cempaka.
“Bukankah di istana masih ada baginda raja yang memiliki kesaktian tinggi. Kita berdua tak ada satupun yang mengetahui sekuat apa baginda raja,” sahut Jaka.
“Kau memang benar kakang, Baginda Raja memang memiliki kesaktian yang tinggi. Namun menurutku semenjak pedang penguasa naga tak lagi berada di tangannya, Ia tak memiliki sesuatu yang menjadi andalannya menghadapi lawan.
Saat itu Jaka dan Cempaka berada di salah satu penginapan yang berada di kota raja. Kedua suami istri itu memang berencana merebut Danastri kakak tirinya Cempaka, untuk dihilangkan pengaruh silumannya. Istri Pendekar Halilintar itu tahu resiko mengeluarkan ilmu siluman di tubuh Danastri akan membuat kakak tirinya itu kehilangan hidupnya, dan akan kembali menjadi mayat seperti sebelumnya.
Semua sudah dipikirkan Cempaka. Ia lebih memilih kakak tirinya itu kembali ke alam kematian dari pada hidupnya dikuasai orang untuk melakukan kejahatan. Baginya sudah cukup penderitaan kakak tirinya itu ketika di kuasai oleh ibunya sendiri, ia berharap kakanya bisa tenang di alam kuburnya.
“Malam ini kita akan bergerak menyelamatkan kakakmu. Aku sudah memiliki rencana terbaik untuk membawanya keluar dari istana raja. Tapi sebelumnya, pagi ini kita akan memeriksakan keadaanmu ke seorang tabib yang baru saja menjadi sahabatku, istriku” ucap Jaka tersenyum.
Jaka dan Cempaka memang sudah dua hari ini berada di kota raja. Sudah dua hari itu juga Jaka setiap harinya melakukan penyelidikan-penyelidikan di sekitar istana raja untuk mencari tahu keberadaan Danastri kakaknya Cempaka. Setelah dua hari berlalu barulah ia menemukan dimana Danastri di sembunyikan.
Bersambung...
__ADS_1