Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.112. Menguatkan Hati


__ADS_3

...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...


...Episode 112...


Dewa Tuak Gila melesat dengan mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya menyusul ke arah perginya Intan dan Cempaka. Ia merasa perlu mencari infornasi tentang Bayu dari keduanya. Dari kejadian tadi Dewa Tuak Gila yakin kedua perempuan itu mengetahui asal usul Bayu.


Merasa sudah cukup jauh mencari namun tak bisa juga menemukan orang yang di kejarnya, Dewa Tuak Gila pun menghentikan larinya. Namun baru saja ia menghentikan langkahnya, terlihat api berkobar di sebuah hutan yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Orang tua itupun langsung berlari ke sana.


Tertanya api itu diakibatkan oleh amukan Intan. Gadis itu menggunakan Ilmu tenaga naga api dan pedang lusakanya mengamuk. Cempaka berusaha membujuk si gadis belum berhasil. Selama ini Selain mendiang ayahnya, kakeknya, Bayu lah yang dianggapnya orang terpenting dalam hidup.


"Apakah mau kau bakar seluruh dunia ini dengan api cemburumu itu anak manis. Pangeran pujaan hatimu itu memang tidak mengenalimu. Jangan mengenalimu, dengan dirinya sendiri saja dia belum tau."


Suara Dewa Tuak Gila menggema di tempat itu. Sekilas Intan mendengar ucapan orang tua itu. Namun semua terdengar jelas. Sesaat dia terdiam. Di lihatnya kinidi tempat itu sudah ada Dewa Tuak Gila berdiri.


“Apa maksud perkataanmu orang tua.” Dengus Intan masih dengan nada tidak bersahabat.


“Kalau ku boleh tau siapamukah pemuda itu?” tanya Dewa Tuak Gila sambil menghempaskan pantatnya di tanah tempat dia berdiri. Padahal di dekatnya masih berkobar api akibat amukan Intan.


Sejenak Intan terdiam. Ia sendiri bingung sebenarnya ada hubungan apa dengan Bayu. Pada dasarnya ia mencintai pemuda itu, namun tak pernah sedikitpun berdua berkomitmen menjalin hubungan. Tiba-tiba saja kakinya menjadi lemas, teringat betapa bodoh dirinya tadi di depan orang-orang.


Cempaka yang melihat Intan mulai tenang melangkah menghampiri gadis itu. Iapun berusaha menghibur gadis itu. Di belainya rambut sepupunya itu, lalu diajaknya duduk untuk istirahat.


“Ketahuilah sesungguhnya pemuda yang kau tampar tadi telah kehilangan seluruh ingatannya. Ia di temukan keluarga gadis yang bersamanya itu terdampar di pesisir pantai. Sudah hampir satu tahun pemuda itu  tinggal bersama keluarga si gadis” Tutur Dewa Tuak Gila menerangkan.


Mendengar penuturan Dewa Tuak Gila, seketika kedua perempuan itu terkejut. Terutama Intan betapa tidak, hal itu membuatnya semakin merasa bersalah.

__ADS_1


“Lalu apa hubungan Kak Bayu dengan gadis itu orang tua?”  tanya Intan. Seketika ia membekap mulutnya sendiri. Gadis itu tersadar betapa pertanyaan itu sangat tidak penting.


“Bwahaha.. dasar perempuan tidak yang muda didak yang tua, kalau sudah cemburu tak bisa menguasai diri dan sering lupa keadaan Bwahaha..”


Intan yang mendapat sindiran dari  Dewa Tuak Gila langsung memerah wajahnya.


Kemudian Dewa Tuak Gila menceritakan semua yang ia ketahui tentang Bayu saat ditemukan ki Jatar. Ia pun menceritakan panjang lebar beberapa kejadian yang ia alami saat bersama pemuda itu. Terutama tentang kekuatan yang dimilikinya, hingga pemuda itu terus berusaha mencari jati diri yang sebenarnya.


“Dia memang Bayu si Rajawali Merah.” Ucap Intan lirih


Kalau begitu memang sudah takdir anak itu hilang ingatan. Dengan begitu sifat kejam dan sesat yang dimilikinya ikut hilang. Mungkin memang itu tujuan empu Adhiyaksona memberikan tenaganya mengobati anak  itu.


“Dari mana kau mengetahui semuanya. Padahal hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui kejadian itu.” Tanya cempaka yang heran begitu banyak yang di ketahui orang tua itu.


“Mudah saja bagiku mengetahui hal itu. Yang terpenting sekarang apa yang dihadapi dunia persilatan saat ini. Pemuda itulah satu-satunya harapan kita.” Tukas Dewa Tuak Gila.


“Baiklah bocah, aku pamit dulu. Aku hendak kembali ketempat pemuda itu.” Tanpa menunggu balasan, Dewa Tuak Gila langsung melesat meninggalkan Intan dan Cempaka.


“Apa yang kita lakukan sekarang Intan? Menyusul Bayu atau kembali menemui kang Jaka?” tanya Cempaka.


Sejenak tidak ada jawaban. Cempaka memandang lekat wajah sepupunya itu. Nampak raut kesedihan pada gadis cantik itu.


“Kakak susul kak Jaka saja. Biar aku yang menyusul kak Bayu. Setelah menemuinya dan berbicara sebentar, aku akan kembali kepadepokan kakek.” Ucap Intan lirih.


“Kalau begitu aku akan menemanimu menemuinya. Setelah itu baru menyusul kang Jaka.” Sahut Cempaka.

__ADS_1


“Tidak usah kak Cempaka. Aku sendiri tak tau pasti apa sanggup berbicara dengannya atau tidak. Takutnya akan menjadi sangat lama. Sebaiknya kakak segera menyusul kak Jaka saja.”


Setelah bersikeras membujuk, dapat dipahami Cempaka bahwa gadis itu sebenarnya ingin sendiri. Sebenarnya istri Pendekar Halilintar itu khawatir kalau harus membiarkan Intan Berpergian seorang diri. Tapi ia sendiri tak ingin adik sepupunya itu menganggap dirinya meremehkan kemampuan gadis itu. Terlebih Cempaka juga mengkhawatirkan keadaan suaminya yang kemungkinan besar berhadapan musuh-musuh tangguh.


Setelah berpelukan dan kemudian berpamitan, keduanya berpisah. Cempaka melangkah kembali menuju ke arah Benteng Dewa, sedangkan Intan kembali ke tempat pertemuannya dengan Bayu tadi.


Sementara itu setelah bercerita panjang lebar keadaan Pulau Es dan kedua orang tuanya, Putra dan Putri Raja Pulau Es itu meminta Bayu untuk membantu kesulitannya. Bayu pun tidak kebratan. Apalagi tujuannya memang bertemu Raja pulau Es dan memohon bantuannya. Kemudian merekapun sepakat untuk langsung berangkat ke pulau Es.


***


“Sepertinya menguasai dunia persilatan tidak semudah yang kita bayangkan. Ternyata masih banyak pendekar-pendekar sakti yang belum menampakkan dirinya, seperti yang kita lihat kemarin.” Ucap Jari Pedang


Pagi-pagi sekali Jari Pedang, Iblis Merah beserta Buto Ijo dan Buto Ireng berkumpul di lapangan Belakang Bukit Benteng Dewa. Pada awalnya mereka hanya berjalan melihat-lihat pemandangan di bukit itu setelah beristirahat semalaman digedung utama Perguruan Tangan Dewa. Bicara-bicara akhirnya masing-masing memberikan pendapat mereka tentang apa yang telah direncanakan partai mereka.


“Tapi kesaktian ketua kita tak ada tandingannya. Menguasai dunia persilatan tentu akan sangat mudah. Tinggal kita lakukan penyerangan satu-persatu ke perguruan-perguruan besar, tentu mereka akan takluk. Apalagi Benteng Dewa yang sudah dianggap sebagai ketua dunia persilatan di Selatan ini telah kita kuasai.” Sahut Iblis Merah


“Menurutku tidak segampang itu. Kalau mereka bergerak sendiri-sendiri mungkin kita akan mudah menguasai mereka, walaupun membutuhkan waktu yang lama. Tapi kalau mereka bergabung seperti saat menghadapi Istana Lembah Neraka, pihak mana yang akan menang, masih terasa sulit ditentukan.”


“Lalu menurutmu bagaimana?” tanya Iblis Merah lagi.


“Sepertinya kita harus membuat siasat. Siasat yang membuat orang-orang tunduk dan terikat dengan kita.” Jawab Jari Pedang”


“Siasat seperti apa maksudmu?”


Tiba-tiba terdengar suara yang menggema di tempat itu. Suara itu sepertinya dikirim dari jarak jauh. Namun kekuatan dan perbawa yang terkandung dalam suara itu membuat ke empat orang yang ada di situ bergetar. Tak lama kemudian meluncur dari arah belakang mereka sesosok tubuh menggunakan pakaian Emas bercampur hitam melewati kepala mereka. Kemudian orang itu mendaratkan kakinya di atas tanah tepat di hadapan mereka.

__ADS_1


“Salam Hormat Ketua.” Seru keempat orang itu serempak sambil berlutut.


Bersambung...


__ADS_2