
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 176...
Di sisi lain melihat kemesraan Bayu dan Bidadari Giok Es entah kenapa pandangan Nalini tampak menyiratkan kemarahan. Perlahan Cahaya merah di matanya berubah menjadi kehitaman. Begitu juga tenaga sakti yang memancar dari tubuhnya. Berubah menjadi api hitam.
“Gawat, Burung Api mulai menguasai jiwanya.” Ucap Intan. Nampak wajah gadis itu menunjukkan kepanikan.
Intan yang sudah di turunkan Bayu dari gendongannya langsung melesat ke arah Nalini. Dengan tenaga sakti inti giok esnya gadis itu membuat semacam kurungan berbentuk tenaga pada tubuh Nalini. Sesaat tenaga api hitam Nalini berhenti bereaksi.
“Kak Bayu, perisai itu hanya sementara mengurung tenaga burung api hitam. Kekuatan itu hanya kau dengan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke enam milikmu bisa di kendalikan, dan dihilangkan sifat jahatnya.” Ucap Intan.
“Sifat jahat? Apa maksudnya ini Intan?” tanya Bayu tak mengerti.
“Panjang ceritanya kalau aku harus menjelaskannya. Nanti setelah semuanya dapat dikendalikan akan aku jelaskan kak. Pada intinya sekarang ini kak Nalini telah dikuasai sifat jahat Burung Api. Dan hanya gerbang ke enam Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta yang mampu mengendalikannya.”
“Ah.. aku tidak pernah menguasai tingkatan itu. Kalau selama ini aku terlihat menggunakannya, itu tidak lain karena tenaga sakti itu sendiri yang muncul.” Sesal Bayu.
Mendengar ucapan Bayu Intan pun terkejut dan semakin panik.
“Bagaimana ini, kita harus segera menyadarkannya. Jangan sampai burung api hitam menguasai jiwa kak Nalini sepenuhnya.”
Beberapa saat kemudian kekuatan giok es yang mengunci kekuatan Nalini terlepas. Kembali kekuatan dahsyat dari mahluk keramat Burung api memancar hebat. Api merah bercampur api hitam menyebar di sekitar tubuh Nalini.
Tiba-tiba Nalini melesat menyerang Bayu dan Intan. Karena tak menyangka kejadian itu keduanya pun terpental. Beruntung tenaga sakti mereka masing-masing masih sempat melindungi secara otomatis. Sehingga serangan Nalini tidak sampai memberikan luka yang berarti.
Bayu mengerahkan tenaga sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semestanya ketingkat tertinggi. Karena penguasaanya hanya sebatas gerbang ke lima, maka tenaga sakti itupun memancar pada tingkat ke lima. Meski begitu kekuatan dahsyat ilmu langka itu tak dapat dianggap remeh.
Nalini menyerang, dua gulungan kekuatan api merah bercampur api hitam meluncur dari kedua telapak tangannya. Satu menyerang ke arah Intan satunya menyerang ke arah Bayu. Sementara keduanya sudah menyiapkan diri masing-masing menyambut serangan Nalini.
Bayu dan Intan masing-masing menyambut serangan Nalini. Keduanya sama-sama menahan kekuatan dahsyat itu. Bayu dengan Ilmu gerbang kelimanya, sedangkan Intan dengan perisai giok esnya.
Pada serangan ke Bayu, pemuda itu menahan pukulan api Nalini satu depa dari kedua telapak tangannya. Kemudian ia berusaha menguraikan tenaga api tersebut sebagaimana biasa ia lakukan terhadap tenaga lawannya yang menyerang. Tanpa disangka ilmu gerbang kelima berhasil menyerap tenaga sakti itu, bukan membuyarkannya.
__ADS_1
Bayu sendiri baru sadar akan salah satu kehebatan ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke limanya. Bukan hanya menyerap namun juga menjadikan tenaga sakti yang diserap menambah tenaga ditubuhnya meningkat beberapa kali lipat. Ia pun kembali mengerahkan tenaga saktinya, kali ini tenaga gerbang kelima memancar lebih dahsyat lagi.
Bayu melihat ke arah Intan. Di dapatinya gadis itu sudah mampu menghalau serangan Nalini. Namun hanya beberapa saat saja mereka bisa melegakan hati. Kini Nalini sudah mengerahkan tenaga yang jauh lebih kuat dibanding yang tadi.
Blaaammm..
Tenaga sakti yang menghantamIntan begitu dahsyat. Perisai Giok Esyang digunakannya tak mampu menghalau serangan Nalini. Iapun terlempar jauh dan menyemburkan darah segar.
Bayu yang melihat kejadian itu berusaha untuk menolong, namun mendadak Nalini melayangkan serangan yang lebih dahsyat kepadanya. Pemuda itupun kembali berusaha menyerap tenaga sakti yang di lancarkan lawan ke tubuhnya. Beruntung kali ini pemuda itu masih bisa menyerap tenaga serangan lawan.
Nalini melayang ke atas lebih tinggi dari sebelumnya. Kemudian ia mengerahkan tenaganya lebih kuat lagi. Perlahan seluruh api yang menyelimutinya berubah berwarna hitam. Hingga mata gadis itupun memancarkan api berwarna hitam.
“Aaaaa...”
Nalini memekik keras. Tiba-tiba dari tubuhnya melesat meteor-meteor api kecil berwarna hitam. Jumlahnya cukup banyak, mungkin mencapai ratusan. Setiap apapun yang terkenaapi itu langsung terbakar.
Sisa-sisa prajurit yang masih hidup tak satupun terhindar dari api hitam. Mereka berusaha memadamkan api yang membakar tubuh bahkan sempai bergulingan di tanah. Anehnya api itu tak kunjung padam
Beberapa meteor api hitam itu menyambar bongkahan batu yang cukup besar. Anehnya batu itupun terbakar. Beberapa batang pohon pun turut menjadi korban keganasan api hitam yang dilontarkan Nalini.
Seketika hujan salju turun di tempat itu. Salju yang sangat banyak bagaikan butiran air di saat hujan. Namun anehnya salju itu tak mampu memadamkan api hitam yang membakar. Terlihat Nalini tersenyum mengejek melihat kekuatan Intan tak berpengaruh sama sekali terhadap api hitam miliknya.
“Api abadi.” Gumam Intan pelan.
Nalini mengarahkan tangan kanannya ke arah Intan. Nampak gadis itu agak gentar melihat kekuatan yang terkumpul di ujung telapak tangan kanan Nalini. Sebuah gumpalan api hitam yang berkobar-kobar. Bahkan hawa panasnya sangat terasa.
Dessshh..
Serangan meluncur sangat cepat ke arah Intan. Beruntung gadis itu langsung membentangkan perisai giok esnya di depan. Sesaat serangan api hitam itu tertahan oleh perisai giok es. Namun lama kelamaan terlihat api hitam semakin kuat. Kini api hitam mulai melahap perisa giok es.
Terlihat dua orang gadis cantik mengambang di udara beradu kekuatan. Nalini masih mengarahkan tangan kanannya kedepan, sedangkan intan dengan kedua belah tangannya. Rupanya saat itu nalini masih mengendalikan serangannya dari jarak jauh.
Lama-kelamaan api hitam semakin membesar. Senyum sinispun semakin mengambang dari bibir Nalini. Wajah gadis itu semakin menunjukkan bias kekejaman.
__ADS_1
Bayu yang melihat keadaan Intan semakin mengkhawatirkan melancarkan sebuah serangan dahsyat ke arah Nalini. Serangkum kekuatan dahsyat embun, api merah, kilat merah, bahkan angin yang berubah menjadi merah menggumpal menjadi satu menyerang ke arah Nalini.
Blammm..
Nalini terlempar beberapa tombak. Konsentrasinya yang tertuju hanya pada Intan membuat ia tidak menyadari serangan Bayu yang memang melesat sangat cepat. Namun hebatnya sedikitpun gadis itu tidak mengalami luka sedikitpun. Hanya serangannya pada Intan yang terlepas, membuat api hitam di perisai Intan berkurang kekuatannya.
“Ilmu yang sungguh-sungguh diluar jangkauan kita sedang mereka perlihatkan. Entah apa jadinya dunia kalau ketiganya berdiri di jalan yang salah.” Keluh Pendekar Tongkat Emas.
“Apa yang harus kita lakukan ki?” tanya Pranggala.
“Tidak ada, kita hanya menunggu keajaiban, atau kita memang di takdirkan tewas di sini. Gadis yang lepas kendali itu nampak tak membiarkan siapapun beranjak dari sini.”
Sementara Intan belum dapat berlega hati karena kekuatan Api hitam yang menyerangnya masih terus membakar perisai giok es yang ia bentangkan. Iapun berusaha menarik kembali perisai giok es, namun seperti telah terkunci, perisai itu tak mampu ia kendalikan.
“Nalini, sadarlah.. kendalikan dirimu. Jangan sampai sisi gelap menguasai jiwamu.” Teriak Bayu dari bawah.
Nalini yang mendengar teriakan Bayu, mengalihkan pandangannya ke arah pemuda itu. Bukannya sadar, gadis itu malah mengarahkan telapak tangannya ke arah Bayu. Sebuah kekuatan api hitam nampak berkumpul di ujung telapak tangan Nalini.
“Kak Bayu awas! Hindari serangannya, api hitam tak akan bisa kau serap, malah ia akan menghanguskanmu.” Teriak Intan khawatir. Sementara api hitam mulai menyelimuti seluruh perisai giok es, dan mulai merayap ke telapak tangan Intan.
Desshh..
“Awas ketua..!”
Bola api hitam meluncur deras ke arah bayu. Bersamaan dengan itu melesat sebuah bayangan putih menghadang di depan Bayu. Tak pelak Bayangan putih itu langsung terhantam bola api hitam. Kemudian api hitam langsung membakar tubuh sibayangan putih dan membuatnya berteriak kesakitan.
“Aaaaa...”
Bersambung..
sebagai bentuk apresiasi kepada author dan membantu menaikan level karya serta menambah pupularitas novel ini mohon kesediannya :
1. memencet tombol like
__ADS_1
2. Memberi komentar walau sekedar say hallo bahkan sekedar satu hurup.
Like dan komentar kalian sangat berarti untuk karya ini.