Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.119. Pertarungan Singa Langit


__ADS_3

...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...


...Episode 119...


“Cepat Pergi!”


Tiba-tiba terdengar bentakan keras dari Dewa Pedang Sejagat. Raja Pulau Es dan yang lain pun bergegas meninggalkan tempat itu. Sementara itu bayu belum juga mau beranjak. Sehingga Bargawa pun menghampirinya.


“Tuan, mari ikut kami.” Ucap Bargawa mengingatkan Bayu. “Biarkan pemuda itu sayang yang membawa tuan.” Pintanya.


Bayu pun mengangguk kemudian menyerahkan Tirta pada Bargawa. Kemudian keduanya beranjak meninggalkan tempat itu menyusul Raja Pulau Es.


“Mau kemana kalian lari?” bentak Singa Langit sambil melesat kearah Bayu dan yang lainnya.


Siinggg...


Desingan pedang memotong terjangan Singa Langit. Orang tua itu terpaksa menarik kembali tubuhnya menghindari sabetan pedang yang tiba-tiba datang kearahnya. Betapa terkejutnya dia ternyata yang jadi penghalangnya adalah Dewa Pedang Sejagat.


“Apa-apaan ini Gala Seta?”bentak Singa Langit kepada Dewa Pedang Sejagat.


Setan Beruang Hitam dan yang lainnya pun tak kalah kagetnya. Mereka tak menyangka Dewa Pedang Sejagat akan berbalik melawan. Setan beruang putih dan hitam langsung melesat menyusul kearah perginya Bayu dan yang lainnya.


Sementara itu Bayu yang merasa tidak pantas untuk lari dari musuh, memutuskan kembali ke Istana Pulau Es. Sementara yang lainnya diminta pemuda itu untuk tetap melanjutkan perjalanan. Ia tak berharap ada yang mengikutinya, karena khawatir menjadi sasaran empuk musuh yang tidak di ketahui jumlahnya. Sadar hanya akan menjadi beban, mereka pun mengiyakan kehendak si pemuda.


Di tempat lain Setan Beruang Hitam dan Setan Beruang Putih beserta puluhan anak buahnya yang mengejar, bertemu dengan Bayu di pertengahan jalan.


“Mau kemana lagi kau bocah sialan. Hari ini akan jadi mautmu bertemu dengan kami” Bentak Setan Beruang Hitam.


“Pergilah, kalau kalian tak ingin mengakhiri hidup kalian di sini” ketus Bayu dengan nada mengancam. Mata pemuda itu nampak sesekali memancarkan bias kilat pada hitam bola matanya.

__ADS_1


“Hmmm.. kau kira dengan menghabisi Ratu Ular dan Pisau Terbang itu membuat kami gentar.” Ucap Setan Beruang Hitam dengan nada angkuh. “Anak-anak serang bocah tak tau diri ini” Perintahnya kepada puluhan anggota berbaju hitam.


Serentak semua orang berbaju hitam menyerang Bayu. Mereka langsung menggunakan pukulan kelabang Hitamnya. Puluhan pasang tangan berwarna kehitaman menyerang si pemuda.


Blarrrrr....


Bayu yang tak ingin membuang-buang waktu langsung menghantam penyerangnya dengan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta gerbang ke tiga yang ia miliki. Sontak semua penyerang bagaikan debu berterbangan tersambar gelombang listrik yang sangat kuat dari tenaga sakti si pemuda. Beberapa saat kemudian semuanya jatuh ke tanah dengan kondisi badan menghitam gosong.


Melihat seluruh anak buahnya tewas  seketika dalam satu kali gebrakan, kedua setan beruang bersaudara langsung kabur kembali ke Istana Pulau Es. Di sana nampak Singa langit sedang bertarung sengit melawan Dewa Pedang Sejagat. Pada keadaan biasa, Dewa Pedang sejagat bukanlah tandingan Singa langit. Namun dengan meminum ramuan buatan Dewa Obat, membuat dirinya menjadi lawan tangguh bagi Singa Langit.


“Bedebah kau Gala Seta. Jika bukan karena meminum ramuan dari Dewa obat, tak kan kau bisa bertahan seperti sekarang. Pagi-pagi nyawamu sudah melayang.” Geram Singa Langit.


Tanpa mempedulikan ocehan Singa Langit, Dewa Pedang Sejagat terus menyerang dengan sengit. Tak ada kesempatan bagi Singa langit untuk bernafas. Serangan demi serangan mematikan selalu di lancarkan satu dari Tiga Dewa Dunia Persilatan itu.


Singa laut mengerahan kekuatannya menjadi sepuluh bagian. Bias warna keperakan berhawa dingin memancar tubuh orang tua itu. Lalu dengan garang ia melancarkan cakar Singa Menghancurkan Meganya ke arah Dewa Pedang Sejagat.


Sreeettt..


Craappp..


“akkhhh..” Jerit tertahan Dewa Pedang Sejagat. Kemudian orang tua itu menotok bahu sebelah kirinya untuk menghentikan darah yang terus mengalir. Kini orang tua itu melompat kebelakang beberapa tombak mempersiapkan diri.


Singa Langit kembali menyerang dengan cakar mautnya. Seandainya Dewa Pedang Sejagat tidak membuang tubuhnya ke samping, tentu tangan kanannya lagi yang akan menjadi sasaran empuk lawan.


Kali ini Singa Langit sudah habis kesabarannya. Tenaga saktinya dikerahkan hingga sampai ke puncak. Hawa dingin semakin menyebar kuat di tempat itu. Bahkan beberapa tumbuhan disekitar membeku karena tenaga sakti yang di kerahkan Singa langit.


Singa Langit melesat ke arah Dewa Pedang Sejagat yang sudah mulai melemah. Orang tua itupun pasrah akan nasib dirinya. Sekuat tenaga di kerahkannya tenaga sakti sampai kepuncak. Cahaya kebiruan menebal menyelimuti tubuh orang tua ahli pedang itu.


Blaammm..

__ADS_1


Dua Tenaga sakti beradu. Kali ini Singa Langit terlempar sampai belasan tombak jauhnya. Sedangkan Dewa Pedang Sejagat tak sedikitpun berpindah dari tempatnya. Ia sendiri heran mengapa lawan yang berada jauh di atasnya tingkat kepandaian bisa terpukul mundur bahkan terlempar sejauh itu. Padahal ia sendiri  tau walau meminum ramuan Dewa Obat tak akan tenaganya bisa berada di atas Singa Langit.


Dewa Pedang Sejagat semakin terkejut saat melihat tenaga sakti yang menyelimutinya berubah menjadi warna kemerahan. Sedangkan hawa yang dipancarkan menjadi panas. Setelah menoleh ke belakang barulah dia menyadari, ternyata di belakangnya sudah ada Bayu memegang punggungnya dengan tangan kanannya.


Singa langit sendiri tak kalah kaget sampai terlempar jauh saat bentrokkan tenaga dengan Dewa Pedang Sejagat tadi. Ia sangat yakin walaupun lawan telah meminum ramuan peningkat tenaga sepuluh kali lipat, tak akan mampu melampaui dirinya. Setelah ia bangkit, barulah ia sadar ternyata Dewa Pedang Sejagat telah di bantu orang lain dalam bentrokkan tenaga tadi.


“Berani-beraninya kau mencampuri urusan kami bocah.” Ucap Singa langit dengan suara bergetar. Ia sendiri menjadi sangsi akan kekuatan yang dimiliki si pemuda yang mengganggu pertarungannya tadi.


“Lawanmu adalah aku.” Ketus Bayu dingin.


“ Bedebah, kau kira aku takut denganmu.” Bentak Singa langit.


Kemudian Singa Langit menerjang ke arah baru dengan kedua telapak tangannya yang mengandung racun es dahsyat. Di sisi lain Bayu tak tampak gentar sedikitpun. Pemuda itupun melesat menyambut serangan lawan.


Blammm...


Sekali lagi bentrokan tenaga terjadi. Kali ini Bayu sampai terjajar dua langkah kebelakang. Sedangkan Singa Langit sendiri kembali terlempar puluhan tombak. Kali ini mulutnya menyemburkan darah segar. Ia pun terduduk lemah tak mampu lagi berdiri.


Singa Langit mengeluarkan sebuah botol dari balik bajunya. Kemudian ia mengambil sebutir pil dari dalam botol. Saat Singa laut bersiap menelan Pil ditangannya, tiba-tiba sebuah teriakan nyaring terdengar...


“Jangan gunakan pil itu tuan!” cegah seorang lelaki separuh baya yang menggunakan pakaian cokelat bercampur hitam. Tiba-tiba saja ia muncul dari dalam Istana.


“Darba.. sesampainya di Benteng Dewa Nanti, katakan pada kakakku si Singa lembah Hitam Bahwa Naga Sakti telah muncul.”  Ucap Singa langit.


Kemudian Singa Langit menelan pil yang ada di tangannya. Tak lama kemudian dari tubuhnya memancar sinar perak kebiruan. Hawa  dingin yang sangat kuat memancar. Sampai-sampai tanah yang menjadi pijakan Singa langit membeku berubah menjadi es.


Bersambung...


**Jangan lupa like dan kasih komentar, biar novel ini mendapat apresiasi dari pihak Noveltoon**

__ADS_1


 


__ADS_2