Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
12. Pertanyaan Besar


__ADS_3

“Kakang Jaka…” seru Cempaka saat melihat suaminya dipapah hendak di bawa ke dalam. Langsung saja wanita muda itu memeluk suaminya sambil terisak, khawatir akan keadaan Pendekar Halilintar.


“Tenang Cempaka, aku tak apa-apa. Hanya perlu beristirahat sebentar memulihkan tenaga.” Hibur Jaka untuk menenangkan istrinya.


“Permisi nini! Biarkan kami membawa den Jaka kedalam untuk beristirahat.” Pinta salah satu murid perguruan Tangan Dewa. Cempaka yang baru menyadari perbuatannya diperhatikan orang-orang yang ada di sana kontan tersipu.


“Silakan!” sahut Cempaka dengan wajah memerah menahan jengah. Walaupun Jaka adalah suaminya, tetap saja sifat alaminya sebagai wanita membuat dia malu.


Saat Jaka akan memasuki ruangan peristirahatan, tiba-tiba murid yang memapahnya terhenti di depan ruangan yang biasa dijadikan tempat pertemuan. Jakapun terhenyak saat melihat kearah yang sama. Ternyata di sana telah berkumpul para tetua-tetua yang tadi malam mengadakan pertemuan. Ternyata di sana juga telah hadir orang berpakaian hitam menggunakan caping yang tadi malam memberi peringatan. Jaka pun memberi isyarat kepada yang memapahnya untuk ikut bergabung kedalam. Disusul Cempaka dan Pendekar Pedang Perak yang dari tadi mengikutinya di belakang.


“Tadi malam sudah kuperingatkan kalian untuk menahan diri, namun kenyataannya kalian melakukan hal yang merugikan kalian sendiri. Satu purnama itu merupakan waktu yang cukup singkat menyusun kekuatan untuk melawan. Sedangkan lawan kalian sudah tau sebagian besar kekuatan kalian seperti apa.” Ucap orang bercaping menyesalkan perbuatan pihak Perguruan Tangan Dewa.


“Ya maafkan kecerobohan kami, nasi sudah menjadi bubur, harap senior memberi kami petunjuk dalam menghadapi masalah ini.” Sahut Ketua Perguruan Tangan Dewa yang sudah meyakini orang misterius ini bertujuan baik kepada mereka. Dia pun yakin orang ini merupakan Angkatan tua, setidaknya lebih tua dari dirinya sendiri.


“aku sendiri tidak yakin bagaimana cara menghentikan sepak terjang orang-orang Istana Lembah Neraka ini. Perlu kalian ketahui, sebenarnya Tiga Dewa Dunia Persilatan tidaklah secara sadar bergabung dengan Istana Lembah Neraka. Mereka telah dipengaruhi kekuatan dari Lonceng Pengikat Jiwa, sehingga mereka kehilangan keadaan. Saat ini mereka raga tanpa jiwa yang akan selalu mematuhi pemilik lonceng sakti tersebut.” Terang baju hitam bercaping.

__ADS_1


“Ahh.. pantas saja aku melihat tatapan para tetua itu kosong, seperti tidak memiliki jiwa.” Ucap Malaikat Petir yang baru sadar akan apa yang ia lihat.”


"Begitulah keadaan mereka, beberapa waktu ini aku sudah mencoba mencari cara untuk menyadarkan mereka, namun pengaruh lonceng itu sangat kuat." Sahut orang berbaju hitam.


"Bagaimana kalo lonceng itu dihancurkan, apakah kekuatan pengaruh itu akan hilang?" sela jaka yang turut ikut dalam pembicaraan.


seketika orang-orang di sana mengalihkan pandangan mereka kepada Jaka yang baru datang. sebagian mengangguk tanda setuju dengan usulan Pendekar Halilintar itu.


"Tidak mungkin," sahut orang berbaju hitam. "Selain sangat sulit untuk merebut lonceng itu dari Raja Iblis Bukit Tengkorak, apabila lonceng itu dihancurkan, memang pengaruh lonceng itu akan hilang namun orang yang terkena pengaruh lonceng pengikat jiwa itupun akan binasa. Setiap orang yang dipengaruhi oleh lonceng itu, pada tubuhnya terdapat jarum emas yang dimasukan sebagai penghubung jiwa mereka. Apabila lonceng dihancurkan, seketika jarum emas itu berubah menjadi racun ganas yang tidak ada penawarnya. beberapa saat saja, orang itu akan tewas dengan tubuh membusuk. Sambung orang itu menerangkan kepada Jaka.


Semua orang tertunduk mendengar penjelasan itu. Mereka tak menyangka pengaruh dan dampak yang ditimbulkan Lonceng Pengikat Jiwa sungguh sangat berbahaya. Semula beberapa orang dari mereka berharap Tiga Dewa Dunia Persilatan dapat disadarkan kembali, sehingga bisa membantu mereka mengatasi orang-orang Istana Lembah Neraka.


"Haha aku sudah menduga bakalan mendapat pertanyaan ini. Sebenarnya beberapa tahun ini aku berpura-pura bergabung dengan mereka sambil terus mengawasi semua yang mereka rencanakan. Saat ini aku menempati tingkat ke dua dalam keanggotaan Istana Lembah Neraka. Itulah sebabnya segala informasi yang berkaitan Istana lembah neraka banyak aku ketahui."


Betapa kagetnya mereka yang ada di sana. Ternyata yang sedang berbicara saat ini adalah salah satu gembong dari Istana Lembah Neraka. Namun yang membuat mereka lega, bahwa orang ini hanya menyamar. Timbul secercah harapan di hati mereka untuk bisa memenangkan keadaan nanti.

__ADS_1


"Namun kalian jangan senang dulu. Walaupun aku di sana menempati posisi penting, tapi ruang gerakku pun sangat terbatas, dan tidak sedikit orang-orang yang berada diatas kemampuanku dalam hal ilmu kesaktian maupun pemikiran." tambahnya.


"Bagaimana dengan Ketua Istana Lembah Neraka sendiri. Latar belakangnya hampir tak ada satupun informasi yang kami dapatkan." tanya Arya murid Malaikat Tangan Sakti penasaran.


"Tentang asal usulnya tak ada satupun yang mengetahui, kecuali Raja Iblis Bukit Tengkorak beserta kedua muridnya. Namun yang perlu diketahui walaupun usianya terbilang masih sangat muda, kemampuannya diatas semua orang di Istana Lembah Neraka. Bahkan 4 Sakti Dunia Persilatan di tambah enam orang kami anggota tingkat dua bersamaan menyerang tak mampu sedikitpun membuatnya terdesak. Menurut yang pernah kudengar, pemuda itu sudah menguasai Ilmu Tujuh Gerbang Alam semesta pada tingkat kelima." terang orang berbaju hitam.


"Bagaimana mungkin ada kejadian seperti itu. Sejauh yang aku ketahui, selain pencipta ilmu itu sendiri yang mampu menguasai tingkat ke enam, adalah seorang pertapa sakti yang bernama Empu Adhiyak Sona. Itupun hanya menguasai tingkat kedua dari Ilmu Tujuh Gerbang Alam semesta dengan usia hampir satu abad kala itu." bantah Malaikat Petir kembali ragu akan apa yang disampaikan orang berbaju hitam.


"Aku sendiri semula tak percaya dengan desas desus yang beredar. Namun suatu ketika pernah semua orang yang berada di Istana Lembah Neraka Jatuh bangun menghindari amukan ketua. Aku sendiri mengalami luka dalam yang tak ringan. Bahkan Tiga Dewa Dunia Persilatan harus menderita luka yang sangat berat, sehingga memerlukan pertolongan Dewa Obat dan harus memakan ramuan Ginseng Penyambung Nyawa." balas orang berbaju hitam.


Sejenak semua orang terdiam.


"Sehebat itukah?" gumam Jaka tiba-tiba memecah keheningan.


"Lalu bagaimana caranya anak muda itu sampai bisa menguasai Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta yang sudah lama menghilang?" tanya Ketua Perguruan Bangau Putih yang sejak tadi diam mendengarkan.

__ADS_1


"Menurut berita yang ku dengar, ini ada kaitannya dengan keberadaan Tiga Dewa Dunia Persilatan. Mereka bertiga dimanfaatkan tenaga dalamnya untuk membantu latihan ketua Istana Lembah Neraka. Namun seperti apa tepatnya aku sendiri tidak mengetahuinya." Jawab orang berbaju hitam.


"Ah benar sekali..." seru ketua Perguruan Tangan Dewa, mengejutkan semua yang ada di sana. Serentak semuanya memandang kearah lelaki tua itu. "Dari apa yang pernah aku dengar, orang yang ingin menguasai Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta ada dua macam cara. Yang pertama dengan cara menghimpun tenaga dari dalam dirinya, namun cara ini sedikit Lambat, karena orang tersebut harus memiliki dasar-dasar ilmu tenaga dalam yang kuat dan bersih. Sedangkan yang kedua dengan cara melatihnya. Yaitu memerlukan transferan tenaga sakti dari orang lain kemudian dengan tenaga itu dia melatihnya. Tapi hal ini sangat beresiko, selain tenaga yang dihasilkan bukan murni ilmu Tujuh Gerbang Alam Surga, yang mempelajarinya beresiko mengalami pecah pembuluh darah di kepalanya, apabila tubuhnya tak sanggup menopang tenaga sakti yang dihasilkan. Lain halnya yang mentransfer tenaga tersebut adalah orang yang memang menguasai Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta. Sambung ketua Perguruan Tangan Dewa itu.


__ADS_2