Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.143. Panca Sona


__ADS_3

...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...


...Episode 143...


Malam harinya setelah Bayu bangun dari semadinya, kembali Lembah Neraka di santroni orang berjubah biru yang mengaku sebagai Penguasa Jagad. Tentu saja kali ini para penghuni Lembah Neraka Tak ingin lagi dipecundang seperti kemarin. Mereka memang sudah menduga orang itu akan datang kembali, sehingga segala persiapan sudah di lakukan.


“ Hahaha.. Sangat bagus pertahanan yang kalian tunjukkan padaku” Puji Penguasa Jagad melihat para anggota Istana Lembah Neraka yang sudah mengurungnya dengan susunan formasi barisan yang di bentuk sedemikian rupa. “Untuk orang lain pasti sangat berguna, tapi tidak untukku.” Ucap Penguasa Jagad Lagi.


Tiba-tiba saja tubuh Penguasa Jagad berubah Menjadi Cahayahaya berwarna hitam, kemudian lenyap. Sesaat kemudian Penguasa Jagad muncul kembali diluar kurungan pagar api yang dibuat oleh anggota-anggota Istana Lembah Neraka. Padahal pagar yang mereka buat tidak ada celah untuk seekor semutpun melewatinya. Kekuatan Inti Api yang dibentuk sedemikian rupa menjadi pagar api yang sangat rapat tanpa celah.


“Serang..!” perintah Anggota berpakaian serba Hijau.


“Tahan!”


Saat seluruh anggota Istana Lembah Neraka hendak menyerang Penguasa Jagad, tiba-tiba terdengar bentakan untuk menahan serangan. Suara itu tak lain adalah suara Bayu. Melihat pemimpin tertinggi mereka sudah berada di situ, para anggota perkumpulan Istana Lembah Neraka langsung bergerak ke belakang pimpinan mereka.


“Mau apa kau ke sini orang tua? Sudah dua kali kau mengacau di tempat ini. Jangan berharap kali ini kau bisa pulang dengan mudah.” Ucap Bayu dingin dengan nada mengancam.


“Hahaha belum apa-apa kau sudah sesumbar anak muda. Terserah aku, sekehendakku mau kemana saja. Apalagi tempat ini pernah menjadi kediaman ku juga.”


Sejenak Bayu terdiam. Ia mencoba mencerna ucapan lawan. Ia pun bertanya-tanya dalam hati benarkah orang ini dulunya tinggal di sini. Bila benar itu artinya dia merupakan salah suku api yang masih hidup.


“Apa maksud kata-katamu orang tua? Siapa kau sebenarnya?” tanya Bayu. Kini nada bicaranya sedikit melunak.


“Bila kau mampu mengalahkanku, akan ku jawab pertanyaanmu itu.” Sahut Penguasa Jagad.


Penguasa Jagad mengerahkan tenaga saktinya. Seketika tubuhnya diselimuti aliran listrik. Ia telah mengerahkan tenaga sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke tiga.


Drereeeettt..

__ADS_1


Gelombang listrik berbentuk Halilintar Raksasa dilontarkan Penguasa Jagad kearah Bayu. Bisa saja pemuda itu melompat menghindarinya. Namun ia akan mengorbankan banyak anggotanya yang pasti tidak bisa menghindar dengan cepar apalagi menahan gelombang tenaga besar itu.


Blessssh..


Serangan musuh tiba-tiba lenyap. Di depan Bayu telah tercipta tembok dari kekuatan angin yang langsung menyerap dan membuyarkan tenaga serangan musuh.


Tak ingin memberi kesempatan lawannya menyerang lagi, Bayu langsung melesat memberikan tamparan dengan kekuatan gerbang ke empat tenaga saktinya. Pemuda itu berniat melakukan pertempuran jarak dekat. Ia berusa menghindari serangan tenaga sakti yang nyasar ke arah anak buahnya.


“Mari kita agak menjauh dari pertempuran. Agar terhindar dari biasan gelombang tenaga pertarungan, dan agar tidak menjadi beban ketua.” Perintah Pranggala. Serentak seluruh anggota Istana Lembah Neraka dan juga Nalini yang berada di situ agak menjauh.


Sementara pertarungan kedua lelaki berlainan usia itu semakin memuncak. Keduanya nampak menggunakan Ilmu yang sekilas nampak sama. Namun semakin diperhatikan semakin tampak jelas perbedaannya. Bayu memiliki dasar tenaga yang diselimuti cahaya berwarna terang, sedangkan lawannya berwarna gelap.


Blammmm..


Bumi bergetar hebat. Bahkan gunung-gunung di sekitar lembah Neraka nampak bergetar. Burung-burung dan kelelawar berterbangan karena terkejut dengan ledakan yang begitu dahsyat. Bahkan desa di sekitar Lembah Neraka pun merasakan getarannya.


Penguasa Jagad mundur ke belakang beberapa langkah. Ia mengerahkan tenaga saktinya kembali. Kali ini tubuhnya diselimuti cahaya hitam. Bisa dikatakan bukan cahaya. Tapi sebuah kekuatan kegelapan.


Tiba-tiba orang tua berjubah biru itu lenyap dari pandangan. Bayu pun terkejut dengan kekuatan lawan yang bisa menghilang. Dirinya tetap siaga berjaga-jaga dari sesuatu yang tidak diinginkan. Tenaga Sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke lima masih menyelimutinya.


Blammmm...


Sebuah tenaga dahsyat menghantam Bayu. Tubuh pemuda itu terlempar beberapa tombak. Untungnya ia mampu berputaran di udara sesaat sebelum akhirnya mendarat di tanah. Kepalanya terasa sedikit pening.


Bayu diam di tempatnya. Pemuda itu mengedarkan pandangan dan mengkonsentrasikan seluruh panca indranya mencari di mana keberadaan lawan. Baru kali ini ia harus menghadapi lawan yang begitu tangguh dan bisa menghilang.


Desshhh..


Sebuah pukulan kembali melayang ke tubuh Bayu. Kali ini pemuda itu tak sedikitpun bergeming. Tiba-tiba saja tubuhnya di selimuti cahaya putih terang. Matanyapun memancarkan sinar berwarna putih terang.

__ADS_1


Di sisi lain Penguasa Jagad terjajar mundur beberpa tombak. Tubuhnya kini nampak dalam penglihatan mata. Orang tua itu sangat terkejut dengan perubahan pada tubuh Bayu.


Sekali lagi ia mengerahkan tenaga saktinya. Penguasa kegelapan kembali lenyap dari pandangan mata. Namun tidak dalam pandangan Bayu. Kini pemuda itu dapat melihat keberadaan lawannya yang menggunakan ilmu menghilang.


Selain sinar putih terang yang menyelimuti Bayu, di dekat pemuda itu juga melayang benda-benda berupa kerikil,  ranting, dan yang lainnya. Selain itu kekuatan embun, panas, listrik, angin menyertai benda-benda yang melayang di dekat tubuh Bayu.


“Haaaaaa...”


Bayu memekik dengan keras. Seketika gempuran kekuatan gerbang ke lima Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta meluncur deras ke arah Penguasa Jagat. Kekuatan Cahaya Hitam yang menyelimuti orang tua itu semakin melebar. Beradu dengan tenaga sakti yang dilontarkan Bayu.


Perlahan namun pasti sedikit demi sedikit kekuatan serangan Bayu mulai melesak menembus tameng Tenaga sakti Penguasa Jagat. Beberapa saat kemudian sinar hitam yang menyelimuti orang tua berjubah biru itu buyar. Tenaga sakti Bayu pun menembus tubuh Penguasa Jagat. Tubuh orang tua itu hancur terberai menjadi potongan-potongan kecil lalu jatuh ketanah.


“Hidup Ketua.. Hidup Ketua..”


Teriak seluruh anak Buah Bayu yang berada cukup jauh di belakangnya. Mereka takjub melihat kesaktian ketua mereka. Perlahan mereka berjalan mendekati Bayu. Namun baru berjalan beberapa langkah tiba-tiba saja..


“Panca Sona!”


Terdengar suara pekikan Penguasa Jagad. Padahal orang tua itu telah tewas dengan kondisi tubuhnya hancur berkeping-keping. Namun tak lama kemudian, potongan-potongan daging dan darah yang berada di tanah perlahan bergerak dan berkumpul di satu tempat. Dalam waktu singkat tubuh Penguasa Jagad pulih kembali seperti semula. Dan orang tua yang mengenakan jubah biru itupun hidup kembali.


Seluruh orang-orang yang ada di situ dan melihat kejadian itu dibuat sangat kagen dan hampir tidak percaya. Orang yang sudah tewas dengan keadaan tubuh terpotong-potong mampu bangkit kembali hidup dan pulih kembali seperti semula. Tidak sedikit dari mereka yang bergidik melihat kejadian tadi.


“Hahaha sungguh hebat kau anak muda. Sampai-sampai aku harus menggunakan ilmu simpananku untuk bisa bangkit kembali. Tak kukira aku harus menunjukkannya kepadamu secepat ini.” Ucap Penguasa Jagad.


“Rupanya anak itu belum menguasai Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke enam, hingga menyerangku dengan tenaga tingkat ke lima. Untuk sementara aku bisa berlega hati. Kelak bila gerbang ke enam mampu ia gunakan sekehendak hati, mungkin pancasona ku inipun tak ada gunanya.” Bisi Penguasa Jagad dalam hati.


Bersambung...


Silakan like dan kasih komentar di bawah, serta vote bila menyukai novel ini. Namun bila tidak suka silakan abaikan saja. 

__ADS_1


__ADS_2