
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 251...
“Jaga sikapmu Yassika terhadap seorang senior seperti Pendekar malaikat putih ini. Biarlah dia membuktikan sendiri bagaimana kekuatan istana Lembah neraka kita yang sebenarnya.” Bentak Pranggala kepada muridnya Putri Yassika.
Sebenarnya Pranggala sendiri sangat geram mendengar ucapan dari malaikat putih yang bernada sangat sombong dan meremehkan itu. Namun sebagai tamu dan menjaga tata kesopanan dunia persilatan ia pun memarahi muridnya itu karena dianggap sudah terlalu lancang berbicara seperti kasar kepada seorang tetua. Putri Yassika sendiri tidak suka dengan sikap gurunya yang terlalu mengalah. Ia yang memang sebenarnya bersifat manja dan sudah biasa bermanja dengan gurunya, sehingga ia tidak sadar mencibirkan bibir tanda protesnya kepada sang guru di hadapan banyak orang.
Sementara itu Intan yang melihat sikap Putri Yassika kepada Pranggala gurunya itu hanya menggeleng-gelengkan kepala. Gadis itu tidak ingin ikut campur urusan seorang guru dengan muridnya. Namun Ia tetap mencoba untuk memberi isyarat kepada putri Yassika agar bersikap lebih sopan dan mengalah pada gurunya. Akhirnya murid Pranggala itupun diam.
“Maafkan sikap murid saya tuan Malaikat Putih. Bagaimana kalau kau memberikan kesempatan kepada saya untuk membuktikan kemampuan yang rendah ini. Bila berkenan kita ke lapangan sana,” tunjuk Pranggala ke arah sebuah lapangan di sebelah barat berjarak sekitar dua puluh tombak dari mereka berada.
“Baiklah kita kesana. Aku harap kau bisa memberikan pelajaran kepada muridmu yang lancang itu. Kalau tidak biar aku yang mengajarkan gadis itu tentang apa itu arti tata krama,” Sahut malaikat putih dengan nada yang sangat ketus.
Malaikat putih dan Pranggala pun beranjak meninggalkan tempat itu menuju lapangan yang ditunjuk oleh wakil ketua istana Lembah neraka. Dibelakangnya orang-orang istana lembah neraka dan orang-orangnya Pangeran raga lawing mengikuti. Setelah mereka sampai di tempat yang dituju Malaikat Putih dsn Pranggala langsung memposisikan diri saling berhadapan.
__ADS_1
“Silakan tetua mulai duluan. Seperti yang tertua bilang tadi saya mencoba bertahan lima puluh jurus menghadapi tetua. Tapi saya akan ubah sedikit peraturan tetua..”
“Apa itu?” potong malaikat putih padahal Pranggala belum selesai berbicara.
Pranggala tersenyum melihat malaikat putih yang tidak sabaran. Iya pun segera menyampaikan maksud hatinya. “bila aku tidak bisa merobohkanmu dalam tiga puluh jurus maka kau bisa anggap aku tidak mampu,” ucap Pranggala sengaja manas-manasi orang tua itu sebagai balas dendamnya.
“Bedebah kau.. masih bocah berani bermimpi bisa mengalahkanku bahkan dalam tiga puluh jurus. Apabila kau bisa melakukan itu maka akan menjadi bawahan mu selamanya,” ucap malaikat putih gusar.
“Tidak harus seperti itu tuan, cukup tuan bantu ketua kami mencari keberadaan suku api.” Sahut Pranggala.
Sementara Putri Yassika dan Intan menutup mulutnya menahan tertawa atas ucapan Pranggala yang membuat gusar malaikat putih itu. Kedua Gadis itu sangat senang atas sikap Pranggala yang tidak lagi mengalah. Mereka setuju dengan sikap Pranggala yang tidak merendahkan posisinya sebagai wakil ketua istana Lembah neraka.
Malaikat putih sama sekali tidak menyangka bahwa lawan yang dihadapinya memiliki ilmu kesaktian yang tinggi. Sudah berlalu lima jurus orang tua itu tidak bisa sedikitpun menyentuh atau pun mendesak Pranggala. Malah beberapa kali iya hampir terkena serangan balik lawan saat Pranggala menyerang setelah berhasil menghindari serangan Malaikat putih. Beberapa jurus kemudian nampak malaikat Putih yang mulai terdesak.
Malaikat putih melompat kebelakang beberapa tombak jauhnya. Pranggala sendiri tidak mengejar orang tua itu karena memberinya kesempatan bernafas lega. Wakil ketua Istana Lembah Neraka itu tersenyum melihat lawannya kebingungan dengan apa yang terjadi.
Karena tidak ingin kalah dihadapan anak buahnya dalam beberapa jurus saja, malaikat putih pun mulai menggunakan ilmu pamungkasnya. Orang tua itu merangkapkan kedua tangannya di depan dada lalu berkomat-kamit membaca mantra. Terjadi ledakan kecil di hadapan orang tua itu kemudian muncul asap putih yang tebal menyelimuti Malaikat Putih. Sesaat kemudian asap pun hilang kini wujud malaikat putih berubah menjadi seekor naga.
__ADS_1
Pranggala sudah menduga bahwa Malaikat putih akan menggunakan ilmu siluma menghadapi dirinya. Namun yang tidak diketahui malaikat putih adalah kemampuan Pranggala saat ini yang meningkat pesat. Bisa dikatakan kemampuannya seimbang dengan Pendekar Halilintar.
Saat berada di Istana Lembah neraka waktu itu, Bayu dengan kekuatan Ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke enamnya telah menyempurnakan kekuatan ilmu inti tenaga api sehingga menjadi lebih dahsyat lagi.
Pranggala mukai mengerahkan tenaga sakti inti api tingkat keempat. Seketika sinar api berwarna kemerahan yang tadinya memancar di tubuh wakil ketua istana Lembah neraka itu berubah perlahan menjadi berwarna putih keperakan. Bola matanya pun memancarkan sinar api berwarna putih.
Sementara Naga putih jelmaan malaikat putih itu pun mulai menyerang Pranggala. Kali ini Peanggala benar-benar tidak menghindarinya. Ia mencoba menghadang serangan dari malaikat putih dengan tenaga sakti yang ia kerahkan. Iya yakin semenjak sang ketua meningkatkan kemampuan Ilmu tenaga inti api milik seluruh anggota Istana Lembah Neraka dan secara khusus dirinya, tak banyak orang yang bisa seimbang menghadapi ilmu tenaga api tersebut.
Blammmm..
Ledakan yang sangat dahsyat terjadi. Tanah di tempat itu pun bergetar bagaikan dilanda sebuah gempa. Sementara pepohonan yang ada di sana pun bergoyang. Tidak hanya sampai disitu, orang-orang yang berada di sana kecuali Intan merasakan akibatnya dari lontaran gelombang tenaga sakti yang beradu tadi. Raden Raga Lawing dan semua anak buahnya terlempar dari tempat mereka berdiri. Sementara dipihak Istana Lembah Neraka mereka tersurut mundur sampai beberapa tombak kecuali Intan.
Yang lebih parah dirasakan oleh malaikat putih sendiri. Pendekar legenda itu harus terlempar beberapa tombak jauhnya dan kembali dalam wujud Manusia biasa hingga tersungkur jatuh di atas tanah. Mulutnya menyemburkan darah segar tanda ia luka dalam. Sementara telapak tangannya nampak memerah karena kepanasan.
Sementara di pihak Pranggala sendiri tidak sedikit pun mengalami cidera. Hanya sesaat wakil ketua istana lembah neraka itu mengalami kesemutan di telapak tangannya. Ternyata memang tenaga sakti inti api yang sudah ditingkatkan oleh Bayu menggunakan ilmu tujuh gerbang alam semesta menjadi jauh lebih dahsyat. Sebenarnya Pranggala sendiri tidak yakin bisa mendapatkan kemenangan mutlak. Namun karena kepercayaanya kepada sang ketua sangat tinggi, ia pun tidak meragukannya.
Pranggala mendekati malaikat putih yang tersungkur tidak berdaya itu. Nampak orang tua itu sulit untuk bangkit. Pranggala mengambil sebuah pil dari balik bajunya. Kemudian ia meminta pendekar legenda itu menelan pil yang diambilnya dari balik bayu tadi. Malaikat Putih menelan pil yang di serahkan oleh Pranggala.
__ADS_1
Bersambung...
like dan komentar kalian sangat berharga.