Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Bayangan Kuning Pelerai


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta ...


...Episode 282...


Sebuah bola tenaga sakti gabungan seluruh jago-jago istana terbentuk di depan pendekar bayangan setan. Tenaga sakti itu sudah siap dilontarkan  untuk menyerang Pendekar Halilintar dan juga kedua orang yang bersamanya. Di sisi lawan dari pihak istana, Pendekar Halilintar sudah mengangkat pedang geledek ke atas langit hingga memancarkan halilintar keperakan yang mengandung ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke empat.


“Hiyaaaattt..”


Dengan sekuat tenaga pendekar bayangan setan melontarkan tenaga sakti yang terkumpul di depannya ke arah Pendekar Halilintar. Sementara Pendekar Halilintar, Cempaka, dan juga Danastri pun sudah melontarkan serangannya ke arah rombongan Raja Selatan. Sesaat sebelum terjadinya bentrokan tenaga, tiba-tiba saja meluncur sebuah bayangan  berwarna kuning yang langsung berada di tengah-tengah tenaga yang akan bentrok.


Blasssh..


Bayangan kuning itu langsung menangkap tenaga gabungan dari orang-orang pihak Raja Selatan. Kemudian tenaga itupun diserap hingga lenyap bagaikan tenggelam di dasar samudra. Dengan begitu mudahnya bayangan kuning mematahkan serangan gabungan yang dahsyat itu.


Blaaammmm...


Sementara tenaga sakti yang dilancarkan oleh Pendekar Halilintar, Cempaka, dan Juga Danastri dibelokkan arahnya oleh si bayangan kuning menuju langit. Ledakkan dahsayat pun terjadi saat tenaga yang dibelokkan arahnya menembus atap istana. Seketika tempat itu menjadi terang benderang. Sepertinya bayangan kuning itu enggan mengambil resiko untuk menyerap tenaga sakti Pendekar Halilintar dan dua orang yang bersamanya.


Kini berada di tengah-tengah dua pihak yang bertarung berdiri seorang lelaki tua berpakaian serba putih yang tubuhnya memancarkan cahaya kekuningan. Wajah orang tua itu terlihat sangat berwibawa. Pandangan matanya terlihat sangat teduh yang menandakan kekuatan tenaga dalam dan tenaga batinnya begitu tinggi. Rupanya orang itulah yang tadi melakukan sesuatu yang luar biasa itu.


“Hormat kepada Leluhur Raja..”

__ADS_1


Terdengar seruan serentak dari orang-orang istana kerajaan Selatan. Terlihat mereka berlutut menghadap orang tua itu. Bahkan Pangeran Mandaka dan Raja selatan pun ikut berlutut.


“Bangunlah!” ucap orang tua berpakaian serba putih itu. Kemudian orang tua itu berbalik ke arah Jaka lalu berucap, “Anak muda, silakan meninggalkan tempat ini. Aku harap kau bisa menyudahi urusan ini sampai di sini saja. Bawalah gadis itu untuk disembuhkan. Sampaikan  salamku kepada pemilik ilmu tujuh gerbang alam semesta itu.”


Dengan ucapan lembut dan senyuman yang bersahabat orang tua itu berbicara kepada Jaka. Melihat sikap orang tua yang bersahabat Jaka dan kedua orang yang bersamanya itu kan menarik kembali pengerahan tenaga saktinya. Cempaka sendiri kini sudah dalam  keadaan sadar sepenuhnya. Tenaga sakti Ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat keempat pun tidak lagi memancar dari tubuh istri Pendekar Halilintar itu.


“Kami mohon pamit tetua,” ucap Jaka sambil menjura memberi hormat diikuti dua orang perempuan yang bersamanya.


Sesudah memberi hormat Pendekar Halilintar, Cempaka, dan Danastri meninggalkan tempat itu. Tidak ada satupun dari pihak istana raja yang berani mencegat mereka. Mereka yang berada di sana terlihat begitu hormat dan takut kepada orang tua yang baru datang itu.


Dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh, Pendekar Halilintar dan kedua orang perempuan yang bersamanya berlari cepat meninggalkan istana raja menuju istana Lembah neraka. Setelah agak  jauh dari istana kerajaan selatan mereka bertiga singgah di salah satu rumah makan. Ketiganya pun mengisi perutnya di tempat itu. Tak lama mereka berada di sana, kemudian langsung melanjutkan perjalanan dengan berkuda yang mereka beli melalui  pelayan rumah makan.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua hari dua malam sambil sesekali beristirahat, akhirnya ketiganya sampai di istana lembah neraka. Kedatangan mereka langsung disambut anggota perkumpulan istana lembah neraka yang memang sudah mengenal baik pendekar halilintar dan istrinya. Ketiganya pun langsung masuk menuju istana Lembah neraka.


“Mana dik Bayu, Intan?” tanya Jaka.


“Kak Bayu sedang bersemadi di kamar untuk memulihkan tenaganya. Sudah dua hari ia tidak keluar kamar, memang luka yang didapatnya kali ini lebih parah daripada yang sudah-sudah,” ucap Intan


Jaka pun mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar penjelasan Intan. Mereka bertiga memutuskan untuk menunggu Bayu selesai mengobati dirinya lalu menyampaikan maksud hati mereka meminta bantuan pemuda itu. Jaka  berencana menceritakan apa yang terjadi dengan Cempaka kepada Bayu.


Sesudah lima hari semenjak kedatangan Jaka ke Istana Lembah Neraka, akhirnya Bayu pun keluar dari kamarnya. Nampak dari wajah pemuda itu kelihatan lebih segar dari biasanya. Mereka berpikir bahwa pemuda itu sudah berhasil mengobati luka dalamnya.

__ADS_1


“Kakang Jaka..,” sapa Bayu.


Keduanya saling berpelukan. Sepertinya ada sesuatu yang mendorong mereka melakukan hal itu, mereka sendiri tak mengerti. Seolah-olah keduanya sedang melewati sebuah permasalahan yang begitu pelik.


“Bagaimana luka dalammu?” tanya Jaka.


“Sudah sembuh sepenuhnya kakang,” sahut Bayu.


“Baguslah kalau begitu.”


Kemudian merekapun duduk di kursi yang tersedia. Lalu mereka saling bertukar cerita pengalaman masing-masing yang baru saja di lewati. Terlebih Jaka, menceritakan dua hal penting mengenaill Cempaka dan Danastri.


“Dalam Kitab ilmu tujuh gerbang alam semesta memang tertulis mengenai petunjuk memurnikan ilmu Siluman. Menghilangkan sifat dan perubahan silumannya tanpa menghilangkan kekuatan  itu sendiri. Hanya saja aku tidak tahu pasti apakah ini bisa digunakan untuk orang yang pernah mati dan dibangkitkan lagi,” terang Bayu setelah mendengar cerita Cempaka mengenai Danastri.


“Untuk kejadian yang dialami oleh kak Cempaka aku sendiri tidak mengerti. Namun aku yakin semua akibat kejadian sewaktu kak Cempaka menerima serangan tenaga gerbang ke empat tempo dulu. Kekuatan batinnya yang dilandasi cinta membuat tenaga petir yang  menjadi sumber kehidupan dan kekuatan bagi janin yang dikandungnya. Mungkin ini takdir dari sang pencipta,” ucap Bayu lagi menjelaskan.


“Apakah tidak berbahaya bagi Cempaka atau anak kami yang ada dalam kandungannya,” tanya Jaka, ada sedikit kecemasan terkandung dari ucapannya tadi.


“Sepertinya tidak membahayakan kakang. Sewaktu aku memeriksa nadi dan juga tenaga yang terkandung di perut kak Cempaka, tenaga itu bersifat menjaga. Bahkan sewaktu aku menyalurkan tenaga sakti ke tubuh kak Cempaka, tenaga itu langsung melebur menjadi satu.  Tenaga itu sendiri memiliki keistimewaan tersendiri dari tenaga yang terkandung. Tenaga sakti gerbang ke empat yang bersemayam dalam perut kak Cempaka bisa menyerap tenaga lain yang bersifat mengancamnya.”


Mendengar penjelasan Bayu, pendekar Halilintar pun menjadi lega. Selanjutnya mereka akan melakukan pemurnian ilmu siluman Danastri baru kemudian melakukan pemisahan jiwa gelap Roh Keramat burung api.

__ADS_1


Keesokan harinya pemurnian ilmu siluman Danastripun di lakukan. Bayu mengeluarkan pedang penguasa naga dari dalam tubuhnya. Seketika itu juga ruangan yang akan digunakan untuk pemurnian Danastri menjadi terang benderang dengan cahaya keemasan yang memancar dari badan pedang. Lalu dengan bantuan pedang pusaka naga itu ia menggunakan ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke enam.


Bersambung..


__ADS_2