Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.193. Kekuatan Yang Mengerikan


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 193...


Berjarak belasan mil dari pertarungan Kapak Maut dan Dewi Ular Nampak Nalini dengan kudanya melaju dengan santai. Ia memang sengaja meninggalkan tempat tadi karena tidak ingin ambil pusing dengan pertarungan keduanya. Nalini sadar betul bahwa keributan terjadi karena kedua belah pihak memperebutkan  dirinya dengan kepentingan mereka masing-masing.


Sedang asik-asiknya menikmati perjalanan, tiba tiba berkelebatan beberapa bayangan mendahului Nalini.  Kini di depannya kembali berdiri Kapak Maut bersama empat orang temannya dengan jarak kurang lebih sepuluh tombak. Mereka tersenyum penuh maksud melihat kearah Nalini.


“Mau apa lagi kalian menghalangi jalanku.” Ketus Nalini dengan nada dingin.


Pandangan mata Nalini mulai terlihat tajam penuh ketidak sukaan. Seandainya mereka teliti, nampak di hitam bola mata gadis itu terlihat kobaran api merah. Walau kelimanya tidak melihat itu tetap saja hati mereka berdebar melihat tatapan tajam mata si gadis. Lalu cepat saja mereka membuang rasa kekhawatiran yang menurut logika mereka terlalu berlebihan.


“Hahaha kami akan menjadikanmu istri bersama. Akan kami puaskan kau cah ayu.. tentu kau akan senang bersama kami. Hahaha.” Goda Baji dengan wajah mata keranjangnya. Ucapan Baji itu disambut gelak tawa teman-temannya yang lain.


“Hmm.. dasar mulut bajingan.” Maki Nalini sambil menuruni kudanya.


Kemudian gadis itu menendang sebutir batu di tanah. Tiba-tiba saja batu itu melesat cepat kearah Baji. Batu itupun melesat tepat kemulut Baji yang sedang tertawa.


“ukhk..”


Sungguh hebat lesatan kerikil yang ditendang  Nalini. Batu kecil itu  masuk kemulut Baji dan embus keluar lewat leher belakang. Sontak Baji roboh menggelepar seperti ikan terdampar di tanah. Tak lama kemudian lelaki itu tewas dengan leher yang berlubang dan mengucurkan darah.


“Bangsat ternyata kau iblis betina.” Maki Kapak Maut. “Bunuh gadis itu!”

__ADS_1


Kapak Maut begitu terkejut dengan apa yang dilakukan Nalini. Hanya dengan satu tendangan ke kerikil sanggup menewaskan rekannya tanpa bisa menghindar apalagi melakukan perlawanan. Sebenarnya ada rasa gentar melanda nyali lelaki brewokan itu. Tapi rasa kesetiakawanan membuatnya menindih rasa gentar yang menggelayuti dadanya itu.


Kapak Maut dan tiga orang temannya yang tersisa bersiaphendak menyerang Nalini. Namun belum itu ia lakukan lagi-lagi di hadapan mereka kini muncul Dewi Ular menghalangi. Sungguh ini sangat menjengkelkan bagi Kapak Maut dan ketiga temannya.


“Minggirlah Dewi Ular. Kami ingin menghabisi iblis betina itu.” Ucap Kapak Maut masih berusaha bersabar.


“Apa-apaan kau ini Kapak Maut. Dengan gadis ini saja kau mau main keroyokan. Jangan mimpi kau mau menghabisi calon muridku ini. Sedikit saja menyentuhnya,  kau akan merasakan hebatnya racun ular tongkatku ini.”Ucap Dewi Ular.


“Siapa bilang aku bersedia jadi muridmu. Menerima satu seranganku saja kau belum tentu sanggup. Dengan kemampuanmu seperti itu jangankan menjadi guruku, menjadi pembantuku saja belum pantas.” Ketus Nalini.


Suara Nalini mulai berat. Nampaknya Roh Keramat Burung Api kembali mempengaruhinya. Sesaat nampak sorot mata yang kejam terpancar.


“Bedebah kau bocah. Diberi hati minta jantung. Pikiranku sudah berubah untuk menjadikanmu muridku. Akan kubiarkan mereka menikmati tubuhmu. Setelah itu akan kuambil jantungmu untuk kujadikan santapan ular-ular peliharaanku.” Geram Dewi Ular sangat marah. “Kapak Maut, kita tangkap gadis ini, hidup atau mati.” Ajak Dewi Ular kepada Kapak Maut.


Melihat lawan-lawannya mengeluarkan ilmu andalannya masing-masing Nalini hanya tersenyum. Gadis itu sedikitpun tak gentar. “Satu saja dari kalian bisa selamat dari pukulanku, aku akan mengikuti apa saja kemauan orang itu.” Ucap nalini meremehkan kemampuan lawannya.   


Melihat orang meremehkan kemampuan mereka, kapak Maut, Dewi Ular, dan ketiga orang lainnya langsung melesat ke arah Nalini. Tanpa perasaan iba sedikitpun kepada seorang gadis, mereka menyerang dengan maksud mengambil nyawa Nalini. Sedikitpun gadis itu tak gentar.


Tiba-tiba saja tubuh Nalini memancarkan nyala api berwarna kemerahan. Matanya pun memancarkan sesuatu yang sama. Kemudian api yang dipancarkan tubuh Nalini langsung  menyerang lawannya yang datang menerjang. Tanpa bisa dicegah, Kapak Maut, Dewi ular dan ketiga orang temannya terkurung dalam kobaran api merah.


“Aaaaa..”


Teriak kesakitan bersahutan terdengar dari lima orang yang berada dalam kobaran api. Hanya dalam waktu singkat kelima orang itu tewas terpanggang. Sesaat kemudian yang tersisa dari mereka hanya abu yang berterbangan bersamaan ditariknya tenaga api oleh Nalini. Tak banyak bicara gadis itu menaiki kudanya lalu melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


“Sudah kuduga gadis itu bukan gadis sembarangan. Dialah yang sudah merubah arak dalam guci berubah menjadi panas, entah bagaimana caranya. Ahh tak kusangka gadis itu begitu kejam. Satupun tak ada yang tersisa dari orang-orang itu.” Gumam Tongkat Geledek yang dari tadi mengikuti semua kejadian di tempat itu.


Hari-hari berikutnya dilalui Nalini tak berbeda dengan sebelumnya. Ada saja yang usil mengganggunya. Sehingga tidak sedikit yang terkena batunya harus terluka atau tewas di tangan gadis itu. Hingga berjalan satu bulan lamanya gadis itu berada di negeri barat. Nama Bidadari Burung Api menjadi terkenal di dunia persilatan negeri barat.


Di tempat lain, Bayu dan Intan yang mencari keberadaan Nalini tak jua kunjung berhasil. Sementara perhelatan pemilihan ketua dunia persilatan di negeri selatan hanya tinggal lima hari. Ia ingin mengesampingkan pertemuan itu dan terus mencari Nalini, namun semenjak sering bersama Intan keperduliannya terhadap orang lain menebal.


Setelah memikirkan dengan matang, Bayu dan Intanpun sepakat menunda pencarian mereka terhadap Nalini. Keduanya kembali ke negeri selatan untuk datang ke Bukit Benteng Dewa melihat apa yang di hasilkan dari pertandingan yang di gelar di sana. Biar bagaimanapun hasil dari perhelatan di sana akan menentukan arah dunia persilatan selanjutnya.


Setelah seharian mereka melakukan perjalanan berkuda dari Negeri Barat menuju negeri selatan, tiba mereka di sebuah desa yang tak jauh dari perbatasan negeri selatan. Nama desa itu adalah Desa Luntas Badaru. Keduanya memutuskan untuk beristirahat dulu di penginapan yang terdapat di desa itu. Tak jauh mereka berjalan dari gerbang desa, akhirnya mereka menemukan penginapan yang cocok untuk beristirahat.


“Salam Hormat tuanku,  Rajawali Merah.”


Saat bayu dan Intan akan melangkah masuk ke sebuah penginapan, tiba-tiba terdengar suara orang menyapa dari arah belakang. Serentak keduanya memalingkan badan untuk mengetahui siapayang memberi salam kepada bayu.


“Raja Kelabang.” Seru Bayu saat melihat orang yang di hadapannya adalah Raja Iblis Kelabang yang sedang menjura.


Bayu sengaja menghilangkan kata iblis dari sebutan Raja Iblis Kelabang.  Ia merasa sebutan itu tidak cocok lagi buat lelaki tua itu setelah menyatakan diri sebagai pembantu setianya. Apalagi semenjak menjadi pembantunya Raja Kelabang tak lagi melakukan kejahatan.


“Apa kabar ketua, nona?” tanya Raja Kelabang sambil memandang bergantian kepada sepasang muda mudi itu.


“Bicaranya di dalam saja sambil makan. Ayo!” ucap Bayu memotong pembicaraan. Ketiganyapun masuk ke dalam rumah makan sekaligus penginapan itu.


**Bersambung...

__ADS_1


Jangan Lupa Like dan Komennya**


__ADS_2