
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 267...
Tokoh silat kedua menggunakan pakaian Berwarna merah, di tangannya menggenggam sebatang tongkat yang juga berwarna merah. Nampak bila dia tersenyum atau membuka mulutnya gigi taringnya sedikit panjang. Orang-orang dunia persilatan timur memanggilnya dengan sebutan Iblis Kalong Merah. Ia merupakan tokoh persilatan beraliran hitam.
Yang ketiga bergelar pendekar bayangan setan. Orang ini berusia sekitar enam puluh tahunan. Ia memiliki kecepatan yang luar biasa, sehingga disebut bayangan setan. Di dunia persilatan timur dia juga dikenal sebagai tokoh sakti beraliran putih.
Mereka berempat, Raja Peramal Timur, Dewa Tapak Putih, Iblis Kalong Merah, dan juga Pendekar Bayangan Setan merupakan Empat orang nomor satu di dunia persilatan Timur. Suatu ketika mereka pernah bertarung berempat memperebutkan gelar nomor satu di negeri timur, namun hingga pertarungan berlangsung tiga hari tak satupun yang memenangkan pertandingan. Yang ada mereka terluka parah hingga beberapa hari tidak bisa melakukan apa-apa, hanya berbaring di tempat pertandingan. Untung saat itu hanya ada mereka, dan mengenai pertarungan itu tidak ada yang mengetahui kecuali mereka sendiri.
Semenjak kejadian itulah mereka berempat menjadi sahabat tanpa mengenal asal-usul aliran ataupun perguruan masing-masing. Mereka berempat berjanji untuk saling membantu apabila ada kesulitan. Selama itu tidak melanggar aturan dunia persilatan atau melakukan kejahatan. Sehingga saat raja peram dari timur meminta bantuan mereka untuk membantu sang murid dalam mempertahankan kerajaannya, mereka pun tidak keberatan.
Sehari sebelum peperangan berkecamuk di kota Sedaha, para penduduk kota itu sudah meninggalkan rumahnya masing-masing. Berita propaganda sengaja disebar agar para penduduk meninggalkan kota. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan banyak korban di kalangan warga sipil saat terjadinya peperangan. Hingga malamnya sebelum terjadi peperangan kota itu pun menjadi kosong, kecuali orang-orangnya kerajaan Barat.
Keesokan harinya pangeran mandaka bersama orang-orangnya dan ratusan prajurit bersama pasukan mayat hidup bergerak memasuki kota Sedaha. Kabar penyerangan itupun sudah didengar oleh pihak kerajaan Barat, sehingga mereka pun bersiap menyambut kedatangan pasukan Pangeran Mandaka. Pasukan kerajaan barat sendiri langsung dipimpin oleh Braja pashupata atau raja iblis kelelawar.
Tepat di pusat kota, kedua pasukan langsung berhadap-hadapan. Bendera kerajaan masing-masing pun dikibarkan. Peperangan besar kali ini tidak mungkin lagi bisa dielakan. Korban yang akan jatuh nantinya pun tidak bisa diperkirakan, karena masing-masing memiliki pegangan untuk bisa menang. Sehingga dapat dipastikan bentrokan yang terjadinya pasti akan meminta banyak korban.
__ADS_1
Di sisi Braja Pasupata terdapat beberapa orang jagoan dunia persilatan yang lain selain gurunya. Diantaranya Dewa Obat, Singa Lembah Hitam dan beberapa orang pendekar dunia persilatan lain yang memiliki kemampuan cukup tinggi. Atas perintah Raja Barat mereka membantu peperangan yang dipimpin langsung Braja Pasupata.
“Guru, apakah kau mengenal siapa empat orang lelaki tua di pasukan musuh itu. Sepertinya mereka bukan orang-orang sembarangan,” tanya Braja Pasupata kepada gurunya.
“Mereka merupakan tokoh nomor satu di Dunia persilatan negeri timur. bisa dibilang kesaktian mereka setingkat dengan empat sakti dunia persilatan Negeri Selatan ini. Kalau mereka bertarung satu persatu melawanmu, tak ada satupun yang bisa menandingimu. Namun apabila mereka bergerak secara bersamaan, bahkan aku pun belum tentu bisa menandingi mereka. Maka bila bertemu dengan mereka usahakan jangan sampai mereka bersatu,” ucap Jantar Geni.
“Hmmm.. tak disangka Raja Selatan memiliki hubungan dengan dunia persilatan negeri timur,” gumam raja iblis kelelawar.
“Bersiaplah Pasupata, jangan sampai lengah. Perang ini bukan perang biasa melainkan perang strategi, kanuragan, dan mistis,” ucap Jantar Geni.
Di sisi pangeran mandaka, meskipun keadaan mereka kini didukung oleh banyak tokoh-tokoh dunia persilatan ditambah dengan pasukan mayat hidup yang dibangkitkan Gayatri, tetap saja perang ini membuatnya gugup. Inilah pertama kalinya dia memimpin perang besar selama hidupnya. Berbeda dengan pertarungan dalam dunia persilatan yang ia sudah cukup banyak pengalaman melewatinya.
Saat itu juga terdengar bunyi genderang perang yang sangat nyaring. Irama yang dibunyikan adalah irama penyemangat pasukan. para pasukan perangpun bersiap mendengarkan setelah irama yang membangkitkan semangat perang.
“Seraaangg!!”
Teriakan menggelegar keluar dari mulut pangeran mandaka. Seketika para pasukan yang sudah disiapkan untuk berperang, maju serentak dengan pekikan garang. Sementara di seberangnya pasukan Braja pasupata tak mau kalah. Genderang penyemangat jiwa perang pun sudah dibunyikan. Melihat lawannya sudah menyerang braja pashupata pun meneriakkan perintah menyerang.
“Seraang!” pekik Braja Pasupata.
__ADS_1
Dua pasukan besar pun bertemu di medan perang. Di sisi pasukan Braja Pasupata, menurunkan tiga ratus prajurit pedang, seratus pasukan kelabang beracun. Sementara di belakang bersiaga dua ratus orang pasukan pemanah. Para tokoh-tokoh dunia persilatan sendiri, seperti Singa lembah hitam, Dewa Obat, dan ketua-ketua perguruan silat yang menghilang ada di pihak kerajaan Barat.
Sementara di pihak pasukan pangeran Mandaka, pasukan yang bertempur terdiri dua ratus pasukan pedang, seratus pasukan tombak, seratus pasukan berkuda di tambah dua ratus pasukan mayat hidup. Seratus orang lagi berada di belakang menjadi pasukan pemanah yang siap untuk melepaskan anak panah mereka. Sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang dunia persilatan dipihak Braja pashupata, mereka yang di pihak pangeran Mandaka pun masih berada di belakang memantau peperangan.
Sementara di sisi yang lain tak jauh dari tempat peperangan, Dewi api dan Eka Wira sedang mengawasi.
“Bila sudah waktunya tepat kita langsung menyergap Raja Iblis Kelelawar dan mengeluarkan mutiara pengikat Jiwa dari dalam tubuhnya. Sepertinya peperangan ini akan terjadi cukup lama, apalagi banyak tokoh persilatan yang terlibat,” ucap Dewi Api.
“Baik yang mulia Dewi,” sahut ekawira yang berada di samping Dewi api.
Tepat berada di seberang tempat Dewi api memantau, beberapa orang tokoh dunia persilatan beraliran putih berkumpul di sana. Di tempat itu terlihat Pertapa Sakti Tanpa Nama ambil bagian, di dampingi oleh sahabatnya Amok Seta alias Iblis Muka Hitam. Di belakang mereka terdapat murid-murid utama beberapa perguruan yang ketua mereka menghilang tanpa jejak.
“Ternyata selama ini kita telah salah menuduh pihak kerajaan yang menculik ketua-ketua perguruan silat di Negeri Selatan ini. Rupanya pelaku sebenarnya adalah orang-orang raja iblis kelelawar si Braja pasupata,” ucap Pertapa Sakti Tanpa Nama.
“Kau benar sekali tetua, ternyata yang menjadi dalang semua ini adalah raja iblis kelelawar. Mungkin itu atas suruhan Raja barat yang menjadi majikannya,” sahut jari malaikat yang berada di samping pertapa tanpa nama.
“Kalau begitu kita akan membantu kerajaan Selatan mengusir penjajah. namun tujuan utama kita adalah menyelamatkan ketua-ketua perguruan silat yang telah terpengaruh ilmu sihir yang dilakukan Raja Iblis Kelelawar. Agar tidak terjadi kesalah pahaman dengan pihak kerajaan dan juga pangeran, sebaiknya salah satu dari kita menghampirinya untuk melapor dan memberitahukan niat kita.” ucap Pertapa Sakti tanpa nama.
“Kalau begitu biarlah aku yang kesana menghadap Pangeran Mandaka, tetua” ucap jari malaikat.
__ADS_1
Bersambung...