Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.236 Mencari Jalan Keluar


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 236...


Pangeran mandaka begitu marah dengan ucapan orang yang berada di dalam pondok. Ia sendiri masih berada di luar enggan untuk masuk ke dalam.  Bisa malah memang dia tidak dapat masuk kedalam pondokan itu. Dengan kesaktian yang dimiliki orang tua itu bisa saja ia membuat pagar tenaga sakti yang menghalangi orang untuk masuk.


“Sekalipun aku ajarkan,  kau takkan bisa menguasai ilmu tujuh gerbang alam semesta itu dengan hatimu yang kotor. Aku menciptakan ilmu itu dengan tirakat penyucian hati. Maka ilmu itu pun hanya untuk mereka  yang memiliki hati yang bersih,” tegas orang tua itu kepada Pangeran Mandaka.


Siapakah sebenarnya orang tua itu? Dia tak lain adalah seorang tokoh Sakti yang menciptakan ilmu tujuh gerbang alam semesta. Karena kesaktiannya yang begitu tinggi maka kesehatan yang dia miliki pun diatas rata-rata manusia kebanyakan. Begitu juga masa hidupnya, ia diberikan umur yang sangat panjang. Hanyalah moksa yang menjadi jalan untuknya lepas dari kepalsuan dunia.


Namun tokoh Sakti itu terhalang janjinya kepada leluhur raja kerajaan  selatan yang sekarang. Pada masa lampau tokoh sakti yang di kenal dengan nama Begawan Nirwasita itu bersahabat dengan ayah dari kakeknya raja yang sekarang. Kala itu kesaktian Begawan Nirwasita sudah tak ada yang mampu menandingi. Lalu sang sahabatpun meminta sang begawan untuk mengajari anak atau keturunannya yang lain, dan iapun berjanji akan melakukannya.


Namun seiring berjalannya waktu, keturunan sang sahabat mulai melenceng perilakunya. Sang begawan pun urung mewariskan kesaktiannnya tersebut kepada keturunan  sahabatnya saat itu. Akhirnya ia pun memutuskan untuk menemukan keturunan sahabatnya yang tepat dalam mewarisi ilmunya.


“Orang tua aku akan membebaskanmu dari hutang kepada leluhurku apabila kamu mau membantuku mendapatkan kekuatan burung api,” ucap Mandaka.


“Apa kau maksud dengan kekuatan burung api itu, aku tidak mengerti. Lagi pula hutang janjiku kepada leluhurmu bukan kepadamu. Aku tidak tertarik sama sekali dengan itu,” sahut Begawan Nirwasita.


“Kalau begitu maka kau harus mengajarkan ku  Kesaktian yang kau miliki. Paling tidak  kau ajarkan aku ilmu Tujuh gerbang  alam semesta. Atau kalau perlu kau ajarkan aku ilmu yang baru saja kau ciptakan itu,” ucap pangeran Mandaka.


“Ilmu tenaga sakti inti Dewa takkan mungkin bisa kau pelajari. Ilmu tujuh gerbang alam semesta saja kau tidak mampu mempelajarinya. Sedangkan ilmu Tenaga Sakti Inti Dewa merupakan penyempurnaan dari ilmu tujuh gerbang alam semesta.”


“Terserah apa katamu. Seminggu  lagi aku akan datang ke sini apabila kau tidak mau mengajariku maka kau harus membantuku mendapatkan  mahluk keramat burung api itu.”

__ADS_1


Pangeran Mandaka pun meninggalkan Lembah alam roh. Putra mahkota itu menaiki  kudanya ke arah istana. Dari raut wajahnya terpampang sinar kelicikan seorang manusia tamak.


Sementara itu, setelah selesai melakukan pembicaraan dengan Eyang Ranubala, Bayu dan Intan mengurungkan niatnya untuk kembali ke daerah barat. Mereka memikirkan cara untuk bisa mendapatkan lagi Nalini. Mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke istana Lembah neraka.


Tak butuh waktu lama, dengan menggunakan naga yang yang menjadi penjelmaan pedang penguasa naga neraka melakukan perjalanan ke istana Lembah neraka. Sesampainya di istana Lembah neraka, Bayu mengumpulkan beberapa orang  utama perkumpulan yang dipimpinnya itu. Ada sekitar lima orang yang berkumpul di ruang utama istana lembah neraka ditambah dengan Bayu dan Intan sendiri.


“Sengaja aku kumpulkan kalian disini untuk meminta pendapat tentang sebuah permasalahan yang sedang kuhadapi. Namun masalah ini juga erat kaitannya dengan,” tutur Bayu.


Kemudian Bayu si Rajawali Merah menceritakan secara singkat tentang dua makhluk keramat yang kini sudah menitis pada dua orang gadis yang menjadi temannya. Dengan serius semua bawahan ketua istana Lembah neraka itupun mendengarkan setiap perkataan yang keluar dari mulut pemimpinnya. Pada dasarnya mereka yang ada di situ sedikit banyaknya sudah mengetahui tentang dua makhluk keramat Bidadari Giok Es dan juga Bidadari  burung api. Karena pada saat penyerangan yang dilakukan oleh para prajurit istana ke lembah neraka kedua makhluk itu muncul.


Hampir sepeminuman teh lamanya Bayu bercerita tentang semuanya. Bahkan sampai keadaan Nalini sekarang yang sedang dikuasai oleh roh keramat burung api, dan keberadaannya di tempat terpencil pedalaman negeri barat juga ia ceritakan. Begitu juga tentang surat yang dikirimkan oleh suku api waktu itu.


“Maaf ketua! menurut saya apapun yang kita lakukan saat ini semuanya memiliki resiko. Bila kita menyerahkan Nona Yassika kepada mereka maka akan memberikan kesempatan untuk Dewi api benar-benar bangkit. Namun bila kita membiarkannya saja takutnya Nona Nalini yang akan kehilangan nyawanya,” ucap Pranggala.


“Itulah sebabnya aku kumpulkan kalian disini. Aku ingin meminta pendapat kalian mengenai hal ini. Terutama Bagaimana caranya memasuki kawasan pedalaman yang diberikan pagar gaib agar tidak bisa terlihat. Karena beberapa kali kami mencoba mendeteksi keberadaan mereka namun selalu gagal seolah-olah ada kekuatan yang menghalangi,” Ucap Bayu.


“Ketua, sepengetahuan saya ada satu tokoh dunia persilatan yang mengerti tentang hal-hal ghaib seperti ini. Ia sudah melakukan perjanjian dengan salah satu penguasa alam lelembut sehingga mudah baginya untuk berkomunikasi dengan mahluk ghaib di alam mayapada ini,” sahut Dewi Pedang Khayangan.


“Siapa dia, nini Dewi?” tanya Bayu


“Malaikat putih, ketua.”


“Ah.. sangat tidak mungkin kita meminta bantuannya. Sedangkan mereka pernah meminta bantuan kita untuk melakukan pemberontakan terhadap kerajaan. Dan kita telah menyatakan sikap untuk tidak mencampuri urusan itu.”

__ADS_1


Semua yang ada di sana mengetahui bahwa Bayu sudah mengambil keputusan waktu lalu untuk tidak ikut campur dalam urusan kerajaan. Ada dua pihak sudah yang meminta bantuan Istana Lembah neraka untuk menggulingkan kekuasaan Raja sekarang. Namun sikap Bayu keras untuk tidak ikut campur dalam permasalahan kerajaan.


“Biarlah aku yang mewakili mu untuk menanyakan kan masalah itu kepada malaikat putih.”


Tiba-tiba terdengar suara dari arah luar istana. Tak lama kemudian muncul Jaka bersama Cempaka istrinya. Kemudian sepasang suami-istri itu pun bergabung dalam pembicaraan mereka di ruang utama istana Lembah neraka.


“Kak Jaka, Aku kira kalian sudah meninggalkan tempat ini,” seru Bayu saat melihat Jaka dan Cempaka datang.


“Maafkan aku yang mencuri dengar pembicaraan kalian. Sebenarnya tadi aku ingin berpamitan. Namun tidak sengaja mendengarkan apa yang kalian bahas. Bila kau tidak keberatan biar aku yang bicara dengan tokoh tua tersebut,”ucap Jaka.


“Ah, tentu aku tidak keberatan sama sekali. Hanya saja itu akan merepotkanmu dan sedikit membuat keadaanmu sulit, karena kau adalah ketua dunia persilatan di Negeri Selatan ini,” sahut Bayu.


“Kau tidak usah khawatir untuk masalah yang satu itu, aku bisa mengatasinya. Keadaan Mahluk keramat roh burung api itu sendiri merupakan ancaman buat umat manusia. Bukan hanya orang-orang dunia persilatan. Aku kira sebagai seorang tetua dunia persilatan, tak mungkin dia tidak membantu.”


Akhirnya diputuskan untuk meminta bantuan Malaikat Putih dengan bantuan Jaka.


**Bersambung..


Harap mau menyisihkan waktunya untuk like dan komentar setelah membaca**.


 


 

__ADS_1


__ADS_2