Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps. 180. Menyantroni Sarang Musuh


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 180...


“Siapa orang tua ini? Kalau tidak menggunakan pandangan gerbang ke enam, mungkin aku tak akan tau bahwa dia adalah orang yang menyamar.” Bisik Bayu dalam hatinya.


Bayu masih menghindar. Ia seperti orang yang sedang mengulur waktu. Sebenarnya ia sedang memikirkan apa langkah yang harus ia ambil. Lalu sesudah mendapatkan rencana apa yang akan dilakukan pemuda itupun langsung memukul roboh orang tua yang menyamar.


Bukkk..


Serangan Bayu langsung menghantam  tengkuk orang yang menyamar. Seketika orang itu roboh dan pingsan. Bayu menghampiri si penyamar, kemudian menyentuh wajah orang itu. Seketika ia kembali ke wujud aslinya. Ilmu gerbang ke enam membuat penyamaran orang itu buyar.


Si penyamar tak lain adalah orang yang disebut Iblis Seribu Wajah. Ia memiliki jurus malih rupa, yang bisa membuat wajah dan bentuk fisiknya berubah seperti orang yang ia kehendaki. Sebenarnya gembong yang satu ini sudah memutuskan mengundurkan diri dari dunia persilatan setelah dipecundangi Pendekar Halilintar sepuluh tahun silam.


Bayu mengangkat tubuh Iblis Seribu wajah. Kemudian kembali pemuda itu berubah menjadi cahaya, lalu cahaya itu melasat ke atas bukit benteng dewa dan segera lenyap.


Di bangunan utama benteng dewa nampak suara tawa kemenangan menggema di aula utama bangunan besar di sana. Raja Barat atau orang yang menggelari dirinya penguasa jagad itu merasa sangat puas dengan pekerjaan anak buahnya. Selain berhasil menyusup ke pertahanan lawan, anak buahnya pun berhasil menemukan kitab Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta.


“penjarakan kembali perempuan tua itu.” Perintah Dewa Iblis Kegelapan.


Belum sempat anak buah Dewa Iblis Kegelapan tiba-tiba muncul cahaya putih menyilaukan bagai kilat yang menyambar. Disusul memancarnya gelombang tenaga sakti yang langsung menghantam semua orang yang ada di situ. Hampir semua orang yang ada di sana terlempar menghantam dinding, kecuali Raja Barat, Singa Hitam, dan Dewa Obat. Mereka hanya terdorong beberapa langkah kebelakang, namun tetap saja dada mereka terasa sesak seperti di hantam godam.


Di tengah-tengah mereka kini berdiri seorang pemuda mengenakan pakaian merah. Entah sejak kapan dia merebutnya, kini di tangan pemuda yang tak lain adalah Bayu si Rajawali merah itu telah ada Dewi Pedang Khayangan yang sedang terluka. Sedangkan di depan Raja Barat tersungkur Iblis Seribu Wajah dalam keadaan babak belur.


“Ketua, syukurlah engkau datang!” ucap Dewi Pedang Khayangan yang kemudian jatuh pingsan. Melihat Dewi Pedang Khayangan pingsan, Bayu langsung menggendong merempuan tua tersebut.


“Serang!!” teriak Dewa Iblis Kegelapan.

__ADS_1


Serentak semua orang yang ada di sana menyerang, kecuali Dewa Iblis kegelapan dan Raja Barat. Terlihat raja barat hendak mencegah, namun terlambat semua sudah menyeruak menerjang Bayu.


“Hhh..”


Bukk.. bukk., bukk..


Tak sedikitpun Bayu bergerak apalagi melakukan serangan balik. Ia hanya menlenguh geram. Namun luar biasanya semua penyerang terlempar dan menyemburkan darah segar. Bahkan yang lebih  mengerikan ada sekitar enam orang anak buah Dewa Iblis Kegelapan yang mempunyai tingkat ilmu kesaktian rendah, langsung tewas seketika itu juga. Termasuk Buto Ijo yang kebetulan ada di sana.


Sesaat Buto Ijo menggelepar-gelepar seperti  ikan berada di daratan tanpa air. Tak lama kemudian iapun tewas dengan kondisi mata, hidung, mulut, dan telinganya mengeluarkan darah. Tanda Raksasa hijau itu mengalami luka dalam yang sangat berat hingga menyebabkan kematian. Begitu juga kelima orang lainnya, bernasib sama seperti Buto Ijo.


“Jangan pernah mengusik Istana Lembah Neraka. Kalau tidak aku akan kirim kalian ke alam baqa.” Geram Bayu.


Pemuda itupun kembali berubah menjadi wujud cahaya. Sekejam kemudian ia menghilang. Kini tinggal Raja barat dan anak buahnya yang masih berada di aula. Wajah mereka pucat dan masih syok dengan kejadian barusan.


“Beruntung pemuda itu tidak tau bahwa kitab Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta berada di tangan kita. Dan beruntung perempuan tua itu keburu pingsan sehingga tidak bisa membertitahukan tentang kitab itu.” Ucap Raja Barat. Kalian terlalu gegabah menyerang pemuda itu di saat ia menggunakan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke enam. Jangankan kalian sepuluh orang seperti akupun belum tentu bisa menandinginya.” Ucapnya lagi bernada kesal.


Mereka yang di sana pun sadar betapa kesaktian pemuda tadi seperti dewa saja. Tanpa melakukan gerakan, hanya dengan lenguhan nafas, pemuda itu melemparkan mereka semua hingga terluka dalam. Seandainya pemuda itu mau, niscaya mereka semua binasa.


“Baik yang mulia” sahut semua yang ada di sana serentak, sambil berlutut.


“Yang lain silakan tinggalkan tempat ini. Rawat luka Iblis Seribu wajah ini, Pasupata, Dewa Obat, dan kau Singa lembah Hitam tetap di sini ada yang akan aku bicarakan.”


 “Baik yang mulia.”


Sebentar kemudian orang-orang yang tadinya berkumpul meninggalkan tempat itu. Kini hanya mereka berempat yang berada di dalam aula. Mereka membicarakan rencana selanjutnya yang akan dijalankan.


Besoknya di hutan pengecoh arwah dilangsungkan pertemuan antara pendekar-pendekar muda kaum persilatan. Beberapa diantaranya yang datang adalah Jari Malaikat, Nyai Penjaga Bunga, Nelayan Aneh dari Selatan, dan para ketua dan wakil ketua beberapa perguruan besar.

__ADS_1


“Selamat datang, dan terima kasih kepada kawan-kawan aliran putih dunia persilatan negeri selatan ini atas kedatangan kalian. Langsung saja tak perlu basa-basi adapun tujuan kalian diundang kali ini adalah untuk membicarakan permasalahan yang belakangan terjadi di dunia persilatan, khususnya di negeri selatan ini.” Ucap Pertapa Sakti tanpa nama.


“Belakangan muncul orang yang menamakan dirinya Dewa Iblis Kegelapan. Saat ini dia dan anak buahnya telah menduduki Bukit Benteng Dewa dan mendirikan sebuah partai yang dinamakan benteng dewa. Satu purnama kedepan di benteng dewa akan dilaksanakan pemilihan ketua dunia persilatan dengan di prakarsai perkumpulan mereka.


Kalau aku tidak salah, Dewa Iblis Kegelapan merupakan tokoh sesat yang bercokol sekitar lima puluh tahuhan yang lalu di negeri selatan dengan sebutan Iblis Kelelawar Hitam. Iblis itu tiba-tiba menghilang setelah kekalahannya bertarung melawan majikan Istana Lembah Neraka yang dulu. Ia kalah dengan keadaan cacat kedua tangan dan kakinya di buntungi.


Dan entah apa maksud kemunculannya belakangan ini, yang pasti dia mengincar posisi ketua dunia persilatan. Tentu kalian yang ada di sini tidak ingin aliran kita dipimpin oleh orang beraliran hitamkan?”


Sejenak Pertapa Sakti tanpa nama menghentikan ucapannya. Dengan seksama ia memperhatikan seluruh hadirin yang berjumlah kurang lebih lima puluhan itu. Orang tua itu mencoba mencari tau apa reaksi para pendekar yang ada di sana terhadap ucapannya. Kemudian pertapa sakti tanpa nama meneruskan ucapannya.


“Di sisi lain pihak kerajaan telah mencampuri urusan kita orang-orang persilatan. Kabar yang terakhir kudengar beberapa orang ketua perguruan besar telah ditangkap dan di bunuh oleh pendekar macan putih yang sebenarnya seseorang telah menyerupai dirinya untuk melakukan hal keji itu. Dan itupun atas suruhan Raja kerajaan selatan.”


Seketika semua bereaksi. Sesaat tempat itu menjadi ribut riyuh oleh pembicaraan para pendekar itu. Terutama perwakilan perguruan silat yang ketua mereka hilang tanpa kabar. Sontak berita yang di sampaikan pertapa sakti tanpa nama itu membuat mereka cemas.


 


Bersambung..


sebagai bentuk apresiasi kepada author dan membantu menaikan level karya serta menambah pupularitas novel ini mohon kesediannya :



memencet tombol like


Memberi komentar walau sekedar say hallo bahkan sekedar satu hurup.


__ADS_1


Like dan komentar kalian sangat berarti untuk karya ini.


 


__ADS_2