
Salam Dunia Persilatan...
Bagaimana kabar pembaca sekalian? mudah-mudahan selalu dalam keadaan bahagia dan dalam perlindungan terbaik dari yang kuasa.
Sebelum melanjutkan membaca ada beberapa hal ingin saya sampaikan.
1. Terima kasih kepada teman-teman yang sudah menyempatkan diri untuk membaca karya saya, dan Alhamdulillah dalam empat hari ini terjadi peningkatan drastis jumlah pembaca. Saya percaya semua terjadiatas doa dan kepercayaan kalian pada karya ini
2. terima kasih atas dukungan dan masukan para Author lain yang hebat dan luar biasa memberikan masukan support dan tentunya izin promosi di karyanya.
3. Bagi Author yang tak berkenan atas promo saya di karyanya, harap memberikan teguran langsung lewat chat atau komen di komentar saya, maka akan segera saya hapus, bukan dengan cara memberikan rate rendah sebagai bentuk protes
Semoga Yang Maha Kuasa memberikan Rahmat dan Berkah atas segala yang kita lakukan, Aamiin
Salam Dunia Persilatan
--------- ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA -------
Episode 87
Rencana Penyerangan Ke Negeri Selatan
Di Pulau Es keadaan semakin tak karuan. Kelakuan penghuninya sudah seperti binatang saja. Semenjak Dewa Iblis Kegelapan menguasai pulau itu, peraturan-peraturan yang tidak senonohpun di berlakukan. Orang dengan bebas melakukan hubungan intim dengan siapa dan dimanapun ia mau. Selama masih menuruti perintah dari Dewa Iblis Kegelapan, semuanya tidak dipermasalahkan.
Bahkan penduduk asli pulau es yang tadinya sangat menjunjung tinggi norma kesopanan, turut terpengaruh dan membaur dengan budaya yang dibawa oleh anak buah Dewa Iblis Kegelapan. Bagi mereka yang masih kuat memegang prinsif, tentu itu merupakan siksaan yang berat. Hingga tidak sedikit dari mereka yang kabur pergi ke daratan seberang. Namun apabila kepergian mereka di ketahui dan merekapun akan disiksa sampai mati.
Hari itu Dewa Iblis Kegelapan mengumpulkan semua anakbuahnya di halaman Istana Pulau Es. Nampak ratusan manusia telah berkumpul di halaman yang luas itu. Seorang Pemuda berpakaian warna keemasan di dampingi dua orang kakek di kanan kirinya. Keduanya mengenakan pakaian berwarna serba hijau dan serba merah. Mereka adalah Dewa Iblis kegelapan di dampingi oleh Jari Pedang dan Iblis Merah.
"Hari ini aku telah menyelesaikan latihan untuk menyempurnakan Ilmu dan melatih tubuh baruku ini. Sejak hari ini tak ada siapapun di dunia ini yang mampu mengalahkanku." Teriak Dewa Iblis @a di hadapan semua pengikutnya.
"Hidup Dewa Iblis Kegelapan... Hidup Dewa Iblis Kegelapan."
Semua pengikut Dewa Iblis kegelapan berteriak mengelu-elukan junjungannya.
__ADS_1
Dewa Iblis Kegelapan mengangkat tangan kanannya. Serentak semua diam. Kemudian Dewa Iblis Kegelapan meneruskan ucapannya.
"Semua anggota tingkat bawah akan dibekali ilmu pukulan kelabang hitam. Jadi tidak ada anggota yang kemampuannya rendah walau di tingkat rendah sekalipun" Seru Dewa Iblis Kegelapan.
"Hidup Dewa Iblis Kegelapan... Hidup Dewa Iblis Kegelapan... Hidup Dewa Iblis Kegelapan...
Kembali suara puja puji pengikut Dewa Iblis Kegelapan menggema di tempat itu. Setelah memberikan perintah dan menjelaskan rencana perkumpulan Raja Iblis Kegelapan memasuki Istana. Tak berapa lama setelah itu beberapa orang utama di perkumpulan Iblis berkabut masuk menyusul sang ketua.
Di sebuah ruangan di Istana Pulau Es mereka berkumpul. Ada sekitaran delapan orang utama di perkumpulan Iblis Berkabut tersebut, termasuk ketua mereka Dewa Iblis Kegelapan.
"Bagaimana persiapan kita untuk melakukan penakklukan di daratan dunia persilatan?" tanya Dewa Iblis Kegelapan.
"Semua sudah matang dipersiapkan, ketua. Ada sekitar lima ratus anggota tingkat bawah yang kita punya. Semua sudah disiapkan untuk diberi ramuan penguasaan ilmu racun kelabang." jawab Jari Pedang.
"Hmmm... Apakah ramuan itu sudah bisa diatasi kelemahannya?" Tanya Dewa Iblis Kegelapan agak sinis.
"Belum Kakang Braja Pasupata..."
Tiba-tiba terdengar suara sahutan dari luar ruangan. Tak lama kemudian seorang lelaki tanpam berbaju putih. Kemudian dia menjura kepada yang lain seraya tetap berjalan ke arah Dewa Iblis Kegelapan.
Memang lelaki tampan itu adalah Dewa Obat. Manusia yang awet muda dikarenakan keahliannya dalam membuat sebuah ramuan. Lalu mengapa Dewa Obat bisa ada di sana? karena memang Dewa Obat dan Dewa Iblis kematian merupakan Saudara Kandung.
"Barusan kakang, Aku sudah meneliti kelemahan ramuan ini apabila dalam empat puluh hari pemakainya tidak bisa mengeluarkan racun kelabang di tubuhnya maka ia akan mati keracunan." ungkap Dewa Obat.
"Lalu apakah bisa kau buat obat penawarnya?"
"Aku belum dapat melakukannya kakang. Racun Kelabang Hitam milik Raja Iblis Kelabang hanya satu-satunya di dunia ini. Dan kelabang itu selalu berada di tubuhnya, sulit untuk kita merebut kecuali membinuhnya. Sedangkan membunuh orang itu, akan membunuh kelabangnya juga" jawab Dewa Obat.
"Kenapa tidak diajak bergabung saja?" tanya Dewa Iblis Kegelapan lagi.
"Sudah kami lakukan ketua, sampai-sampai kami siksa dia mengurungnya di sebuah goa buntu dan tak memberinya makan. Namun dia berhasil lari dengan cara mengelabui kami berpura-pura mati bunuh diri" jawab Jari Pedang.
"Lalu adakah cara lain?"
__ADS_1
"Ada kakang, dengan cara menarik racunnya menggunakan tenaga kesaktian. Hanya saja orang ini harus memiliki Ilmu kesaktian yang sangat tinggi. Mungkin di tempat kita ini hanya kakang saja yang mampu melakukannya." sahut Dewa Obat.
"Baiklah, tak usah kita pusingkan masalah itu, dalam empat puluh hari kita hanya perlu mencari anak buah lagi untuk memperkuat pasuka kita apabila pasukan sebelumnya sudah tewas keracunan." ucap Dewa Iblis Kegelapan. "Mulai besok kita akan berangkat ke selatan melakukan penaklukan peguruan dan perkumpulan bela diri di sana." tambahnya lagi.
"Mengapa ke selatan Ketua? bukankah di sana lebih banyak jago-jago silat berilmu tinggi. Tentunya akan sedikit memperlambat kita." tanya Iblis Merah.
"Memang benar pergerakan kita akan sedikit lambat di sana. Namun menguasai Selatan berarti menguasai dunia persilatan seluruhnya. Karena Negeri lain akan mudah kita taklukan. Lalu rencana ku menjadi satu-satunya raja di dunia ini akan segera terwujud. Hahaha..." Tawa Dewa Iblis kegelapan pun pecah.
...***...
Saat Bayu kembali ke Balai Desa, Nalini sudah berdiri di pintu menunggunya. Untung saja pemuda itu berlari memutar dari arah belakang bangunan sehingga Nalini tidak melihat bagaimana cara Bayu datang ketempat itu. Setelah melihat Bayu, gadis itupun menghembuskan nafas panjang seraya tersenyum.
"Kemana kak Bayu barusan?" tanya Nalini sedikit penasaran seraya mengikuti Pemuda itu masuk kedalam balai.
"Aku memeriksa sekitaran tempat ini siapa tau ada petunjuk atau ada korban lain." jawab Bayu berpura-pura.
"Sungguh berbahaya kak kalau kau berada di luaran. kita tidak tahu siapa musuh saat ini. Bisa saja dia menyerang kakak." Ucap Nalini khawatir.
"Iya, aku juga melihat keadaan dan berhati-hati. Bagai mana ki Farja apakah sudah siuman?"
"Sudah kak, dia menunggu kita di dalam, ada yang ingin beliau bicarakan" jawab Nalini.
Benar saja, saat keduanya masuk di dalam salah satu ruangan di Balai Desa tersebut, Ki Farja sudah duduk menyandarkan diri.
"Duduklah kalian, aku akan menceritakan sebuah kisah yang berhubungan dengan kejadian hari ini di Balai Desa." ucap Ki Farja.
Bayu dan Nalini mengambil kursi untuk mereka masing-masing lalu duduk di hadapan ki Farja. Keduanya saling pandang seolah mengirimkan bahasa Isyarat yang hanya dimengerti mereka masing-masing. Melihat itu ki Farja pun tersenyum.
"Bayu, Nalini, ketahuilah dulu di Utara ini pernah ada seorang pendekar pilih tanding yang memiliki Ilmu Pedang tiada duanya di utara ini, bahkan mungkin di dunia persilatan. Orang-orang memberinya gelar Si Pedang Kilat." Tutur Ki Farja. Lelaki itu menarik nafas sebentar kemudian meneruskan ceritanya.
"Orang itu mendapatkan gelar pedang kilat karena kecepatannya dan ketajaman pedangnya. Sampai sampai saat berhadapan musuh tak ada satupun yang sempat melihat pendekar itu mencabut pedangnya, tiba-tiba saja lawannya sudah roboh tewas dalam keadaan terhiris anggota tubuhnya.
Pedang Kilat bersahabat dengan guru kami. Karena kami adalah murid sahabatnya, tidak jarang aku dan ayahmu di ajari keahlian perang oleh pendekar sakti itu."
__ADS_1
"Suatu ketika Pendekar Pedang kilat datang berkunjung ke kediaman guru kami dengan membawa seorang gadis cantik. Ternyata gadis itu adalah anaknya. Sejak hari itu aku dan ayahmu bersahabat dengan gadis itu."
Nalini masih diam bersungguh-sungguh mendengarkan cerita ki Farja. Berbeda dengan Bayu, konsentrasinya terbagi, karena telinganya menangkap langkah kaki orang sedang berlari menuju ke tempat mereka. Tanpa disadari pemuda itu, secara tidak sengaja ia telah mengerahkan tenaga sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta miliknya.