
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 201...
“Apa yang seharusnya kau teriakkan. Jangan hanya bengong di situ.” Tegur Naga Hitam kepada Pemandu Pertandingan.
“Na.. Naga Hitam Menang!” Teriak Pemandu Pertandingan terbata-bata.
“Siapa lagi yang akan menantangku? Kalau tidakada maka kalian harus mengakuiku sebagai pemimpin dunia persilatan dan turut segala perintahku.” Tegasnya.
Sesaat tiada jawaban. Naga hitam tersenyum penuh kemenangan. Ia kira dirinya lah yang bakalan memenangkan sayembara ini. Namun seketika wajahnya pucat, saat melihat Bayu seperti akan bangkit dan menuju lapangan.
“Harap kau tetap diam di tempatmu Rajawali Merah. Posisi Lembah Neraka berada di antara Negeri Selatan dan Negeri Timur. Sedangkan Istana Lembah Neraka mu sendiri berada tepat di wilayah Negeri Timur. Jadi kau tidak berhak untuk mengikuti pertandingan ini.” Seru Naga Hitam sedikit gugup.
“Hmm.. siapa bilang aku tertarik dengan posisi ketua dunia persilatan.” Dengus Bayu tidak menyukai ucapan Naga Hitam.
“Aku yang akan menantangmu.”
Tiba-tiba terdengar suara dari arah tenda yang letaknya berseberangan dengan tenda yang di tempat Pendekar Halilintar berada. Jaraknya cukup jauh, terpisah oleh panggung yang membentang. Namun suara yang terdengar masih sangat jelas.
Cepat sekali gerakan orang yang bersuara, hanya dalam sekejapan mata ia sudah berada di atas panggung. Ternyata ia tak lain adalah Raden Raga Lawing. Dengan gagah berani lelaki itu menantang Naga Hitam.
“Siapakah kau? Apakah kau tak sayang nyawamu terbang sia-sia di sini.” Tanya Naga Hitam dengan nadanya sangat meremehkan.
“Apa kau kira kau sudah cukup kuat untuk mengalahkan ku Naga Hitam!” bukannya menjawab pertanyaan Naga Hitam, Raga Lawing malah Balik bertanya.
Naga Hitam tidak menyangka sama sekali akan mendapatkan tanggapan seperti itu. Ia sangat yakin di dunia ini selain Raja Selatan tidak ada lagi yang memiliki kesaktian di atas dirinya. Antara geli dan marah bercampur aduk dalam pikirannya.
“Pertandingan di mulai!”
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar seruan keras dari pemandu pertandingan. Keduanya pun langsung bersiaga dan saling menatap tajam. Sesaat kemudian mereka saling serang. Betapa terkejutnya Naga Hitam melihat lawannya kali ini memiliki kecepatan dan kekuatan yang begitu dahsyat.
Keduanya terlihat menggunakan jurus yang hampir mirip. Sama-sama menggunakan jurus cakar seekor naga. Sabetan-sabetan cakar naga bergantian mereka perlihatkan. Naga Hitam menyerang, maka Raden Raga Lawing yang menghindar. Begitu juga sebaliknya, saat Raden Raga Lawing menyerang Naga Hitam menghindar.
Srettt..
Sebuah cakar naga menguit kedepan dilancarkan Naga Hitam. Kaki kananna ditekuk kedepan, sedang kaki kirinya ditarik kebelakang. Dengan mencondongkan badan lebih dalam kedepan, Naga Hitam melayangkan cakar naga dari bawah ke atas mengincar lambung lawan. Semua itu dilakukannya dengan sangat cepat
Raden Raga Lawing melakukan kayang rendah untuk menghindari cakar lawan. Ia menghindar sambil balas menyerang. Saat melakukan kayang, ia hanya bertumpu pada satu kaki kiri, sedangkan kaki kanannya melakukan tendangan ke atas. Hal ini memaksa Naga Hitam menarik mundur badannya beberapa langkah.
Blaaammm...
Dua tenaga beradu menimbulkan ledakan keras di atas panggung. Saking kerasnya ledakan menimbulkan tanah di sekitar tempat itu bergetar. Bahkan beberapa bagian lapangan mengalami retak. Kedua belah pihak sama-sama terdorong empat langkah kebelakang.
“Hmmm.. ternyata di Negeri Selatan ini masih banyak tersembunyi jago-jago silat menyembunyikan diri yang memiki kesaktian yang begitu tinggi.” Puji Pertapa Sakti Tanpa Nama yang sempat berdecak kagum dengan pertarungan di depan matanya.
Naga Hitam kembali melesat cepat ke arah Raden Raga Lawing. Kedua telapak tangannya menghantam ke arah dada lawan. Raga Lawing sendiri tak ingin tinggal diam, ia bersalto ke belakang sambil mengirimkan pukulan jarak jauh. Naga hitam terpaksa menghindari serangan yang di lepaskan lawan, sehingga memberi kesempatan pada Raden Raga Lawing mengambil nafas setelah mendapat serangan gencar darinya.
Sementara Raden Raga Lawing melakukan hal yang sama. Ia mengerahkan tenaga saktinya hingga puncak. Tiba-tiba saja matanya berubah menjadi berwarna putih semua. Di belakangnya kini muncul seekor naga berwarna putih tak kalah garang dengan naga milik lawan.
Beberapa dari hadirin menjerit ketakutan. Sampai-sampai ada yang berlari meninggalkan tempat itu. Sebagian besar hanya mundur beberapa langkah dari tempatnya.
“Semakin lama pertarungan mereka sudah tidak masuk akal. Kekuatan yang mereka tunjukan bukan lagi berasal dari kekuatan manusia. Bagaimana kita bisa memenangkan pertandingan ini. Sekalipun kau mengerahkan seluruh kekuatan, belumtentu dapat menandingi kekuatan ghaib mereka, Jaka.” Keluh Pertapa Sakti Tanpa Nama nampak khawatir.
“Kita masih memiliki Rajawali Merah Eyang, bila engkau tak keberatan memberikan kesempatan padanya menjadi ketua dunia persliatan.” Ucap Jaka tenang.
“Aku tahu kau akan berkata seperti itu. Akupun tak lagi meragukan sifat baik yang dimilikinya. Hanya saja ia terlalu muda untuk mengemban beban dunia persilatan di pundaknya.”
Blaaammm..
__ADS_1
Ledakan yang sangat keras dan dengan kekuatan yang sangat dahsyat terjadi. Beberapa bagian panggung nampak telah rusak parah. Nampak tadi naga hitam dan naga putih saling menyerang dan bentrok hingga menimbulka ledakan kuat. Sementara pemilik binatang ghaib itu sama sama terpental dan jatuh ketanah. Kedua naga itu sendiri telah lenyap dari pandangan.
Gelombang ledakan yang terpancar begitu dahsyat. Nampak beberapa hadirin turut terpental. Termasuk seluruh tenda yang ada di tempat itu terbang terhantam pantulan tenaga yang begitu dahsyat. Hanya Tenda Bayu yang terlihat masih utuh. Ketika terjadi ledakan tadi pemuda itu sempat membentuk perisai tak nampak yang menghisap tenaga pantulan yang datang ke arah rombongannya.
Naga hitam dan Raden Raga Lawing kembali bangkit dan berdiri berhadapan. Mereka sama-sama mengalami luka dalam. Terlihat dari darah yang masih menetes di sela-sela bibir mereka berdua.
Naga hitam melakukan beberapa gerakan kemudian merangkapkan kedua telapak tangannya di depan dada. Kemudian mulutnya merapalkan mantra. Tenaga saktinya kembali di kerahkan sampai ke puncak. “Pedang Penguasa Naga..” panggilnya lantang.
Secara tiba-tiba di hadapan Naga Hitam kini muncul pedang Penguasa Naga milik Raja Kerajaan Selatan. Pedang itu berwarna keemasan dengan gagang berkepala naga. Pedang pusaka itu benar-benar memancarkan perbawa yang kuat dengan sinar berwarna keemasan yang menyilaukan.
Raden Raga lawing nampak pucat melihat pedang pusaka yang kini di pegang Naga Hitam. Hal ini di karenakan di tubuhnya merasuk Jiwa Siluman Naga milik Malaikat Putih. Itu sebabnya pendekar legenda itu tidak terlihat di tenda tempat rombingan Raden Raga Lawing berada.
Dari gedung utama Benteng Dewa terlihat asap hitam menggumpal melesat cepat ke arah lapangan pertandingan. Kini asap hitam itu berada di ketingginan sekitar seputih tombak dari permukaan tanah. Di dalam asap hitam yang mulai membuyar separuhnya itu nampak seorang lelaki menggunakan caping hitam dan pakaian serba hitam.
“Rajawali Merah!” panggil orang bercaping yang sedang melayang di udara diselimuti asap hitam itu. “Kalau kau ingin Mahluk Keramat Roh Burung Api selamat, ikuti aku.” Ucap orang itu lagi.
“Intan, kau di sini saja. Jaga orang-orang kita dan orang-orang kak Jaka. Biar aku menyusul orang itu, mungkin apa yang diucapkannya ada hubungannya dengan Nalini.”
Setelah dibalas anggukan oleh Intan, Bayupun melesat dengan Ilmu Biang Lala Melukis Langitnya. Pemuda itu seperti terbang menyusul orang bercaping.
Bersambung...
Dukung Novel ini dan penulisnya dengan cara :
1. Rate bintang 5
2. Beri like setiap babnya
3. Tinggalkan komentar di setiap babnya.
__ADS_1
Dengan kebijakan baru yang diterapkan noveltoon tiga hal diatas sangat berharga bagi kami para penulis.