
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 271...
“Guru, berhati-hatilah! pemuda ini adalah Rajawali Merah pemilik Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta,” ucap Braja Pasupata memperingatkan.
“Kalau begitu gunakan halilintar hitammu, aku akan menggunakan pukulan gunung api,” sahut Jantar Geni.
Keduanya melompat ke belakang kemudian memisah ke kanan dan ke kiri dengan jarak sepuluh tombak. Lalu mereka mengerahkan tenaga masing-masing hingga mencapai tingkat puncak. Jantar Geni mengerahkan tenaga api yang di latihnya, seketika ubun-ubunnya mengeluarkan asap putih. Seluruh tubuhnya berubah menjadi berwarna merah.
Iblis Kelelawar sendiri sudah mengerahkan tenaga petir hitamnya. Kini seluruh tubuhnya dialiri dengan pancaran cahaya hitam berbentuk halilintar. Bola matanya pun sudah berubah menjadi hitam semua. Sesekali pada bola mata itu memancar kilat hitam
Melihat lawannya sudah bersiap sedemikian rupa untuk menyerangnya, Bayu meningkatkan kewaspadaannya. Gerbang Petir Semesta ia kerahkan sampai sepuluh bagian. Sinar petir berwarna perak berderapan memancar dari tubuh Bayu.
Hiaatt..
Kedua guru dan murid Jantar Geni dan Raja Iblis Kelelawar menyerang Bayu bersamaan secara menyilang. Mereka sama-sama memusatkan serangan mereka pada kepalan tangan kanannya. Kemudian mereka menghantamkan kepalan tangan kanan mereka ke arah dada Bayu. Sementara Bayu hanya menanti dengan tersenyum sinis.
Blammmmm..
Ledakan dahsyat kembali terdengar disusul dengan terlemparnya dua orang jagoannya Raja Barat. keduanya pun terlempar lebih jauh daripada sebelumnya. Malang bagi Raja Iblis Kelelawar, tenaga sakti yang dimilikinya tak mampu menahan tenaga Bayu. Murid Jantar Geni itupun jatuh lemah tak mampu bangkit lagi.
Melihat keadaan raja iblis kelelawar yang sudah tidak berdaya lagi, Nalini langsung melesat ke arahnya dan memberikan totokan di beberapa bagian tubuh tangan kanan Raja Barat itu. Seketika Raja Iblis kelelawar pun tak mampu bergerak lagi. Kini gembong bernama Braja Pasupata itupun dijaga oleh Nalini dan Intan.
__ADS_1
Sementara itu Jantar Geni yang juga terlempar hebat sejauh belasan tombak jatuh tersungkur di tanah. Namun ia masih bisa bangkit lagi walaupun sempat menyemburkan darah segar pertanda ia terluka dalam. Matanya menatap tajam ke arah Bayu.
“Hebat Juga kau anak muda. Pertapaan ku puluhan tahun tidak ada artinya melawan tenaga saktimu. Tapi aku tidak akan kalah, walau aku harus mati, kau pun harus ikut bersamaku hahaha.”
Jantar Geni tertawa menyeramkan. Ia meraih sesuatu dari Balik kantongnya, kemudian menelan semacam pil dari balik baju yang ia ambil. Tak lama kemudian seluruh tubuhnya mengepulkan asap. Kini tubuhnya lebih memerah dari yang tadi. Matanya pun berubah menjadi merah.
“Hahaha walaupun umurku akan tersisa sepekan saja, tak kan kubiarkan ada orang lain yang menghinaku dan mmengalahkanku. Hahaha..”
Blarrrr..
Jantar Geni Tertawa sekeras-sekerasnya. Kemudian ia mengarahkan tangan kanannya kearah sebuah pohon. Lalu dengan sekali hentakkan ia mengirimkan sebuah pukulan jarak jauh ke arah pohon itu. Seketika pohon itu terbakar, yang hebatnya api itu lebih cepat merayap dan membakar dari api biasa. Tak perlu waktu berapa lama pohon itu pun berubah menjadi abu.
Bayu melihat pertunjukan yang dilakukan oleh Jantar Geni hanya tertawa mengejek. Pemuda itu sengaja memancing amarah Jantar Geni. Sesaat Bayu merubah tenaga saktinya menjadi gerbang api semesta, Ilmu tujuh gerbang Alam Semesta tingkat kedua. Seketika dari tubuh oemuda itu memancarkan api berwarna putih keperakan.
Kemudian dengan sekali hentakan Bayu melontarkan pukulan api jarak jauh ke sebatang pohon yang berada sekitar delapan tombak di sebelah kirinya. Segumpalan api berwarna putih keperakan melesat cepat ke arah pohon itu. Api itu seketika sirna saat menyentuh pohon. Anehnya tidak terjadi apa-apa pada pohon itu.
Melihat itu Jantar Geni tertawa terbahak-bahak. Nampak sekali ia puas melihat Bayu yang dianggapnya gagal menunjukkan kekuatannya. Ia pun menjadi berpikiran sebenarnya Bayu belum menguasai tenaga saktinya.
“Hahaha apa kau tak mampu lagi memperlihatkan sihirmu anak muda? Bahkan sebatang pohon ini pun kau tak mampu membakarnya. Hahaha.. menyerahkah dan jadi muridku, biar aku sempurnakan ilmu mu itu hahaha..” ucap Jantar Geni.
Bayu hanya tersenyum menanggapi ejekan dari Jantar Geni. Sedikitpun ia tidak marah dengan ucapan guru Raja Iblis Kelelawar itu. Malah terlihat pemuda itu berusaha menahan geli mendengar ucapan Jantar Geni.
“Hmmm..”
__ADS_1
Bayu melakukan dehemman. Seketika pohon yang tadi di serangnya tumbang. Nampak isi di dalam batang pohon itu sudah menjadi abu. Bahkan kejadian itu tidak hanya terjadi pada batangnya saja, namun pada rantingnya juga. Dari luar terlihat pohon itu baik-baik saja. Ternyata di dalam sudah terbakar menjadi abu.
Tentu saja hal ini sangat mengejutkan bagi Jantar Geni. Untuk bisa membakar bagian dalam sebuah pohon tanpa membakar permukaan nya adalah sesuatu yang sangat mustahil bisa dilakukan. Karena itu hanya bisa dilakukan apabila seseorang itu mampu mengatur api sekehendak hatinya.
Di dalam dunia ini belum pernah terdengar ada yang mampu mengendalikan api sekehendak hatinya. Jangankan api, tenaga sakti saja hanya orang-orang tertentu yang mampu melakukan pengerangan tenaga dengan hatinya, tanoa melakukan gerakan atau pernafasan tertentu lebih dulu. Namun kali ini Jantar Geni benar-benar menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri.
“Benar-benar sulit diukur kesaktian pemuda ini. Tak ada salahnya kucoba membakarnya dengan seluruh tenagaku yang sudah bertambah menjadi sepuluh kali lipat ini,” gumam Jantar Geni.
Jantar Geni memusatkan seluruh tenaganya pada Kedua telapak tangannya. Kemudian ia pun melesat menerjang Bayu. Setelah berada dekat dengan pemuda itu, ia mengirimkan pukulan langsung melalui kepalan tangannya ke arah dada Bayu. Namun begitu terkejutnya Jantar Geni ketika serangannya berhenti tak mampu menyentuh tubuh Bayu. Bahkan untuk menarik kembali tangannya pun ia tidak berhasil.
“Ilmu iblis apa yang kamu gunakan? Cepat lepaskan aku!” ucap Jantar Geni gusar.
Bayu tidak menanggapi ucapan dari guru Raja iblis kelelawar itu. Pemuda itu mengerahkan Gerbang Embun Semesta dalam tubuhnya. Ilmu tujuh gerbang Alam Semesta tingkat pertama yang sudah sempurna ini sudah sangat jauh perbedaanya dari biasanya Bayu gunakan dulu. Ia bahkan dapat mengatur kapan, di mana, dan sebanyak apa embun itu memancar. Seperti saat ini, pemuda itu memancarkan embun semestanya hanya di sekitaran tubuh Jantar Geni.
Tubuh Jantar Geni yang terkena serangan embun semesta tingkat pertama dari ilmu tujuh gerbang alam semesta itu langsung menggigil hebat. Semua pengerahan tenaga saktinya yang ia namakan tenaga sakti gunung berapi itu padam seketika. Tubuhnya kini tidak lagi berwarna kemerahan, matanya pun berubah seperti semula. Kemudian Bayu pun melemparkannya tanah.
Bukkk..
Lagi-Lagi Jantar Geni harus merasakan yang namanya terlempar dan jatuh berdebuk ke tanah. Ia pun kembali memuntahkan darah segar. Isi dalam perutnya bertambah rusak karena luka dalam. Jantar Geni hanya mampu duduk di tempatnya.
Dari pandangan matanya Jantar Geni masih sangat tidak terima dengan kekalahannya. Kembali merogoh sesuatu dari balik bajunya. Ternyata Jantar Geni kembali mengambil sebuah peningkat tenaga buatan Raja Obat. Tanpa sedikitpun khawatir akan akibatnya, Jantar Geni kembali menelan pil itu.
__ADS_1