Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Kemunculan Jantar Geni, guru Raja Iblis Kelelawar


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 262...


“Katakanlah berita apa yang kamu dapat di istana lembah neraka?” Tanya Dewi Api kepada Maja Sena.


“Izin yang Mulia Dewi, dari keterangan yang berhasil hamba himpun, mutiara Sakti pengikat Jiwa tidak lagi berada di istana Lembah neraka. Melainkan berada di tangan Raja iblis kelelawar hitam yang mengaku sebagai Dewa Iblis Kegelapan. Dengan mutiara itulah dia bisa berpindah raga,” ucap Maja Sena.


Mendengar jawaban Maja Sena, Dewi api seperti tidak terpengaruh sedikitpun. Ia hanya mengangguk-angguk seperti sedang tersenyum. Berbeda dengan Dewi Api, Eka Wira dan juga Empu Yudiba malah terlihat sangat kecewa dengan informasi yang di bawa oleh Maja Sena.


“Lalu mengenai gadis itu?” tanya Dewi Api.


“Sesuai rencana Yang Mulia Dewi. Dia sudah menjadi murid salah satu petinggi Istana Lembah Neraka, dan sudah mempelajari tenaga inti api seperti yang dewi  rencanakan,” jawab Maja Sena lagi.


“Bagus! Kalau begitu perjalanan kita kali ini tidak sia-sia,” ucap Dewi Api. “Empu Yudiba, dan kau Maja Sena tetap  di sini mencari kesempatan untuk membawa kembali Putri Yassika. Aku dan Eka Wira akan menuju ke tempat Raja Iblis Kelelawar untuk merebut mutiara pengikat jiwa.


Empu Yudhiba dan Eka Wira terkejut dengan ucapan Dewi api. Mereka tidak menyangka Dewi Api tiba-tiba merubah rencana semula. Mereka masih sangsi dengan kondisi Dewi api sekarang bisa memenangkan pertarungan menghadapi lawan yang tangguh.


“Dewi, apakah keputusan ini tidak berbahaya?”  Tanya Empu Yudiba.


“Tidak ada masalah, nanti aku merebut mutiara itu akan dibantu oleh Rajawali merah,” jawab Dewi Api dengan senyuman penuh misteri.


Mendengar jawaban Dewi Api,   Eka Wira dan Empu Yudiba mengalah. Walaupun mereka belum mengerti maksud  Dewi Api, namun keduanya tidak ingin membantah keputusan yang diambil oleh Dewi Api. Mereka percaya junjungannya itu punya rencana yang sudah dipertimbangkan dengan matang.

__ADS_1


Keesokan harinya Dewi api dan juga Eka Wira langsung menuju kota Sedaha. Mereka mendapatkan informasi dari telik sandi  bahwa Raja Iblis Kelelawar berada di sana. Dewi api langsung menggunakan ilmu berpindah tempat dalam sekejap dengan kekuatan yang ia miliki. Di tempat yang sepi mereka muncul supaya tidak membuat heboh keadaan.


Keadaan desa Sedaha setelah peperangan menjadi sedikit kacau. Walau peperangan dilakukan di luar benteng, namun para prajurit setelah memasuki benteng melakukan penjarahan dan pengrusakan kerumah-rumah rakyat. Bahkan beberapa diantaranya melakukan pemerkosaan kepada gadis-gadis di kota itu.


“Hai kamu yang perempuan ke sini!” ucap salah seorang prajurit saat melihat Dewi api yang dalam wujud Nalini itu.


Mendengar orang memanggilnya Dewi api menoleh. Di lihatnya seorang prajurit kerajaan  barat dengan pandangan cabulnya kepada dirinya. Dewi apipun menghampiri prajurit itu dengan wajah manisnya. Prajurit yang melihat gadis cantik menghampirinya menjadi bersemangat.


“Kesinilah manis kita bersenang-senang,” ucapnya  tambah cabul.


Dewi Api mendekati prajurit itu. Saat ia telah sangat dekat dengan sang prajurit, tiba-tiba saja tubuhnya berubah memancarkan api. Seketika prajurit itu terbakar, hanya sesaat saja tubuh prajurit itu sudah menjadi abu. Dewi apipun kembali  ke keadaan semula.


Untung saja keadaan saat itu sedang sepi. Sehingga apa yang dilakukan Dewi Api terhadap prajurit itu tidak ada yang melihat. Dewi Api dan Eka Wira berjalan mengitari kota Sedaha. Keduanya menyusuri kota sedaha yang kini di kuasai kerajaan Barat. Mereka memutuskan untuk mencari penginapan terdekat sambil mencari informasi tentang Raja Iblis Kelelawar.


“Baik lah Dewi!” sahut Eka Wira.


“Nanti malam kita berpencar mencari keberadaan Raja Iblis Kelelawar. Siapapun yang bertemu jangan langsung melakukan tindakan. Kita akan melakukan penyerangan berdua.”


Setelah memberi penjelasan kepada Eka Wira mereka pun beristirahat menunggu malam. Tiba saat malam hari keduanya melakukan penyelidikan mencari di mana keberadaan raja iblis kelelawar. Mereka yang menginap tepat berada di tengah-tengah kota Sedaha, berpencar menjadi dua arah. Eka Wira kesebelah kanan, sementara Dewi Api sendiri ke  kiri.


Dengan sangat  ringan dan lincah Dewi Api melompat dari rumah kerumah sambil pendengarannya dipertajam  mencari keberadaan Raja Iblis Kelelawar. Tiba di atas sebuah rumah paling besar di kota itu, akhirnya dia menemukan apa yang dicarinya. Di dalam ia mendengar percakapan Raja Iblis Kelelawar yang dipanggil dengan sebutan Braja Pasupata.


“Hahaha.. Rupanya sekarang kau sudah jadi raja kecil di sini Braja Pasupata. Mengapa baru saja kau panggil aku ke sini untuk sama-sama menikmati surga dunia ini hahaha..”

__ADS_1


Saat itu raja iblis kelelawar sedang berbicara dengan seorang lelaki sangat tua berpakaian serba coklat. Badannya sudah bungkuk dengan rambut memutih semua. Kulitnya sangat keriput namun terlihat masih gagah dan lincah bergerak.


“Hahaha.. akupun baru saja berada di tempat ini guru. Waktu lalu aku hanya berdiam di benteng dewa, itu sebabnya tidak mengundangmu untuk menikmati kesenangan di sana,” jawab Braja Pasupata.


“Hahaha... kau benar sekali aku pun tak ingin berada di tempat itu. apa yang bisa di nikmati di sana kecuali bangunan-bangunan batu. Tidak ada arak tidak ada perempuan hahaha..” sahut gurunya Raja Iblis Kelelawar.


Bisa dikatakan orang tua ini adalah dedengkot aliran hitam yang paling tua usianya saat ini. Usianya hampir menyamai Begawan Nirwasita. Selama ini ia berada di gunung Cakung Berapi. Gunung yang senantiasa gelap oleh asap gunung berapinya, di sanalah orang tua yang bergelar Jantar Geni ini tinggal dan melatih ilmunya.


“Bukankah Dewa obat dan singa Lembah Hitam bersamamu? Kemana mereka sekarang?” Tanya Jantar Geni.


“Mereka ditugaskan oleh Raja Barat untuk menjaga dua kota lainnya yang sudah kami taklukkan. Raja barat memilih mereka untuk bersiaga di sana, karena takut akan ada serangan balasan dari pihak kerajaan Keraton. Apakah guru sedang mencari mereka?” tanya Braja Pasupata


“Tidak, aku hanya bertanya saja,” jawab Jantar Geni.


Keduanya pun berbincang-bincang tentang apa saja yang sudah mereka lalui selamat berpisah. Jantar Geni merasa menurutnya bisa bulan depan karena sudah bisa berpindah raga ke orang yang masih muda. Ia  juga ingin seperti Braja Pasupata muridnya itu untuk berpindah raga ke orang yang masih muda. Braja pashupata pun menceritakan bagaimana ia melakukan perpindahan raga itu. Semua tidak lepas dari peranan Raja barat yang memerintahkan kepada anak buahnya untuk membantu raja iblis kelelawar itu.


Kraakk..


Terdengar suara atap harta karena diinjak oleh seseorang tepat berada di atas Braja pasupata berdiri.


“Siapa itu?” bentak Jantar Geni. Ia pun segera melesat keluar gedung untuk memeriksa siapa yang berada di atas mencuri dengar pembicaraan mereka.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2