
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 174...
“Hmm.. lagi-lagi prajurit kerajaan.” Geram Bayu. mendengar laporan dari salah seorang anggota berpakaian hitam.
Bayu beranjak di tempat itu menuju keluar Istana, diikuti Nalini dan Intan di belakangnya. Di luar nampak puluhan anggota Istana Lembah Neraka telah bersiaga. Kemudian Bayu melihat ke atas, iapun menggunakan ilmu Jagad Netranya. Pemuda itu melihat betapa Lembah Neraka kini dikepung ribuan prajurit yang menggunakan panah api.
“Semuanya, berhati-hatilah! Tempat ini sudah di kepung oleh ribuan prajurit yang menggunakan panah api dari atas bukit. Paman Pranggala bawa semua anggota meninggalkan tempat ini, biar kami bertiga mengatasi masalah di sini.” Perintah Bayu.
Setelah memberi penghormatan kepada sang ketua, Pranggala dan seluruh anggota Istana gerbang Neraka yang ada di sana beranjak menuju keluar lembah.
Seeett.. seetrr..
Baru beberapa langkah mereka berjalan tiba-tiba puluhan anak panah bagaikan hujan berguguran dari atas. Beberapa langsung menghantam pohon dan bangunan kecil perumahan para anggota dan membuatnya terbakar. Untung Istana terbuat dari bebatuan hingga tak mudah menyala.
“Lindungi Istana!” seru Pranggala.
“Tidak usah paman, biar kami yang mengatasinya.” Ucap Bayu. “Nalini, kawal parang anggota keluar dari lembah, aku khawatir mereka menggunakan racun. Intan Padamkan api di rumah-rumah, biar yang lain aku mengurusnya.” Ucap bayu lagi.
Intan mengerahkan tenaga saktinya. Seketika cahaya hijau keputihan memancar dari tubuhnua. Matanyapun berubah berwarna hijau keputihan dan memancarkan cahaya yang sama. Salju mulai turun deras di tempat itu.
Gadis itu mulai terbang mengambang di udara. Lalu dengan kekuatan es nya ia memadamkan bangunan-bangunan yang terbakar. Sementara Nalini pun sudah mengerahkan tenaga saktinya. Tubuhnya memancarkan kobaran api, sementara matanya merah menyala. Ia berada di depan mengawal para anggota meninggalkan lembah.
Di sisi lain Bayu sudah mengerahkan tenaga saktinya. Tak tanggung-tanggung, ia langsung mengerahkan tenaga sakti tingkat ke lima Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta. Kemudian bayupun melayang ke atas. Bersamaan tubuhnya meluncur keatas, saat itu juga api yang membakar di sekitaran sana terangkat mengikuti Bayu.
Bayu terus melayang ke atas hingga melewati tingginya bukit. Melihat ada orang tiba-tiba muncul dari lembah ke atas sontak para prajurit kerajaan menjadi kaget. Mereka pun bersiaga dan mengarahkan panah apinya ke arah Bayu.
“Seraangg!!” seru orang yang menjadi pimpinan pasukan.
__ADS_1
Serentak semua prajurit melepaskan anak panah ke arah Bayu. Ribuan anak panah melesat ke arah Bayu. Namun sedikitpun pemuda itu gentar. Berjarak satu depa dari tubuhnya semua anak panah berhenti. Lalu secara tiba-tiba ribuan anak panah itu berbalik menyerang para prajurit.
Lesatan anak panah yang kembali ke arah para prajurit kerajaan itu jauh lebih cepat. Hanya sedikit dari prajurit yang mampu menghindar dari serangan panah yang membalik. Sebagian besar langsung terkena serangan anak panah, ada yang terbakar, ada juga yang terwas seketika.
“Ilmu yang mengerikan, apakah dia seorang dewa?” gumam pemimpin prajurit yang merasa ngeri. “Munduurrrr.” Teriaknya lagi.
Semua prajurit pun bergerak mundur. Mereka yang selamat tak lagi memperdulikan teman-teman mereka yang masih hidup namun terkena serangan anak panah.
Melihat para prajurit mundur, Bayu mengangkat tangannya. Seketika butiran embun yang sangat banyak jumlahnya mengambang di sekitar Bayu. Kemudian dengan satu hentakan butiran embun itu menyebar dan melesat cepat ke arah para prajurit. Ternyata itu bukan sebuah serangan, melainkan cara Bayu menyelamatkan para prajurit yang terbakar api, sehingga seketika api itu pun padam.
“Pergilah kalian semua dari sini, bawa serta teman-teman kalian yang terluka maupun tewas. Dan katakan pada Raja Kalian bahwa Istana Lembah Neraka tak pernah ikut campur urusan kerajaan, jadi jangan pernah mengganggu kami di sini. Kalau tidak jangan salahkan kami meratakan Istana Selatan dengan tanah.” Ancam bayu.
Semua prajurit dan pimpinannya pun meninggalkan tempat itu. Mereka membawa serta prajurit-prajurit yang terluka maupun yang telah tewas. Pertempuran kali ini merupakan kekalahan telak pertama yang di alami kerajaan Selatan setelah empat puluh tahun kebelakang.
Di tempat lain Nalini yang mengawal para anggota keluar lembah Neraka juga mendapatkan serangan dari prajurit kerajaan. Ratusan anak panah meluncur ke arah Nalini dan rombongan. Dibantu Pranggala dan beberapa tokoh sakti anggota Istana Lembah Neraka, gadis itu menghalau serangan. Bahkan beberapa anggota tingkat bawah juga menyerang dengan anak panah.
Semakin lama prajurit yang datang semakin Banyak, sementara anak panah beracun dan anak panah api semakin lama semakin banyak menyerang. Beberapa anggota mengalami luka bakar dan luka beracun terkena serangan.
Terlihat kini Prajurit yang menyerang jumlahnya ribuan. Luncuran anak panah dan batu-batu besar semakin banyak. Melihat keadaan yang semakin mengkhawatirkan dan korban yang mulai berjatuhan di pihak Istana Lembah Neraka Nalini terlihat sangat marah. Kini matanyanya berubah memancarkan api kuning kemerahan. Pancaran api di tubuhnyapun kian melebar.
“Awasss.. cepat masuk ke lembah.”
Pendekar Tongkat Emas yang melihat perubahan pada diri Nalini merasa sesuatu yang hebat dan berbahaya akan terjadi. Ia pun memperingatkan semua anggota untuk cepat masuk ke dalam lembah. Serentak semuanya bergegas masuk kedalam lembah.
Nalini mulai melayang terbang ke atas. Perbawa yang di tunjukannya benar-benar membuat buku kidik merinding. Ia pun mulai menyerang para prajurit kerajaan yang jumlahnya ribuan itu.
“Seraaang!!”
Melihat orang melayang di atas sesaat membuat para prajurit gentar. Lalu terdengar perintah untuk menyerang yang menyadarkan mereka dari perasaan tercekat. Serentak semua prajurit mengarahkan panahnya ke arah Nalini. Ribuan anak panah berbagai macam jenis melesat ke arah gadis itu.
__ADS_1
Tanpa gentar sedikitpun akan serangan ribuan anak panah, Nalini merentangkan tangannya. Tiba-tiba dari arah nya meluncur meteeor-meteor api kecil menyerang ke arah para prajurit. Ribuan anak panah yang menyerang Nalini pun tak dapat menyentuhnya. Semua anak panah hangus saat membentur cahaya api yang mengililingi tubuh gadis itu.
Tak hanya sampai di situ Nalini yerus menyerang para prajurit. Tak sedikit dari mereka yang tewas terbakar. Nalini mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah para prajurit, lalu meluncurlah badai api yang langsung menyerang prajurit di bawahnya. Ratusan prajurit tewas seketika menjadi abu. Sementara yang lain terus kocar kacir berlarian menghindari serangan api.
Rupanya Nalini sudah di kuasai amarah. Tak ada satupun yang dibiarkannya melarikan diri. Kini gadis itu bergerak cepat masuk ke kerumunan prajurit. Bagaikan burung api ia bergerak cepat kesana kemari menebar api yang langsung membakar para prajurit yang terkena sambaran.
Hanya beberapa saat saja sudah lebih separu pasukan yang tewas terbakar. Namun Nalini tak menghentikan serangannya. Ia terus menghajar prajurit- prajurit yang sebenarnya sudah tak mampu lagi menyerang itu.
Blaammm..
Nalini membuat sebuah ledakan api. Tanah di tempat itu menjadi bergetar. Ratusan prajurit terlempar dan terbakar oleh serangan tadi. Teriakan-teriakan mengiris hati semakin jelas terdengar.
“Sungguh sangat mengerikan ilmu gadis itu. Dia mengamuk bagaikan iblis betina.” Gumam Pranggala yang tak tega melihat Prajurit-prajurit kerajaan yang semakin banyak berkurang jumlahnya.
Sebuah bayangan hijau keputihan melesatbke arah Nalini. Sekitar tempat itupun mulai di turuni salju. Sebagian api mulai padam karena hujan salju yang semakin deras.
“Cukup kak Nalini, mereka hanya prajurit yang menerima perintah.” Ucap si bayangan hijau yang tak lain adalah Intan itu.
Mendengar ucapan Intan, Nalini bukannya menghentikan serangan ia malah meningkatkan lagi pengerahan tenaganya. Yang membuat semua orang terbelalak kaget, Nalini malah melancarkan serangan api ke tubuh intan. Gadis yang menjadi penjelmaan Bidadari Giok Es itupun terlempar oleh serangan Nalini yang begitu kuat.
Untung saja tenaga inti giok es di tubuhnya selalu menjaga dirinya. Sehingga pada serangan tadi Perisai Giok Es langsung terbentang, walaupun tidak dengan kekuatan yang sempurna. Walau tidak mengalami luka sedikitpun, tetap saja Intan merasakan sesak di dadanya karena serangan mendadak Nalini.
Bersambung..
sebagai bentuk apresiasi kepada author dan membantu menaikan level karya serta menambah pupularitas novel ini mohon kesediannya :
1. memencet tombol like
2. Memberi komentar walau sekedar say hallo bahkan sekedar satu hurup.
__ADS_1
Like dan komentar kalian sangat berarti untuk karya ini.