Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.116. Merebut Tawanan Dari Lawan


__ADS_3

Salam Dunia Persilatan.


Maaf sebelumnya mengganggu. Untuk pembaca sekalian mohon kiranya bisa memberikan like dan komentar pada karya ini. Bagi kami para Author like dan komentar sangat penting untuk sebuah karya agar bisa mendapatkan timbal balik Dari pihak Noveltoon. Kami tidak berharap bayaran dari karya ini, hanya mudah-mudahan pembaca berkenan memberi like dan komentarnya sebagai bentuk apresiasi bagi kami.


...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...


...Episode 116...


 


Setelah makan beberapa buah-buahan yang di cari oleh kedua putra dan putri raja pulau es, merekapun kembali melanjutkan perjalanan. Sekitar sepeminuman teh lebih mereka berjalan melewati gurun es, akhirnya mereka sampai ke pintu gerbang masuk kawasan pemukiman penduduk.


Sungguh pemandangan menakjubkan. Ternyata di tempat itu tidak ditutupi oleh salju. Berbeda dengan keadaan di luar gerbang di dalam nampak seperti daratan biasa.


“Sungguh aneh tempat ini” celetuk Intan. “Di dalam dan di luar keadaannya berbeda. Di luar  di liputi es, di dalam hanya beberapa tempat saja.” Ucapnya lagi.


“Semua karena kekuatan Pusaka Pulau Es yang mengatur tempat ini.” Sahut Manika.


Setelah beberapa saat lamanya mereka berjalan akhirnya tiba di depan sebuah pintu gerbang bangunan megah. Halamannya terlihat sangat luas, penuh dengan hiasan-hiasan yang terbuat dari es.


“Dari tadi aku tidak melihat seorangpun di sini? Rumah-rumah penduduk yang kita lewati pun tak ada satu orangpun yang nampak. Kemana orang-orang di pulau es ini?” tanya Intan.


“Sebagian besar penduduk pulau ini sudah bergabung dengan Partai Iblis berkabut. Sebagian yang lain di penjara karena tidak mau bergabung.” Sahut Tanaka. “Hati-hati, kita sudah berada di depan istana pulau es. Di dalam mungkin masih banyak  anak buah Dewa Iblis Kegelapan.” Ucapnya lagi.


“Setan Beruang.. keluar kalian!! Teriak Tanaka.


Rrreeeekkk..


Tiba-tiba saja pintu gerbang Istana masuk ke halaman istana terbuka. Di dalam ternyata sudah berdiri puluhan orang berbaju hitam bersama tokoh tokoh utama pulau es yang telah bergabung dengan Partai Iblis.


“Selamat datang Pangeran, akhirnya kau pulang juga.” Ucap Setan Beruang Putih dengan sinis.


“Penghianat seperti kau masih berani memanggilku pangeran?” ketus Tanaka. “Mana ayahku?” tanyanya setengah membentak.


“Hahaha bocah ingusan sepertimu berani jual lagak di depan kami? Apa mengandalkan teman-temanmu berempat ini kalian berdua berani pulang untuk membebaskan ayah dan ibu kalian. Hahaha bermimpi...”

__ADS_1


Wussshhh...


“Hueekkk.. uhukk uhukk”


Belum sempat setan beruang hitam menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja sebuah benda kecil melesat dan masuk kemulutnya. Sontak lelaki bekas orang kepercayaan Raja Pulau Es itu terbatuk-batuk. Rupanya tadi Raja Iblis kelabang menjentikkan kerikil tepat kemulut SetanBeruang Hitam.


“Bedebah siapa yang berani main-main denganku?” bentak SetanBeruang Hitam gusar.


“Mulut ceriwis sepertimu memang perlu di bungkam.” Ketus Raja Iblis Kelabang.


“Cari mati kau rupanya orang tua, serang!”


Sepuluh orang berpakaian serba hitam melompat kedepan siap menyerang. Kemudian Bargawa pun melompat menghadang. “Biar aku yang menghabisi mereka.” Ujarnya.


Kesepuluh orang berpakaian hitam mengerahkgawaan tenaga saktinya. Sepasang tangan mereka berubah menjadike hitaman sampai ke siku. Bau amis menyebar ditempat itu.


“Ilmu Kelabang Hitam! Rupanya kalian lah pencuri kitab ilmu dan hewan kelabang racun peliharaanku.” Geram Bargawa yang gusar. “Akan ku buat kalian merasakan apa itu racun kelabang sebenarnya.”


Bargawa mengerahkan tenaga saktinya. Sama yang terjadi dengan sepuluh orang lawannya, kini tangannya sebatas siku berubah menjadi kehitaman. Bukan hanya bau amis namun hawa panas juga menyebar.


Hiyaaatt..


Buukkk..


Dua orang pengeroyok terkena hantaman pukuan Bargawa. Keduanya langsung jatuh menggelepar gelepar bagaikan ikan terdampar di tanah kering. Tak lama kemudian keduanya diam tak bergerak lagi. Mereka tewas dengan keadaan tuhbuh menghitam dan dari mulut, hidung, telinga dan mata mereka mengeluarkan cairan hitam berbau amis.


“Raja Iblis Kelabang..” desis Setan Beruang Hitam gentar.


Tak sampai sepeminuman teh lamanya, semua orang berpakaian hitam yang mengeroyok Bargawa dapat dirobohkan. Kedelapan orang itu roboh dengan keadaan yang sama seperti kedua temannya. Tentu saja hal itu membuat Setan Beruang Hitam dan Setan Beruang Putih yang ada di situ menjadi gusar.


“Biar aku yang menghabisi orang tua itu”


Siiingg..


Pemuda berusia sekitar dua puluh enam tahunan berpakaian putih turun kegelanggang. Ia pun langsung mencabut pedang yang tergantung di pinggangnya. Sikapnya angkuh dengan raut wajah kaku menunjukkan ketinggian hatinya.

__ADS_1


“Kakek, aku saja yang menghadapinya!” seru Intan.


Bargawa pun mundur dari tempatnya, digantikan Intan yang turun langsung ke gelanggang. Tanpa sungkan, Intan langsung mencabut pedang pusakanya.


Hiyaattt..


Pemuda dari pihak Setan Beruang Hitam melesat menerjang Intan dengan pedangnya. Pemuda itu melakukan tebasan langsung ke arah leher lawannya. Intan tak tinggal diam, dengan pedangnya ia menangkis serangan lawan. Kakinya pun bergerak menendang lambung lawan.


Si pemuda menarik sedikit perutnya sambil tangannya menyambar bahu Intan. Namun sigadis tak kalah gesit, dengan memiringkan badannya sedikit ke kiri, ia pun berhasil menghindari cengkraman lawan. Tak hanya itu, pedang yang beradu digerakannya sedikit memutar, kemudian memberi tusukan kearah dada lawan.


Kali ini mau tidak mau si pemuda melompat ke belakang menghindari tusukan lawannya. Si pemuda mulai mengerahkan tenaga saktinya. Pada telapak tangan sampai pedang pemuda itu nampak sinar kebiruan membias. Kemudian kembali pemuda itu melompat ke arah Intan.


“Pedang Sinar Biru.. apa hubungan pemuda itu dengan Dewa Pedang Sejagat” gumam Bargawa.


Sementara itu Intan sudah siap dengan Tenaga Sakti Naga geninya. Seluruh tubuh sampai pedang di tangannya memancarkan cahaya mirip kobaran api. Lalu dengan sekali hentakan iapun melesat memapaki serangan lawan.


Trangg..


Pijaran api memercik saat kedua senjata beradu. Rupanya keduanya sama-sama menggunakan pedang pusaka untuk bertarung.


Blammm...


Benturan pedang di sertai tenaga dalam terjadi. Hal ini menimbulkan ledakan keras yang membuat tempat itu  bergetar. Di tengah lapangan nampak kedua pedang menempel satu sama lain. Intan dan pemuda itu sama-sama beradu tenaga kesaktian melalui perantaraan pedangnya.


Blammmm...


Kembali ledakan terjadi. Kali ini Intan terdorong mundur sebanyak empat langkah. Sedangkan lawannya terlempar jauh belasan tombak. Mulutnya menyemburkan darah. Pemuda itu terduduk sambil memegangi dadanya yang sesak.


Intan pun kembali hendak menyerang, namun niatnya diurungkan. Dari pihak Setan beruang tiba-tiba saja berseru “Menyerahlah kalau tidak Raja dan Ratu Pulau Es ini akan kami binasakan!” ancam Setan Beruang Hitam sambil memegangi Raja Pulau Es yang tampak lemah. Di sebelahnya Setan Beruang Putih memegangi seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Ratu Pulau Es.


“Pengecut!” lepaskan ayah ibu kami!” Pekik Manika yang hendak menerjang kedepan.


Untung saja Tanaka sempat mencengkram tangan adiknya itu. Sehingga Manika tak sempat melompat menerjang orang-orang yang menangkap kedua orang tua mereka.


“Menyerahlah! Letakkan senjata kalian! Kalau tidak kedua orang iniakan kubunuh dan kubuang mayatnya menjadi santapan ikan hiu.” Ancam Setan Beruang Hitam lagi.

__ADS_1


Sebuah bayangan merah bergerak sangat cepat melebihi kecepatan kilat ke arah Setan Beruang bersaudara. Tiba-tiba saja kedua orang tawanan yang berada di tangan mereka lenyap. Betapa terkejutnya mereka saat tawanan yang menjadi harapan mereka menaklukan lawan raib. Tepat di depan mereka kini berdiri seorang pemuda berbaju merah memegangi Raja dan Ratu Pulau Es.


Bersambung...


__ADS_2