
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 215...
"Kak Bayu, lama aku tidak melihat rajawali, kemanakah ia?” Tanya Intan yang sedang bersandar di bawah pohon besar di samping Bayu.
“Mungkin ia telah kembali ke lembah neraka. Setelah satu bulan penuh dia berada di di benteng Dewa sehari sebelum kita brangkat ia kusuruh kembali ke lembah neraka. Memangnya ada apa Intan?” Tanya Bayu.
Intan hanya tersenyum tanpa memberikan jawaban. Gadis itu memandang menerawang ke atas langit tempat dia berada. “Coba seandainya Kakak Rajawali itu merupakan Rajawali raksasa tentu kita bisa ikut di punggungnya menjelajahi dunia ini sambil mencari kak Nalini.”
Bayu mengerutkan keningnya mendengar ucapan Intan. “Apakah kamu keberatan kita berjalan kaki mencarinya?”. Tanya Bayu serius.
“Ah bukan begitu maksudku. Aku hanya mengkhayal bagaimana rasanya apabila kita berdua menaiki burung Rajawali berkeliling dunia ini. Aku senang berjalan berdua denganmu, yang kukatakan tadi cuman sebatas khayalan saja.”
Intan merutuk dalam hatinya karena sikap Bayu yang tidak mengerti apa yang diinginkan hatinya. Gadis itu hanya berkhayal menjadi sepasang muda-mudi bagaikan dewa dewi yang berkelana di angkasa menggunakan Rajawali tunggangannya. Ia sama sekali tidak menyalahkan perjalanan mereka berdua selama ini hanya menaiki kuda atau pun berjalan kaki.
Bayu yang mendengar nada bicara Intan agak sedikit berubah ketus, Ia pun sadar telah salah dalam berucap.
“Intan, maukah ku ajak berkeliling di langit tempat ini?”
“Benarkah? Bagaimana caranya?” tanya Intan bersemangat.
“Dengan ini.”
Bayu bangkit dari duduknya. kemudian pemuda itu memejamkan matanya lalu tiba-tiba saja di tangan kanannya muncul pedang penguasa naga yang memancarkan sinar keemasan. “berubah wujud lah menjadi naga emas.” Perintah pemuda itu pada pedang.
__ADS_1
Jreng..
Bayu melemparkan pedang ke depan. Tiba-tiba saja Pedang naga penguasa berubah menjadi naga emas. Kemudian Bayu menyentuh tubuh sang naga emas. Seketika naga itu berubah menjadi berwarna putih cahaya.
“Ayo Intan!” seru Bayu setelah dirinya melompat kepunggung naga.
Melihat pemandangan di depannya Intan tersenyum gembira dan bersemangat. Kemudian Gadis itu melompat ke punggung naga tepat di belakang Bayu.
“Berpegangan Intan..” seru Bayu yang tak kalah semangat.
Kemudian naga cahaya naik ke atas angkasa. Naga itu naik lebih tinggi daripada awan. Sehingga dari atas dapat melihat pemandangan yang berada di bawahnya. Nampak sawah yang terbentang luas dikelilingi pepohonan-pepohonan menghiasi tempat itu. Tak jauh dari tempat mereka duduk tadi, terdapat sebuah desa.
Naga cahaya membawa mereka berkeliling mengitari langit di tempat itu. Untung terbang mereka sangat tinggi, jika tidak tentu akan ada yang melihat mereka dari bawah. hal itu tentu saja mengundang perhatian bahkan mengundang kehebohan penduduk di desa itu.
Setelah cukup puas berkeliling di atas langit tempat itu, mereka pun kembali ke bawah. Keduanya memutuskan untuk pergi ke desa yang mereka lihat tadi. Sepasang muda-mudi yang berpakaian sama serba putih itu berjalan kaki menuju desa tujuan mereka.
Bayu dan Intan tersenyum, kemudian melangkah masuk kedalam rumah makan. Hampir semua mata tertuju kepada mereka ketika kedua barang muda-mudi yang gagah dan cantik itu berjalan memilih tempat. Bahkan tidak satu dua orang yang berdecak kagum dengan kehadiran mereka.
“Mau pesan apa den, neng ayu?” tanya pelayan yang sedari tadi mengikuti mereka di belakang.
“Dua porsi makanan yang paling istimewa di sini ya mang!” sahut Bayu.
Si pelayan pun meninggalkan Bayu dan Intan menuju ke dalam untuk menyiapkan makanan. Tak berapa lama kemudian pelayan itu datang kembali membawa dua buah nampan yang berisi makanan pesanan Bayu dan Intan. Kemudian lelaki separuh baya itu pun menyusun makanan di atas meja tempat Bayu dan Intan berada.
“Tidak disangka Rajawali merah yang dulunya menjadi momok menakutkan bagi dunia persilatan kini malah membantu orang-orang beraliran Putih saat sengketa di benteng Dewa kemarin. Bahkan dia berhasil mengusir Dewa Iblis Kegelapan yang menguasai Benteng tersebut. Kini Benteng Dewa menjadi milik perguruan Tangan Dewa lagi.” Ucap seorang lelaki berpakaian coklat berbicara kepada dua orang temannya di meja pojok kanan rumah makan.
__ADS_1
“Kau benar Widura! Bahkan menurut berita, telah dipilih ketua baru pemimpin perguruan Tangan Dewa menggantikan mendiang Malaikat Bertangan Sakti.” Ucap lelaki yang berada di hadapan orang yang bernama Widura itu.
“Ya.. dan beruntung yang terpilih sebagai ketua dunia persilatan adalah Pendekar Halilintar yang sakti itu. Konon katanya pendekar itu sudah saling mengangkat saudara kepada Rajawali Merah.” Ucap Widura.
Bayu dan Intan yang mendengar pembicaraan mereka hanya tersenyum. Sudah biasa mereka mendengar pembicaraan seperti itu. Apalagi Bayu, tidak sekali dua pemuda itu mendengar orang menjelek-jelekkan dirinya saat berada di rumah makan.
“Tolongggg.. tolongg..”
Tiba-tiba terdengar suara perempuan minta tolong. Tak lama kemudian muncul seorang perempuan dengan penampilan acak-acakan berlari masuk kedalam rumah makan. Dengan terengah-engah kembali perempuan itu meminta tolong kepada orang yang ada di sana.
“Ada apa nisanak?” tanya Widura.
“Ro.. rombongan kami dirampok di hutan yang tak jauh dari perbatasan desa. Di.. di sana ada dua orang pendekar membantu kami, tapi nampaknya mereka juga tak sanggup melawan para perampok itu.” Sahut perempuan tadi terbata-bata.
Widura dan temannya langsung berlari menggunakan Ilmu meringankan tubuhnya menuju tempat yang di ceritakan perempuan tadi. Berbeda dengan Bayu, pemuda itu hanya berdiam di tempat. Tatapannya berubah menjadi tajam memandang wanita yang baru datang itu.
“Hmmm.. siapakah kau nisanak? Mengapa memancing ketiga orang itu pergi dari sini?”
Terdengar suara teguran seorang lelaki tua kepada perempuan itu. Ternyata teguran itu berasal dari laki-laki tua berbaju hitam yang berada di meja dekat pintu masuk rumah makan.
“Kalo aku tidak salah mengenali, kau adalah Nyai pemikat Sukma. Iblis wanita yang suka mengisap sari dari para perjaka untuk ilmu hitamnya itu.” Dengus lelaki tua itu.
“Hihihi kau memang hebat orang tua. Hanya dengan sekali lihat sudah dapat mengenali aku. Sepertinya kau lah orang tua yang digelari pendekar trisula sakti melihat sepasang trisula yang berada di pinggang mu itu.”
“Hmmmm.. lalu apa tujuanmu memancing mereka berdua tadi?”
__ADS_1
“Aku tidak membohongi mereka. Aku memang melihat ada saudagar kaya yang di hadang perampok di sana. Dan memang ada dua orang pendekar dari perguruan Tangan Dewa yang sedang bertarung melawan para perampok itu. Dengan kepergian mereka aku bisa dengan mudah mendapatkan cinta pemuda itu.” Jawab Nyai Pemikat Sukma sambil mengerling ke arah Bayu.
Intan yang melihat kelakuan perempuan itu, merasa geli. Tangan gadis itu menyenggol-nyenggol lengan Bayu. Pemuda itu sendiri jengah wajahnya memerah karena diolok-olok Intan. Walau sebenarnya dalam hati gadis itu timbul rasa marahnya kepada perempuan itu.