Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.136. Cahaya Gerbang Ke Enam


__ADS_3

...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...


...Episode 136...


Para penghuni lembah Neraka tak memperdulikan bentakan orang berjubah biru. Mereka khawatir keadaan ketua mereka yang berada dalam cengkraman orang itu. Apalagi posisi tangan orang berjubah biru sedang mencengkram kepala Bayu.


“Formasi bola Api!!” teriak Pendekar Tongkat Emas.


Serempak sekitar tiga puluh lebih anggota berpakaian hitam bergerak dan membagi diri menjadi dua kelompok. Kemudian masing-masing kelompok membentuk lima baris. Kemudian semuanya mengerahkan tenaga sakti masing-masing.


Tepat berada di atas kepala mereka masing-masing nampak sebuah bola api berwarna kuning. Ini semua tercipta oleh tenaga gabungan anggota Istana Lembah Neraka berpakaian hitam. Hanya beberapa saat saja kekuatan gabungan itu terlihat sangat besar. Kini terlihat dua bola api yang sangat besar dari dua arah yang berlawanan menghadap Ke arah si Jubah Biru.


“Serang!”


Deeess.. deeessss...


Dua buah bola api besar meluncur ke arah si Jubah Biru. Bola api meluncur cepat..


“Hmmm..” dengus si Jubah Biru.


Kemudian dia mengibaskan lengan bajunya. Seketika tercipta serangkum angin besar memapaki bola api yang dilayangkan anggota Istana Lembah neraka. Dua bola api seketika lenyap tanpa bekas.


“Aaaaaa...”


Tiba-tiba terdengar teriakan kesakitan dari Bayu. Angin yang tadinya meliputi tubuh si Jubah Biru pun berubah menjadi cahaya berwarna hitam dan melebar ke segala arah. Sontak tempat itu menjadi semakin gelap.


Mendengar teriakan dari sang ketua, seluruh anggota Istana Lembah Neraka menjadi semakin panik. Mereka menyerang si Jubah Biru dengan gencar. Namun semenjak si Jubah Biru diliputi  sinar berwarna hitam. Semua serangan bagai menembus tempat kosong, tak satupun serangan singgah ke tubuh Jubah Biru.

__ADS_1


Perlahan seluruh tubuh Jubah biru dan Bayu diselimuti cahaya hitam yang semakin melebar dan membuat tempat itu semakin terlihat gelap. Semakin lama tempat itu menjadi semakin gelap pekat. Hingga satu dengan yang lain tak bisa saling melihat.


Hampir sepeminuman teh sudah keadaan gelap melanda tempat itu. Serangan yang tadinya gencarpun berhenti. Karena bukannya lawan yang dapat disentuh, malah setiap serangan tembus dan beberapa mengenai sesama anggota.


Setelah beberapa lama tubuh Bayu dan tubuh si Jubah Biru diliselimuti cahaya hitam yang membuat semua menjadi sangat gelap, tiba-tiba terlihat setitik cahaya putih. Semakin lama cahaya putih itu semakin melebar. Sehingga nampak dua orang sosok di dalam cahaya hitam. Terlihat Tangan Jubah Biru yang mencengkram kepala Bayu bergetar hebat.


Kini semakin terlihat ternyata cahaya putih terang itu berasal dari tubuh Bayu. Nampak antara cahaya hitam dan cahaya putih terang saling tindih menindih. Semakin lama cahaya terang semakin kuat. Bahkan tangan Jubah biru yang dilapisi cahaya hitam nampak mulai diratapi cahaya putih dari tubuh Bayu.


“Apa ini? Kekuatan apa yang menindih tenaga saktiku.” Gumam si Jubah Biru yang kelihatan mulai panik.


Cahaya putih terang semakin kuat memancar. Berbalik dengan keadaan sebelumnya tempat itu menjadi terang benderang. Kini nampak pemandangan unik di tempat itu. Satu sisi terlihat terang benderang, sisi yang lain terlihat gelap pekat.


Tasssss...


Sesaat tadi terjadi ledakan cahaya amat kuat. Tempat itu menjadi amat terang menyilaukan. Namun hanya sesaat lalu kembali seperti sedia kala.


“Hei..kau kemanakan ketua kami.” Bentak Pranggala.


Wakil ketua Istana Lembah Neraka itu menjadi sangat marah. Dia berniat menggempur habis-habisan lawan. Namun belum sempat Pranggala melakukannya, tiba-tiba muncul seberkas cahaya putih terang di tempat tubuh Bayu lenyap tadi.


Cahaya terang yang tadinya hanya sebesar genggaman tangan kini menjadi semakin membesar. Tiba-tiba saja di dalam kurungan cahaya itu muncul tubuh Bayu. Nampak tubuh itu berbaring di udara melayang setinggi tiga tombak. Di sekeliling tubuh bayu memancar sinar putih terang.


“Bahaya sekali, sungguh sangat berbahaya. Ternyata Adhiyak Sona telah membuka gerbang ke enam pada anak itu. Berarti dia telah merelakan tenaga saktinya menggantikan tenaga gelap di tubuh anak itu.” Bisik Jubah Biru dalam hati.


Si Jubah Biru langsung menyambar tubuh Bayu dan merangkulnya untuk berdiri. Nampak mata pemuda itu masih terpejam seperti orang yang pingsan. Hampir saja semua orang Istana Lembah Neraka bergerak lagi untuk menyerang. Namun Pranggala mengangkat tangannya memberi isyarat untuk tetap diam.


“Rupanya gerbang ke enam hanya terbuka pada anak ini, namun belum dikuasainya. Itu sebabnya ia belum sadarkan diri selama gerbang ke enam masih memancar di tubuhnya. Sebenarnya yang aku takutkan anak ini bukan menjadi pembantuku, malah jadi halangan besar dalam mencapai tujuanku.” Bisik Jubah Biru Dalam Hatinya. Nampak pada wajahnya peperangan batin sedang berkecamuk.

__ADS_1


“Serahkan ketua kami? Kau apakan ketua kami sampai seperti itu.” Bentak Pranggala.


“Ketahuilah aku hanya membantu ketua kalian membuka segel yang mengunci kekuatan dan ingatannya. Kini dia telah terbebas, hanya saja belum sadarkan diri.” Ucap si Jubah Biru.


Sejenak semua terdiam. Mereka menjadi bimbang hendak bertindak. Mereka takut tujuan orang memang baik untuk ketua mereka. Jangan sampai malah tindakan mereka yang merugikan sang ketua.


“Asal kalian tau, antara aku dan ketua kalian serta Lembah Neraka Ini sangat erat hubungannya. Seharusnya kalian berada di belakangku. Tapi biarlah, yang penting kalian tidak mengganggu rencanaku.” Ucap si Jubah Biru.


“Ingat, katakan pada anak ini setelah ia sadar nantinya. Jangan ikut campur urusanku dan juga urusan saat ini yang menjadi penguasa benteng Dewa. Dan kalian tak perlu memenuhi undangan pertemuan nanti di benteng dewa. Dan tekankan padanya  jangan sampai ia menjadi orang yang durhaka.” Pesan si Jubah biru.


“Dan untuk kalian, jaga anak ini baik-baik. Ia akan sadar setelah tiga hari kemudian. Selama ia belum sadarkan diri, tak perlu kalian kasih makan atau pun minum. Saat ini dia sedang tenggelam dalam dunia semedi.”


Kemudian si Jubah biru menyerahkan Bayu pada Pranggala. Lalu ia mulai mengerahkan tenaganya kembali. Seketika tubuhnya diliputi cahaya hitam pekat. Tak lama kemudian terjadi ledakan cahaya hitam yang membuat tempat itu sesaat menjadi gelap, kecuali Bayu yang masih bersinar karena cahaya yang memancar di tubuhnya. Setelah itu si Jubah Biru lenyap tanpa bekas.


“Ilmu yang mengerikan.” Gumam Pranggala. “Cepat bawa ketua ke kamarnya.” Perintah Pranggala lagi.


Dengan sigap empat orang anggota berpakaian hijau menyambut tubuh ketua mereka. Kemudia dengan hati-hati keempat orang itu membawa Bayu ke kamar diiringi Nalini di belakangnya.


“Siapakah sebenarnya orang itu? Apakah ada dari kalian yang mengenalinya?” tanya Pranggala kepada Pendekar Tongkat Emas dan Dewi Pedang Khayangan.


“Aku pribadi tidak mengenalinya. Tapi apa maksud ucapan orang itu yang mengatakan bahwa ia dan ketua juga lembah ini ada hubungan erat.?” Sahut Pendekar Tongkat Emas.


“Itu juga yang dari tadi aku pikirkan Ki. Apakah benar ia ada hubungannya dengan ketua kita? Lalu dari ucapannya tadi, sepertinya ia memiliki hubungan dengan orang-orang yang saat ini menguasai Benteng Dewa.” Ungkap Pranggala


Bersambung...


Silakan like dan kasih komentar di bawah, serta vote bila menyukai novel ini. Namun bila tidak suka silakan abaikan saja. 

__ADS_1


__ADS_2