Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Peristiwa besar di masa lalu


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 292...


Tepat di hari yang ditentukan oleh Raja Barat akan penyerangan ke kota raja, pasukan yang berjumlah kurang lebih sepuluh ribuan itupun tiba di perbatasan. Mereka bertolak sehari sebelumnya dari kota Sedaha. Jarak  kota Sedaha dengan kota Raja memang tidak terlalu jauh. Kota yang letaknya berdampingan itu hanya berjarak setengah hari lebih perjalanan.


Di pihak kerajaan selatan puluhan ribu pasukan perang juga telah berkumpul di depan benteng pintu masuk ke kota raja. Mereka telah siap jiwa dan raga mempertahankan tahta dan kehormatan kerajaan selatan. Pasukan kerajaan Selatan langsung dipimpin sang Raja, Raja Sleatan. Begitu juga pasukan kerajaan barat pun dipimpin oleh raja mereka. 


“Raja Selatan aku peringatkan kau, sebelum kita laksanakan perang yang akan menimbulkan banyak korban ini, aku tawarkan sekali lagi kau untuk menyerah,” ucap Raja Barat dengan lantang.


“Hahaha apakah aku tak salah dengar. Kau mengkhawatirkan jatuhnya korban akibat peperangan ini, padahal kau sendiri yang memulakan peperangan,” jawab Raja Selatan.


Keduanya berbicara sambil mengerahkan tenaga mereka masing-masing, sehingga suara mereka terdengar sangat keras dan sangat mengganggu telinga para prajurit yang memiliki kemampuan rendah.


“Kau tak usah pura-pura tidak tahu apa yang menjadi alasanku kenapa menyerang kerajaan Selatan. Kau tidak pantas untuk menduduki tahta itu. Sebelum aku luluh lantakkan kerajaanmu itu, sebaiknya kau menyerah saja. Atau mungkin harus aku ceritakan pada semua orang yang ada di sini apa sebabnya aku bersikeras untuk menggulingkan kerajaan selatan,” ucap Raja Selatan.


“Untuk apa banyak mulut, kalau ingin berperang ya berperang saja,” potong raja selatan.

__ADS_1


Sepertinya raja selatan sedikit khawatir dengan ucapan Raja Barat. Raja selatan seolah-olah tidak ingin raja barat menceritakan alasan apa yang menjadi sebab kakek Bayu itu menyerang. Sebisa mungkin ia ingin segera memulai peperangan.


Raja Barat tidak memperdulikan ucapan Raja Selatan. Ia pun mulai bercerita, “Cerita ini bermula dari keserakahan seorang selir raja yang menginginkan anaknya untuk menjadi penerus tahta kerajaan. Dengan segala upaya sang selir mencoba membunuh putra mahkota dari permaisuri yang Syah. Akan tetapi putra mahkota dan juga permaisuri Raja dilindungi oleh ahli-ahli silat yang tangguh. Sehingga membuat sang selir memutuskan untuk bekerja sama dengan orang lain.”


Sesaat Raja Barat terdiam. Ia seperti menahan emosi yang ingin meledak saat bercerita tentang kejadian masa lalu. Raja Selatan yang melihat lawannya sedang bergelut melawan dirinya sendiri memanfaatkan keadaan ini untuk memulai menyerang.


“Seraang!!”


Ribuan Prajurit kerajaan selatan barisan depan mulai menyerang. Pasukan yamg terdiri dari pasukan pedang dan pasukan tombak itu berlari ke arah musuh. Sementara pasukan kerajaan barat masih diam menunggu perintah.


“Semesta hitam menyerap senjata!”


Tiba-tiba saja seluruh senjata yang terbuat dari logam, melesat berangkat ke udara menuju tempat raja barat. Setelah berada sekitar lima tombak dari tubuh raja barat yang memancarkan sinar hitam senjata para prajurit yang jumlahnya ribuan itu terhenti. Kemudian perlahan-lahan arah senjata itu membalik mengincar para prajurit.


Para prajurit yang dikagetkan oleh senjata mereka  tiba-tiba melesat keatas lalu tertahan di depan raja Barat, semakin panik ketika senjata-senjata itu mulai berbalik arah mengincar mereka sendiri. Tak pelak kejadian itu membuat para prajurit berhamburan menyelamatkan diri. Apalagi saat itu senjata-senjata mereka mulai melesat menyerang balik. Namun apa daya, serangan balik itu mengandung tenaga sakti yang tidak bisa mereka hindari. Para prajurit yang jumlahnya sekitar seribu limaratusan itupun tewas seketika.


“Aku masih belum selesai berbicara, mengapa kau tidak sabaran Raja Selatan? Aku akan mematuhi peraturan perang untuk tidak menggunakan ilmu kanuragan saat melakukan peperangan kecuali melawan para ahli silat juga. Tapi kau telah melakukan kecurangan terlebih dahulu menyerang sebelum genderang perang dibunyikan. Sepertinya kau tidak membiarkan aku menyelesaikan kata-kataku,” ucap Raja Barat.

__ADS_1


“Serangg!” pekik Raja Selatan lagi.


Blammm!


Raja Barat melontarkan sebuah pukulan jarak jauh yang sangat dahsyat di depan para prajurit yang bersiap untuk menyerang. Pukulan itu hanya pukulan peringatan. Namun itu cukup efektif menciutkan nyali para prajurit kerajaan selatan yang bersiap untuk menyerang.


“Dengarkan ceritaku dahulu! Setelah  ini baru kita akan melakukan peperangan secara adil,” bentak Raja Barat.


Rupanya bentakan dan pukulan jarak jauh tadi sangat efektif membuat para prajurit kerajaan Selatan tidak berani lagi menyerang. Mereka sangat jeri dengan nasib yang di dialami oleh para pasukan garis depan yang tadi menyerang. Raja selatan sendiri tidak dapat berbuat banyak melihat para prajuritnya sudah kalah mental. Nampak beberapa kali Raja Selatan melihat ke arah belakang, seolah-olah lagi menunggu seseorang.


“Selir Raja bekerjasa sama dengan orang pedalaman suku racun untuk menggulingkan raja dan menghabisi putra mahkota. Niat sang selir menghabisi raja gagal karena sang raja sempat melarikan diri. Sementara sang putra mahkota bersama permaisuri tewas oleh serangan racun yang di siapkan oleh selir raja yang berhianat. Raja sendiri dalam pelariannya di selamatkan seorang pemuda yang berasal dari suku api, dan kemudian mengamankan sang raja di kediamannya di Lembah Neraka.”


Raja Barat terus bercerita tentang kejadian masa lalu. Ternyata Raja generasi kedua kerajaan selatan pernah mendapatkan pemberontakan dari selirnya sendiri. Lalu beberapa pejabat kerajaan yang masih setia dengan sang raja mencium kejadian ini kemudian melaporkan kepada sang raja. Melihat keadaan istana yang sudah sebagian besarnya dikuasai oleh orang-orangnya selir yang berhianat, sang raja merasa istana sudah tidak aman. Raja Selatan generasi kedua itupun memutuskan bmeninggalkan kerajaan bersama keluarga dan orang-orang kepercayaanya.


Rencana pelarian sang raja rupanya tercium oleh orang-orang sang selir yang berhianat. Sang selir pun memerintahkan orang-orang kepercayaannya untuk menghabisi Raja dan keluarganya beserta orang-orang kepercayaannya. Akibat bocornya rencana itu, permaisuri dan putra mahkota tak terhindarkan dari malapetaka, mereka tewas saat terjadi penyergapan itu. Hanya Raja barat dan dua orang pembantu setianya yang berhasil menyelamatkan diri.


Sang selir rupanya tidak mau melepaskan Raja Selatan generasi kedua itu begitu saja. Ia mengutus orang untuk menyusl sang raja dan menghabisinya. Walaupun sudah berusaha menggebah kuda secepat mungkin untuk meninggalkan kota raja,  Raja selatan dan kedua orang pembantunya akhirnya dapat ditemukan musuh. Raja Selatanpun akhirnya rertawan. Sementara kedua orang yang menyertainya telah tewas di bantai orang-orangnya selir yang berhianat.

__ADS_1


Raja Selatan generasi kedua di seret bagaikan tahanan yang melakukan banyak kejahatan berat. Beberapa kali ia meringis kesakitan ketika tersuruk jatuh diseret oleh orang-orang yang menangkapnya. Saat di perjalanan tiba-tiba muncul seorang pemuda menyelamatkannya. Ia pun di bawa ke lembah neraka agar aman dari orang-orang yang mengincarnya. Pemuda itu adalah raja Barat yang sekarang.


Bersambung...


__ADS_2