Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
49. Tiga Dedemit Lembah Mati


__ADS_3

"Habisi mereka" perintah Raja Pulau Es kepada kedua anak buahnya.


Mendengar perintah kedua Setan Beruang dari pulau Es langsung menerjang ke arah lawan. Tanpa diperintah ke tiga Buto menyambut terjangan mereka dengan tangkisan sepasang tangan mereka yang besar. Beberapa kali tiga Buto Bersaudara harus terhuyung kebelakang akibat serangan lawan.


"Minggir kalian" bentak Raja Pulau Es. Agak jengkel juga dia melihat anak buahnya tak bisa merobohkan lawan. Hanya mampu membuat musuh terdorong, namun tak dapat membuka pertahanan lawan.


Raja Pulau Es memasang kuda-kuda dan merangkapkan tangan di depan dadanya. Seketika hawa dingin merebak. Butiran-butiran salju berjatuhan di sekitar tempat itu. Lelaki tua itu siap melancarkan Pukulan Dewa Saljunya.


"Hiyaaaattt..."


Wushhh...


Sedangkan angin yang bercampur butiran salju melesat dari sepasang telapak tangan Raja Pulau Es ke arah Raja Iblis Api. Melihat ada serangan, ketiga Buto bersaudara bergerak membentuk benteng di depan Raja Iblis Api. Dengan gabungan tiga kekuatan mereka coba menghalau serangan Raja Pulau Es.


Ketiga Buto Bersaudara terjengkang bersama orang yang dilindunginya. Tenaga sakti inti salju yang di lancarkan oleh Raja Pulau Es tak sanggup mereka bendung. Bukan hanya terjengkang beberapa tombak, bahkan tubuh ke tiga Buto itu mengalami kebekuan bagai diselubungi Es.


"Racun Es" Seru Raja Api yang susah payah bangkit dan menggendong istrinya.


"Haha ternyata benar-benar alot kau Raja Iblis Api. Ternyata namamu selama ini bukan nama kosong belaka" puji Raja Pulau Es. "Tapi sayang nama itu akan berakhir hari ini" tambahnya lagi.


Sekali lagi Raja Pulau Es menyiapkan diri mengerahkan tenaga saktinya untuk menyerang lawan. Walau masih tak mengerahkan tenaganya sampai kepuncak, namun cukup membuat suasana di tempat itu menjadi sangat dingin.


Hiyaaaattt...


Raja Pulau Es mendorong kedua telapak tangannya ke arah Raja Iblis Api. Melihat itu Raja Iblis Api hanya bisa pasrah menanti maut. Mengandalkan tiga Buto bersaudara tidak bisa lagi diharapkan. Karena ketiganya pun dalam keadaan terkapar di tanah, tak mampu bangkit.


Blammm...

__ADS_1


Raja Pulau Es tersurut dua langkah kebelakang. Pada kedua pergelangan tangannya dirasakan kesemutan. Tenaga saktinya membentur tenaga yang lain, hingga terjadi ledakan yang dahsyat.


"Tiga Dedemit lembah mati!" seru Raja Pulau Es.


Memang tepat tiga tombak di depannya ada tiga orang yang penampilannya tidak mirip dengan manusia. Rambutnya tergerai acak-acakan. Pakaian yang digunakannya lusuh tidak jelas warnanya. Pandangan matanya tajam menyeramkan. Dari sela-sela bibirnya terdapat taring yang membuat penampilan mereka mirip hantu.


Mereka adalah Dedemit dari lembah mati. Sebenarnya mereka hanyalah manusia biasa, namun setiap malam bulan purnama mereka wajib meminum darah bayi untuk menambah kesaktian mereka. Sehingga orang-orang biasa maupun persilatan menganggap mereka hantu atau dedemit. Tiga saudara yang digolongkan ke dalam aliran hitam, bukan cuman karena kejahatannya yang merajalela, tapi juga ilmu yang mereka pelajari adalah ilmu hitam.


Tiga orang yang disebut Dedemit Lembah Mati itu hanya menyeringai menampakkan taring-taring mereka tanpa mengucapkan sepatah katapun. Tangan mereka bersedekap. Pandangan mereka tak lepas dari mengawasi Raja Pulau Es dan dua pembantunya.


"Mengapa kalian mencampuri urusanku? selama ini kita tidak pernah saling ganggu." tanya Raja Pulau Es.


Pada dasarnya Raja Pulau Es tidak takut akan lawan. Hanya saja dia tidak ingin berurusan dengan Tiga Dedemit Pulau Mati yang dikenal bertindak tidak pernah bisa ditebak. Hanya membuat repot urusan. Walau bila bertarung satu lawan satu Raja Pulau Es berada di atas lawan, namun bila mereka bertiga bergabung, keadaan bisa imbang.


Disaat kedua pihak sedang menatap satu sama lain, tiba-tiba sebuah bayangan hitam berkelebat, dan berhenti tepat berada diantara mereka.


"Selamat Bertemu Raja Pulau Es!" ucap orang itu sambil menjura memberi salam. "Tak di sangka untuk sebuah pusaka dari pulau es membuat Raja turun langsung" tambahnya lagi sambil tersenyum. Hanya saja senyumnya bukan enak dilihat malah terkesan menyeramkan.


"Hahaha, orang-orang memanggilku Setan Tengkorak Putih."


Orang yang baru datang itu memang Setan Tengkorak Putih. Kedatangannya kali ini memang tidak memakai topeng tengkorak putih yang biasa menjadi ciri khasnya. Orang itu menampakkan diri dengan menunjukkan keadaan wajahnya yang mengerikan. Penuh codetan luka bekas sayatan di wajah nya.


"Apakah kau berada di pihak mereka" Tanya Raja Pulau Es yang belum bisa menebak maksud kedatangan orang ini. Nama Setan Tengkorak Putih memang Cukup asing baginya.


"Hahaha... Raja Pulau Es memang bermata jeli. Rumor yang mengatakan kepintaran Raja Pulau Es berada di atas kebanyakan orang mungkin tidak salah. Aku dan semua orang yang ada dibelakang ku ini memang memiliki majikan yang sama.


"Hmmm... semakin bertambah saja orang-orang di pihak mereka yang datang" bisik Raja Pulau Es dalam hati. "Baiklah, aku tidak akan memperpanjang urusan asal kalian kembalikan pusaka pulau es padaku." Ucapnya kepada Setan Tengkorak Putih.

__ADS_1


"Hahaha... Tuan Raja memang bijaksana. Kami pasti akan mengembalikan pusaka milik pulau es pada saatnya nanti. Kami hanya meminjamnya sebentar"


"Apa maksudmu?"


"Pusaka Pulau Es pasti akan kami kembalikan, tapi tidak sekarang."


"Kau Kira dengan semudah itu penghuni pulau es di permainkan." mendengar pernyataan Setan Tengkorak Putih Raja Pulau Es menjadi berang. Dengan sekali kibasan tangan dilancarkannya pukulan berhawa dingin ke arah musuh.


Blammm...


Sekali lagi terjadi ledakan dahsyat. Di pihak lawan empat orang menggabung tenaganya menyambut serangan Raja Pulau Es. Kemudian belah pihak sama-sama terdorong empat langkah.


"Telapak Setan Darah" desis Raja Pulau Es. "Ada hubungan apa kau dengan Raja Iblis darah?" tanya nya lagi tanpa bisa menutupi keterkejutannya.


"Hahaha, aku adalah ahli warisnya" Balas Setan Tengkorak Putih.


Raja Pulau Es terdiam sejenak. Entah apa yang sedang dia pikirkan. Wajah putihnya terlihat semakin pucat.


"Pulanglah kau Sura Daksa, pusaka pulau es pasti ku kembalikan. Apabila kau masih mau memperpanjang urusan, selain berhadapan dengan dia." Tiba-tiba ada suara yang entah dari mana datangnya. Suara itu mengancam Raja Pulau Es akan berhadapan dengan seseorang yang disebutnya dia apabila masih mencari urusan.


Trang...


"Kau pun akan kehilangan istrimu selamanya" Tambah suara misterius itu setelah melemparkan sebuah lencana dari besi ketanah.


Raja Pulau Es terlihat pucat. Badannya gemetaran. lalu dengan gontai diapun membalikkan badan menghadap anak buahnya. "Kita Pulang!" anaknya pada kedua Setan Beruang Pulau Es itu.


Setan Beruang Putih dan Setan Beruang Hitam tak mengerti apa sebenarnya yang terjadi. Namun tanpa banyak tanya iapun mengikuti Rajanya yang melesat pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"Terima Kasih pada Wakil pemimpin"


Serentak orang-orang yang ada di sana berlutut dan mengucapkan terima kasih. Tak lama kemudian terdengar suara berkelebat sesuatu meninggalkan tempat itu. Kemudian merekapun beranjak meninggalkan tempat


__ADS_2