Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.200. Naga Hitam


__ADS_3

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta


Episode 200


 


Pertapa Sakti Tanpa Nama bangkit dari berlututnya. Ada perasaan menyesal di dalam hatinya sempat begitu antipati kepada Bayu. Bayu Sendiri sudah memohon diri untuk kembali ke tendanya. Setelah memohon diri Bayu dan Intanpun kembali ke tempat mereka.


“Sungguh benar-benar salah aku menilai pemuda itu.” Gumam Pertapa Sakti Tanpa Nama saat berada di dekat sahabatnya Amok Seta. Ia pun begitu terharu mendengar Bayu memanggilnya dengan sebutan Eyang.


“Ketahuilah Suro Geti. Pemuda itu bukan hanya menolongku dari keracunan, tapi iapun telah berjasa menyempurnakan Ilmu yang tak pernah bisa kupelajari  selama ini.” Timpal Amok Seta atau Iblis Muka Hitam yang kini tak lagi hitam mukanya.


Pertapa Sakti Tanpa Nama memandang ke arah Tenda tempat Bayu berada. Dilihatnya pemuda itu sedang duduk tenang sambil berbincang dengan Jari Malaikat. “Tak salah penilaianmu terhadap pemuda itu Jari Malaikat.” Ucap orang tua itu dalam hatinya.


“Siapa yang berani menantang ku bertarung.” Seru lelaki berbaju hitam yang tiba-tiba naik atas panggung.


Lelaki berbaju hitam itu menggunakan caping di kepalanya. Tak ada seorangpun yang tau siapa gerangan orang tersebut. Dari perawakannya orang itu tak dapat dikatakan muda, juga tak dapat dikatakan tua. Hal ini dapat dilihat dari tangannya yang tidak keriput, namun tidak juga seperti anak muda kebanyakan.


“Lepaskan capingmu dulu tuan, dan perkenalkan diri. Baru setelah itu kau boleh mengikuti pertandingan ini. Tak mungkin kami memilih calon pemimpin tanpa melihat siapa orangnya.” Ucap Pemandu Pertandingan.


“Siapakah orang ini, dari cara dia datang yang hampir tak menimbulkan suara sama sekali. Bahkan cara dia menjejakkan ke tanah hampir tak menimbulkan suara sama sekali.” Ucap Malaikat Putih Kepada Raden Raga Lawing.


Orang Berpakaian hitam itupun melepaskan caping di kepalanya. Dia seorang lelaki berusia sekitar empat puluh tahunan lebih. Tak ada yang mengenalinya, kecuali Intan.


“Ahh.. dia ternyata.” Ucap Intan pelan sedikit terkejut.


“Apakah Nona mengenalnya?” tanya Bargawa kepada Intan.

__ADS_1


“Kenal sih tidak, tapi aku pernah bertemu dengannya. Dia lah salah satu orang yang membantu Raja Selatan  kabur saat aku ingin membunuh raja tersebut sewaktu pertarungan di perguruan Jari Sakti.” Ucap Intan.


Memang orang itu adalah anak buah Raja Selatan yang dipanggil dengan sebutan Naga Hitam. Atas perintah Raja Selatan ia disuruh mengikuti pemilihan ketua dunia persilatan sekaligus mencari tau kekuatan dan keadaan pendekar-pendekar dunia persilatan sekarang.


“Panggil saja aku Naga Hitam.”


Gemuruh riuh terdengar di tempat itu. Para hadirin ramai membicarakan siapa orang yang berada di atas panggung. Tak satupun dari mereka mengenali orang maupun nama dari lelaki berpakaian serba hitam yang berada di atas panggung.


Siapakah  Naga Hitam ini?


Sebenarnya dia hanya seorang pengawal pribadi raja yang di anugerahi kekuatan naga penjaga oleh pedang penguasa Naga. Konon Naga penjaga ini terdiri dari dua orang, yaitu Naga Hitam dan Naga Ungu. Setiap Raja yang naik tahta akan memilih naga penjaganya. Hal ini hanya raja dan keturunannya yang menjadi raja saja yang mengetahui. Itulah sebabnya Raja Kerajaan Selatan tidak pernah runtuh oleh keluarga kerajaan sendiri.


Setelah dua orang terpilih oleh raja yang baru di angkat, ia akan menerima masing-masing sebuah batu pusaka yang memiliki kekuatan sihir naga penjaga. Dengan Batu itulah kedua orang itu memiliki kekuatan dahsyat untuk menjadi pengawal pribadi Sang Raja.  


“Aku yang akan melayanimu.”


“Hmmm.. kau pasti orang yang bergelar Iblis Merah. Ilmu andalan yang kau punya Sepasang Telapak Iblis Darah.” Ucap Naga Hitam.


“Luas  juga ternyata pengetahuanmu. Kalau kau berubah pikiran kau boleh angkat kaki dari sini. Cukup kau cium telapak kakiku ini, kau bebas pergi kapan saja. Hahaha..” Tawa Iblis Merah menggema.


“Apa kau kira aku takut dengan ilmu keroco yang kau miliki. Jangankan dengan kekuatanmu sekarang, dengan kekuatan sepuluh kalilipat dari pil andalan kalian itu aku tak takut.”


Kaget juga Iblis Merah mendengar ucapan Naga Hitam. Betapa tidak, pil dewa sepuluh tenaga ciptaan Dewa Obat hanya kalangan mereka yang mengetahui.Tapi kini di depannya ada orang lain yang tau seluk beluk pil itu.


“Sepertinya kau tau banyak tentang kami. Untuk itu kau memang harus benar-benar dilenyapkan dari dunia ini.” Geram Iblis Merah.


“Pertandingan dimulai!” teriak Pemandu pertandingan.

__ADS_1


Blam...


Keduanya saling terjang dan saling adu tenaga. Pada gebrakan pertama sudah terjadi benturan dua kekuatan sakti. Ledakan keras terjadi. Naga Hitam masih kokoh di tempatnya, sedangkan Iblis Merah terlempar tujuh tombak. Untung Iblis Merah masih bisa menjaga keseimbangan hingga tak sampai jatuh.


“Gila.. Ilmu apa yang dimiliki orang itu. Tadi aku sudah mengerahkan tujuh bagian tenagaku, tetap saja aku terlempar seperti ini. Padahal nampak orang itu belum benar-benar serius mengerahkan tenaganya.” Bisik Iblis Merah dalam hatinya.


Naga Hitam tersenyum mengejek. Tentu saja hal ini menimbulkan kemurkaan di hati Iblis Merah. Tak tanggung-tanggung, ia pun telah mengerahkan tenaga saktinya sampai puncak. Telapak Iblis Darah pun telah ia siapkan.


Iblis Merah menyerang Naga Hitam dengan kekuatan penuh. Bukan saja telapak tangannya yang berubah warna menjadi merah darah. Namun kini pada ubun-ubunnya mengeluarkan asap berwarna merah.


“Mati kau..!” bentak Iblis Merah seraya melesat menerjang Naga Hitam.


“Perisai Penguasa Naga!”


Saat serangan Iblis Merah hampir mengenaiinya, Naga Hitam berseru memanggil perisai penguasa naga. Kemudian tangan Naga hitam menyilang di depan dada. Setelah itu kedua tangannya di bentangkan kedepan. Hal ini dilakukannnya dengan sangat cepat.


Blaammm...


Ledakan yang sangat dahsyat terjadi ketika pukulan Iblis Merah membentur perisai tenaga yang muncul di depan Naga hitam. Yang terjadi Naga Hitam masih sangat kokoh di tempatnya. Sedangkan Iblis Merah terlempar jauh keluar lapangan dan membentur pohon besar. Pohon itu roboh, sedangkan Iblis Merah meregang nyawa dan tak lama kemudian iapun tewas.


“Aku sudah memperingatkanmu untuk menggunakan pil penguat tenaga sepuluh kali lipat. Tapi kau terlalu angkuh mengandalkan kekuatan kerocomu itu. Akibatnya kau memilih kematianmu sendiri.” Ucap Naga Hitam Angkuh.


Hampir semua orang di sana tercengang akan tewasnya Iblis Merah  dengan beberapa kali gebrakan saja. Siapa yang tak kenal dengan Iblis Merah yang bisa dikatakan tenaga saktinya berimbang dengan kekuatan Pertapa Sakti Tanpa Nama. Namun Iblis itu telah dikalahkan begitu mudah. Mungkin hanya Bayu dan Intan yang sama sekali tidak terpengaruh akan kejadian tadi.


Bersambung..


Jangan lupa kasih like dan komentar untuk mendukung novel ini dan bentuk apresiasi kepada penulis.

__ADS_1


__ADS_2