Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
50. Akhir dari Raja Iblis Bukit Tengkorak.


__ADS_3

Di Bukit Kosong saat-saat mendebarkan sedang terjadi. Seorang Ketua tokoh-tokoh sakti yang berada dipihak Benteng Dewa sedang berhadapan dengan Ketua Istana Lembah Neraka. Hampir semua yang akan bertarung itu mengetahui kehebatannya Rajawali Merah. Mereka sadar diantara mereka tak satupun yang memiliki kemampuan menandingi ketua Istana Lembah Neraka itu.


“Masih ku beri kesempatan kalian untuk memilih. Tunduk pada Istana Lembah Neraka atau ke akhirat dengan cara menggenaskan.” tegas Rajawali Merah.


Semua terdiam sesaat. Tak ada seorangpun dari mereka bereaksi. Entah apa yang ada dalam benak mereka masing-masing.


“Kami masih tetap dengan pendirian semula." jawab Jaka memecah kesunyian. "Apapun yang terjadi kami akan tetap berdiri diatas kebenaran." tambahnya lagi


"Apakah kalian pikir aku salah?" ucap bayu dingin.


Tak seorangpun dari mereka membuka mulut. Suasana hening seketika kembali terjadi. Bahkan dari barisan penonton pun tak ada yang berani bersuara.


"Walaupun kalian menganggap Istana Lembah Neraka merupakan kumpulan orang-orang aliran sesat, tapi kupastikan jiwa ksatria yang kami junjung jauh melebihi yang selama ini kalian gembar gemborkan." Tukasnya lagi dengan nada yang lebih tinggi.


"Baiklah... kita tentukan siapa yang penjadi pemenang hari ini." ucap Jaka lagi. Kali ini kata-kata yang diucapkannya terdengar berat. Seperti ada nada kepedihan terkandung. Sehingga beberapa orang yang mendengar sempat mengerutkan keningnya. "


Wushh...


Serangkum angin bergemuruh tercipta dari kibasan lengan baju Rajawali Merah. Pemuda itupun melayang di udara dengan Biang Lala Melukis Langitnya. Sebagian besar wakil dari Benteng Dewa maemilih menghindari angin yang menerjang daripada menghadang atau menangkisnya. Hanya Jaka, Pertapa Sakti Tanpa nama dan Iblis Muka Hitam saja yang memilih menghadang serangan Bayu.


Blammm...


Ledakan terjadi saat ketiganya menangkis terjangan angin yang diakibatkan kibasan lengan baju Rajawali Merah. Mereka terdorong kebelakang sejauh tiga langkah. Padahal ketiganya sudah menggunakan tenaga sakti sebanyak delapan bagian. Tetap saja hal itu tak membantu untuk menangkis terjangan angin tersebut.

__ADS_1


Selanjutnya serentak lawan-lawan Rajawali merah menyerang dari berbagai penjuru. Sedikitnya Bayu harus menghadapi kerubutan delapan orang secara langsung. Bermacam gerakan silat yang diperagakan lawan untuk merobohkannya. Namun dengan kemampuan yang dimilikinya, bukan hal mudah bagi musuh untuk merobohkan pemuda itu.


Sementara itu menggunakan silat naga petir peninggalan gurunya, Jaka mulai menyerang lawan. Bagaikan seekor naga yang meliuk-liuk menyambar mangsanya, suami Cempaka itu menyerang Rajawali Merah.


Rajawali merah yang belum mengerahkan Tenaga Sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta masih mampu mengimbangi para penyerangnya. Mengandalkan kecepatan ilmu meringankan tubuhnya Ketua Istana Lembah Neraka itu menghindari serangan setiap lawan.


"Hmmm.. hanya dengan menghindar saja dia sudah mampu menguras tenaga kita." keluh Malaikat Bertangan Sakti yang sudah mulai terengah-engah.


"Gabungkan tenaga!" Seru Iblis Muka Hitam


Serentak semua penyerang Rajawali Merah berkumpul pada satu titik menyiapkan ilmu andalannya masing masing. Seketika ditempat itu muncul deru angin yang kencang akibat tenaga sakti yang dikerahkan. Debu debu mulai berterbaran terbawa angin. Di tempat itupun berubah bagaikan berkabut.


Hiyaaa....


Blammm...


Secara alami Tenaga Sakti dari Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta membentuk benteng melindungi Rajawali merah. Ia pun terdorong mundur sejauh satu tombak dari tempatnya berada. Meski begitu tak sedikitpun kerugian yang dia alami.


Berbeda dengan Ketua Istana Lembah Neraka itu, semua penyerangnya terlempar beberapa tombak dan jatuh di atas tanah. Hanya ketua perguruan Jari Sakti saja yang terlempar masih mampu berputaran di udara lalu turun ke tanah dalam keadaan wajar. Bahkan beberapa orang diantara mereka terluka menyemburkan darah segar.


Saat kedua belah pihak sedang sibuk bertarung. Berkelebat bayangan putih menuju kearah rombongan Istana Lembah Neraka. Tanpa ada yang menyadari, bayangan itu langsung menuju tempat Raja Iblis Bukit Tengkorak di rawat. Di sana hanya ada Raja Iblis Bukit Tengkorak yang sedang terbaring bersama dua orang perawatnya.


"Sepuluh tahun kau jadikan aku seperti mayat hidup. Sebenarnya kematian terlalu enak bagimu sebagai balasan apa yang kau lakukan terhadap kami." Ucap Orang berbaju serba putih.

__ADS_1


Setibanya di tempat itu tadi, ia langsung menotok kedua orang yang bertugas menjaga Raja Iblis Bukit Tengkorak sehingga tak sadarkan diri. Dia adalah Dewa Pedang Sejagat sekiranya. Saat terjadi keributan tadi lelaki tua itu meninggalkan bukit kosong. Namun setelah menyadari masih banyak yang bisa ia lakukan untuk membantuk kaum persilatan dia pun kembali.


Dewa Pedang Sejagat mengangkat tangannya keatas. Dari telapak tangannya memancar tipis cahaya kebiruan. Kemudian satu dari tiga dewa dunia persilatan itu menghantamkan telapak tangan kanannya ke kepala Raja Iblis Bukit Tengkorak. Seketika kepala pelindung Istana Lembah Neraka pecah berlumuran darah dan tewas seketika.


"Serang pembunuh..."


Tiba-tiba teriakan seseorang dari rombongan Istana Lembah Neraka memecahkan ketegangan di antara mereka. Perhatian merekapun terpecah, ada yang masih asik menonton pertarungan, ada juga yang spontan menoleh kearah teriakan yang tak jauh dari Raja Iblis Bukit tengkorak.


Beberapa orang anggota Istana Lembah Neraka langsung menyerang Dewa Pedang Sejagat. Mudah saja baginya merobohkan para penyerang. Sehingga banyak dari pengeroyok yang terkapar tewas maupun pingsan.


Bayu yang mendengar teriakan dari arah rombongannya, segera menoleh. Dilihatnya beberapa orang anggota tingkat tiga dan empat sedang mengeroyok orang tua berbaju putih yang dikenalnya sebagai anggota tingkat satu. Tak jauh dari tempat itu ia melihat Raja Iblis Bukit Tengkorak tewas dengan kepala pecah bersimbah darah.


"Kakek..." bisik Bayu lirih.


Walaupun dia tau Raja Iblis Bukit Tengkorak kemungkinan ada hubungannya dengan kematian orang tuanya, namun biar bagaimanapun lelaki tua itu orang yang merawatnya dari kecil dan memiliki andil besar atas kemampuan yang ia miliki saat ini. Kesedihan yang cukup dalam seketika menjalari hatinya.


Wusshh...


Plakk...


Dengan kecepatan yang tak dapat diikuti pandangan mata, tiba-tiba Bayu berpindah tempat ke hadapan Dewa Pedang Sejagat. Tanpa berbicara sepatah katapun sebelumnya, pemuda itu langsung menendang perut Dewa Pedang Sejagat sehingga terlempar jauh dengan mulut menyemburkan darah segar.


Melihat kejadian itu Jaka dan Pertapa Sakti Tanpa Nama langsung melesat menangkap Dewa Pedang Sejagat. Walaupun berhasil menangkap orang tua itu tetap saja mereka tersurut mundur beberapa langkah. Tenaga lontar yang diakibatkan tendangan Rajawali Merah memang dahsyat. Sampai-sampai mereka yang memegangi Dewa Pedang Sejagat mengalami kesemutan di tangannya.

__ADS_1


Belum lagi kekagetan mereka hilang, tiba-tiba saja Rajawali Merah sudah berada di depan mereka. Dari tubuhnya memancar butiran embun yang tebal. Sesekali sinar kemerahan dan cahaya listrik mengitari tubuhnya. Tanpa disadarinya Tenaga Sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta mulai memancar dengan hebatnya.


__ADS_2