
...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...
...Episode 135...
Entah apa yang ada dalam pikiran orang-orang Lembah Neraka saat ini. Dua kehebohan yang terjadi di sana dalam waktu berdekatan. Sebelumnya kehadiran ketua mereka yang lama menghilang. Malam ini, seseorang yang tidak di kenal masuk ke tempat itu tanpa bisa di cegah.
Saat itu senja baru saja digantikan malam. Penjaga pintu masuk lembah yang dikelilingi api alam itupun baru saja berganti orang. Awalnya semua seperti malam-malam biasa. Sampai tiba-tiba kedatangan mereka kedatangan orang yang sangat tiba-tiba.
“Siapa itu?” Seru Darka yang menjadi pimpinan giliran jaga saat itu.
Entah dari mana datangnya tiba-tiba saja seorang laki-laki mengenakan jubah biru mewah berada di tempat itu. Pandangannya nampak mengedar keseliling lembah yang di Liputi api alam. Nampak tak ada jalan masuk ke dalam.
Tanpa menghiraukan teguran Darka, lelaki berjubah biru tiba-tiba saja berubah menjadi seberkas cahaya hitam. Kemudian cahaya itu melayang dan masuk kedalam menerobos pagar api alam yang mengelilingi lembah. Tentu saja hal ini membuat Darka dan yang lainnya sangat terkejut.
“Nyalakan kembang api peringatan, dan kau bunyikan lonceng tanda bahaya.” Perintah Darka kepada rekan-rekannya.
Langit di atas lembah Neraka sesaat terang benderang dengan meluncur dan meledaknya kembang api. Kemudian terdengar bunyi lonceng. Seketika orang-orang yang berada di lembah Neraka siaga, semua menuju ke luar rumah.
“Hahaha.. begitu banyak perubahan yang terjadi di lembah ini. Bahkan tatanan penduduknya. Hahaha..” tawa orang berjubah biru membahana. Kini orang itu sudah dekat dengan Istana Lembah Neraka.
“Tangkap penyusup!”
Sebuah perintah terdengar dari salah kerumunan anggota Istana Lembah Neraka. Tanpa di perintah dua kali puluhan orang berbaju hitam menyerang penyusup berjubah biru itu. Ia tak lain orang yang sebelumnya mengunjungi Benteng Dewa dan mengaku sebagai penguasa jagad itu.
Kelincahan dan ketinggian ilmu meringankan tubuh orang berjubah biru, membuatnya tak tersentuh oleh lawan yang coba menangkapnya. Padahal dia sedikitpun tak melakukan perlawanan. Setiap kali tubuhnya akan di tangkap, setiap kali itu juga tubuhnya berpindah, tanpa terlihat melakukan gerakan.
“Serang menggunakan tenaga sakti.”
Terdengar kembali sebuah perintah. Serempak puluhan orang berbaju hitam mundur beberapa langkah dari tempatnya. Kemudian mereka mulai mengerahkan tenaga saktinya. Nampak pada pergelangan sampai ke telapak tangan memancarkan sinar berwarna kekuningan.
“Hmmm.. Aenaga Inti Api. Rupanya benar-benar banyak kemajuan di sini.” Puji orang berjubah biru.
__ADS_1
Hiyaaaa..
Serempak puluhan anggota berpakaian hitam menyerang dari berbagai penjuru. Kali ini si Jubah Biru tidak lagi diam menanti serangan. Mungkin ia sadar dengan tenaga sakti tingkat tinggi yang di gunakan oleh puluhan orang pengeroyoknya adalah hal yang sangat berbahaya bila ia menganggap remeh.
Blaasshh..
Serangan puluhan orang anggota berpakaian hitam tertahan. Nampak kini tubuh orang berjubah biru diliputi butiran embun yang melindunginya. Lalu dengan sekali hentakan semua pengeroyok terlempar kebelakang beberapa tombak. Untung tidak ada dari mereka yang celaka.
“Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta..” Seru Pranggala dan Pendekar Tongkat Emas secara bersamaan. Kali ini mereka benar-benar terkejut dengan apa yang di tunjukkan lawan. Sejenak mereka terdiam. Sesaat kemudian Bayu dan Nalini keluar dari Istana dan menghampiri mereka.
Puluhan anggota berpakaian hitam kembali bangkit. Mereka bersiap menyerang kembali. Langkah mereka terhenti mendengar bentakan lawan.
“Cukup! Kalian kira aku tak bisa membinasakan kalian dengan mudah. Tadi aku sudah bermurah hati hanya mendorong kalian. Jangan pancing kemarahan ku” Bentak orang berjubah Biru.
“Mundur!” perintah Pranggala.
Serentak para anggota berpakaian hitam yang mengurung si Jubah biru mundur dari tempat mereka.
“Mari kita saja yang menangkap orang itu.” Ajak Pranggala kepada Pendekar Tongkat Emas dan Dewi Pedang Khayangan.
Ketiga orang itu langsung menyerang si Jubah Biru. Merasa musuh yang menyerangnya bukan orang sembarangan, si Jubah biru meningkatkan tenaga saktinya. Kini tubuhnya diliputi sinar kemerahan yang berhawa panas. Nampak pertarungan kali ini terlihat sangat dahsyat.
“Kak Bayu, sepertinya ilmu orang itu mirip dengan ilmu yang kau miliki.” Ucap Nalini yang berada di samping Bayu.
“Sepertinya memang begitu. Entah siapa dia.” Sahut Bayu samb tetap melihat kearah pertarungan.
Walau sepertinya musuh menggunakan ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke dua, namun ketiga orang utama Istana Lembah Neraka itu masih mampu menandinginya. Pertarungan tiga lawan satu itu nampak berimbang. Hanya saja tampak si Jubah Biru belum bersungguh-sungguh bertarung.
Blaaarrr...
Terjadi sebuah ledakan ketika tiga pasang tangan menghantam tubuh si Jubah biru. Anehnya bukan dia yang mengalami kerugian, melainkan penyerangnya. Pranggala, Pendekar Tongkat Emas dan Dewi Pedang Khayangan terlempar sampai belasan tombak. Untung mereka tidak mengalami luka dalam yang berarti. Mungkin lawannya masih berbaik hati.
__ADS_1
Nampak pada tubuh si Jubah Biru kini diliputi aliran listrik yang berderapan. Rupanya ia telah menggunakan tingkat ke tiga dari Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta.
Bayu yang melihat anak buahnya mengalami kekalahan, langsung melesat menyerang si Jubah biru. Pemuda itu langsung mengerahkan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ketiga.
Keduanya langsung terlibat pertarungan tingkat tinggi. Bukan hanya di bawah, terkadang pertarungan mereka terjadi di udara. Sehingga terlihat sebuah bayangan merah dan biru yang diliputi aliran listrik saling serang.
Blaarrr...
Benturan tenaga sakti terjadi. Lembah Neraka bagai di guncang gempa. Tanah di tempat itu bergetar hebat. Dua buah bayangan terpisah berlawanan arah. Kemudian keduanya mendarat di tanah dengan manis.
“Sudah besar kau rupanya.” Ucap si Jubah biru seraya mengembangkan senyumnya.
Bayu sama sekali tidak mempedulikan ucapan orang. Kini pemuda itu mengerahkan tenaga saktinya sampai kepuncak. Aliran tenaga listrik di sekitar tubuhnya semakin kuat dan melebar. Bunyi arus listrik terdengar berderapan.
Hiyaaaa...
Sambaran arus listrik mirip geledek meluncur deras dari tangan Bayu ke arah si Jubah biru. Si Jubah biru sedikitpun tidak menjadi gugup. Bahkan orang itu hanya tersenyum melihat serangan Bayu. Lalu yang terjadi sungguh sangat mengejutkan.
Bleessshhh..
Serangan Bayu tiba-tiba Buyar saat menyentuh si Jubah Biru. Kini orang itu dikelilingi pusaran angin yang dahsyat. Setiap benda yang berada di dekatnya berterbangan.
“Apakah hanya sampai di situ kemampuanmu? Kalau aku tidak salah seharusnya Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta yang kau miliki sudah terbuka sampai gerbang ke lima.” Si Jubah biru mengerutkan keningnya. Sesaat tadi ia melihat cahaya putih di dahi Bayu. Hanya sebentar terlihat.
“Rupanya Adhiyak Sona Itu yang melakukannya. Walau dia telah menyembuhkan cidera otak di kepalamu, namun dia juga menyegel ingatan dan kemampuanmu. Entah apa tujuan manusia penjilat itu” berangnya.
Tiba-tiba si Jubah biru meluncur cepat ke arah Bayu. Gerakannya sangat cepat, bahkan tidak ada yang mampu melihatnya. Tau-tau orang itu sudah mencengkram kepala Bayu.
Melihat itu semua orang menjadi panik. Termasuk Nalini. Serempak semua orang yang ada di sana menyerang ke arah Jubah Biru. Namun tak ada satupun dari mereka yang mampu menembus tembok angin yang bergerak cepat mengelilingi jubah biru.
“Jangan menggangguku. Aku hanya akan melepaskan kekuatan yang menyegel ingatan di kepalanya.” Bentak si Jubah biru.
__ADS_1
Bersambung...
Silakan like dan kasih komentar di bawah, serta vote bila menyukai novel ini. Namun bila tidak suka silakan abaikan saja.