Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
27. Penghianat


__ADS_3

Pendekar Tongkat Maut dan Setan Tengkorak Putih terlibat pertarungan mati-matian. Keduanya langsung mengeluarkan jurus andalannya masing-masing. Terlebih Setan Tengkorak Putih. Semenjak berguru dengan tokoh sesat bergelar Iblis Merah, bekas adik seperguruan Ki Nyamat itu jauh mengalami kemajuan.


Dua puluh jurus sudah berlalu, namun belum terlihat siapa yang lebih unggul. Masing-masing orang mampu memberikan perlawanan terhadap serangan lawan.


Ki Nyamat mundur beberapa langkah. Beberapa saat kemudian Ketua perguruan Tongkat Sakti itu memutar-mutar tongkatnya sambil mengerahkan Tenaga saktinya. Itulah Jurus Tongkat Sakti Menghancur Karang.


Sementara itu Setan Tengkorak Putih merangkapkan kedua telapak tangannya di depan dada. Mulutnya terlihat berkomat-kamit merapalkan sesuatu. Telapak Tangan lelaki yang menggunakan topeng tengkorak putih itu mulai mengeluarkan asap berwarna merah. kedua telapak tangannya pun kini berubah menjadi merah darah.


"Tapak Darah" gumam Ki Nyamat melihat perubahan pada diri Setan Tengkorak Putih. Tampak sekali ada kegentaran terhadap lawan. Memang Ilmu Telapak Setan Darah merupakan peninggalan seorang dedengkot aliran hitam yang hidup sekitaran seratus tahun yang lalu. Kemudian di wariskan kepada Iblis Merah yang kini menjadi guru Setan Tengkorak Putih. Ilmu ini memiliki daya mematikan yang dahsyat. Siapapun yang terkena dalam tempo sepeminuman teh akan tewas dengan darah mengering.


Setan Tengkorak Putih menerjang Ki Nyamat dengan Tapak Darahnya. Beberapa kali Ki Nyamat harus berjumpalitan menghindari terjangan lawan. Ilmu tongkat mautnya tak mampu membendung tenaga lawan. Nampak Ki Nyamat mulai terdesak. Pakaiannya nampak kotor karena seringnya bergulingan menyelamatkan diri.


"Kalau begini terus bisa-bisa mati kehabisan tenaga aku ini" keluh Ki Nyamat dalam hati.


Melihat guru mereka sudah terdesak, Pranggala dan Norman langsung menyerang Setan Tengkorak Putih. Hampir saja Tapak Darah nya Setan Tengkorak Putih mengenai dada Ki Nyamat, serangan Norman dan Pranggala memaksa membuat kepala Penyamun itu menarik kembali serangannya.


"Kurang ajar!" Bentak Setan Tengkorak Putih yang marah serangannya yang hampir mengenai lawan harus ditarik lagi.


Setan Tengkorak Putih yang marah merubah sasarannya. Kini kedua orang murid Ki Nyamat itu yang mati-matian menghindari serangan lawan. Hanya beberapa jurus saja, kedua orang murid Tongkat Sakti itu harus mengakui kelihaian lawan. Norman yang terkena Tapak Darah di kepalanya, seketika harus rela kehilangan satu-satunya nyawa yang ia miliki.

__ADS_1


"Hahaha dasar pengecut tua, muridnya berjuang dia melarikan diri, guru macam apa itu hahaha" Tawa dari Setan Tengkorak Putih mengejutkan Pranggala dari kepasrahan menerima nasib. Sebelumnya laki-laki ini hanya dapat memejamkan mata pasrah menerima pukulan Setan Tengkorak Putih karena merasa tak punya tenaga lagi untuk melawan. Ketika menunggu kematian yang tak kunjung datang, malah terdengar Setan Tengkorak Putih mengejek gurunya, ia pun membuka matanya. Dilihatnya gurunya telah lenyap, melarikan diri. Betapa kecewanya Pranggala mengetahui kepengecutan Gurunya dan ketidak pedulian lelaki yang bergelar Pendekar Tongkat Maut itu.


"Baiklah, sekarang kau ku bebaskan, supaya kau bisa menceritakan kepada orang-orang dunia persilatan bahwa si Nyamat yang dikenal orang mulia itu tak lain adalah manusia hina yang rela mengorbankan muridnya untuk menyelamatkan hidup, hahaha" Setan Tengkorak Putih bersama anak buahnya pun meninggalkan tempat itu.


Semenjak kejadian itu, Pranggala tak punya niat lagi untuk kembali ke perguruan Tongkat Sakti. Sampai akhirnya dia memutuskan bergabung dengan Istana Lembah Neraka.


"Harus memanggilmu apa aku? Guru atau bekas guru, atau pula guru pengecut yang mengorbankan muridnya karena takut mati" Ejek Pranggala dingin menanggapi pernyataan yang di lontarkan Ki Nyamat.


"Bedebah, Murid durhaka, ku kirim kau ke neraka hari ini" Sahut Ki Nyamat dengan marah.


"Takutnya Kau yang akan kabur lagi meninggalkan murid-muridmu di sini" sindir Pranggala lagi.


Sebuah benda melesat kearah Pranggala yang berada di samping Rajawali Merah. Benda itu merupakan senjata rahasia yang dilontarkan ketua Perguruan Tongkat Sakti itu. Walaupun sudah melemparnya dengan seluruh bagian tenaga dalam miliknya, tetap saja benda itu tak bisa menyentuh Pranggala. Tepat berjarak satu hasta dari depan Rajawali Merah dan Pranggala bagaikan menyentuh tembok yang tak terlihat benda itu rontok dengan sendirinya.


Ki Nyamat dan murid-muridnya yang melihat kejadian itu terperangah. Nyali mereka bergetar memandangi Rajawali merah. Sekilas Terlihat seperti embun yang menguap mengitari Rajawali Merah dan Pranggala. Bahkan Pranggala yang menjadi pengawal pribadi Rajawali Merah pun takjub melihat pemandangan di depannya.


"Hai Orang tua! sebaiknya lekas kalian menyingkir dari jalan kami, aku sedang tidak ingin mengotori tanganku dengan nyawa manusia tak becus macam kalian." Bentak Bayu dingin.


"Aku tidak ada urusan denganmu anak muda, tapi urusanku dengan murid durhaka ini." Sahut Ki Nyamat, kali ini kata-kata lelaki tua itu tak segarang sebelumnya.

__ADS_1


"Baiklah, aku yang akan jadi penengah buat kalian, akan kita adakan pertarungan antara kau orang tua, dengan pengawal pribadiku ini. Dengan perjanjian Bila kau kalah, kau harus memanggil Pengawalku ini dengan sebutan senior, dan selekasnya menyingkir bila bertenu dengan dia. Tapi bila kau yang menang, kau boleh apakan saja dia, aku tak akan mencampuri urusan kalian." Ucap Bayu menjelaskan.


Mendengar itu semua Ki Nyamat tersenyum girang. Sedikit banyaknya dia mampu mengukur tarap kemampuan bekas muridnya itu. Ki Nyamat yakin sekali Kemampuan Pranggala masih berada jauh di bawahnya.


Di sisi Pranggala sendiri, ia sangat terkejut dengan ucapan ketuanya. Ia tau persis bahwa tak akan mungkin menang kalo melakukan duel dengan bekas gurunya itu. Apalagi taruhannya adalah nyawanya sendiri. Tapi apa yang sudah diputuskan oleh ketuanya, mau tidak mau dia mengikuti.


"Baik, aku terima tantangan kalian, aku harap seorang ketua Istana Lembah Neraka menepati janjinya" jawab Ki Nyamat.


"Paman Pranggala kemarilah!" perintah Bayu kepada Pranggala tanpa menghiraukan ucapan Ki Nyamat.


Pranggala pun menghampiri Rajawali Merah dengan penuh rasa Hormat. Rajawali merah yang masih berada di atas kudanya memberi beberapa totokan ke tubuh Pranggala tanpa menyentuhnya. Sesudah itu dari ujung jarinya keluar serangkum tenaga sakti yang langsung masuk ke titik penghimpunan tenaga di pusar Pranggala. Kemudian kembali Bayu memberikan totokan beberapa tempat tubuh Pranggala tanpa menyentuhnya, hanya dengan menggunakan tenaga saktinya. Seketika Pranggala merasakan tubuhnya menjadi sangat segar. Semangatnya pun terasa memuncak. Iapun merasakan ada gelombang tenaga yang mengalir ke seluruh tubuhnya yang bersumber dari pusar.


Ki Nyamat melesat ke tengah medan, lelaki tua itupun berteriak memanggil Pranggala "Kemari kau murid durhaka, biar aku bikin kau menyesal seumur hidupmu karena telah berani menantangku."


Pranggala pun melesat kehadapan bekas gurunya. Sesaat Ki Nyamat terkejut dengan kecepatan dan jauhnya jarak lompat Pranggala tadi. Dirinya saja belum tentu bisa melakukanya. Agak tergetar juga nyalinya melihat kejadian tadi.


Sebenarnya Pranggala sendiri tidak menyangka dia bisa menghampiri Ki Nyamat hanya dalam satu lompatan. Betapa bertambah kekaguman Pranggala kepada majikannya itu. Tanpa susah payah Pemuda sakti itu mampu meningkatkan kemampuan Pranggala hanya dalam waktu singkat.


"Silakan kau serang aku duluan guru, aku tidak akan balas menyerang sebanyak lima jurus. Sengaja kau kupanggil guru karena aku pernah berguru padamu, makanya aku akan mengalah sebanyak lima jurus. Setelah itu aku anggap hubungan kita tidak ada lagi, maka selanjutnya aku tidak akan segan-segan lagi melawan mu" Ucap Pranggala bersungguh-sungguh.

__ADS_1


__ADS_2