Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Sosok Cahaya menantang Rajawali Merah


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 247...


Sesampainya di belakang bukit benteng Dewa, sosok bercahaya misterius itu menunggu Bayu. Ketika ia melihat Bayu datang, Ia pun terbang melayang menuju Bukit kosong. Dari gelagatnya orang itu menghendaki Bayu mengikutinya. Melihat itu, Bayu pun mengikuti di belakang terbang menggunakan ilmu bianglala melukis langitnya.


Benar saja sesampainya di bukit kosong sosok cahaya misterius itu pun berhenti. Ia berhenti tepat di dekat pemakaman Empu Adhiyak sona. Setelah sampai di sana, Bayu menghampiri sosok cahaya itu berjarak dua tombak di sampingnya.


Bayu mencoba melihat siapa sosok dibalik cahaya yaitu. Namun penglihatanya terhalang cahaya putih menyilaukan yang memancar dari tubuhnya tersebut. Yang dapat dipastikan dia adalah seorang lelaki. Namun berapa umurnya tak dapat di ketahui. Apalagi  saat orang itu bersuara, ia seperti orang berbisik walaupun terdengar nyaring.


“Siapakah  Kau kisanak? Apakah kita saling mengenal? Mengapa kau membawaku ke sini? Lalu apa maksud perkataanmu tadi di bukit banteng Dewa?”


Bayu langsung mencecar sosok misterius itu dengan banyak pertanyaan. Ia begitu penasaran tentamg siapa dan apa maksud orang tersebut mengajaknya ke bukit kosong. Apalagi orang itu tadi menyebut-nyebut tentang dirinya yang dianggap malas latihan. Rasa penasarannya semakin tinggi saat mengetahui bahwa sosok itu sedang mengerahkan Ilmu Tujuh Gerbang Alam semesta tingkat ke enam.


“Tak penting siapa aku adanya. Tapi keadaan itulah yang lebih penting untuk dunia persilatan ini. Tak disangka Adhyaksona memilihmu untuk memikul tanggung jawab ini. Tapi sayang kau tidak menggunakan waktu yang ada untuk berlatih meningkatkan ilmu tujuh gerbang alam semesta yang ada pada dirimu. Sementara ancaman untuk dunia persilatan semakin banyak muncul,” ucap sosok Cahaya itu.


“Siapa  kau Sebenarnya? Dari orang tua yang bernama Adhiyak Sona itu selalu membahas ancaman-ancaman terhadap dunia persilatan ini. Sampai sekarang aku tidak tahu apa yang di maksud ancaman itu dan mengapa harus aku yang memikul tanggung jawab untuk menyelesaikannya. Lalu bagaimana dengan kau  sendiri? Kulihat kemampuanmu berasal dari ilmu tujuh gerbang alam semesta juga?”


“Aku akan menjawab semua pertanyaan mu itu apabila kau mampu bertahan dalam tiga seranganku. Bila dalam tiga kali seranganku kau mampu  satu kali saja tanpa terkena serangan, aku akan menjawabnya.”

__ADS_1


Mungkin bagi telinga siapa saja yang mendengar ucapan sosok cahaya itu akan menyebut dia gila. Siapa yang tidak kenal dengan sosok Rajawali merah, jangankan dalam tiga kali serangan, sepuluh kali serangan lawan saja, tanpa dia  melakukan perlawanan tak ada satupun yang bisa menyentuhnya. Apalagi dalam tiga kali serangan saja, dan itu pun si Rajawali marah berhak menggunakan apa saja untuk bertahan akan mudah baginya melakukan itu. Tentu siapa saja yang mengajukan tantangan ini dianggap terlalu berani.


Bayu hanya diam tidak menjawab tantangan sosok cahaya itu. Mungkin kalau orang lain yang memberikan tantanganitu,  ia akan tertawa terpingkal-pingkal menanggapinya. Namun karena orang misterius yang berada di sampingnya ini memberikan tantangan, Ia  tidak memiliki pegangan sejauh mana kemampuan oarang hingga tidak dapat dipastikan mampu atau tidak ia melakukannya.


“Baiklah aku akan mencobanya,” jawab Bayu.


“Kalau begitu bersiaplah, gunakan segenap kemampuan untuk bertahan dari serangan ku.”


Bayu pun mengerahkan ilmu itu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke limanya pada puncak tertinggi. Sebuah kekuatan tak nampak mulai merayapi dirinya. Namun  tidak hanya sampai di situ bae pun membangkitkan juga tenaga ke empat gerbang lainnya. Sehingga kini di sekeliling tubuhnya memancar lima tenaga sakti yang dahsyat.


Kekuatan embun, Api putih, Angin, halilintar perak, tenaga sakti tanpa wujud menjadi bentengnya. Bayu melompat mundur sejauh sepuluh tombak untuk menjaga jarak dari sosok cahaya misterius itu. Ia pun memantapkan hatinya agar siap menerima serangan lawan.


Deessh..


Sosok cahaya misterius itu menjentikkan jarinya ke arah Bayu. Seketika meluncur seberkas cahaya sebesar kerikil kearah pemuda itu. Bayu yang melihat bentuk serangan itu mengerutkan keningnya. Ia menganggap  sosok miterius berbentuk cahaya itu terlalu  meremehkan kekuatannya dengan hanya menyerang menggunakan tenaga sebesar kerikil.


Blammmm..


Terjadi ledakan dahsyat saat tenaga sakti itu menyentuh tameng yang melindungi Bayu. Tanah yang berada di bukit kosong bergetar. Pepohonan yang mulai lebat di tempat itupun bergoyangan. Membuat mahluk kecil yang berlindung di pepohonan itu lari berterbangan.

__ADS_1


Tameng tenaga yang melindungi Bayu seketika pudar. Bahkan selain meledakkan tenaga pelindung yang di buat Bayu, tenaga sakti berbentuk cahaya putih sebesar Kerikil itu mampu meyentuh dadanya sehingga ia merasa sesak. Ia pun  terlempar beberapa tombak jauhnya akibat Serangan pertama lawan tadi. Dari kejadian tadi Bayu yakin orang ini benar-benar menggunakan ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat  ke enam sejati.


“Ki Sanak, dapat kupastikan aku tak akan mampu menahan seranganmu dengan keadaanku sekarang. Saat ini aku tidak bisa menggunakan pedang penguasa naga untuk membangkitkan Tenaga Sakti Gerbang ke enam. Sedangkan kau sendiri menggunakannya. Itu  artinya kita bertanding dalam tingkatan yang tidak seimbang,” ungkap Bayu menjelaskan.


“Apa yang dapat kau banggakan dari seonggok besi jelmaan makhluk gaib  naga emas yang memiliki kekuatan terbatas itu. Kau telah membatasi kekuatan Ilmu tujuh gerbang alam semesta  yang tanpa batas.  Ia layaknya semesta, merupakan sedikit pancaran kekuatan sang Pencipta. Tapi  kalau kau beralasan itu penyebabnya kau tak mampu bertahan, baiklah aku akan membantumu mengembalikan kekuatan pedang itu.”


Setelah menyelesaikan ucapannya yang kepada Bayu, sosok misterius berupa cahaya itu pun mengarahkan tangannya ke dada Bayu. Tiba-tiba saja dari tubuh Bayu keluar pedang pusaka naga dan melesat ke arah cahaya misterius yang berjarak sekitar dua puluh tombak  dari Bayu. Lalu  sosok misterius itu menggenggam pedang penguasa naga. Seketika pedang itu kembali memancarkan cahaya keemasan, bahkan pancarannya kini lebih kuat daripada biasanya.


Setelah selesai membangkitkan kembali tenaga pedang penguasa naga yang beristirahat karena telah digunakan secara maksimal oleh Bayu, sosok misterius itu pun melemparkan  kembali pedang ke arah si pemuda. Dengan sigap Bayu menangkap pedang yang dilemparkan oleh orang itu. Ia begitu kagum dengan kemampuan sosok cahaya putih  karena mampu mengembalikan tenaga sakti yang ada pada pedang hanya dalam waktu seketika.


“Perlu kau ketahui anak muda, Ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke enam yang kau bangkitkan dengan bantuan pedang penguasa naga itu tidak mewakili sepersepuluhpun dari kekuatan sebenarnya gerbang ke enam. Seharusnya kau membangkitkan gerbang ke enam itu dengan cara latihan sesuai dengan petunjuk kitab yang ada padamu,” ucap sosok cahaya menjelaskan. “Sekarang bangkitkanlah gerbang ke enam dengan pedang itu kita akan coba lagi seberapa kuat perisai yang kau miliki untuk menahan serangan ku dengan kekuatan itu,” ucapnya lagi.


Mendengar ucapan sosok misterius berupa cahaya itu Bayu sedikit tersinggung. Ia pun membangkitkan Gerbang  ke enam Ilmu tujuh gerbang alam semesta dengan pedang penguasa naga di tangannya. Seketika tubuh Bayu memancarkan sinar putih terang. Walaupun cahayanya mirip dengan orang misterius itu namun cahaya itu hanya memancar dari tubuh si pemuda. Sedangkan orang itu berubah menjadi manusia berbentuk cahaya.


“Apakah kau sudah siap?” tanya sosok cahaya itu kepada Bayu.


Bayu menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan orang itu. Ia pun berkonsentrasi mengerahkan segala kemampuannya. Cahaya putih terang semakin menebal membungkus tubuh ketua perguruan tangan dewa generasi ketiga itu.


Bersambung...

__ADS_1


Like dan komentar kalian sangan besar artinya kawan untuk karya ini.


__ADS_2