
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 248...
Dessshh..
Blammmm..
“Hueekk..”
Kembali sosok misterius berbentuk cahaya itu menjentikkan jarinya ke arah Bayu. Lagi-lagi hanya menggunakan tenaga sakti sebesar kerikil untuk menyerang pemuda itu. Namun akibatnya sungguh dahsyat, Bayu terlempar jauh beberapa tombak dari tempat dia berdiri. Bahkan iya mengalami luka dalam yang cukup berat sehingga menyemburkan darah segar dari mulutnya.
Bayu yang jatuh terjengkang berusaha bangkit namun tubuhnya sedikit sempoyongan menopang keadaannya yang mengalami luka dalam. Kali ini Bayu benar-benar di buat terkejut dengan kemampuan lawan yang ada di hadapannya. Baru kali ini pemuda itu dibuat sangat tidak berdaya oleh kemampuan Lawan.
Desshhh..
Tiba-tiba sosok misterius berupa cahaya itu kembali menjentikkan jarinya ke arah Bayu. Seberkas cahaya berwarna hijau yang sangat indah dan tak bisa dilukiskan melesat ke arah pemuda itu. Ia pun tak sempat menghindari serangan lawan hanya bisa pasrah menerimanya. Namun di luar dugaannya, tenaga sakti itu malah bergerak mengobati luka dalam di tubuhnya. Seketika tubuhnya menjadi segar, bahkan lebih segar dari sebelumnya.
“Terima kasih kau telah mengobatiku. Padahal aku bisa mengobati diri sendiri dengan kekuatanku. Aku tidak mau merepotkan orang dan berhutang budi padanya,” ucap Bayu bernada tidak senang.
__ADS_1
“Kau jangan memandang tinggi dirimu sendiri anak muda. Ilmu tujuh Gerbang alam semesta tingkat ke enam yang sudah mencapai taraf sempurna hanya bisa diobati menggunakan gerbang ke tujuh ilmu itu sendiri. Kalau tak diobati langsung tak sampai sepeminuman teh kau akan binasa dengan tubuh bagian dalam meleleh.”
Betapa terkejutnya Bayu mendengar ucapan sosok misterius berupa cahaya itu. Orang itu mengatakan bahwa dia telah terkena ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat keenam yang sudah mencapai taraf sempurna. Memang benar ia akui serangan sosok misterius itu tadi begitu dahsyat. Bahkan selama ini belum pernah pemuda itu menggunakan kekuatan gerbang ke enam sampai ketinggat teratas yang ia miliki seperti tadi saat menghadang serangan sosok misterius itu. Namun tetap saja kekuatan miliknya tidak ada arti sama sekali di hadapan sosok misterius itu.
Orang itu mengatakan bahwa Bayu tak akan mampu mengobati luka dalamnya sendiri. Untuk mengobati orang yang terkena pukulan ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke enam yang mencapai tarap sempurna hanya bisa dilakukan oleh orang yang mencapai tingkatan ke tujuh dari ilmu tersebut. Bayu sendiri mengakui setelah orang itu menjentikkan Sebuah sinar berwarna kehijauan ke tubuhnya, ia merasakan sesemua luka yang ada dalam tubuhnya sembuh bahkan keadaannya jauh lebih baik daripada sebelumnya. Dengan kata lain orang itu telah mengakui bahwa dirinya telah mencapai tingkatan Ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke tujuh.
Bayu sendiri Memang tidak mengetahui apa ciri-ciri khusus orang yang telah mencapai tingkatan ke tujuh ilmu tujuh gerbang alam semesta itu. Karena dalam kitab yang ia baca tidak ada menjelaskan hal tersebut. Bahkan mengenai tata cara penghimpunan tenaga ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke tujuh itupun tidak dijelaskan secara gamblang. Daam tulisannya hanya berbentuk sajak-sajak kerohanian.
“Hmmmm.. sepertinya kau memang masih ragu dengan apa yang aku katakan. Baiklah akan ku tunjukkan seperti apa ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke enam dan tingkat ketujuh sebenarnya. Kau lihatlah baik-baik.”
Sosok cahaya itu melempar batu Sebesar genggaman tangan ke atas berjarak sepuluh tombak. Kemudian ia menyambar bayu dan membawanya bergerak sangat cepat. Lalu ia kembali lagi sebelum batu yang di lempar tadi jatuh ke tanah. Sosok misterius berbentuk cahaya itu melepaskan genggamannya pada lengan Bayu.
“Bisakah kau melihatnya? Yang kutunjukkan tadi adalah bentuk kecepatan gerak dari ilmu alam semesta tingkat ke enam yang mencapai taraf sempurna,” ucap lelaki misterius berbentuk cahaya itu.
“Kalau ku katakan kita telah bergerak cepat mengelilingi empat kerajaan di dunia, dan aku menaruh sobekan bajumu dibalik singgasana Raja Apakah kau percaya. Ingat yang kita lakukan merupakan kecepatan gerak berlari bukan berpindah tempat dengan dalam sekejap.”
Bayu mengerutkan dahinya mendengar ucapan sosok misterius berbentuk cahaya itu. Dilihatnya lengan bajunya sebelah kiri telah berlubang empat buah sebesar genggaman tangan. Pemuda itu pun terkejut dengan kecepatan gerak yang di lakukan oleh sosok misterius itu sehingga ia tidak merasakan sedikitpun lengan bajunya telah dirusak oleh orang itu. Namun Ia tetap saja tidak percaya bahwa robekan baju itu ditaruh sosok misterius di belakang singgasana raja dalam waktu sesingkat itu.
“Bagaimana aku bisa percaya bahwa kau benar menaruh robekan baju itu di singgasana raja?” tanya Bayu lagi.
__ADS_1
“Kau bisa melihatnya sendiri dengan menggunakan ilmu berpindah tempat dalam sekejap, bukankah apabila benar aku menaruh bagaikan baju itu di belakang singgasana akan mudah bagimu berpindah tempat dengan merasakan pancaran tenaga dari sobekan baju itu. Dan kecepatan berpindah tempat dalam sekejap yang kau miliki akan kita uji dengan lemparan batu yang sama.”
“Baiklah, kau lempar saja batu itu ke atas dengan jarak yang sama,” ucap Bayu.
“Tidak, aku akan melempar batu itu dengan jarak yang lebih tinggi sebanyak lima kali lipat dari jarak yang tadi. Setelah ku lempar kau berulah nanti akan ku ikuti kau di belakang agar kau tidak mengira bahwa kau mencurangimu.”
Sosok misterius itu melempar batu ke atas setinggi lima puluh tombak lebih. Bayu pun langsung berpindah tempat dengan menggunakan ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke enam miliknya. Satu persatu kerajaan yang ia singgahi, dan memang di belakang singgasana terdapat kain robekan lengan baju sebelah kirinya. Setelah pemuda itu kembali ke bukit kosong ternyata batu yang dilempar sudah berada di tanah.
“Menggunakan ilmu berpindah tempat dalam sekejap saja kau tidak bisa mengejar waktu sebelum batu itu jatuh ketanah untuk sudah berada lagi di sini. Itu menandakan bahwa gerbang ke enam yang kau miliki sekarang berada jauh dari kata sempurna. Kalau kau tidak percaya cobalah berlari cepat menuju satu kerajaan saja dan kembali lagi ke sini Apakah kau sanggup datang sebelum sepeminuman teh.”
Apa yang diucapkan oleh sosok misterius itu benar sekali. Dengan kemampuan Bayu sekarang untuk berlari cepat menuju kerajaan Selatan yang paling dekat letaknya dari bukit kosong, bisa sampai memerlukan waktu kurang dari seperempat hari. Apa lagi dengan waktu sebelum jatuhnya batu yang dilempar ke atas dengan jarak sepuluh tombak hal itu sangat tidak mungkin ia lakukan.
“Lalu bagaimana dengan kekuatan sebenarnya ilmu itu tujuh gerbang alam semesta tingkat keenam yang mencapai taraf sempurna?” Tanya Bayu penasaran.
“Kau lihatlah pohon itu,” tunjuk si sosok misterius berbentuk cahaya.
Dessshh..
Sosok misterius itu menjentikkan telunjuknya ke arah sebatang pohon yang jaraknya dua tombak lebih dari mereka berdiri. Seketika melihat cahaya putih terang sebesar kerikil menuju pohon itu. Setelah itu mengenai pohon tersebut tiba-tiba pohon itu memancarkan cahaya kemudian lenyap seketika. Kejadian itu berlangsung sangat cepat seperti kedipan mata.
__ADS_1
**Bersambung...
Jangan lupa meninggalkan like san komentarnya**.