Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.209. Bakat dan Kekuatan Mengerikan Seorang Rajawali Merah


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 209 ...


Keesokan harinya Bayu mulai mempelajari kitab pusaka perguruan Ilmu Telapak Tangan Dewa. Di temani Arya, pemuda itu mempelajari Ilmu tersebut dalam ruangan rahasia yang hanya diperbolehkan di datangi oleh sang ketua dan orang kepercayaannya. Beruntung saat Benteng Dewa dikuasai, tempat rahasia itu tidak ditemukan musuh.


“Ilmu telapak tangan dewa ini ada delapan tingkatan. Orang yang belum terbuka seluruh pembuluh nadinya hanya mampu mempelajari  sampai tingkat ke empat. Buku ini pun menjelaskan butuh waktu dua puluh tahun untuk bisa menyelesaikan seluruh tingkat dalam ilmu telapak tangan dewa.”


“Ketua, dengan dasar ilmu tujuh gerbang alam semesta yang kau miliki berapa lamakah engkau mampu menyelesaikan keseluruhan ilmu dalam kitab ini?” tanya Arya.


“Entahlah, aku akan mencobanya.”


Bayu mulai duduk bersila. Pemuda itu menenangkan dirinya dan mulai berkonsentrasi sambil melakukan petunjuk-petunjuk yang ada di dalam kitab. Dia mulai mengerahkan tenaga saktinya. Nampak cahaya tipis berwarna keperakan mulai membias keurang lebih sejengkal dari tubuhnya.


Entah yang dilakukan oleh pemuda itu, dari tubuhnya keluar bayangan berwarna perak melakukan jurus-jurus silat seperti yang ada di dalam kitab. Bayangan putih keperakan itu dapat dilihat oleh Arya yang berada di situ. Kekagumannya akan kemampuan Bayu menjadi semakin bertambah. Bagaimana tidak hanya dengan duduk bersila dengan pejamkan mata pemuda itu telah mempelajari hampir seluruh isi kitab ilmu telapak tangan dewa. Beberapa saat kemudian Bayu pun membuka matanya.


Dengan penasaran Arya  menanti apa yang akan dikatakan Bayu. Ia menebak-nebak bahwasanya pemuda itu telah berhasil mempelajari seluruh isi kitab. Namun ia sendiri ragu apakah benar apa yang dipikirkannya. Terasa sangat mustahil ilmu yang harusnya dipelajari dalam waktu dua puluh tahun itu, dapat diselesaikan hanya dalam waktu sepeminuman teh oleh seseorang yang umumnya tergolong amat muda.


“Bagaimana ketua, apakah kau bisa mempelajari sekitar tersebut?” Tanya Arya Penasaran.


“Pada dasarnya ilmu telapak tangan dewa yang ada di dalam kitab ini terdiri dari dua macam. Yang pertama adalah ilmu menghimpun tenaga sakti, yang disebut dengan tenaga sakti jiwa suci. Tenaga ini pun memiliki empat tingkatan. Sedangkan pelajaran yang kedua merupakan pelajaran jurus-jurus yang terdiri dari delapan tingkatan. Ke semua isi pelajaran yang ada di kitab ini setelah aku kuasai seluruhnya.” ucap Bayu menerangkan.


Arya tercengang dengan penjelasan Bayu. Mendiang gurunya saja tidak pernah mengatakan tentang seluk-beluk ilmu yang menjadi pusaka pegunungan tangan dewa. Kini pemuda yang berada di hadapannya ini telah menjelaskan secara terperinci dan berhasil menguasai seluruh isi kitab nya.

__ADS_1


“Selamat ketua, mungkin selain sang pencipta ilmu ini hanya ketua lah yang berhasil mencapai tingkatan ini.” Puji Arya tulus.


“Nanti  kau pun akan ku bantu untuk mempelajarinya. Marilah kita ke belakang bukit akan kutunjukkan bagaimana sebenarnya kekuatan dan kedahsyatan ilmu telapak tangan dewa.”


Keduanya pun meninggalkan ruang rahasia perguruan tangan dewa itu. Tak berapa lama kemudian kini mereka sudah berada di belakang bukit benteng Dewa. Nampak kepergian mereka tadi dilihat oleh beberapa orang murid dan beberapa orang pendekar lain. Dengan penasaran mereka mengikuti keduanya ke belakang bukit benteng dewa.


“Kak Bayu!” panggil Intan. “Bagaimana hasilnya? Apakah kau berhasil mempelajari ilmu andalan perguruan tangan dewa?” Tanya Intan lagi.


Bayu pun tersenyum melihat Intan yang sudah berada di situ, kemudian ia mengangguk sebagai jawaban pertanyaan Intan.


“Ketua telah berhasil mempelajari seluruh isi kitab, nona Intan.” Ucap Arya menjelaskan.


Bayu mengambil tempat tepat di tengah-tengah lapangan belakang bukit Benteng Dewa. Kemudian pemuda itu mengerahkan tenaga sakti yang baru saja dipelajarinya. Nampak cahaya berwarna keperakan melapisi seluruh tubuh pemuda itu. Kemudian pemuda itu mempraktekkan ke delapan jurus yang di pelajarinya dari isi Kitab Telapak Tangan Dewa.


“Aku berani jamin, sang pencipta ilmu telapak tangan dewa ini pun belum tentu bisa menguasai sebagaimana pemuda tersebut menguasainya.” Ucap Pertapa Sakti Tangan Dewa. Kini di tempat itu juga sudah ada Jaka dan yang lainnya.


Kemudian  Bayu melayang  tinggi ke udara. Ada sekitar dua puluh tombak ia berada diatas tanah. Lalu pemuda itu mengerahkan tenaga sakti  Ilmu Tujuh Gerbang Alam semesta tingkat ke empat miliknya. Kilat keperakan mulai memancar dari  tubuh Pemuda tersebut. Tempat sekitarnya menjadi bergetar terkena biasan gelombang tenaga halilintar yang memancar dari tubuh Bayu.


“Tenaga Sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta.” Gumam Jaka.


Kini di udara Bayu mempraktekkan ke delapan jurus telapak tangan dewa dengan menggunakan tenaga sakti Ilmu tujuh gerbang alam semesta. Tentu saja jurus-jurus itu menjadi jauh lebih dahsyat dari sebelumnya. Memang pada dasarnya Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta yang digunakan oleh Bayu tidak menggunakan jurus-jurus tertentu. selama ini pemuda itu hanya mengandalkan  tenaga saja dalam menyerang.


“Entah apa jadinya apabila pemuda itu masih dalam lingkaran kesesatan. Mungkin tak akan ada lagi tempat bagi pendekar-pendekar beraliran putih di dalam dunia persilatan ini.” Ucap Pertapa Tanpa Nama yang merasa ngeri sekaligus kagum dengan kehebatan yang dimiliki oleh Bayu.

__ADS_1


Setelah selesai mempraktekkan ke delapan jurus telapak tangan dewa dengan menggunakan ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke empat Bayu pun turun kembali ke bawah. Intan dan Arya langsung menyambut pemuda tersebut.


“Entah kata-kata apa yang harus aku ucapkan untuk menunjukkan kan alasan kekagumanku terhadap ketua. Terutama dengan ilmu telapak tangan dewa yang ketua gabung dengan ilmu tujuh gerbang alam semesta tadi.” Ucap Arya dipenuhi rasa kekaguman.


“Di atas langit masih ada langit. Entah hari ini ataupun esok ataupun yang akan datang pasti akan ada orang yang memiliki kemampuan di atasku. Mulai besok aku akan ajarkan murid-murid perguruan tangan dewa ilmu dari dua kitab yang aku pelajari. Baik dari kitab pusaka telapak tangan dewa maupun dari kitab dasar perguruan ini. Dan secara khusus aku akan ajarkan kau ilmu Pusaka Telapak Tangan Dewa ini.” Ucap Bayu.


“Menghadap ketua.” Ucap Pranggala yang tiba-tiba muncul dan langsung berlutut.


“Bangunlah paman. Ada apa?”


“Mohon maaf ketua, sudah beberapa hari ini kita meninggalkan Istana Lembah Neraka.  Saya memohon izin untuk kembali terlebih dahulu ke Lembah Neraka.” Ucap Pranggala.


“Baiklah paman, aku pun berpikir hal demikian. Sesampainya di sana nanti kau bikin perketat lagi penjagaan untuk masuk ke lembah neraka. Bila perlu kau tambahkan jebakan-jebakan yang baru agar orang lain tidak bisa lagi masuk sesuka hatinya ke dalam lembah. Terutama jalan-jalan dari bukit menuju lembah.”


“Baik ketua, perintah akan segera aku laksanakan.” Ucap Pranggala.


Setelah berpamitan dengan Bayu dan juga yang lainnya, Pranggala beserta beberapa anggota perkumpulan Istana Lembah Neraka yang lain beranjak meninggalkan benteng Dewa.


Bersambung..


Jangan lupa like dan komentarnya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2