Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.198. Pertandingan Ke dua


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semest...


...Episode 198...


 


Pendekar Macan Putih nampak terkejut melihat mahluk yang ada di hadapannya. Ia tak menyangka sama sekali maung kembar bukit garu berubah menjadi manusia setengah harimau. Ada kegentaran yang menyelimuti hatinya. Keduanya pun kembali saling menyerang.


Sreeett..


Kali ini yang terkena serangan adalah Pendekar Macan Putih. Lengan kirinya robek dan mengucurkan darah segar. Nampak dari matanya kegeraman luar biasa karena lawan dapat membalik keadaan.


Pendekar Macan Putih meningkatkan pengerahan tenaganya. Perlahan seluruh tubuhnya berubah menjadi kehitaman. Bau amispun semakin menyengat di tempat itu. Beberapa orang penonton bahkan ada yang roboh menggelepar lalu tewas dengan mulut berbusa karena keracunan.


“Aneh sekali! Di dalam kitab ilmu Racun Kelabang Hitam tidak ada perubahan seperti yang ia tunjukan. Pendekar Macan berubah menjadi manusia racun seutuhnya.” Gumam Bargawa.


Pendekar Macan Putih dan Maung Kembar Bukit Garu kembali saling serang. Keduanya menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Serangan cakar kini lebih banyak berubah menjadi serangan telapak dan dan pukulan.


Blammm..


Dua buah telapak beradu. Keduanya terlempar beberapa tombak. Ledakan yang terjadi bukan hanya melemparkan mereka yang bertarung, namun juga membuat terdorong beberapa hadirin yang menonton. Beruntung tidak ada yang terluka dalam, baik dari penonton maupun mereka yang bertarung. Pendekar Macan Putih dan Maung Kembar Bukit Garu kembali saling serang.


Sreeeett..


Sreettt..


Sebuah cakar bersarang ke dada masing-masing lawan. Pendekar macan putih nampak meringis menahan sakit. Dari luka yang menganga di dadanya mengeluarkan darah segar.


Sementara Maung Kembar Gunung Garu yang terkena cakar di bagian perutnya roboh seketika. Perlahan tubuh orang tua itu berubah menjadi hitam. Bagaikan cacing kepanasan tubuhnya berkelojotan dengan mulut berbusa. Hingga sesaat kemudian iapun tewas terkena racun kelabang hitam.


“Pertandingan demenangkan Pendekar Macan Putih.” Seru pemandu pertandingan.

__ADS_1


Mayat Maung Kembar Bukit Garu di bawa ke pinggir lapangan oleh anak buah Braja Pasupata si Dewa Iblis Kegelapan. Nampak sekali mereka telah menyiapkan segalanya. Sampai-sampai untuk mengangkat mayat yang tewas keracunan mereka menggunakan sarung tangan khusus.


Taapp..


Baru saja para petugas meninggalkan panggung, nampak seorang lelaki tua lain memasuki lapangan. Ia adalah satu dari Tiga Manusia Sesat dari selatan yang bernama Gandapala itu. Ia merupakan orang tertua diantara mereka bertiga.


“Bersiaplah untuk bertarung denganku!” ucap Gandapala.


Pendekar Macan Putih memasukan sebuah pil kedalam mulutnya. Iapun menarik nafas dalam sambil mengerahkan tenaga saktinya. Sesaat saja nampak Pendekar Macan Putih kembali segar seperti semula. Nampak luka-luka di tubuhnya berhenti mengalirkan darah segar.


“Entah apa hubunganmu dengan Raja Iblis Kelabang di Negeri Utara, hingga kau memiliki Ilmu Kesaktiannya.” Tanya Gandapala yang tertua dari Tiga Manusia Sesat dari Selatan.


“Itu bukan urusanmu. Bertarung ya bertarung.. siapa yang terhebat dialah yang menjadi ketua dunia persilatan.” Jawab Pendekar Macan Putih Ketus.


“Pertarungan selanjutnya dimulai..” teriak pemandu.


Keduanya langsung melesat saling menyerang. Kali ini Pendekar Macan Putih benar-benar bertemu lawan Tangguh. Dalam sepuluh jurus saja nampak ia sudah mulai keteteran.


Bukk...


Pendekar Macan Putih mendapatkan tendangan keras di lambungnya. Iapun tersurut mundur kebelakang. Tangannya memegangi lambung yang mulai terasa nyeri.  Matanya mendelik ke arah Gandapala. Ia tak mengira lawannya kali ini memiliki tenaga yang berada jauh di atasnya.


Kembali Pendekar Macan Putih mengerahkan tenaga saktinya ketingkat paling tinggi. Kembali seluruh tubuh Pendekar Macan Putih Berubah Menghitam. Kemudian iapun langsung menyerang  Gandapala.


Gandapala yang memang berpengalaman paham betul bagaimana menghadapi musuh yang menggunakan tenaga racun. Mudah  saja baginya menghindari setiap serangan Pendekar Macan Putih. Apalagi tenaga yang dimiliki oleh Pendekar Macan Putih masih jauh di bawahnya.


Merasa tenaga lawan memang berada di atasnya, Pendekar Macan Putih melesat mundur beberapa langkah. Kemudian ia mengambil sebiji pil lalu di masukan ke dalam mulutnya. Pendekar Macan Putih mengerahkan tenaganya. Kali ini nampak kekuatan lelaki itu  bertambah sepuluh kali lipat.


Tubuh Pendekar Macan Putih mulai mengeluarkan asap berwarna hitap. Asap ini mengandung racun kelabang hitam yang amat ganas. Beberapa orang hadirin yang tercium aroma  berasal dari asap itu, langsung tewas dengan tubuh menghitam.


“Apa yang dimasukkan orang itu kedalam mulut nya tadi. Sehingga  orang itu mampu mengeluarkan Ajian Kelabang Hitam tingkat Akhir.” Gumam Bargawa.

__ADS_1


“Serpertinya ia memakan pil peningkat tenaga. Seperti orang yang kuhadapi dulu di pulau Es.” Sahut Bayu Pelan. “Sepertinya orang yang dipanggil Pendekar Macan Putih itu telah menjadi pengikut Dewa Iblis Kegelapan yang bernama Braja Pasupata itu.


Pertarungan kembali terjadi. Keadaan berbalik, kini Pendekar Macan Putih yang berada di atas angin. Beberapa kali Gandapala  harus bergulingan menghindari serangan lawan. Hingga pada jurus ke tiga puluh, pergelangan tangannya terkena sambaran cakar Pendekar Macan Putih.


Craakkk..


“Ukhh..” Gandapala melenguh menahan sakit karena kuku-kuku tajam Pendekar Macan Putih yang mengandung racun itu.


Sraaakkk..


Gandapala menarik tangannya yang terkena cakaran Pendekar Macan Putih hingga putus. Ia lebih memilih memutuskan tangannya karena sadar dalam waktu singkat racun itu akan dapat merenggut nyawanya. Darah segarpun mengalir deras dari tangan yang terputus itu. Gandapala pun menotok daerah yang terluka untuk menghentikan pendarahan.


“Aku menyerah.” Ucap Gandapala.


“Hahaha maka kau ciumlah kaki ku ini.” Ucap  Pendekar Macan Putih. “Tapi kuakui pengamatanmu sangat jeli orang tua. Kau tau bahwa pada tingkat ini Ilmu Kelabang Hitam sulit untuk di obati kecuali oleh orang yang berada di sana itu.” Tunjuk Pendekar Macan Putih ke arah Bayu.


Sebenarnya Gandapala tak mengerti apa maksdud pembicaraan Pendekar Macan Putih. Ia pun melihat ke arah tenda yang di tempati Bayu dan rombongannya. Keningnya berkerut karena di sana ia hanya mendapati orang-orang yang tak ia kenal, dan menurutnya tak memiliki keistimewaan sedikitpun.


Memang tiga bersaudara Manusia Sesat dari Selatan baru saja datang ketempat itu. Hingga ia tidak mengetahui saat pemandu acara memperkenalkan orang-orang yang datang termasuk Bayu si Rajawali Merah. Ia pun belum pernah bentrok dengan Bargawa Raja Kelabang, sehingga tak satupun yang ia kenali.


Gandapala menghampiri Pendekar Macan Putih. Ia pun berlutut sepertinya memang akan mencium kaki lelaki itu. Namun tak disangka-sangka orang tua itu malah melakukan serangan terhadap Pendekar Macan Putih.


Blaaamm..


Pendekar Macan Putih terjajar tiga langkah kebelakang. Sedangkan Gandapala terlempar kuat sampai keluar lapangan. Rupanya Pendekar Macan Putih telah siaga dengan segala kemungkinan. Sehingga pada saat serangan mendadak tadi, ia masih sempat menangkisnya dengan tenaga sakti yang ia miliki.


Gandapala tewas seketika dengan tubuh menghitam. Satu dari Manusia Sesat dari Selatan itu tak menyangka lawan telah siaga dengan serangan gelapnya. Tak ayal bentrokan tenaga menimbulkan kerugian besar untuknya. Kali ini bukan hanya lengan yang putus dari tubuhnya. Tapi nyawanya yang telah minggat dari  raganya.


“Pendekar Macan Putih Menang.” Seru pemandu pertandingan.


Bersambung..

__ADS_1


Jangan lupa kasih like dan komentar untuk mendukung novel ini dan bentuk apresiasi kepada penulis.


Telah Terbit karya baru saya yang berjudul "PENDEKAR BAYANGAN DEWA" cerita bergenre Fantasi Xianxia, bercerita tentang Putra Dewa Tertinggi Raja Langit yang terjebak muslihat raja Iblis hingga terdorong ke pintu reinkarnasi manusia. Lalu bagaimana kisahnya, klik profil saya dan temukan ceritanya


__ADS_2