
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 235...
“Ada apa eyang apa sebenarnya yang terjadi? mengapa eyang begitu resah.” Tanya Intan yang tidak sabaran melihat perubahan pada raut wajah kakeknya.
“Ucapan mu itu tadi yang mengejutkanku. Cerita ini memang turun-temurun diwariskan hingga sampai kepada kami. Konon katanya seribu tahun yang lalu hidup dua mahluk keramat ini. Mereka diciptakan oleh Yang Maha Kuasa untuk menjaga keseimbangan bumi. Namun sebagian manusia yang melihat kehebatan mereka menganggap mereka adalah Dewi yang menguasai dunia lalu mereka pun disembah.
Bidadari Giok es yang menyadari bahwa itu adalah sebuah kekeliruan, menyadarkan umat manusia yang menyembahnya bahwa ia hanyalah satu dari ciptaan yang maha kuasa. Namun berbeda dengan Bidadari burung api, Melihat banyak yang begitu memujanya Ia pun menjadi sombong dan angkuh. Timbul dalam dirinya perasaan bahwa memang ia adalah seorang Dewi yang patut di sembah.
Karena sikap Bidadari giok es yang dianggap mengganggu kesenangan Bidadari burung api, akhirnya ia oun memusuhinya. Sering kali terjadi pertarungan yang dimulai oleh bidadari burung api. Karena pertarungan dua makhluk yang memiliki kesaktian yang amat dahsyat itu terjadi kehancuran di mana-mana. Walaupun mereka berdua sejatinya adalah dua bersaudara, namun pertarungan itu benar-benar sebuah pertarungan yang mematikan. Hanya saja dikarenakan mereka diciptakan untuk abadi sepanjang dunia, hingga setiap kali mengalami kematian, mereka hidup kembali.
Lalu pada suatu kebangkitan mereka yang kesekian kalinya, dua makhluk keramat itu tidak lagi diberikan raga. Ia hanya diciptakan dalam bentuk kekuatan berupa roh yang harus menitis kepada manusia yang diberikan takdir menerima kekuatan tersebut dengan tujuan menjadi penjaga di dunia yang penuh kejahatan ini. Hanya saja lagi-lagi burung api membuat masalah, selalu ia berusaha menguasai raganya. Ketika itu ada seorang manusia sakti yang mampu menangkap dan menaklukkannya hingga Ia pun dipisahkan menjadi dua buah benda berkekuatan api. Pedang Naga Geni dan Batu pusaka Ular Api.
Orang sakti itu memberikan kedua benda tersebut kepada leluhur kami. Lalu turun temurun benda itu ada bersama kami. Leluhur kami merupakan seorang suku api penyembang burung api yang meninggalkan pulau api dan hidup di daratan luas ini. Ia meninggalkan pulau karena memang tak sependapat dengan penyembahan mahluk keramat itu.”
Panjang lebar orang tua itu menceritakan tentang bagaimana sejarah dari dua makhluk keramat itu, bidadari Giok es dan Bidadari burung api. Ketiga orang anak muda itupun mendengarkan dengan serius. Tidak sekalipun dari mereka kali ini yang memotong pembicaraan orang tua itu.
“Sebenarnya surat yang kuterima tadi ada hubungannya dengan makhluk keramat burung api itu.” ungkap Bayu setelah orang tua itu selesai bercerita.
__ADS_1
Secara singkat Bayu pun menceritakan tentang apa yang terjadi dengan Nalini. Juga tentang pertemuannya dengan orang-orang yang mengaku sebagai suku api. Eyang Ranubala pun mendengarkan dengan seksama. Tanpa mereka sadari, pembicaraan mereka tentang burung api itu sangat menarik perhatian Pangeran Mandala.
“Mereka berbohong! Keturunan suku api asli hanyalah tinggal aku dan majikan Lembah neraka yang dulu. Menurutku sekarang di lembah neraka tidak ada lagi keturunan asli suku api.” ungkap eyang Ranubala
“Benar sekali apa yang kau katakan eyang. Kakekkulah keturunan terakhir dari suku api yang mengungsi dari pulau api saat musibah terjadi di pulau itu. Sedangkan Ayahku bukanlah seorang suku api sehingga keturunan suku api pun putus.” Timpal Bayu.
“Kalau menurut ceritamu itu, maka teman kalian yang bernama Nalini itu telah dikuasai oleh roh burung api. Saat ini raganya yang menguasai bukan gadis itu melainkan roh api. Itu sebabnya saat kalian bertemu ia seolah tidak mengenali. Apabila dalam sepuluh hari gadis itu tak mampu sadarkan diri, maka ia akan hilang selamanya dari raga itu.
“Lalu apakah eyang memiliki cara untuk menyadarkan kak Nalini agar bisa kembali menguasai raganya.” Tanya Intan. Nampak gadis itu mulai merasa bersalah.
“Hanya ada dua cara. Pertama mengeluarkan roh burung api dari raganya. Itu artinya gadis itu tidak lagi memiliki kekuatan seperti saat ini. Yang kedua, membuat jiwanya menjadi lebih kuat. Kurasa hanya kalian temannya yang paham betul akan sifat gadis itu. Apa yang membuat dia gembira dan apa yang membuat dia bersedih itu akan sangat berpengaruh dalam menguatkan jiwa gadis itu.”
“Ada apa cucuku?”
“Tidak apa-apa eyang.” Jawab Intan singkat sambil menggelengkan kepala atas pertanyaan eyang Ranubala
“Bila sudah seperti ini keadaannya, Baiklah aku serahkan masalah ini kepada kalian. Hanya pesanku satu, roh keramat burung api sangat berbahaya. Apabila ia mampu menguasai raga yang ditempatinya sepenuhnya, maka ia akan bangkit lagi secara utuh. Ada kemungkinan makhluk itu akan membawa kehancuran lagi di dunia ini.”
Setelah menjelaskan semuanya dan mendapat keterangan dari Bayu bahwa malaikat bertangan Sakti sudah meninggal dunia dan dimakamkan di hutan pengecoh arwah orang tua itupun meminta diri untuk pulang ke padepokannya di negeri timur. Sementara itu Pangeran Mandaka berubah pikiran tidak lagi memiliki keinginan mendekati Bayu. Ia memikirkan cara Bagaimana mendapatkan kekuatan roh burung api agar menjadi miliknya.
__ADS_1
“Kekuatan itu harus menjadi milikku. Sebaiknya Aku akan meminta petunjuk dari orang tua yang tinggal diLembah alam roh itu. Aku rasa dia yang sudah berumur ratusan tahun itu pasti mengetahui tentang kekuatan api dan bagaimana cara mengendalikannya.” Ucap Pangeran Mandaka dalam hatinya.
Setelah berpamitan dengan Bayu dan juga Intan, Pangeran Mandaka pun meninggalkan Rumah makan itu. Ia berencana menemui orang tua yang mengasingkan diri di tempat terpencil bernama lembah alam roh. Orang-orang desa yang berdekatan dengan lembah alam roh tahunya dia merupakan seorang tua panjang umur yang ahli mengobati orang sakit.
Lembah alam roh sendiri bukanlah berada di alam roh seperti namanya. Lembah alam roh terletak di bawah bukit yang bersampingan dengan desa yang bernama Desa alam roh. Desa itu dinamai Desa alam roh dikarenakan para penduduknya dahulunya terkenal dengan orang-orang yang memiliki kekuatan rohani tinggi. Mereka hidup sederhana lepas dari keduniawian.
Setelah melakukan perjalanan dua hari dua malam dengan sedikit saja waktu beristirahat, Pangeran mandaka pun akhirnya sampai di tempat tujuan. Lembah alam roh tidak seperti namanya yang terkesan angker, ternyata tempat itu terlihat cukup indah. Di lembah yang tidak begitu luas itu terdapat sebuah pondokan kecil namun terlihat sangat bersih dan nyaman. Pangeran Mandakapun perlahan menghampiri pondokan itu.
“Orang tua! Aku datang lagi untuk meminta petunjukmu.” Teriak pangeran Mandaka yang terkesan begitu kasar.
“Hmmmm.. untuk apalagi kau datang ke sini mengusikku bocah kurang ajar.” Jawab seseorang dari dalam pondok.
“Hahaha kau mengatakan aku kurang ajar, sedikit banyaknya aku ini adalah muridmu. Walau dengan setengah hati kau mengajariku.” ucap Pangeran mandaka masih dengan nada bicaranya yang terkesan sangat kurang ajar itu.
“Jika saja bukan kerana janjiku kepada leluhurmu itu, tentu aku tidak akan sudi menjadi mengajarimu. Sebuah kedosaan yang sangat besar kulakukan dengan mengajarimu berbagai macam ilmu kesaktian. Seharusnya aku bisa tenang meninggalkan dunia ini, namun hutang janjiku untuk mengajari salah satu keturunan sahabatku itu belum terlaksana maka sulit bagiku untuk meninggalkan kan dunia ini. Karena janjiku itu, niat ku untuk moksa dari dunia ini terhalang.”
“Apa kau kata orang tua. Walaupun hampir semua ilmu kesaktian yang kau miliki sudah kau ajarkan padaku, tetap saja ilmu tujuh gerbang alam semesta yang kau ciptakan itu tidak pernah kau ajarkan untukku. Artinya kau belum menepati janjimu kepada mendiang leluhurku.” Bantah Pangeran Mandaka. Padahal saat ini ada seorang pemuda di luar sana yang sudah menguasai ilmu itu sampai tingkat ke enam.” Ucap pangeran mandaka gusar.
Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan komentar agar novel ini lebih maju lagi.