
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta ...
...Episode 290...
Melihat lawan sudah terkena satu kali serangannya, dan payang untuk bangkit, kembali Bayu melayangkan tenaga sakti Gerbang Embun. Tenaga sakti ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat pertama yang sudah melewati tahap penyempurnaan itu menjadi sangat tangguh. Raja Siluman ular mulai kaku membeku. Sesaat kemudian tubuhnya diselimuti tumpukan embun yang berubah seperti salju.
Bayu menghela nafas panjang setelah berhasil mengalahkan ke enam lawannya. Ia pun bergegas menuju ke tempat Pertapa Sakti Tanpa Nama yang berusaha diobati oleh Arya. Namun baru saja ia akan melangkah, tiba-tiba sesuatu yang tak disangka-sangka terjadi.
Embun berupa es yang menyelimuti potongan-potongan tubuh kelima musuh berpakaian hitam mulai mencair dikarenakan saat itu matahari memang bersinar dengan terik. Namun akibatnya beberapa potongan tubuh itu menyentuh tanah. Perlahan-lahan potongan-potongan tubuh itu menyatu. Sesaat kemudian kelima orang berpakaian hitam itu kembali hidup dengan keadaan jasad masih utuh dan lengkap.
“Edan!” maki Bayu.
Salah seorang dari lima orang berpakaian serba hitam menuju tubuh Raja Siluman Ular yang telah membeku dan mulai mencair. Lalu dengan sekali pukulan mengandung tenaga dalam ia membuat retak es yang menyelubungi Raja Siluman ular. Lalu terbebaslah Raja Siluman Ular dari kurungan berbenruk Es itu. Sedikit saja ia terlambat dibebaskan niscaya Raja Siluman Ular akan tewas karena kehabisan nafas.
Tubuh Raja Siluman Ular yang masih lemah di angkat oleh salah seorang berpakaian serba hitam. Kemudian iapun berniat akan meninggalkan tempat itu. Bayu yang melihat Raja Siluman Ular akan melarikan diri, tidak mau tinggal diam. Ia pun melesat menyerang ke arah Raja Siluman Ular.
(Raja Siluman ular melarikan diri)
Melihat Bayu yang sudah akan menyerang lagi mencegat kepergian raja siluman ular, ke empat orang berpakaian serba hitam yang lain berusaha mencegahnya. Serempak mereka mencegat Bayu dengan pukulan racun kelabang. Namun saat ini Bayu Sudah menggunakan ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke dua, gerbang api. Ia membiarkan tubuhnya mendapatkan serangan dari lawan.
“Ukhh..”
__ADS_1
Beberapa orang yang menyerang Bayu menjerit kesakitan ketika serangan mereka tertahan pancaran api Putih nyang menyelimuti tubuh pemuda itu. Kekuatan gerbang api itu langsung membakar kedua tangan mereka. Mau tidak mau terpaksa ke empat orang itu membiarkan Bayu ke arah orang yang membawa Raja siluman Ular.
Blammmmmm..
Serangan Jarak Jauh Bayu lontarkan ke arah orang berbaju hitam yang membawa siluman ular. Serangkum tenaga hawa api putih melesat cepat menerjang ke arah orang itu. Terjadi ledakan saat serangan Bayu mengenai orang yang membawa Raja Siluman Ular. Sontak orang itu terlempar, sementara Raja Siluman Ular terbanting ke tanah. Kembali Bayu mengincar Raja Siluman Ular, namun lagi-lagi pemuda itu dibuat kesal dengan melesatnya ke lima orang berpakaian serba hitam menghalangi.
Blammm...
Kembali Bayu mengerahkan tenaga sakti ilmu tujuh gerbang alam semesta gerbang apinya ketika kelima orang itu mendekat. Tidak ada yang terlempar saat ledakkan terjadi, karena kekuatan Bayu memang mengikat mereka untuk tidak bisa kemana-mana. Perlahan Api putih yang memancar di tubuh Bayu melebar hingga meliputi kelima orang berpakaian serba hitam. Saking panasnya api yang menyerang mereka hingga ke lima orang itu berubah menjadi debu.
Setelah ke lima penyerang Bayu hancur menjadi debu, Pemuda itu pun menghentikan pengerahan tenaga saktinya. Seketika debu berterbangan tertiup angin, sebagiannya menyentuh tanah. Bayu menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Ternyata kali ini mereka benar-benar mati tidak bangkit lagi.
Bayu melangkah menuju Raja Siluman Ular. Setelah jaraknya sudah berada tiga tombak, pemuda itupun langsung melontarkan tenaga saktinya menyerang Raja siluman ular. Seketika serangkum kekuatan berbentuk api putih melesat cepat ke arah siluman tersebut. Sesaat sebelum tenaga sakti itu mengenai Raja Siluman Ular, Bayangan hitam keemasan melintas sambil menyambar tubuh Raja Siluman Ular.
Di hadapan Bayu kini muncul seorang lelaki berusia sekitar tiga puluh tahunan menggunakan pakaian berwarna keemasan. Dari tubuhnya memancarkan sinar hitam. Lelaki itu sedang mengerahkan tenaga sakti ilmu semesta hitam. Di tangan kanannya mencengkram pakaian Raja Ular Siluman Hitam.
“Siapa kau? Bukan kah kau yang telah mencampuri urusanku?” sahut Jaka sinis.
Terkejut juga Rajawali Merah melihat kehebatan lawan. Tenaga sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta yang di lontarkannya dapat dihindari lawan. Padahal itu merupakan tenaga sakti gerbang ke dua, kecepatannya tidak sembarang orang bisa melihatnya. Sedangkan orang itu mampu menyelamatkan Raja Siluman Ular yang menjadi target.
“Sepertinya orang ini memiliki Ilmu seperti raja barat,” Gumam Bayu dalam hati.
__ADS_1
“Seharusnya kau memanggil aku paman, karena sedikit banyaknya aku saudara dari ibumu.” Ucap lelaki berpakaian keemasan. Tubuhnya masih memancarkan ilmu semesta hitam. Ia tak lain Eka Wirendra.
“Aku tidak pernah merasa mempunyai paman sepertimu. Ibuku pun tak pernah menjelaskan bahwa diluaran aku memiliki seorang paman,” sahut Bayu dingin.
Sebenarnya Bayu sedikit percaya dengan ucapan Eka Wirendra. Semua karena ilmu semesta hitam yang di gunakan oleh putra raja barat itu. Ia dapat langsung berkesimpulan bahwa Eka Wirendra adalah putra Raja Barat dari istri yang lain.
“Walaupun kau tidak mengakui aku sebagai paman mu, itu tidak mengubah kenyataan bahwa aku adalah saudara dari ibumu. Seharusnya kau membantu perjuangan kakekmu, bukan malah menentangnya.”
“Aku tidak pernah ikut campur dengan urusan Raja Barat. Aku pun tidak pernah menghalang-halangi nya. Hanya saja untuk urusan Raja ular lain hal. Ia telah memakai jasad seseorang yang telah membesarkanku,” sahut Bayu geram.
“Kau bolehmengambilnya kembali asalkan kau bisa merebutnya,” tantang Eka Wirendra
Mendengar ucapan dari Eka wirandra, Bayu langsung melancarkan serangan jarak jauhnya kepada putra mahkota kerajaan barat itu. Rajawali merah melancarkan pukulan bertenaga api gerbang kedua ilmu tujuh gerbang alam semesta. Kali ini Eka Wirendra dapat dengan mudah mematahkan serangan Bayu menggunakan ilmu semesta hitam.
Melihat itu Bayu langsung merubah tenaga Sakti yang ia gunakan menjadi ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat ke empat, gerbang halilintar. Tubuhnya seketika itu juga memancarkan halilintar putih berderapan. Gelegar bak badai petir semakin terdengar dari tenaga sakti yang Bayu pancarkan.
Bayu melesat melancarkan pukulan sakti bertenaga petir putih gerbang ke empat. Secepat kilat gerakan Bayu melesat menerjang lawan. Namun gerakan lawan tak kalah cepat dari gerakan pemuda itu. Hanya berselang waktu yang sangat singkat ia berhasil menghindari pukulan Bayu.
Blaaammmm..
Ledakan Dahsyat terjadi. Sayangnya serangan itu berhasil di hindari Eka Wirendra yang menjadi lawan Bayu. Rupanya walau belum sempurna di pelajari, Ilmu semesta hitam menjadi lawan sebanding Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta yang Bayu kuasai saat ini.
__ADS_1
Bersambung..