Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Penyelamatan Bayu dan muslihat Pangeran Mandaka


__ADS_3

Episode 315


Belati naga pembasmi iblis merupakan sebuah senjata yang digunakan para pendekar untuk membasmi kekuatan ilmu hitam. Siapa pun orangnya yang memiliki ilmu hitam apabila terkena belati ini maka orang tersebut akan lemah tak bertenaga. Tenaganya akan terserap kedalam belati.


Intan yang melihat keadaan Bayu sangat payah, berniat untuk melabrak orang-orang yang menawan pemuda itu. Namun niat gadis itu kangen jadi ia lakukan karena ancaman resi yang menyandra itu terlihat tidak main-main. Di saat keadaan semakin tiba-tiba saja terdengar suara hentakan kaki kuda yang cukup banyak. Kemudian muncul seorang punggawa kerajaan mendahului rombongan berkuda yang kelihatan hendak datang ke tempat itu.


“Prabu Raga Lawing Raja kerajaan Nagendrapura tiba!” teriak punggawa itu.


Mendengar teriakan itu semua orang yang ada di sana langsung mengalihkan pandangan mereka kepada rombongan yang nampak sudah mendekati tempat. Tak ada satupun dari resi penjaga yang berani mencegah kedatangan mereka ke Bukit kayangan. Tak berapa lama kemudian para rombongan itu pun tiba di depan kuil agung.


Dari sebuah kereta mewah muncul didampingi oleh Mahapatih Pranggala. Semua orang yang menunggang kuda di belakangnya sudah turun mendahului dan berlutut dengan satu kaki. Kemudian mereka meneriakkan puji-pujian kepada sang raja dan kerajaan yang dipimpinnya.


“Kuil Agung merupakan satu tempat dari wilayah kekuasaan Kerajaan Nagendrapura yang dulunya bernama kerajaan Selatan. Karena itu segala perintah maupun aturan yang aku tetap kan berlaku juga di tempat ini,” ucap Prabu Raga Lawing lantang.


Semua orang mendengarkan dengan seksama apa yang diucapkan oleh prabu Raga Lawing, termasuk para pendeta dan para resi. Kemudian Prabu Pranggala melanjutkan kata-katanya.


“Untuk itu atas kekuasaan yang kumiliki, kuperintahkan kalian melepaskan Rajawali merah, yang sekarang merupakan raja kecil di sebuah negeri kecil yang bernama Ganendra. Apabila kalian membantah perintahku jangan salah kerajaan untuk meratakan kuil Agung ini.”

__ADS_1


Mendengar ucapan sang raja para resi yang memegang Bayu menjadi serba salah. Sejenak mereka melirik orang suci kuil  agung yang sedang dipapah beberapa orang resi dan pendeta. Nampak seorang resi di samping orang suci kuil agung menganggukkan kepalanya. Melihat isyarat yang diberikan oleh resi itu, para penyandera Bayu pun melepaskannya setelah terlebih dahulu mencabut belati naga pembasmi iblis di kedua bahu pemuda itu.


Beberapa orang prajurit langsung menghampiri dan menjemput Bayu. Kemudian mereka membawa pemuda itu  ke tempat sama Raja yang di situ sudah ada Intan bergabung. Sementara Nalini terlihat  mulai bisa bangkit sesudah diberikan pengobatan oleh tabib kerajaan yang sengaja dibawa.


Setelah memberikan salam kepada Manusia suci kuil agung, rombongan kerajaan bersama Intan, Nalini dan juga Bayu yang masih dipapah para prajurit meninggalkan tempat itu. Arah kepergian mereka menuju Lembah Neraka yang kini di sebagian besar wilayah sekitarnya berubah menjadi negeri kecil yang bernama Ganendra. Di tengah perjalanan, Prabu Pranggala memutuskan untuk kembali ke Istana karena tidak baik meninggalkan kerajaan kosong tanpa sang raja maupun Mahapatih. Akhirnya rombongan itu terbagi menjadi dua bagian, sebagian besar kembali kerajaan, sebagian kecilnya lagi mengikuti Bayu ke negeri Ganendra.


Selama dalam perjalanan, di kereta yang sudah disiapkan, Bayu mengobati luka-lukanya. Dengan bantuan obat pemulih tenaga pemuda itu berhasil membangkitkan kembali tenaga sakti Ilmu tujuh gerbang alam semestanya. Menggunakan gelombang kedua yaitu gerbang api semesta ia megobati luka dalam yang didapatnya. Tak sampai sepeminuman teh, Bayupun akhirnya sembuh seperti semula.


...***...


Sementara itu sepeninggalnya rombongan kerajaan, Manusia suci kuil agung, resi dan juga para pendeta di sana berlutut di depan salah seorang resi. Resi itu merupakan orang yang memberi isyarat kepada para resi yang menyandera Bayu untuk melepaskannya. Sepertinya Dia lah  pemimpin di tempat itu. Namun yang anehnya Manusia suci kuil agung yang merupakan pemimpin di sana pun ikut berlutut.


“Bangunlah, kalian tidak bersalah. Keadaan memang memaksa kita untuk melepaskannya. Jika tidak kita akan berurusan dengan pihak kerajaan baru itu. Dengan kekuatan yang kita miliki sekarang tentu bukanlah tandingan mereka. Apalagi di pihak mereka masih ada Bidadari Giok Es dan juga orang-orang istana lembah Neraka.” Ucap Resi yang menjadi pemimpin nampak memaklumi tindakan yang dilakukan oleh anak buahnya.


“Untungnya mereka tidak mengetahui keadaan kita sebenarnya. Terlebih lagi tentang para tawanan yang berada di penjara bawah tanah,” ucap pemimpin para resi itu lagi.


Perlahan pemimpin membuka pakaian dan penutup di kepalanya. Kemudian ia menghapus riasan dari wajahnya. Setelah semuanya beres, ternyata ia merupakan seorang pemuda yang menyamar. Seorang pemuda yang sangat kita kenal, yaitu Pangeran Mandaka.

__ADS_1


Setelah pangeran Mandaka membuka penyamarannya, para resi dan pendeta yang lain pun menyusul. Mereka membuka penyamaran mereka masing-masing. Ternyata sebagian besar resi dan pendeta di sana adalah anak buah pangeran Mandaka. Sebagian yang lainnya lagi memang para resi dan pendeta yang berkhianat. Termasuk lima resi yang membantu kerajaan  di medan perang waktu yang lalu, mereka termasuk para resi yang berkhianat karena iming-iming kesenangan yang berlimpah.


Lalu bagaimana bisa pangeran Mandaka menguasai kuil Agung dan menempatkan orang-orangnya di tempat itu? Lalu mengapa orang-orang yang menjadi bawahan pangeran Mandaka masih mau tetap setia setelah mengetahui kerajaan sudah mengalami kekalahan.


Sebelum Raja Pertama Kerajaan Selatan datang kemedan peperangan untuk membantu kerajaan, ia terlebih dahulu menjalankan rencananya kepada pihak kuil agung. Raja pertama kerajaan selatan melancarkan muslihatnya ke pada orang-orang kuil agung dengan cara memberi mereka racun pelemah tenaga. Racun itu sengaja di masukan kedalam sumur yang biasa digunakan untuk minuman para penghuni kuil agung.


Setelah rencana  berhasil, Raja selatan pertama langsung mengambil alih kuil agung. Para pendeta dan para resi yang tidak mau menakluk langsung di kurung di bawah tanah. Dan setiap hari diminumi racun pelemah tenaga, agar tidak bisa mengerahkan tenaga mereka kembali. Mereka sengaja tidak di bunuh karena Raja Selatan pertama dan pangeran Mandaka memiliki rencana sendiri. Untuk menggantikan posisi manusia suci kuil agung ditunjuk murid utama orang tua itu yang telah berhasil terbujuk rayuan raja pertama kerajaan selatan.


Terhadap Manusia Suci kuil yang agung mereka sangat berhati-hati. Orang tua itu sangat cepat sembuh dari pengaruh racun pelemah tenaga. Padahal tanpa meminum pemunahnya, racun itu akan hilang dalam tempo waktu satu bulan. Karen itu terpaksa orang-orang pangeran Mandaka memberinya racun setiap siang dan malam hari untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Begitulah cara mereka menguasai kuil agung dengan tujuan tertentu, termasuk mengambil kekuatan yang dimiliki oleh Bayu.


Bersambung..


*Sebelumnya Author meminta maaf kalau belakangan updatenya jadi jarang, karena menyesuaikan sistem dan aturan dari NT. Author sedikit teledor karena di awal bulan pada tanggal 1 kelupaan update, sehingga mengalami sedikit masalah dari aturan yang ditetaokan pihak NT. Untuk penyesuaian, update di bulan ini agak jarang. akan normal lagi setelah bulan juli nanti. dan Insya Allah novel ini akan tamat pada episode 400an.


 


 

__ADS_1


__ADS_2