Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Ajian Raga Inti Surya


__ADS_3

Episode 303


“Panca Sona!”


Terdengar pekikan nyaring suara Raja Barat. Setelah itu bagian-bagian tubuh raja barat yang meledak kembali menyatu membentuk tubuh utuh terbaring di tanah. Sesaat kemudian  Raja Baratpun bangkit. Ia kembali hidup dengan keadaan tubuh utuh seperti semula. Ia menengok kearah Saka Prawara Raja Pertama kerajaan selatan yang dalam keadaan sangat payah.


“Sepertinya ke lima gerbang tadi sangat menguras kekuatan di dalam tubuhku. Bahkan ia sangat berpengaruh terhadap ilmu pancasonaku. Ada beberapa bagian luka dalamku yang tidak sembuh. Hal ini tidak boleh diketahui Saka Prawara itu,” gumam raja barat dalam hatinya.


Raja Barat mengarahkan pandangannya kepada Raja Prawara. Dilihatnya orang tua itu masih berupaya untuk mengobati luka dalamnya. Sementara disekelilingnya tak ada satupun orang menjaga karena sibuk dengan lawannya masing-masing.


“Hahaha.. rupanya hari ini adalah hari kematianmu Prawara,” ucap Raja Barat yang Chandra Darpa itu.


Kemudian Raja Barat mengibaskan lengan bajunya ke arah Raja pertama kerajaan selatan. Serangkum tenaga berwarna kehitaman meluncur deras ke arah Raja Prawara dari kibasan lengan baju raja barat. Raja Prawara terlempar beberapa tombak jatuh ke tanah dan menyemburkan darah.


Raja barat kembali tertawa bisa menjadikan Raja Prawara bulan-bulanan serangannya. Raja pertama kerajaan selatan itu sendiri jatuh bangun berusaha untuk bangkit. Sesaat dia terdiam dan ragu hendak melakukan sesuatu, kemudian iapun memantapkan hatinya dan mengambil sesuatu dari balik bajunya.


Sebuah batu delima berwarna kemarahan kini berada di tangannya. Kemudian ia menelan batu delima itu. Sesaat kemudian tubuh Raja Prawara memancarkan sinar kemerahan. Perlahan-lahan kini seluruh kulit tubuhnya berubah menjadi berwarna merah.


“Raga Inti Surya,” gumam Raja Barat “Gawat, jangan sampai dengan tubuh itu ia berhasil menghimpun kekuatannya,” gumamnya lagi sedikit cemas.


Raga Inti Surya merupakan salah satu ajian yang ada di kitab Tenaga Sakti Inti Surya milik seorang pendekar sakti masa silam. Hanya orang yang memiliki tenaga inti api sejati di tubuhnya yang mampu menggunakan ilmu ini tanpa efeksamping. Apabila orang itu tidak memiliki inti api sejati, maka tubuhnya akan selamanya berubah berwarna kemerahan.


Namun kehebatan Raga Inti Surya ini akan membuat orang yang menggunakannya memiliki pemulihan diri yang cepat, baik akibat luka dalam maupun luka luar. Bahkan ia akan memiliki daya tahan mengerahkan tenaga sakti yang diluar batas kemampuan tubuh normalnya. Tubuhnyapun akan kebal dengan senjata tajam.

__ADS_1


Raja Barat yang tak ingin lawannya pulih keadaannya ,langsung menyerang Raja Pertama Kerajaan selatan itu. Ia melesat menyerang Raja Prawara secara langsung. Ia pun telah mengerahkan ilmu semesta hitam hingga batas maksimal. Hingga seluruh tubuh kakek rajawali merah itu dilapisi cahaya berwarna hitam.


Namun upaya pencegahan Raja Barat ternyata terlambat. Raja Prawara telah berhasil mengerahkan ilmu Raga Inti Suryanya. Iapun langsung menangkis serangan raja barat menggunakan tenaga inti suryanya.


Blammm...


Ledakan dahsyatpun terjadi. Raja barat terlempar hingga belasan tombak. Sementara raja pertama kerajaan selatan hanya terdorong kebelakang sebanyak tiga langkah. Raja Barat kalah tenaga dikarenakan pengerahan ilmu tujuh gerbang alam semesta sebelumnya yang membuat ia terluka dalam, dan tenaganya banyak berkurang. Sementara Raja Selatan Sendiri dengan Raga Inti surnyanya membuat kekuatannya bertambah dua kali lipat.


Raja pertama kerajaan selatan balik menyerang. Ia tidak memberi kesempatan untuk raja barat bernafas lega. Dengan tendangan kerasnya ia membuat Raja barat  terlempar ke atas. Kemudian  raja selatan menyusul tubuh raja barat yang meluncur ke atas lalu menendangnya kembali dari atas hingga meluncur kebawah. Tak sampai di situ, baru saja tubuh raja barat terhempas ke tanah. iapun membelah tubuh raja barat dengan sisi samping telapak tangannya.


Raja Brat terbelah dua, kemudian roboh jatuh ke tanah bersimbah darah. Hanya beberapa saat ia tewas, kemudian bangkit lagi dengan pancasonanya. Raja Prawara sendiri mengetahui akan terjadi seperti itu, iapun kembali menebas leher raja barat. Raja Barat kembali tewas dengan keadaan kelapanya terpenggal.


Sebelum raja barat bangkit Raja Prawara menggunakan tenaga inti apinya membakar jasad raja barat yang terbagi menjadi dua itu. Seketika kedua tubuh itu terbakar. Belum habis api membakar jasad raja barat, tubuh yang terpisah itu kembali menyatu, api pun padam seketika.


Sadar bahwa raja barat sedang mengulur waktu untuk mengerahkan gerbang ke lima, raja selatan langsung menyerangnya dengan gencar. Karena serangan itu pengerahan tenaga sakti raja barat pun menjadi buyar. Ia belum sampai ketarap mengerahkan tenaga dengan maksud hati, sehingga memerlukan waktu sedikit panjang untuk menggunakan gerbang ke lima.


Di pertarungan lain Gayatri telah mengalami kekalahan telak melawan empat orang pasukan pancasona yang mengeroyoknya. Beberpa kali ia jatuh bangun melakukan perlawaran terhadap ke empat pengeroyoknya. Hingga akhirnya ia pun tewas di tangan empat orang pasukan pancasona.


Akibat serangan yang dilakukan oleh pasukan pancasona, banyak prajurit-prajurit dari kerajaan barat yang tewas. Akibatnya, yang dimiliki oleh kerajaan Selatan hanya tinggal sepersepuluhnya saja.


“Serang dengan Bambu tunggal!”


Di saat keadaan  para prajurit kerajaan selatan sangat terpojok, muncul beberapa orang prajurit lain dipimpin oleh seorang pemuda yang berusia sekitar delapan belas tahunan. Para prajurit yang berjumlah sekitar dua puluh orang itu membawa bambu sepanjang satu hasta. Kemudian melemparkan kepada beberapa orang yang sedang berhadapan dengan pasukan pancasona.

__ADS_1


Beberapa orang berilmu tinggi dari pihak kerajaan selatan yang kebetulan berilmu tinggi langsung menyambut bambu yang dilempar. Kemudian mereka menusukkan bambu tunggal itu tepat di jantung pasukan pancasona. Ajaibnya mereka tak bangkit lagi setelah tewas tertikam bambu tunggal tepat dibagian jantung mereka.


“Kakang Mandaka, ayah pakai ini!” seru pemuda yang menjadi pemimpin prajurit yang baru datang seraya melempar bambu kepada keduanya.


“Ayah rupanya adik Dananjaya sudah menemukan kelemahan ilmu pancasona,” ucap Pangeran Mandaka kepada Raja Selatan yang berada tak jauh di sampingnya sambil memainkan bambu yang ia terima.


Bambu tunggal merupakan bambu yang tumbuhnya menyendiri, atau hanya tumbuh satu batang di tempatnya. Bambu ini dipercaya memiliki kekuatan magis yang mampu memunahkan segala macam ilmu hitam maupun ilmu iblis. Bambu tunggal ini sangat langka keberadaannya.


“Kau benar Mandaka, kali ini kita pasti bisa memenangkan peperangan ini,” ucap Raja Selatan agak kepayahan.


Tubuhnya penuh dengan luka, dan sebagian adalah luka bakar. Musuh yang dihadapinya memang bukan orang sembarangan. Murid langsung Raja Barat yang juga memiliki ilmu pancasona.


Walau beberapa kali mampu membunuh musuhnya, namun tak berapa lama kemudian ia bangkit lagi. Hal ini tentu sangat melelahkan bagi Raja Selatan. Kini keadaan menjadi terbalik, musuhlah yang berada diatas angin, dan beberpa kali hampir membuat raja Selatan dan Mandaka tewas.


“Suruh adikmu memberikan potongan bambu itu satu kepada Eyang Saka Prawara!” perintah Raja Selatan.


Bersambung...


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2