
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 217...
“Cuiihhh.. menyesal kami pernah menjadi murid kalian. Leluhur Perguruan Tangan Dewa pasti akan mengutuk kalian yang telah berhianat. Kami lebih baik mati daripada harus mengikuti jalan kalian.” Geram Rajani yang begitu muak mendengar bujukan adik seperguruan Malaikat Bertangan Sakti itu.
Di atas pohon yang berjarak kurang lebih tiga puluh tombak, Bayu sedang mengawasi pertarungan di tempat itu. Untuk sementara Ia tidak ikut campur karena hendak mengetahui lebih jauh titik permasalahan yang terjadi. Masalah itu menyangkut perguruan tangan dewa Ia pun tidak ingin bertindak gegabah.
“Hmmm.. itukah dua senior di Perguruan Tangan Dewa yang telah berkhianat.” gumam Bayu dalam hati. Memang sebelumnya Arya sudah menceritakan ada beberapa orang murid yang berhianat, termasuk dua orang senior perguruan itu.
Pertarungan semakin lama semakin memperlihatkan pihak mana yang lebih unggul. Di pertarungan Widura dan kawanan melawan Ki Rapaja si pendekar tangan putih., telah mencapai puncak pertarungan. Kedua pihak yang yang sedang bertarung telah sama-sama menggunakan ilmu kesaktiannya pada tingkat tertinggi. Ki Rapaja dengan pukulan tangan dewanya, sedangkan Widura dan dua orang kawannya yang bergelar tiga sakti sungai kuning telah menyiapkan ilmu tenaga gabungan mereka.
Blammmm..
Ledakan pun terjadi yang diakibatkan bentrokan dua tenaga sakti. Kedua belah pihak sama-sama mengalami kerugian. Widura dan kawanannya terlempar jauh hampir sepuluh tombak mulut mereka menyemburkan darah segar. Pertanda Widura dan dua orang kawannya mengalami luka dalam hebat. Sedangkan Ki Rapaja hanya terdorong sejauh dua tombak.
Di pertarungan yang satunya Ki Kusdi masih berusaha membujuk kedua orang muridnya itu untuk bergabung dengannya. Namun apa yang dilakukannya tidaklah membuahkan hasil. Kedua orang Muridnya itu tetap kokoh pada pendiriannya, bahkan memaki-maki Ki Kusdi dengan sebutan penghianat perguruan.
“Rupanya kalian memang keras kepala. Baiklah kalau begitu, kukabulkan niat kalian untuk mati disini.” Ancam Ki Kusdi.
Ki kusdi atau pendekar tangan seribu mengerahkan tenaga saktinya. sementara kedua orang menurut yang menjadi lawannya itu pun telah bersiap mengarahkan tenaga saktinya hingga ke puncak. Nampak Ki Kusdi benar-benar ingin membunuh kedua orang mulutnya itu. Hal ini dapat dilihat dari pengerahan tenaga saktinya yang sampai ke tingkat tinggi dan jurus yang akan dipakainya.
__ADS_1
“Hiyaaaatt..”
Blammmm..
Ki kusdi memekik keras kemudian menggunakan jurus ketiga pukulan tangan dewa menghantam kedua orang muridnya. Kedua orang murid itupun memakai jurus yang sama walaupun tau tingkat tenaga yang mereka miliki masih berada jauh di bawah gurunya. Ledakan pun terjadi, namun anehnya yang terpental hebat adalah Ki Kusdi. Sementara dua orang muridnya masih kokoh berdiri di tempatnya.
Ki Kusdi menyemburkan darah segar dan tak mampu bangkit kembali. Ia terbaring lemah di tempatnya terjatuh Ki Rapaja pun langsung melesat ke arah rekannya itu. Ia tak kalah kaget dengan kejadian yang menimpa Ki Kusdi.
“Kau tak apa-apa Kusdi?” tanya Ki Rapaja Sambil membantu temannya untuk duduk.
“Aku terkuka dalam berat. Siapa sebenarnya pemuda itu. Mengapa ia juga memiliki Tenaga Sakti Jiwa Suci dan jurus pukulan Tangan Dewa yang jauh lebih dahsyat.” Ucap Ki Kusdi dengan suara berat.
Di pihak murid Ki Kusdi tak kalah herannya. Mereka yakin pada bentrokan tadi akan mengalami nasib mengenaskan. Mereka sudah siap menerima ajal, mati dengan gagah sebagai murid perguruan yang setia. Namun ternyata keajaiban terjadi, malah guru yang menjadi lawannya terpental.
“Ahhh.. terima kasih atas bantuan saudara. Entah murid tingkat berapa dari perguruan tangan Dewa yang membantu kami.” Ucap Rajani.
Rajani dan Kariba memang sudah mendengar berita bahwa bagaimana mereka telah mengangkat seorang ketua. Namun keduanya tidak mendapatkan informasi siapa yang yang menjadi pengganti malaikat bertangan Sakti tersebut. Sehingga mereka tidak mengetahui siapa orang yang berada di hadapan mereka ini. Hal ini dikarenakan semenjak benteng Dewa diambil alih Raja Iblis Kelelawar mereka turun gunung dan mengikuti kedua guru mereka. Betapa terkejutnya kedua pemuda berumur sekitar dua puluh lima tahunan itu saat mengetahui guru mereka berhianat.
Beberapa kali Rajani dan Kariba berusaha meninggalkan kedua orang gurunya itu, namun setiap kali itu juga pelariannya berhasil dicegah. Bahkan mereka berdua harus mendapatkan hukuman berat dari kedua orang gurunya itu. Hingga terakhir hari ini mereka lari dan menyamar ikut serta dalam rombongan saudagar yang bepergian. Namun sekali lagi cara itu gagal, bahkan menimbulkan korban para rombongan saudagar yang tak bersalah.
Pemuda yang tak lain adalah Bayu itupun menunjukkan cincin yang berada di jari manis tangan kanannya. Melihat itu serentak kedua orang itu berlutut di hadapan Bayu. “Salam Hormat pada ketua.” Ucap keduanya serentak. Walau masih ada keraguan di hati mereka, namun cincin dan pukulan yang diperagakan pemuda itu sudah cukup alasan bagi mereka mengenali orang itu sebagai ketua perguruan.
__ADS_1
“Bangunlah.. kita selesaikan dulu dua orang penghianat perguruan itu.” Tegas Bayu.
Apa yang dilakukan kedua orang murid perguruan Tangan Dewa tadi tidak lepas dari perhatian Ki Kusdi dan Ki Rapaja. Bahkan Widura dan dua orang kawannya pun memperhatikan. Segala percakapan Bayu dan dua orang murid cukup jelas terdengar di telinga mereka. Betapa terkejutnya mereka terutama Ki Rapaja dan Ki Kusdi mengetahui bahwa ketua baru perguruan Tangan Dewa masih berusia sangat muda.
“Heiii kau bocah! siapa kau berani mengaku-ngaku sebagai Ketua perguruan Tangan Dewa. Dari mana kau mendapatkan cincin lambang ketua itu.” Bentak Ki Rajani.
Ki Kusdi sendiri kini sudah bangkit dan kembali seperti semula. Hal ini dikarenakan orang tua itu telah meminum pil ramuan pemberian Dewa obat. Sehingga dalam waktu cepat ia mampu mengobati luka dalam dan mengembalikan tenaga saktinya seperti semula.
“Aku memang ketua generasi ketiga Perguruan Tangan Dewa. Kalau kalian tak percaya boleh coba. Apabila aku tak mampu merobohkan kalian dalam satu jurus, kalian boleh anggap aku sebagai penipu.” Ucap Bayu.
Mendengar ucapan Bayu sontak semua orang yang berada di sana kaget dan melongo. Bahkan Rajani dan Kariba sendiri menganggap ucapan Bayu itu terlalu berlebihan. Malaikat Bertangan Sakti saja apabila masih hidup belum tentu mampu merobohkan mereka dalam seratus jurus. Sekarang Bayu mengatakan hanya dalam satu jurus, tentu itu sebuah kesombongan yang mengada-ngada.
“Hahaha.. baiklah kalau begitu. Kalau kau mampu merobohkan kami hanya dalam satu jurus, kuakui kau adalah ketua perguruan Tangan Dewa tersakti dari yang pernah ada, hahaha..”
“Majulah kalian berdua.” Tantang Bayu.
Ki Kusdi dan Ki Rapaja pun mengerahkan tenaga sakti mereka sampai kepuncak. Seketika bias cahaya keperakan memancar dari tubuh keduanya. Hawa hangat menyebar di tempat itu. Keduanya memang telah menguasai Ilmu Tenaga Sakti Jiwa Murni tingkat ke tiga walaupun belum sempurna.
Kemudian keduanya melesat menggunakan jurus kelima dari pukulan tangan dewa, yaitu jurus Tapak Suci. Sementara Bayu masih dengan tenangnya tanpa terlihat mengerahkan tenaga saktinya. Pemuda itu hanya tersenyum menantikan serangan lawan. Sementara kedua orang murid di belakangnya begitu khawatir akan keselamatan sang Ketua.
**Bersambung...
__ADS_1
di tunggu like dan komentarnya**.