
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 270...
Sementara Itu kedatangan Raja Barat di sana disambut gembira oleh para prajuritnya yang berperang. Mereka sangat mengetahui bagaimanakah kehebatan Raja mereka. Sehingga dengan kedatangannya mereka yakin peperangan kali ini akan kembali mereka menangkan.
Sementara kedua orang lawan Jantar Geni tadi bisa bernafas sedikit lega dengan penghentian pertarungan sementara. Namun perasaan itu hanya sesaat mereka dapatkan, karena tak lama kemudian Raja barat menyerang mereka dengan serangan yang lebih dahsyat dibandingkan Jantar Geni. Raja barat langsung mengerahkan tenaga sakti Ilmu Hitam Semestanya yang ia ciptakan dari penggabungan Ilmu Pancasona dan Ilmu Tujuh Gerbang Alam semesta yang salah ia pelajari.
Meskipun tenaga sakti ilmu tujuh gerbang alam semesta yang ia pelajari salah, namun berkat penemuannya dalam Kitab ilmu pancasona ia berhasil mengubah tenaga sakti yang menjadi racun di tubuhnya itu menjadi tenaga gelap yang dahsyat. Kini tenaga sakti sudah betul-betul ia sempurnakan, tentu kehebatannya jauh melebihi saat-saat ia belum menyempurnakan. Kejadian di bukit kosong ketika ia gagal mendapatkan pedang penguasa naga saat itulah motivasinya muncul untuk menyempurnakan tenaga sakti di dalam tubuhnya tersebut.
Raja Barat membentangkan kedua tangannya ke samping. Kemudian dari tubuhnya memancar cahaya hitam cahaya kegelapan. Lama-kelamaan Cahya itu pun menyebar mencapai ke tempat dua orang jagoannya pangeran Mandaka, si Raja Peramal Sakti dari Timur dan Dewa Tapak Putih. Seketika orang yang berada dalam lingkup cahaya kegelapan yang dipancarkan oleh Raja Barat merasakan sesak nafasnya. Bahkan beberapa prajurit dari kedua pihak yang berada di dalam cahaya kegelapan itu langsung roboh tewas seketika.
Raja Peramal dari Timur dan Dewa Tapak Putih berniat meninggalkan lingkaran cahaya kegelapan yang disebarkan oleh Raja Barat. Betapa terkejutnya mereka ketika seluruh tubuh tak bisa lagi digerakkan. Tentu saja Hal itu membuat mereka semakin panik. Sementara pernapasan mereka semakin lama semakin sulit untuk dilakukan.
Crakkk...
Secara tiba-tiba Raja barat melesat ke arah Raja peramal dari timur dan juga Dewa tapak putih. Kakek Rajawali merah dari sisi ibunya itu pun menghantam kepala kedua lawannya dengan kedua tangannya. Seketika kepala dua orang tokoh nomor satu di Negeri timur itupun pecah. Keduanya tewas seketika tanpa sempat memberikan perlawanan terhadap musuhnya.
__ADS_1
Pangeran Mandaka yang melihat kejadian itu dari kejauhan, menjadi sangat terkejut. Seketika itu juga timbul kegentaran dalam hatinya. Namun pikirannya yang cerdas mencari cara untuk mengatasi keadaan itu. Lalu dengan teriakan keras putra mahkota kerajaan Selatan itu pun menyuruh para pasukannya mundur.
Seketika itu juga para pasukan pedang, tombak, dan pasukan berkuda kerajaan Selatan mundur. Sementara pasukan mayat hidup yang kurang dari separuhnya itupun di tarik oleh Gayatri untuk menghindari lapangan sekitar Raja Barat. Tak terkecuali pasukan kerajaan Barat pun perlahan mundur dari gelanggang.
Tak jauh dari medan perang pihak Pertapa Sakti tanpa nama masih bergelut dengan pertarungan melawan ketua-ketua pergurua silat yang menghilang. Meskipun kesadaran mereka belum pulih namun kesaktian mereka masih tetap sama seperti sebelum mereka dipengaruhi. Bahkan dari segi tenaga sakti kekuatan mereka jauh meningkat berkali-kali lipat dikarenakan tenaga mereka mengandung racun kelabang hitam. Baru sekitar tiga orang dari sepuluh ketua perguruan silat yang di bawah pengaruh kekuatan sihir Braja Pasupata dapat dilumpuhkan.
Kini mereka yang berjumlah lima orang, melawan tujuh orang ketua-ketua perguruan yang masih dalam pengaruh sihir. Meski mereka kalah jumlah namun tetap saja yang ada di sana adalah orang-orang Sakti di dunia persilatan Negeri Selatan. Pertapa Sakti tanpa Nama, Amok Seta si Iblis Muka Hitam, dan Juga Jari Malaikat masing-masing melawan dua orang, sementara wakil perguruan Bangau Putih dan juga wakil perguruan Elang Sakti melawan Ketua Perguruan Bangau Putih yang sedang dipengaruhi sihir.
Sampai berlalu lima puluh jurus nampak pertarungan kedua belah pihak masih seimbang. Keadaan ini tidak menguntungkan bagi kedua belah pihak. Karena lama-kelamaan batas ketahanan tubuh seseorang akan sampai pada titik puncaknya. Tentu lama-kelamaan tenaga mereka semakin berkurang. Ini juga berlaku pada para ketua perguruan yang berada di bawah pengaruh sihir.
Melihat kedatangan Raja Barat dengan kesaktiannya yang sulit ditandingi, pihak Pertapa Sakti tanpa nama sadar apabila mereka tetap berada di sana, tentu akan menjadi korban selanjutnya dari kekuatan dahsyat orang itu. Lalu dengan memberikan isyarat kepada teman-temannya yang lain, Pertapa Sakti Tanpa Nama bersama orang-orangnya melesat dari tempat itu menuju ke arah pangeran Mandaka berada. Mereka hanya berhasil membawa tiga orang ketua perguruan silat yang sudah berhasil dilumpuhkan.
Awalnya kekuatan mereka kedua belah pihak seimbang. Walaupun dengan tenaga gabungan mereka berdua murid dan guru tidak berhasil sedikit pun membuat Dewi api terdesak. Bahkan beberapa kali mereka tergolong mundur karena bentrokan tenaga dua lawan satu yang terjadi. Disini dapat dilihat bahwa kekuatan Dewi Api masih berada di atas gabungan kekuatan keduanya. Namun entah kenapa perlawanan dan serangan Dewi api tiba-tiba saja mengalami kemunduran.
Hal ini tentu saja dimanfaatkan oleh Jantar Geni dan juga muridnya raja iblis kelelawar untuk melakukan serangan balik yang bertubi-tubi. Seketika itu juga keadaan menjadi berbalik membuat Dewi api menjadi terdesak. Kini Dewi ape hanya bisa menghindar dan menangkis serangan lawan tanpa bisa menyerang balik.
Namun di tempatnya Eka Wira malah tersenyum melihat keadaan tersebut. Ia pun segera melepas pagar gaib yang menutupi keberadaan Dewi api dari pandangan kekuatan lain yang mencoba mencari keberadaannya. Tepat di saat itulah Intan merasakan keberadaan nalini yang sedang dalam keadaan bahaya. Saat itu juga Bayu dan Intan datang ke tempat itu menggunakan ilmu berpindah tempat milik Bidadari Giok Es.
__ADS_1
Saat muncul tepat berada tidak jauh dari pertarungan antara Dewi api melawan Jantar Geni dan Raja Iblis Kelelawar, Bayu dan Intan melihat Nalini sedang dalam keadaan terdesak. Seketika itu juga Bayu langsung mengerahkan tenaga sakti gerbang ke empat, tenaga petir semesta, seraya melesat ke arah pertarungan. Tubuh Bayu langsung di selimuti kilatan petir berwarna keperakan.
Blammmm..
Kedua orang guru dan murid si Raja Iblis Kelelawar dan Jantar Geni langsung terlempar puluhan tombak jauhnya. Pukulan yang tadinya ingin mereka sarangkan kepada Dewi api langsung ditangkis oleh Rajawali merah dengan kekuatan petir semestanya. Bahkan kekuatan yang dipancarkan benturan tenaga tadi membuat Dewi Api yang berada di belakang ikut terlempar.
Beruntung Intan langsung menangkap tubuh Nalini yang sedang terlempar. Sehingga tidak sampai membuatnya terjatuh ke tanah. Ia pun tersenyum melihat Intan yang menyambut tubuhnya yang terlempar.
“Intan!” seru Nalini.
“Kau tidak apa-apa kak Nalini?” tanya Intan seraya memeluk Nalini dengan erat.
Intan yakin bahwa yang ada di hadapannya kali ini adalah Nalini bukan Dewi Api, dari cara memanggilnya nalini yang mengetahui nama gadis itu. Keduanya pun saling berpelukan. Kemudian mereka melihat ke arah jalannya pertarungan antara Bayu dengan dua orang lawannya Jantar Geni dan Raja Iblis kelelawar.
**Bersambung...
Jangan lupa like dan sharenya...
__ADS_1
bila mencapai 50 komentar di bab ini akan saya tambah minimal 3 bab lagi untuk hari ini**