
Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
...Episode 190...
“Benar-benar iblis keji. Murid sendiri di korbankan untuk sebuah ritual sesatnya.” Kutuk ki Jati Suro melihat perbuatan Iblis Tak Genah.
Iblis Tak Genah sendiri tak memperdulikan lagi sekelilingnya. Ia terus merapalkan mantra. Sebuah keanehan terjadi. Tiba-tiba jantung yang berada di sampingnya sedikit demi sedikit mengecil hingga lenyap sama sekali.
Tak lama kemudian muncul asap putih dari batu yang memancar sinar kekuningan. Lama kelamaan asap yang keluar semakin banyak dan semakin tebal. Seketika suasana jadi sangat mencekam ditambah lagi dengan suara lolongan serigala yang saling bersahutan.
Tiba-tiba asap yang sudah kian menebal lenyap. Kini tepat di depan Iblis Tak Genah berdiri sesosok mahluk yang sangat menyeramkan. Tubuhnya tinggi besar hampir dua kali lipat manusia kebanyakan han semuanya ditumbuhi bulu yang panjang. Kuku kaki dan tangannya runcing. Kepala mahluk itu mirip seekor serigala.
“Hahaha.. Hahaha..”
Tawa menyeramkan keluar dari mulut mahluk yang disebut Raja Demit Serigala itu. Hampir semua yang ada di sana bulu kuduknya berdiri kecuali Bayu dan Intan.
“Ada apa kau memanggilku ke alam ini Sujiwo. Sampai-sampai kau memberikan persembahan jantung dari muridmu sendiri.” Tanya Raja Demit Serigala.
Maafkan hamba paduka. Maafkan hamba mengganggu istirahat paduka. Keadaan hamba sangat terpojok, dua orang pemuda dan pemudi itu telah menyerang kami sehingga istri dan dua murid hamba tewas. Merekapun dengan lancang berani menantang paduka.”
“Bedebah, manusia mana yang berani menantang dan mengusik ketenanganku di alam siluman.” Bentak Raja Demit Serigala. Ia pun membalikkan badannya kebelakang. Ditatapinya semua yang ada di pihak ki Jati Suro satu persatu.
Sementara di pihak ki Jati Suro, Bayu menatap tajam ke arah Raja Demit Serigala. Pemuda itupun kini sudah berada di samping Intan yang berada di pekarangan rumah. Pancaran matanya mengeluarkan kilat merah.
“Aku yang menantang setiap keangkara murkaan yang mengusik ketenangan orang-orang yang tak berdosa.” Tegas Bayu.
“Hmm.. rupanya kau bocah sialan itu. Menyerahlah jadi hambaku niscaya aku ampuni kau. Dan serahkan kekasihmu itubiar dia menjadi permaisuriku. Hahaha..”
__ADS_1
“Cuiihhh.. mulut bau sepertimu hendak memperistriku. Apa kau tidak bisa berkaca? mana ada perempuan mau menikah dengan dedemit busuk sepertimu.” Maki Intan.
“Bedebah.. tajam sekali mulutmu itu bocah.”
Wuussshh..
Raja demit serigala berang dengan cacian Intan. Ia pun mengibaskan tangannya kearah sepasang remaja itu. Serangkum angin yang menyerupai badai kecil tercipta dan menerjang kearah keduanya. Namun betapa kagetnya mahluk menyeramkan itu saat hampir mendekati sepasang remaja itu tiba-tiba tenaga serangannya kandas dan lenyap.
“Apa yang terjadi?” gumam Raja Demit Serigala kebingungan.
“Sepertinya pemuda itu yang melakukannya paduka.” Sahut Sujiwo atau Iblis Tak Genah.
“Mustahil, bagaimana ia melakukannya. Walaupun serangan tadi tidak menggunakan sepenuh tenagaku bahkan separunya pun tidak, tetap saja mustahil untuk melenyapkan tenaga itu tanpa menangkisnya.”
Raja Demit Serigala yang merasa penasaran dengan apa yang terjadi, kembali menghimpun kekuatannya. Kali ini ia menggunakan kesaktiannya. Tubuhnya pun memancarkan sinar keemasan. Kemudian Raja Demit serigala itu memusatkan tenaganya pada kedua telapak tangan.
Wuushhh..
Blasss..
Tenaga sakti yang dilancarkan Raja Demit Serigala kepada bayu tertahan satu tombak sebelum menyentuh pemuda itu. Sesaat kemudian, bagai diisap lubang tak kasat mata, perlahan-lahan tenaga itu mengecil sampai akhirnya lenyap tanpa sisa. Sekali lagi Raja Demit Serigala harus merasakan kekagetannya karena serangan kali ini pun kandas.
“Siapa sebenarnya pemuda ini? Mengapa aku tak sedikitpun bisa menerka asal usulnya ataupun ilmu yang digunakannya.” Gumam Raja Demit Serigala.
Sementara itu dari arah berlawanan Bayu hanya tersenyum melihat kebingungan lawnanya. Tak jauh berbeda Intanpun tersenyum geli melihat keheranan Raja Demit Serigala. Bahkan gadis itu sesekali memeletkan lidahnya ke arah junjungan Iblis Tak Genah itu. Tentu saja hal itu membuat Raja Demit Serigala semakin marah.
“Apakah hanya segitu kemampuanmu serigala budukan? Hihihi..” Ejek Intan kepada Raja Demit Serigala.
__ADS_1
Raja Demit Serigala yang merasa dipermainkan kali ini mengerahkan tenaga saktinya hingga kepuncaknya. Bulu-bulu di tubuh Raja Demit Serigala mulai berubah menjadi keemasan. Sinar kuning keemasan mulai berpendar dan semakin melebar membuat malam berubah seperti senja di tempat itu. Tanahpun terasa bergetar.
Kekuatan Raja Demit semakin lama semakin dahsyat. Kini di tempat itu seakan badai mulai melanda. Angin kencang bertiup membuat pepohonan di sekitarnya bergoyang hebat. Mata Demit serigala yang tadinya berwarna merah kini mulai berwarna keemasan.
“Intan menepilah!” bisik Bayu.
Mendengar bisikan Bayu, gadis itu menepi ketempat ki Jati Suro dan yang lainnya. Ia tahu kali ini pemuda itu mulai serius mengerahkan kekuatannya.
Bayu yang melihat lawannya mulai mengerahkan kekuatan sepenuhnya, mulai bersikap waspada. Tubuh Pemuda itu tiba-tiba terangkat keatas dan melayang di udara. Kemudian empat kekuatan berupa embun, api merah, kilat merah, angin merah mulai memancar dan mengelilingi pemuda itu. Di tambah terangkatnya beberapa benda-benda kecil dan melayang di sekitaran tubuh bayu.
Tak cukup sampai di situ, Bayu terus mengerahkan kekuatan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke limanya. Ia mulai memahami kelebihan gerbang ke lima ini yang mampu mengendalikan kekuatan apa saja yang ada di sekitarnya. Bayupun mencoba mengendalikan kekuatan lawan yang sedang dikerahkan dengan dahsyatnya.
Sungguh kejadian yang menakjubkan. Bayu berhasil mengendalikan kekuatan Raja Demit Serigala. Perlahan tenaga sakti yang di pancarkan mahluk alam lain itu berpinah kesekitaran tubuh Bayu. Lama kelamaan tenaga yang berpindah semakin Banyak. Hingga akhirnya seluruh kekuatan yang di kerahkan Raja Demit Serigala berpindah ketubuh Bayu.
Betapa terkejutnya junjungan Iblis Tak Genah itu melihat semua tenaga sakti yang ia kerahkan berpindah ke tubuh Bayu. Sesat ia pun sadar dengan siapa ia berhadapan.
“Sujiwo! Mengapa kau tak mengatakan bahwa musuh yang kau hadapi ini adalah pewaris Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta yang menjadi legenda itu. Kami para demit sudah mendapat wanti-wanti untuk tidak berurusan dengan pemilik Ilmu sakti tersebut.” Bentak Raja Demit Serigala.
“Ha.. hamba tidak mengetahuinya paduka.” Jawab Iblis Tak Genah dengan terbata-bata karena gugup.
Sementara itu Bayu terlihat sudah siap mengerahkan tenaga saktinya. Matanya yang mulai memancarkan kilat kemerahan menandakan tenaga sakti yang ia kerahkan siap untuk dilepaskan terhadap lawan. Saat ini tubuhnya dikelilingi kekuatan-kekuatan yang berhasil di tariknya dari dalam tubuh maupun di sekitarnya. Gabungan tenaga sakti itu menggulung berputar mengitari tubuh pemuda itu.
“Hiyaaa..”
Bayu berteriak keras sambil mendorongkan kedua belah telapak tangannya ke arah Raja Demit Serigala. Kemudian tenaga yang ia kumpulkan disekitar tubuhnya menyatu lalu melesat kearah Raja Demit Serigala. Nampak tanah yang dilewati tenaga sakti itu membentuk lubang memanjang mengikuti arah serangan.
“Aaaaa...”
__ADS_1
Dalam waktu yang sangat singkat saat tenaga serangan Bayu menyerang ke arah tubuh lawannya, Demit itu tiba-tiba melempar tubuh Sujiwo kearah gulungan tenaga. Sontak lelaki tua itu menjadi sasaran empuk tenaga sakti yang begitu dahsyat. Tak pelak ia harus merasakan betapa sakitnya terhantam tenaga sakti yang di layangkan Bayu itu.
Bersambung..