Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.208. Menjadi Ketua Perguruan Sementara.


__ADS_3

...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...


...Episode 208...


 


Akhirnya setelah kepergian Raja barat beserta seluruh anak buahnya, Benteng Dewa kembali diserahkan kepada murid-murid perguruan tangan dewa. Karena sudah tidak memiliki orang yang dituakan, kepemimpinan perguruan tangan dewa diserahkan kepada ketua dunia persilatan, Pendekar Halilintar. Bayu sendiri diminta secara khusus oleh Pendekar Halilintar untuk bermalam di benteng dewa bareng satu atau dua malam saja.


Bayupun tidak keberatan, Ia memutuskan bersama rombongannya untuk menginap di benteng dewa selama satu atau dua malam. Bahkan Jari malaikat beserta muridnya pun ikut serta.


“Bayu apakah kau mengenali mereka yang tadinya menguasai tempat ini?” tanya Jaka kepada Bayu.


Keduanya memang berada di belakang bukit Benteng Dewa. Walau hari sudah larut malam, keduanya memang berjanji bertemu di tempat itu atas permintaan Bayu.


“Aku memang pernah bertemu dengan mereka beberapa kali. Orang yang datang terakhir kali dan memberi perintah kepada raja iblis kelelawar itu adalah seorang raja yang memerintah di kerajaan Barat. Mereka merencanakan penyerangan terhadap kerajaan Selatan.” Tutur Bayu menjelaskan.


Pendekar Halilintar yang mendengar penjelasan Bayu sedikit terkejut.


“Lalu apakah kau menuruti kemauan mereka untuk tidak ikut campur dalam urusan ini.” Tanya pendekar halilintar.


“Ya, aku memang menjanjikan hal itu.” Ucap Bayu datar. “Selama mereka tidak mengganggu orang-orang istana Lembah neraka, dan selama mereka tidak mengganggu ketenangan rakyat aku tidak akan mencampuri urusan mereka.” Tambahnya lagi.


“Hmmmm.. Sebenarnya aku ragu apakah mereka akan berlaku seperti itu.” Ucap Jaka. “Bayu, apa sebenarnya tujuanmu mengajakku ke sini?” tanya Jaka lagi.


“Tidak ada hal lain kecuali mengingatkanmu tentang bahayanya Raja barat dan pengikutnya. Saat ini kau adalah seorang ketua dunia persilatan, itu artinya suatu saat bisa saja kau akan berhadapan dengan  mereka. Seperti yang aku katakan tadi bahwa aku telah berjanji untuk tidak mencampuri urusan mereka. Kau dan kak Cempaka sudah kuanggap seperti saudara sendiri, untuk itulah aku mengingatkanmu.” Ucap Bayu.


Memang semenjak ingatannya kembali apapun yang berhubungan dengan Intan, Ia anggap berhubungan juga dengan dirinya. Tanpa pemuda itu sadari kini di dalam hatinya terdapat dua orang perempuan yang sangat berpengaruh terhadap jalan hidupnya.


“Kalau kau sudah menganggap aku dan Cempaka sebagai saudara, bagaimana kalau kita berdua saling mengangkat saudara saja.” Usul Pendekar Halilintar.


“Aku tidak keberatan.” Jawab Bayu singkat.

__ADS_1


Kemudian secara sederhana Bayu dan juga Jaka melakukan ritual pengangkatan saudara. Di bawah Langit mereka bersumpah setelah malam itu mereka berdua adalah Saudara. keduanya pun bersumpah untuk bersikap sebagaimana layaknya dua orang saudara.


“Bayu, bolehkah aku mengajukan sebuah permintaan kepadamu?” tanya Jaka.


“Katakanlah!”


“Aku ingin kau membantu murid-murid perguruan benteng dewa membangun kembali perguruan mereka. Bila kau tak keberatan aku ingin kau mengajarkan mereka ilmu-ilmu yang ada di kitab kepunyaan guru besar mereka. Dengan Ilmu Tujuh Gerbang yang kau miliki, akan mudah mengajari mereka cepat menguasai ilmu tersebut. Saat ini mereka tidak memiliki orang yang dituakan.”


“Ini merupakan permintaan berat kak Jaka. Aku belum tentu bisa mengabulkannya. Belum lagi di pihak murid-murid Tangan Dewa, belum tentu mereka mau menerimaku untuk membimbing mereka.”


Belum sempat Jaka menanggapi pernyataan Bayu tiba-tiba saja Arya dan puluhan orang Muridt Tangan dewa muncul di tempat itu. Tak lama kemudian Pertapa Sakti tanpa nama dan juga iblis muka hitam muncul juga di tempat itu. Disusul kemudian Intan, Cempaka dan juga Canik Kemuning yang datang.


“Selamat Bayu dan juga Jaka yang telah sering mengangkat sebagai saudara. Sebuah keberuntungan bagi dunia persilatan dua orang tokoh sakti menjadi saudara.” ucap Pertapa Sakti tanpa nama.


Satu persatu berapa negara yang ada di sana mengucapkan selamat kepada mereka berdua. Bayu dan Jaka sendiri tidak menyangka kepergian mereka di susul oleh yang lain.


“Entah ada hal apa yang membuat kalian menyusul kami kemari.” tanya Jaka sedikit bingung.


“Kalau begitu permohonanku tadi kepada Bayu tidak salah. Entah ia akan setuju atau tidak. Ini pun tergantung persetujuan dari murid-murid perguruan tangan Dewa sendiri.”


“Sudah aku katakan tadi, bahwa kami telah sepakat untuk menjadikan salah satu dari kalian sebagai ketua dari Perguruan Tangan dewa. Para murid pun sepakat untuk menyerahkan kitab ilmu telapak tangan dewa kepada ketua baru untuk dipelajari dan diajarkan kepada murid-murid.” Sahut Pertapa Sakti Tanpa Nama.


“Kalau begitu Bayu lah yang pantas menduduki posisi itu. Dengan kemampuan yang dimilikinya sekarang sangat mudah untuk mempelajari kitab tersebut. Dan juga dengan kecerdasannya akan mudah baginya mengajarkan ilmu tersebut kepada murid-murid perguruan Tangan Dewa.” Ucap Jaka ditujukan kepada Bayu.


“Kau jangan menolak lagi Bayu. Coba lihat mereka, setelah ditinggalkan mendiang yang Malaikat Bertangan Sakti, banyak para senio-senior mereka yang yang membelot ikut membantu orang-orang jahat. Dengan kau sebagai ketua perguran akan mudah bagi mereka mengembalikan nama baik dan keangkeran perguruan Tangan Dewa.” Tegas Pertapa Sakti Tanpa Nama.


“Hal itu tidak mungkin aku lakukan eyang, aku  telah menjadi ketua perkumpulan Istana Lembah Neraka. Tidak mungkin aku meninggalkan mereka dan menerima perguruan yang lain.” Jawab Bayu.


“Istana Lembah Neraka merupakan sebuah perkumpulan bukan sebuah perguruan. Sedangkan tangan dewa merupakan sebuah perguruan, jadi tidak ada halangan untuk kau menjadi pemimpin keduanya. Bahkan bila kau menghendaki bisa saja kau buat semua murid menjadi anggota perkumpulan Istana Lembah Neraka juga.” Bantah Pertapa Sakti Tanpa Nama.


Bayu terdiam sejenak. Pemuda itu berpikir keras dan mempertimbangkan baik buruknya keputusan yang akan ia ambil. Beberapa kali ia sampai harus menghela nafas panjang.

__ADS_1


“Baiklah kalau kalian sudah berkeinginan sedemikian. Tapi aku ingin mengajukan sebuah syarat.”


Akhirnya Bayu mengalah dengan semua keinginan para pendekar. Ia pun menerima permintaan menjadi ketua perguruan tangan dewa.


“Syarat apa?” tanya Pertapa Sakti tanpa nama.


Biasanya yang mengajukan syarat adalah perguruan yang sedang memilih ketua mereka. Semua calon biasanya di test dan harus memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan. Tapi kali ini terjadi hal sebaliknya.


“Syaratnya, aku menjadi ketua perguruan tangan dewa hanya dalam batas waktu tertentu. Yaitu selama aku mengajari ilmu yang ada di kitab pusaka perguruan ini dan selesai mengajarkannya kepada murid-murid. Sesudah diangkat aku akan memilih calon ketua selanjutnya yang menggantikan ku setelah semua isi kitab berhasil ia pelajari, baik secara sempurna maupun tidak sempurna.” Ucap Bayu mengajukan syarat.


Walaupun sebenarnya syarat yang diajukan oleh Bayu itu terbilang aneh merekapun menerimanya. Biasanya seorang ketua perguruan akan berhenti menduduki posisi nya apabila ia telah meninggal dunia atau dia sudah tidak sanggup lagi. Mereka pun tidak mempermasalahkan syarat yang diajukan oleh Bayu. Karena bagi mereka dengan setujunya Bayu menjadi ketua perguruan adalah hal yang sangat menguntungkan bagi perguruan Tangan Dewa.


Akhirnya malam itu juga dilaksanakan upacara pengangkatan ketua baru generasi ke tiga bagi perguruan Tangan Dewa. Prosesi dilakukan di dalam gedung utama Perguruan Tangan Dewa. Disaksikan oleh pendekar-pendekar yang masih bertahan di benteng Dewa Bayu pun akhirnya diangkat menjadi ketua perguruan Tangan Dewa. Semua murid pun berlutut dan memberi salam kepada Bayu.


**Bersambung..


Sebelumnya Author minta maaf apabila pada bab sebelumnya terdapat banyak typo dalam penulisan. Hal ini karena beberapa bab terakhir saya tulis di Hp dan lupa mematikan automatik koreksinya.


Di tunggu Like dan Komentar kalian**.


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2