
...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...
...Episode 121...
“Benarkah itu semua tuan raja?” tanya Intan yang matanya mulai berkaca-kaca.
“Benar sekali anakku” jawab Raja Pulau Es yang mulai mengubah panggilannya dengan sebutan anak. “Pedang itu merupakan milik mendiang ibumu. Dulunya pulau api berpenghuni sebagai mana pulau es ini memiliki penghuni. Namun puluhan tahun yang lalu terjadi sebuah bencana yang memaksa para penghuninya meninggalkan pulau itu.” Tutur raja Pulau Es. Kemudian ia pun melanjutkan kembali ceritanya.
“Penduduk pulau api dan pulau es dari dahulu tak pernah akur. Hampir setiap bulan selalu saja terjadi peperangan antar kami. Hingga semua berakhir semenjak pulau itu tak berpenghuni lagi. Namun beberapa orang penghuni pulau yang selamat telah berpindah mukim kedaratan seberang, dan mulai hidup baru di sana. Sampai suatu ketika ayahmu melakukan pengembaraan di negeri seberang dan bertemu ibumu hingga jatuh cinta.”
“Orang tua kami yang tau asal-usul ibumu tak menerima hubungan itu. Sehingga ayahmu pergi meninggalkan pulau dan kawin lari bersama ibumu. Namun Raja Pulau Es yang dulunya merupakan orang tua kami tak menyudahi urusan begitu saja. Ayah mengirimkan orang untuk mencari kedua orang tuamu, hingga terjadilah peristiwa berdarah itu. Ibumu menjadi korban hingga tewas.”
Panjang lebar Raja Pulau Es menceritakan kejadian silam menyangkut ayah dan ibunya Intan. Selama ini memang ayahnya tak pernah sedikitpun menyinggung perihal apa yang terjadi terhadap ibunya itu. Hingga akhirnya semua menjadi terang setelah Raja Pulau Es menceritakan semuanya.
Intan tak mampu lagi membendung air matanya. Pipinya basah oleh air mata yang mengalir deras. Ia sendiri bingung harus seperti apa. Satu sisi ia patut bergembira mengetahui latar belakang ayahnya dan bertemu sanak keluarga dari ayahnya itu. Namun di sisi lain hatinya begitu terpukul atas kejadian yang menimpa ibunya.
“Maafkan aku nak Intan. Saat itu aku tak berdaya untuk mencegah perbuatan ayah. Namun di sisa akhir hidupnya kakekmu itu sangat menyesali akan perbuatannya. Beberapa kali ia menyuruh orang untuk mencari ayahmu di daratan seberang, namun tak berhasil menemukannya. Hingga akhir nafasnya ia menutup usia dengan rasa penyesalan yang di bawa.”
“Paman..” ucap Intan seraya memeluk raja pulau es.
Orang tua itupun membelai rambut keponakannya. Matanya basah hingga ke pipinya. Betapa ia terkenang akan adik bungsu yang selama ini begitu di rindukannya.
“Sekarang di mana ayahmu nak?”
__ADS_1
“Ayah sudah meninggal paman.” Jawab Intan seraya melepaskan pelukannya. Kemudian gadis itu menceritakan secara singkat apa yang ia dan ayahnya alami beberapa waktu yang lalu. Hingga pertemuan pertamanya dengan Bayu si Rajawali Merah.
“Sungguh menyesal aku tak sempat bertemu dengan ayahmu. Bahkan sampai akhir hayatnya ia tak pernah menceritakan tentang kami keluarganya di pulau es. Aku tak menyalahkan ayahmu, mungkin kematian ibumu yang di akibatkan orang-orang pulau es membuat dia membenci kami.” Sesal Raja Pulau Es.
“Lalu bagaimana dengan mestika Raja Ular Api itu paman?” tanya intan mengembalikan pembahasan awal mereka. Gadis itu tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan.
“Seharusnya mestika itu dimiliki oleh keluarga dari ibumu. Mungkin kakekmu yang memilikinya.” Sahut Raja Pulau Es.
“Sepertinya aku pernah mendengar tentang mestika itu paman. Tapi aku belum bisa mengingatnya.” Ujar Intan. “Kalau aku tidak salah mestika itu merupakan jantung ular itu sendiri. Seandainya mestika itu sudah di telan oleh orang, apa masih bisa di keluarkan atau ada cara lain untuk menggunakannya?” tanya Intan lagi.
“Tak mungkin bisa. Kecuali orang yang sudah menelan mustika itu bersedia mengorbankan hidupnya. Karena Mestika itu sudah menyatu di dalam jantungnya. Maka hanya dengan mengambil jantung orang itu lalu menukarnya dengan jantung orang yang terkena racun menjadi cara satu-satunya.”
“Terima kasih paman, nanti ku coba menanyakan kakek perihal mestika itu. Aku yakin kak Nalini masih bisa disembuhkan.” Ucap Intan. Kemudian gadis itu menghampiri Nalini dan memeluknya. Nalini pun tersenyum dan balas memeluk erat Intan.
Singa langit kembali menyerang Bayu. Orang tua itu melesat dengan cakarnya yang mengandung racun es. Sungguh hebat tenaga yang di keluarkan orang tua itu. Setiap hawa serangannya yang membias ke benda apapun, benda itu langsung beku di selimuti es.
Namun Serangannya kali ini menemui lawan sebanding. Setiap gempuran tenaga yang di layangkannya ke Bayu, selalu pemuda itu menangkisnya tanpa cedera sedikitpun. Bahkan beberapa kali bentrokan tenaga keduanya membuat Singa Langit terjajar kebelakang. Walau tak sampai terlempar, namun itu sudah membuat Singa Langit sangat geram dan putus asa.
Kali ini Singa langit benar-benar marah. Dengan sekuat tenaga ia menyerang ke arah Bayu, namun pemuda itu selalu bisa menangkis bahkan memukul mundur dirinya. Ia pun memutuskan untuk mengadu tenaga. Dengan kekuatan penuh, singa langit melancarkan pukulan saktinya ke arah Bayu.
Blaamm..
Kali ini ledakan yang terjadi benar-benar dahsyat. Dua buah tiang istana Pulau Es bagian depan roboh. Sementara dinding depan istana rusak parah. Tanah tempat pertemuan dua tenaga berlubang sangat besar. Bayu yang tak ingin mati konyol menangkis serangan lawannya dengan kekuatan penuh.
__ADS_1
Singa langit terlempar sampai puluhan tombak. Keadaannya sungguh tak karuan. Beberapa bagian pakaiannya terlihat gosong. Sedangkan mulutnya mengeluarkan darah berwarna kehitaman tanda ia mengalami luka yang sangat berat.
Sementara keadaan Bayu masih sedikit beruntung. Walaupun tubuhnya juga terlempar puluhan tombak, namun ia masih bisa bangkit. Hanya mulutnya sedikit menyemburkan darah segar. Sedikit banyaknya pemuda itu mengalami luka dalam. Namun luka dalam yang di dapatnya masih tergolong ringan.
“Biar kami bantu tuan singa langit.” Seru Setan beruang Hitam.
Melihat keadaan Singa langit yang selalu berada di bawah angin menghadapi lawannya, dua Setan Beruang bersaudara memutuskan untuk membantu. Mereka berniat mengeroyok Bayu. Mereka ingin memanfaatkan keadaan Bayu yang terluka untuk Namun hal yang tak akan mereka duga sama sekali terjadi.
“Sungguh kalian telah menghinaku aku.”
Tiba-tiba saja Singa langit bangkit dan melesat kearah dua Setan Beruang Bersaudara yang berniat menyerang Bayu. Tangnnya langsung mencengkram kepala kedua Setan Beruang Bersaudara. Secara perlahan, kedua orang itu membeku diliputi lapisan es.
Prangg..
Dengan sekali hentakan Singa langit memecahkan tubuh Setan Beruang Bersaudara yang membeku menjadi es. Seketika tubuh itu hancur berantakan bagai bongkahan es yang pecah terkena hantaman martil. Keduanya tewas dalam keadaan yang menggenaskan.
“Tidak kusangka aku harus menelan pil ini sampai tiga kali sehingga hanya menyisakan sepeminuman teh lagi hidupku ini. Kau benar-benar tangguh anak muda. Biarlah aku harus mati dengan cepat. Namun akupun akan membawamu bersama ke akherat. Tak akan kubiarkan kau menyusahkan saudaraku kelak” ucap Singa langit.
Singa langit telah menelan kembali pil peningkat tenaga. Kini tenaga saktinya menjadi tiga puluh kali lipat meningkat di bandingkan keadaan biasa. Mata orang tua itu berubah menjadi warna putih semua. Tubuhnya melayang di udara dengan cahaya putih keperakan bercampur butiran salju mengelilinginya. Apapun yang berada kurang dari tiga tombak darinya membeku berubah menjadi es.
Bersambung...
**Jangan lupa like dan kasih komentar, biar novel ini mendapat apresiasi dari pihak Noveltoon**
__ADS_1