
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 214 ...
“Aku akan pergi dulu bersama Intan mencari keberadaan Mahluk Keramat Burung Api. Dengan keadaannya sekarang berbahaya berada di luar sana. Kau kumpulkan lah semua murid perguruan yang masih berada di luar sana mengembara. Benahi perguruan dan hukum para penghianat.” Pesan Bayu kepada Arya murid perguruan Tangan Dewa.
“Baik ketua!” Sahut Arya.
Memang hampir sudah dua bulan pemuda itu berada di Benteng Dewa. Setelah memberikan pelajaran yang cukup banyak kepada para murid, bahkan sudah membentuk kembali sebuah pasukan formasi yang ia namakan barisan formasi dewa penakluk iblis, Bayu memutuskan meninggalkan Benteng Dewa untuk mencari Nalini. Pemuda itu turun melakukan pencarian dengan menggunakan penampilan penyamaran, bukan sebagai Rajawali Merah yang biasa ia lakukan.
Semenjak terjadinya peristiwa di benteng Dewa beberapa waktu yang lalu, nama Rajawali merah semakin terkenal di dunia persilatan. Dia bukan saja disegani orang-orang persilatan beraliran putih, bahkan juga aliran hitam. Keputusannya mengobati para hadirin yang terkena racun kelelawar hitam waktu itu, tidak memandang bulu apakah ia beraliran hitam atau putih, semua diobatinya. Sejak itulah nama Rajawali Merah semakin disegani baik orang-orang beraliran lurus maupun beraliran sesat.
Di tempat lain di markas berkumpulnya para pemberontak kerajaan Selatan, Raden Raga Lawing dan Malaikat Putih sedang berbicara serius dengan para pembantu utamanya.
“Sepertinya harapan kita untuk mendapatkan bantuan dari kawan-kawan dunia persyaratan Negeri Selatan ini ini akan sangat sulit terwujud. Kita tidak berhasil memenangkan sayembara itu. Dari informasi yang tersebar orang-orang dunia persilatan Negeri Selatan sepakat menjadikan Pendekar Halilintar sebagai ketua dunia persilatan negeri Selatan.” Ucap Malaikat Putih.
“Mengapa bisa Pendekar Halilintar yang dijadikan ketua dunia persilatan? Bukankah waktu itu tokoh yang berperan penting mengusir Raja Iblis Kelelawar yang merubah dirinya sebagai Dewa Iblis Kegelapan itu adalah Rajawali Merah ketua Istana Lembah Neraka.” Tanya Raden Raga Lawing tak mengerti.
“Karena memang Rajawali merah tidak menginginkan posisi tersebut Raden. Lagi pula posisi Lembah neraka berada di antara dua negeri. Sehingga hal itu menjadi alasan kuat untuk nya tidak menerima posisi ketua tersebut.” Terang Malaikat Putih.
Raden Raga Lawing mengangguk-angguk kan kepalanya mendengar penjelasan Malaikat Putih. Begitu juga yang lainnya, mereka menganggap penjelasan Malaikat Putih itu masuk akal.
__ADS_1
“Lalu langkah apa selanjutnya yang akan kita lakukan? Apakah tidak sebaiknya kita mengajak Istana Lembah Neraka atau pihak Pendekar Halilintar untuk kerjasama. Bila perlu keduanya.” Usul Raden Raga Lawing.
Sepak terjang Bayu si Rajawali Merah saat di benteng Dewa memang sudah terdengar santer di seluruh negeri Selatan khususnya di telinga para pendekar dunia persilatan. Namun mengenai pengangkatan pemuda itu menjadi ketua pegunungan Tangan Dewa masih dirahasiakan. Hal ini memang atas permintaan Bayu sendiri.
“Sepertinya dukungan kedua pihak itu sulit kita dapatkan. Orang-orang seperti mereka biasanya tidak mau mengurusi permasalahan kerajaan. Tapi kalau memang kita hendak mencobanya tidak ada salahnya juga. Nanti akan kita kirim utusan untuk meminta bantuan mereka.” Sahut Malaikat Putih.
Saat asik sedang berdiskusi tiba-tiba saja datang seorang yang lelaki berpakaian serba hitam menghadap.
“Menghadap Yang Mulia Raden Raga Lawing.” Ucap lelaki berpakaian hitam itu sambil menjura dan berlutut dengan satu kaki.
“Ada berita apa Jarka. Mengapa kau sendiri yang datang langsung ke tempat ini untuk menghadap.” Tanya Raden Raga Lawing sedikit heran.
Jarka memang merupakan pimpinan telik sandi yang disebar oleh Raden Raga Lawing untuk mengawasi segala pergerakan pihak luar maupun dalam di kerajaan Negeri Selatan. Selain sebagai pimpinan telik sandi, lelaki itu juga merupakan panglima yang memimpin pasukan sayap kanan anak buah dari Raden Raga Lawing.
“Ah.. Tidak disangka Raja Barat juga berniat untuk menggulingkan raja yang sekarang. Keadaan sudah jauh begini apa yang akan kita lakukan eyang?” tanya Raden Raga Lawing kepada Malaikat Putih.
“Aku sendiri tidak menduga ada kejadian seperti ini.” Sahut Malaikat putih dengan kening yang berkerut. “Padahal kerajaan Barat jatuh kepada orang itu atas bantuan mendiang raja selatan terdahulu melakukan muslihat untuk menaklukan kerajaan tersebut.” Ucapnya lagi.
“Maksudnya eyang?” tanya Raden Raga Lawing.
“Panjang ceritanya bila aku harus menceritakan. Lagi pula aku telah bersumpah untuk tidak menceritakan kejadian ini kepada siapapun. Yang pasti tidak selayaknya Raja Barat menyerang kerajaan Selatan.”
__ADS_1
Ucapan malaikat putih ini tidak dipahami oleh semua orang yang ada di situ kecuali oleh ia sendiri. Meskipun begitu mereka tidak ingin mendesak malaikat putih untuk menerangkannya. Lagipula kejadian itu tidak ada sangkut-pautnya dengan pergerakan mereka dalam melakukan pemberontakan.
“Sore ini juga kalian utuslah orang-orang kita untuk menemui Pendekar Halilintar dan juga ketua istana Lembah Neraka. Pilihlah mereka yang benar-benar mampu mempengaruhi orang untuk mau mendukung kita. Utusan kita kali ini sangat berpengaruh akan kekuatan pasukan kita selanjutnya.” Perintah Malaikat Putih.
“Eyang apakah tidak sebaiknya aku saja yang langsung bertemu dengan mereka berdua. Dengan begitu mereka tahu akan kesungguhan kita dalam mengajak kerjasama.” Tanya pangeran Raga Lawing.
“Sebenarnya memang seperti itu cara yang lebih baik. Tapi aku khawatir akan keselamatan dalam perjalanan. Apalagi sekarang keberadaan mau telah diketahui oleh kedua pihak yang akan melakukan peperangan. Lagipula sudah terlalu sering kau meninggalkan tempat ini. Tidak seharusnya seorang calon Raja selalu bepergian jauh.”
Semua orang terdiam dengan perkataan Malaikat Putih. Memang belakangan ini Raden Raga lawing sering sekali meninggalkan tempat. Hal ini ditakutkan akan menimbulkan banyak pertanyaan dikalangan anak buah yang lain.
“Kalau begitu kami saja yang menemui mereka berdua. Sekaligus kami hendak tahu kehebatan Pendekar Halilintar dan pemuda yang berjuluk Rajawali Merah itu.”
Tiba-tiba saja terdengar suara dari arah belakang malaikat putih. Pendekar sakti itu pun membalikkan badannya, ternyata dengan jarak sekitar sepuluh tombak dua orang lelaki tua berpakaian serba hitam datang berjalan ke arahnya. Melihat kedatangan mereka berdua Malaikat Putih langsung bangkit dari duduknya.
“Ah.. ternyata Malaikat Pedang Negeri timur dan si Mata Malaikat bukit seribu ular yang datang.” Ucap Malaikat putih merentangkan tangannya sambil tersenyum, kemudian memeluk mereka berdua bergantian.
“Sahabat lama mengundang tentu kami tak akan mengecewakannya. Bila sampai seorang Malaikat Putih yang meminta kami datang, tentu masalah yang dihadapi tidak ringan. Sebagai saudara angkat, kita bertiga tentu akan saling membantu bila satu diantara kita dalam kesusahan.” Ucap Lelaki yang bergelar Malaikat Pedang Negeri Timur.
Bersambung...
Ditunggu like dan komentarnya
__ADS_1
jangan lupa juga baca Reinkarnasi Dewa Terkuat karya saya yang lain.