
...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...
...Episode 115...
Blammm..
Ledakan yang sangat dahsyat terjadi. Tubuh Bayu terpental dan jatuh ketanah. Sementara Enam Manusia Salju Raksasa terpental di udara dan dua di antaranya langsung musnah bersama mahluk kecil di dalamnya. Rupanya tadi Bayu dan enam manusia salju itu melakukan adu tenaga dengan kekuatan penuh sehingga kedua pihak sama-sama terlempar.
“Apa-apaan ini, bagaimana bisa mereka memiliki ilmu yang sama dengan yang ku miliki.” Geram Bayu.
“Bayu, kekuatanmu telah menyatu dengan mereka. Kekuatan yang pertama kau gunakan menyerang adalah kekuatan berhawa dingin yang sejenis dengan kekuatan inti dari pusaka pulau es. Manusia salju itu dikendalikan oleh pusaka itu.” Terang Pangeran Pulau Es yang jaraknya tak jauh dari tempat bayu terlempar.
Sementara itu Intan yang bertarung sambil memapah Nalini nampak mulai kehabisan tenaga. Kedahsyatan pedang naga geni mulai berkurang seiring menurunnya kekuatan pemiliknya. Beberapa kali ia harus menahan sakit terkena pukulan manusia salju yang makin banyak mengeroyoknya.
Bayu bangkit dengan sisa-sisa tenaganya. Tubuhnya kembali melayang di udara lalu meluncur ke arah empat orang manusia salju raksasa yang tersisa. Sekali lagi ia mengerahkan tenaganya sampai kepuncak. Namun kali ini ia benar-benar kepayahan, sehingga tenaga saktinya betul-betul melemah.
Sementara itu empat orang manusia salju telah menggunakan kekuatan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta. Butiran-butiran embun semakin banyak menyebar di tempat itu. Lalu keemat manusia salju meluncur kearah Bayu dengan sepasang telapak tangan yang direntangkan kedepan.
Blammm..
Kali ini ledakan yang timbul benar-benar keras. Tanah di tempat itu bergetar. Bahkan beberapa gundukan es menjadi retak. Manusia-manusia salju yang kebetulan berada di dekat pertarungan mereka terlempar dengan hebat. Sedangkan kedua belah sama sama terlempar belasan tombak.
Akhirnya Bayu tak mampu lagi bangkit. Seluruh badannya terasa remuk. Sedangkan tenaganya hampir terkuras habis. Hanya kesadarannya yang masih bertahan.
Di pihak lain empat manusia salju masih mampu bangkit. Memang keempatnya tadi sempat bagian-bagian tubuhnya hancur, namun dengan cepat mereka pulih lagi. Satu orang manusia salju menghampiri Bayu lalu mengangkat tubuh anak muda itu keatas seolah-olah hendak menghempaskannya.
“Kak Bayu..” Jerit Intan dan Nalini bersamaan.
Setelah menitipkan Nalini pada Manika, Intan langsung melesat kearah Bayu dengan pedangnya. Namun belum juga sampai ke tempat Bayu, tiga manusia salju besar telah menghadangnya dan melancarkan pukulan ke arah intan. Intan pun menghadang pukulan berbentuk gulungan embuun itu dengan pedangnya.
Blammmm..
__ADS_1
Pertemuan dua tenaga terjadi. Tenaga sakti naga geni dan kekuatan dingin Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta. Tentu saja tenaga sakti yang dimiliki Intan tak mampu membendung kekuatan lawan. Pada bentrokkan tadi Intan terlempar balik dan terhempas ke bawah. Mulutnya menyemburkan darah lalu jatuh tak sadarkan diri.
Melihat itu Nalini yamg sedang dipapah Manika berusaha menghampiri intan. Jarak mereka memang tidak terlalu jauh. Sambil terus berusaha melindungi Nalini, Manika bergeser kearah Intan.
“Tamat kita kali ini.” Keluh Raja Iblis Kelabang setelah memukul mundur lawannya. Ia nampak sangat kepayahan bertarung dengan manusia-manusia salju.
Sementara itu ratusan manusia salju masih terus bergerak mendekati ke arah mereka.
“Bagaimana ini pangeran?” tanya Bargawa.
“Sebaiknya kita mundur saja dulu.” Sahut Tanaka.
“Lalu bagai mana dengan kak Bayu?” tanya Nalini Lemah. Saat itu si gadis telah mendekat pada intan dan memeriksa keadaanya. Beruntung Intan hanya pingsan.
“Tak ada yang bisa kita lakukan. Maju sama saja mengantarkan nyawa.”
“Tidaaakk..” jerit Nalini lemah. “Kita tak boleh meninggalkannya.”
Lalu entah darimana datangnya kekuatan gadis itu, tiba-tiba saja ia bangkit dan melesat ke arah Bayu. Rupanya itu adalah sisa-sisa tenaga yang meningkat sementara karena kekuatan hatinya. Namun baru saja akan mendekati Bayu, satu manusia salju menghadangnya kemudian menendang perut gadis itu.
“Uhkk..”
Nalini menjerit tertahan. Tubuhnya terlempar melambung keudara akibat tendangan manusia salju raksasa itu. Tubuh gadis itu meluncur jauh tepat di atas taman bunga salju.
“Naliniiii..” Teriak Bayu melihat kejadian tadi. Tiba-tiba mata Bayu memancarkan kilat berwarna biru keperakan dan..
Duaaarr...
Sebuah ledakan bagaikan suara sambaran petir menggelegar. Manusia salju yang memegang Bayu tiba-tiba hancur berkeping-keping. Bahkan mahluk kecil di dalamnya pun ikut hancur akibat terkena ledakan. Bayu sendiri telah lenyap dari tempat itu.
Entah sejak kapan berpindahnya, dengan kejadian yang sangat cepat kini Bayu sudah berada melayang di atas taman bunga. Dari tubuh pemuda itu memancar kilatan-kilatan halus berwarna keperakan mirip sebuah aliran listrik. Kilatan-kilatan itu terus memancar dan bergerak di sekeliling tubuh Bayu. Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta gerbang ke tiga kembali bangkit.
__ADS_1
Dengan kecepatan yang tak dapat diikuti pandangan mata biasa, kini pemuda itu telah berpindah ketempat Intan terbaring. Setelah menurunkan Nalini yang terlihat sudah agak baikan iapun mendekati Intan kemudian memegang tangan gadis itu. Sesaat Bayu mengalirkan tenaga saktinya, kemudian gadis itupun siuman dengan keadaan tenaga saktinya pulih kembali.
Kemudian Bayu kembali melesat ke udara di tengah-tengah kumpulan manusia salju. Lalu pemuda itu mengerahkan tenaga sakti Ilmu tujuh Gerbang Alam Semesta tingkat ke tinganya sampai kepuncak. Berderapan cahaya bak halilintar menyelimuti tempat itu. Suara derit tenaga sakti terdengar bagaikan suara aliran listrik yang beradu. Lalu dengan sekali hentakan..
Duaaarrrrr!!!
Sebuah ledakan yang sangat besar terjadi. Sebuah gelombang listrik yang sangat dahsyat menghantam manusia-manusia salju yang berada di sekelilinh tempat itu. Semuanya hancur berkeping-keping menjadi butiran-butiran salju. Tak satupun yang mampu bangkit lagi, karena tenaga utama berupa mahluk kecil seukuran kunang-kunangb itupun ikut hancur berkeping-keping.
“Luar biasa..” seru Raja Iblis Kelabang yang terpelongo melihat kejadian di depannya.
“Kekuatannya bagai dewa saja.” ucap Manika menimpali.
Sementara Intan dan Nalini saling berpelukan merasakan kelegaan akhirnya bisa melewati semuanya. Mereka pun sama-sama menghempaskan diri duduk di atas salju tempat mereka berpijak. Tak lama kemudian Bayupun datang ke tempat mereka.
“Kalian tidak apa-apa?” tanya Bayu.
Kemudian semua orang tersenyum, lalu serempak mereka saling pandang. Hanya sesaat mereka terdiam lalu tertawa geli melihat keadaan masing-masing. Sebenarnya mereka ingin mengatakan tidak apa-apa kepada Bayu, namun melihat keadaan masing-masing yang tak karuan akhirnya mereka hanya bisa menjawab dengan tertawa geli. Bayu pun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, lalu ikut duduk bersama mereka.
“Ngomong-ngomong kapan nona tiba di tempat ini, lalu bagaimana caranya bisa melewati taman bunga salju yang beracun ini? Tanya Manika yang baru sadar akan kedatangan Intan yang tiba-tiba. Berbeda kebanyakan orang-orang selatan yang menyebut perempuan yang tidak di ketahui namanya menyebut nisanak, tapi di pulau es mereka menyebutnya dengan kata nona.
“Namaku Intan.” Jawab Intan memperkenalkan diri.” Aku ke sini menumpang kapal nelayan. Mengenai cara melewati taman bunga aku minta maaf sebelumnya.” Ucap Intan sambil menunjuk kearah taman bunga lalu tersenyum geli.
Dari arah yang dintunjuk Intan nampak asap mengepul. Lalu di bagian kiri taman terlihat jalan baru terbentuk dari tanaman yang hangus. Rupanya gadis itu membakar sebagian taman agar bisa melewatinya. Sontak yang lain kembali tertawa terbahak-bahak.
“Kak Bayu, maaf kan aku atas kejadian kemarin.” Ucap Intan sambil menundukkan wajahnya.
“Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, anggap tidak pernah terjadi.” Sahut Bayu sambil tersenyum ramah. “Lalu apa selanjutnya yang kita lakukan?” tanya Bayu lagi meminta pendapat yang lain.
“Makan..” jawab Intan polos.
Sontak semuanya kembali tertawa lepas. Memang tidak salah yang diucapkan Intan itu. Mungkin hampir semua oramg yang ada di situ sudah dua hari dua malam belum masuk nasi kedalam perutnya.
__ADS_1
Bersambung...