
Dari tubuh orang tua sakti itu memancar biasan embun, cahaya kemerahan, dan aliran listrik mirip halilintar mulai semakin menebal. Kekuatan Dahsyat itu sampai menimbulkan suara berderitan.
"Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta Tingkat ke tiga." gumam Pendekar Tongkat Emas. "Rupanya tetua itu sudah berhasil membangkitkannya" tambahnya lagi.
"Anak-anakku. Sepertinya memang sudah waktunya aku berpisah dengan dunia ini. Aku hanya mengingatkan, mungkin tak lama dunia persilatan akan ditimpa musibah besar. Akan datang kegelapan yang memimpin orang-orang tersesat untuk menguasai dunia. Tugas kalian mencegah kejahatan merajai dunia persilatan" Pesan Empu Adhiyak Sona
Orang tua itupun memandang ke arah Bayu dengan tatapan welas asih. Empu Adhiyak Sona pun tersenyum. Kemudian dengan perlahan tubuh orang tua itu melayang mendekati bayu. Sementara Bayu masih meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya.
Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa. Dua orang melayang di udara bagaikan menjejakan kaki di tanah. Mereka yang melihat kejadian itu tak henti-hentinya berdecak kagum.
Empu Adhiyak Sona berhadap-hadapan dengan Rajawali Merah. Jarak mereka hanya terpaut satu jengkal. Dengan jarak sedekat itu, tak sedikitpun Bayu bereaksi akan kehadiran Empu Ahdiyak sona. Pemuda itu terus memegang kepala yang di rasakannya kian sakit seperti akan pecah.
Empi Adhiyak Sona memegang kepala Rajawali Merah. Merasa kepalanya ada yang memegang iapun mendongak. Namun anehnya pemuda itu hanya diam. Bahkan dari gerak tubuhnya menunjukkan sebuah permohonan yang tersirat.
"Anakku, aku akan membuka gerbang ke enam Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta di tubuhmu. Apabila ini berhasil maka segala macam racun ditubuhmu akan menghilang. walaupun itu sudah menjadi darah daging."
Rajawali Merah hanya tertunduk. Pada dasarnya ia hampir tidak bisa mendengar perkataan orang tua itu. Kesadarannya hampir hilang. Sedangkan rasa sakit dikepalanya semakin kuat.
"Anak ku, semua tergantung keberuntunganmu. Apabila kau berjodoh maka Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta akan kau kuasai. Hanya saja hampir tidak pernah ada yang menguasai ilmu sampai ke tingkat ini. Jadi sesudah ini bisa jadi kau akan pergi bersamaku ke akhirat, atau selamat".
Empu Adhiyak Sona menghela nafasnya. Kakek sakti itu terdiam sebentar. Kemudian iapun melanjutkan ucapannya.
"Kelak bila kau selamat, aku titipkan dunia persilatan padamu. Aku ingin kau menyelamatkan manusia dari keangkara murkaan. Namun bila kau kembali tersesat, dan menjadi bagian dari keangkara murkaan itu, maka percayalah akan muncul seseorang yang akan membinasakanmu.
Kemudian kakek sakti itu meletakkan tangan kanannya di kepala Bayu dan tangan kirinya di dada ketua Istana Lembah Neraka itu. Lalu Orang tua itu menyalurkan tenaga saktinya ke tubuh Bayu. Pemuda itu pun bereaksi, tubuhnya bergetar.
__ADS_1
Serangkum tenaga sakti mengalir deras ketubuh Rajawali Merah. Perlahan-lahan tenaga sakti yang mengamuk dari tubuh pemuda itu mulai reda. Sedikit demi sedikit pancaran tenaga Sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta miliknya mulai surut sampai akhirnya lenyap tak memancar lagi.
Tenaga Sakti Empu Adhiyak Sona terus di alirkan. Sedikit demi sedikit, seluruh keuatan ditubuhnya berpindah ke Rajawali Merah. Sedangkan dari tubuh rajawali Merah tenaga Sakti yang hasil olah bercampur dengan tenaga sakti lain perlahan memudar. Digantikan Tenaga Sakti Murni dari Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta milik Empu Adhiyak Sona.
Pada dasarnya Tenaga Sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta milik Rajawali Merah memang merupakan sesuai dengan ilmu yang sebenarnya. Hanya saja waktu melatih itu tenaga yang dialirkan ke Tubuh Bayu bukan Tenaga Murni ilmu tersebut, tapi tenaga yang dialirkan oleh empat sakti dunia persilatan. Ditambah lagi racun sakti yang membuat orang yang terkena dapat cepat menguasai sebuah ilmu kesaktian, hanya saja efeksampingnya akan memendekkan umur pemakainya.
Ibarat kata Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta yang dimiliki Rajawali merah hanyalah fisiknya saja, tapi jiwanya bukan. Namun dengan apa yang dilakukan Empu Adhiyak Sona, maka sekarang yang dimiliki Bayu adalah fisik dan jiwanya. Hanya saja apakah tubuh bayu akan mampu menerimanya, apabila tidak maka dia akan musnah menjadi debu bersama ilmunya sendiri.
Seluruh tenaga sakti Empu Adhiyak Sona sudah berpindah ke Rajawali Merah. Tubuh orang tua itupun tiba-tiba meluncur jatuh kebawah. Melihat itu, dengan cepat Pendekar Tongkat Emas melesat menangkap tubuh Empu Adhiyak Sona. Dapat dirasakannya tubuh orang tua itu lemah dan berubah menjadi dingin.
Sesampainya di tanah, Jaka dan Pertapa Sakti Tanpa Nama langsung menghampiri Pendekar Tongkat Emas.
"Bagaimana keadaannya ki?" tanya Pendekar Halilintar.
"Beliau telah wafat" Jawab Pendekar Tongkat Emas dengan nada sedih.
"Hmm... benar sekali, sepertinya tidak ada satu perubahan oun yang terjadi pada Rajawali Merah." sahut Jaka membenarkan.
Sementara itu ditempatnya Bayu masih mengambang di udara. Walaupun tak terlihat pancaran tenaga sakti dari tubuhnya, Pemuda itu masih dapat melayang di udara bagai berpijak di tanah saja.
Perlahan dari tubuhnya keluar butiran embun. Seketika di tempat itu cuaca berubah menjadi sejuk. Kali ini tenaga sakti yang dipancarkan Rajawali Merah tidak bersifat merusak. Bahkan beberapa orang yang berada di dekat sana merasakan ada kekuatan tak nampak yang membuat tubuh mereka. Perlahan suasana sejuk ditempat itu berubah menjadi hangat. Bahkan kehangatan itu juga mengalir ke suasana hati para tokoh persilatan yang posisinya tak jauh dari Rajawali Merah berada.
Bias cahaya merah yang memancar dari tubuh Rajawali Merah mulai meredup. Berganti dengan munculnya cahaya kilat berbentuk petir. Namun kali ini petir yang muncul pun tak lagi menyambar-nyambar. Hanya bergerak disekitaran tubuh Rajawali Merah bagaikan seorang Dewa.
Tak lama kemudian, dari tubuh Rajawali Merah muncul serangkum angin lembut dan menyebar kesegala penjuru tempat itu. Tak berapa lama, kembali muncul biasan embun, cahaya merah, kilatan petir, menjadi satu. Kemudian segala benda kecil di tanah mulai terangkat keudara sejajar dengan Rajawali Merah.
__ADS_1
"Apa lagi yang akan terjadi kali ini" keluh Pertapa sakti Tanpa Nama.
"Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa." sahut Pemdekar Tongkat Emas.
Baru saja Pendekar Tongkat Emas menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba saja terjadi perubahan pada diri Rajawali Merah. Seluruh pancaran tenaga sakti yang keluar dari tubuh Rajawali merah tiba-tiba berubah menjadi butiran-butiran cahaya mirip mutiara. Bahkan benda-benda yang tadinya terangkat pun mengalami hal yang sama. Termasuk topeng yang menutupi wajahnya pun terlepas. semua berubah menjadi butiran cahaya berwarna putih terang.
Seketika kilauan cahaya putih memenuhi tempat itu. Lambat laun butiran cahaya putih mirip mutiara itu makin banyak jumlahnya. Bahkan kilauan cahaya yang dipancarkan mulai meyilaukan mata. Walau saat itu waktu sudah mulai senja. Namun kilauan cshaya membuat suasana ditempat itu bagaikan siang saja, bahkan jauh lebih terang dari itu.
"Gerbang ke enam, gerbang Cahaya Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta" ucap Pendekar Tongkat Emas lirih.
Cukup lama cahaya terang menyilaukan menyelimuti tempat itu. Setelah itu, tiba-tiba seluruh butiran cahahaya mulai bergerak cepat ke arah Rajawali Merah. Lalu butiran butiran cahaya itu masuk ketubuh Rajawali Merah melalui tempat diantara kening kanan dan kiri di wajah pemuda itu.
Dalam waktu singkat seluruh butiran cahaya masuk ke tubuh Rajawali Merah. Suasana tempat itu pun berubah drastis menjadi senja hampir gelap. Hampir semua orang menahan nafasnya menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Lalu sesuatu terjadi lagi. Bermula diantara keningnya Rajawali Merah muncul cahaya berkilau berwarna putih. Kemudian menyebar keseluruh tubuhnya sehingga membuat pemuda itu diliputih cahaya. Kemudian cahaya itu berubah semakin terang, sehingga Rajawali Merah berubah seperti manusia cahaya saja. Lalu...
Aaaaaaaaaaaaa.....
Rajawali Merah memekik keras seperti orang kesakitan. Kemudian Cahaya putih terang itu memancar dengan kuat dari tubuhnya. Bahkan cahaya ini sangat kuat dan sangat menyilaukan mata. Sehingga tak ada satupun yang mampu membuka matanya.
Entah apa sebabnya tiba-tiba cahaya menyilaukan itu lenyap tanpa bekas. Semua orang yang ada di sana pun membuka matanya. Namun semua orang terkejejut saat mata mereka tertuju ke tempat Rajawali Merah tadi. Bersamaan lenyapnya cahaya, Rajawali Merah pun lenyap tanpa bekas.
"Apa yang terjadi, kemana hilangnya si Rajawali Merah" Tanya Pertapa Sakti Tanpa Nama.
Semua tokoh-tokoh utama dari perwakilan Benteng Dewa telah berkumpul di dekat Pertapa Sakti Tanpa Nama. Semua orang itupun sama herannya dengan lelaki tua itu.
__ADS_1
"Mungkin tubuhnya tak sanggup menopang tenaga sakti itu. Sehingga diapun musnah menjadi debu" sahut Pendekar Tongkat Emas dengan nada sedih.