Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.138. Bidadari Giok Es


__ADS_3

...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...


...Episode 138...


“Apa yang terjadi ayah?” Tanya Tanaka. “Baru kali ini aku menjumpai gempa di pulau es.” Sambungnya lagi.


“Entah lah, aku juga tak mengerti.” sahut Raja Pulau Es. “Ini sudah hari keberapa sejak kepergian Pendekar Bayu dari Pulau Es ini.” Tanya raja pulau es tiba-tiba dengan raut wajah panik.


“Hari ke tujuh ayah. Ada apa memangnya?”


“Hari ketujuh? Astaga.. mengapa anak itu belum bangun juga. Tanaka, Manika ikut ayah ke goa pusaka.”


Ketiga ayah dan anak-anaknya itu langsung melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh menuju goa pusaka. Sebenarnya Tanaka dan Manika tak mengerti apa yang membuat ayahandanya panik. Setahu mereka di goa pusaka hanya ada jasad Intan dan Pusaka Giok Penjaga Pulau Es.


Sesampainya di goa pusaka Raja Pulau Es langsubg bergegas masuk ke ruangan keramat yang tidak sembarang orang boleh masuk ksnaa.


“Masuklah kalian, lupakan peraturan di goa ini. Kalian terbilang pangeran dan putri di sini. Tak mengapa memasuki ruangan ini.” Seru Raja Pulau Es menyuruh anak-anaknya mengikutinya masuk ke ruangan keramat.


Di dalam ruangan, nampak jasad Intan masih berada diatas batu kristal yang di jadikan pembaringan itu. Tepat di atasnya nampak batu giok es bersinar memancarkan cahaya berwarna hijau semakin terang. Raja Pulau Es langsung menghampiri jasad Intan dan memeriksa nadinya.


“Mengapa bisa begini? Seharusnya anak ini sudah bangun hari ini?” gumam Raja Pulau Es terlihat sangat khawatir.


“Apa maksud ayah? Bukankah Intan sudah meninggal? Mengapa ayah katakan seharusnya ia bangun hari ini.”


“Hehh..” desah Raja Pulau Es. “Ketahuilah Tanaka, Manika, sesungguhnya Ayah tidak pernah melakukan pemindahan Jantung Intan Kepada nona Nalini itu.”


“Apa?! Apakah ayah membohongi mereka? Mengapa ayah berbuat demikian? Bukankah mereka telah banyak membantu kita orang-orang pulau es.” Protes Tanaka.


“Bukan seperti itu anakku. Semua memang permintaan nona Nalini itu.”

__ADS_1


“Maksud ayah?” tanya Tanaka tidak mengerti.


“Waktu itu ayah dan sepupumu Intan sedang berbicara tentang penyakit Nalini. Tanpa sepengetahuan kami Nona itu sedang mengikuti dan mendengarkan pembicaraan. Saat akan dilaksanakan pengobatan, ia meminta izin dulu untuk berbicara empat mata denganku.”


Sesaat Raja Pulau Es diam. Kemudian diapun melanjutkan ceritanya.


“Saat berbicara empat mata nona Nalini menolak untuk diobati apabila harus mengorbankan orang lain. Akupun berkata ini satu-satunya cara untuk menyembuhkannya. Akupun menjelaskan bahwa hidupnya sangat penting untuk dunia persilatan. Karena saat ini dunia persilatan membutuhkan tenaga Pendekar Bayu, sedangkan Hidup Nona Nalini akan besar pengaruhnya terhadap pendekar muda itu.”


“Sudah kubujuk sedemikian rupa, tetap saja ia menolak. Lalu diapun mengusulkan aku untuk mengobatinya dengan ular api yang lain. Dia tak mempermasalahkan cara itu tidak akan menyembuhkannya, hanya membuat ia seperti orang sembuh dan bisa menggunakan tenaga saktinya. Lalu iapun berjanji akan membujuk pendekar muda itu untuk membantu apabila Dunia Persilatan membutuhkan.”


“Atas permintaannya semua ini di rahasiakan. Dan dia meminta Intan diminumi semacam ramuan yang bisa membuat gadis itu seperti orang mati beberapa hari. Akupun menyanggupinya. Seharusnya hari inilah anak itu siuman dari mati surinya. Gadis itu telah kuminumkan pil suri 7 hari.”


Sesaat semuanya terdiam saat Raja Pulau Es berusaha membangunkan Intan. Namun seperti apapun ia mencoba tak ada hasilnya. Yang membuat Raja Pulau Es dan yang lainnya sangat khawatir tubuh intan benar-benar menjadi sangat dingin seperti es.


“Ayah.. apakah dik Intan benar-benar sudah meninggal? Mengapa badannya menjadi sedingin ini?” tanya Manika Cemas.


“Oh.. anakku maaf kan pamanmu ini.” Sesal Raja Pulau Es.


Raja pulau es tak kuasa menahan air matanya. Kini ia merasa benar-benar kehilangan keponakan satu-satunya itu. Apa yang ia lakukan yang awalnya pura-pura, ternyata benar-benar membawa maut untuk putri adik bungsunya itu.


Manika memeluk ayahnya. Gadis itu berusaha menghibur sang ayah agar tidak terus menerus menyalahkan dirinya. Sedangkan Tanaka hanya terdiam. Ia sadar semua terjadi karena kesalahan ayahnya.


“Ayah.. sebaiknya kita kuburkan saja jasad Intan ini.” Ucap Tanaka.


“Jangan! Biarkan dia tetap berada diatar ranjang kristal itu. Biarkan jasadnya tetap utuh, seperti apa yang kuucapkan dulu kepada Pendekar Bayu dan Nona Nalini.” Cegah Raja Pulau Es dengan suara parau.


Sebenarnya apa yang terjadi? Benarkah hal malang benar-benar menimpa Intan. Gadis itu benar-benar telah meninggalkan dunia fana ini.


“Intan.. Intan.. Bangunlah nak!”

__ADS_1


Sebuah suara memanggil-manggil Intan. Perlahan putri mendiang pendekar Seruling Sakti itu membuka matanya. Dia benar-benar kaget saat menyadari bahwa kini sedang berada di sebuah tempat yang sekelilingnya hanya terlihat cahaya berwarna hijau dengan hawa yang sangat dingin.


“Dimana aku? Apakah aku sudah mati?” tanya Intan dengan suara berat.


Pemandangan di sekitar Intan betul-betul sangat asing. Sejauh mata memandang hanya terlihat sinar hijau. Tak ada apapun di sana selain sinar hijau itu sendiri.


Saat Intan mulai kebingungan, tiba-tiba muncul di tempat itu seorang gadis yang sangat cantik menggunakan pakaian putih bercampur kehijauan. Rambutnya panjang terurai sampai ke pinggul. Wajah gadis itu sangat bersih dan anggun.


“Siapa kau?” tanya Intan. Ia sangat terkejut dengan kemunculan gadis di depannya. Selain itu ia sangat terpesona melihat kecantikan gadis itu.


“Panggil saja aku Bidadari Giok Es. Aku merupakan penjelmaan kekuatan dari pusaka giok penjaga pulau ini.”


Intan terdiam. Ia tak mengerti apa yang dibicarakan gadis di depannya. Namun ia cukup penasaran apa maksud kemunculan gadis ini di hadapannya.


“Aku bukan manusia, bukan pula setan seperti yang kau sangkakan itu. Seperti yang aku katakan, aku adalah penjelmaan kekuatan yang tersimpan di giok penjaga pulau es ini.”


Intan tersipu mendengar ucapan Bidadari Giok Es. Dia tak menyangka apa yang dipikirkannya bisa diketahui oleh gadis yang berada di hadapannya. “Apa maksudmu menemuiku. Tahukahkamu apa yang terjadi saat ini padaku? Apakah aku sudah mati?” tanya Intan.


“Dikatakan hidup kau sudah mati, namun di katakan mati kau sebenarnya masih hidup. Saat ini kau yang berbentuk ruh ini berada dalam dunia semadi. Aku yang telah membawamu ke dunia ini.” Jawab  Bidadari Giok Es.


“Kau membawaku ke sini? Untuk apa?” tanya Intan Heran.


“Kau orang yang terpilih menjadi pemilik kekuatan giok es ini. Nantinya aku akan menyatu dengan dirimu, dan kau akan seperti Dewi Rembulan yang memiliki kekuatan Es maha sakti. Lalu kau akan kukembalikan ke dunia mu.”


“Ke dunia ku? Hidup kembali? Bagaimana mungkin aku bisa hidup kembali. Sedangkan aku tak lagi memiliki jantung.” Ucap Intan setengah tertawa. “Sesakti apapun diriku, aku tak mau jadi setan gentayangan tanpa jantung.” seloroh gadis itu lagi.


Bersambung...


Silakan like dan kasih komentar di bawah, serta vote bila menyukai novel ini. Namun bila tidak suka silakan abaikan saja. 

__ADS_1


__ADS_2