
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta ...
...Episode 294...
“Yang mulia, kami setuju dengan kesepakatan tersebut. Kami harap nantinya kau tak akan ingkar janji.” ucap pemuda yang bernama Chandra Darpa.
“Aku pasti menepati janjiku anak muda,” ucap Raja Selatan generasi kedua. “Sebelumnya aku ingin meminta bantuanmu lagi untuk menghubungi pejabat-pejabat istana yang masih setia padaku,” ucapnya lagi.
“Baik yang mulia,” sahut Chandra Darpa.
Dua pekan setelah kesepakatan yang dilakukan raja selatan dengan Chandra Darpa si pendekar tangan api, para pejabat yang setia dengan raja selatan generasi ke dua berkumpul di lembah neraka. Para pejabat istana sangat gembira saat mengetahui Raja Selatan dalam keadaan selamat. Saat menghilangnya sang raja berbagai macam berita simpang siur yang beredar. Tidak sedikit berita yang menyebar di kalangan istana bahwa raja telahtewas.
“Para Pejabat dan perwira sekalian yang masih setia mengabdi kepadaku, aku ucapkan terima kasih dan penghargaan atas semua kesetiaan kalian. Setelah permasalahan ini selesai, kalian akan mendapatkan penghargaan dari kerajaan!” ucap Raja selatan.
“Hidup yang mulia raja.. hidup yang mulia raja..”
Para pejabat dan perwira istana yang jumlahnya dua puluh orang itu serempak menyerukan pujian kepada raja mendengar ucapan penguasa kerajaan selatan itu. Pada dasarnya kesetiaan yang mereka miliki bukan dikarenakan keinginan mendapatkan hadiah dari sang raja. Semua didasari atas pengabdian dan perasaan tulus yang sudah ditanamkan dan menjadi doktrin oleh orang tua mereka yang menjadi pejabat sebelumnya. Mungkin juga sebagian dikarenakan posisi yang mereka miliki dengan raja selatan generasi kedua ini yang menjadi raja.
“Tepat satu pekan lagi aku akan kembali ke Istana dan merebut kembali semua yang kumiliki dari selir yang berhianat itu. Setelah ini kalian kembali keistana untuk menyiapkan semuanya. Aku ingin kalian menyiapkan daftar nama para pejabat dan perwira yang ikut terlibat melakukan penghianatan.”
Setelah selesai memberikan arahan kepada para pejabat istana yang setia kepadanya, raja pun memerintahkan kepada mereka semua kembali ke istana. Sang raja mewanti-wanti agar semua yang direncanakan jangan sampai diketahui oleh selir yang berhianat dan antek-anteknya. Kemudian sang raja mengumpulkan orang-orang utama suku api untuk membuat strategi merebut kembali istana.
Tepat pada waktu yang telah ditentukan, Raja Selatan bergerak dengan ratusan orang suku api untuk merebut kembali Istana yang dikuasai oleh selir yang berhianat. Hanya memerlukan waktu sehari semalam mereka melakukan perjalanan berkuda. Kedatangan mereka di kota raja sontak menjadi pusat perhatian. Bahkan beberapa tidak sedikit dari penduduk kota menutup rumahnya bersembunyi, khawatir terjadi hal-hal yang tak diinginkan.
__ADS_1
Tiba di pintu gerbang kerajaan mereka disambut oleh ahli-ahli silat yang menjadi antek-anteknya selir yang berhianat. Pertarungan sengitpun terjadi. Namun jumlah suku api yang memiliki kekuatan luar biasa itu memang terlalu banyak bagi lawan, sehingga dalam waktu singkat para jago pukul yang dimiliki selir penghianat hanya sisa sepersepuluhnya saja.
Blammmm...
Saat keadaan hampir dimenangkan pasukan suku api, tiba-tiba saja melesat sinar biru mengincar para suku api. Ledakan keras terjadi sehingga membuat puluhan orang suku api terlempar hebat. Bahkan beberapa diantara mereka langsung tewas seketika. Di depan istana kini berdiri seorang lelaki tua berpakaian serba biru berkacak pinggang menatap tajam ke arah Raja Selatan yang di dampingi oleh Chandra Darpa si Pendekar Tangan Api.
“Setan Geledek!” seru Pendekar tangan Sakti dan Raja Selatan.
“Hahaha rupanya kalian sudah mengenalku,” ucap Lelaki tua berbaju serba biru yang bergelar Setan Geledek itu.
Setan Geledek merupakan saudara seperguruan guru dari Malaikat Petir yang bergelar Dewa Geledek. Karena sifatnya yang lebih dekat dengan kelakuan orang-orang golongan hitam itu, Setan geledek oleh orang-orang dunia persilaran di kategorikan sebagai tokoh aliran hitam.
“Anak muda, kalau aku tidak salah kau adalah pemuda yang bergelar pendekar tangan api. Sebaiknya kau tidak usah ikut campur dengan urusan istana. Apalagi Lembah Neraka bukan sepenuhnya wilayah kerajaan selatan,” ucapnya tegas.
“Cuihhh.. bedebah kau bocah. Kau kiran siapa dia hingga berani menakutiku dengan menyebut namanya. Jangankan Dewa Geledek sekalipun guruku sekalian yang datang tak akan aku takut.”
Deesshh..
Sembari membalas ucapan dari Chandra Darpa, Setan Geledek yang kesal dengan pemuda itu melontarkan pukulan saktinya. Sebuah sinar lurus berwarna kebiruan mengincar Chandra Darpa. Pemuda itu sendiri tak sedikitpun gentar, lalu dengan sebelah telapak tangan kanannya ia menangkis.
Blaaammmm..
Ledakan dahsyat terjadi saat pukulan Setan Geledek bentrok dengan tenaga api berwarna kemerahan. Ternyata dari kejadian itu dapat disimpulkan bahwa kemampuan setan Geledek masih di bawah Chandra Darpa kemampuannya. Hal ini dibuktikan dengan terlemparnya Setan geledek belasan tombak dari tempat dia berdiri, sementara pemuda itu hanya terjajar tiga langkah kebelakang.
__ADS_1
“Bedebah.. jangan sombong dulu anak muda, tadi aku lengah terlalu meremehkanmu hingga menyerangmu dengan separuh kekuatanku saja,” ucap Setan Geledek berang.
Setan Geledek kembali mengerahkan tenaga saktinya untuk menyerang Chandra Darpa. Kali ini orang tua berpakaian serba biru itu melakukan serangan dengan jarak dekat. Keduanya pun langsung terlibat pertarungan jarak dekat dengan mengandalkan jurus-jurus maut bertenaga sakti.
Blammmm..
Lagi-lagi setan geledek terlempar karena bentrokan langsung kedua telapak tangannya dengan Chandra Darpa si pendekar tangan api. Setan geledek bertambah berang, ia pun bangkit sambil mengerahkan tenaga saktinya hingga ketingkat tertinggi. Sementara Chandra Darpa sendiri sudah siap dengan tenaga sakti inti apinya.
Setan geledek melompat menyerang kearah Chandra Darpa. Pemuda itu sendiri menghadang serangan lawan yang bertenaga penuh tanpa gentar sedikitpun. Tepat saat keadaannya sudah sangat dekat, Chandra darpa mengangkat tangannya menyambut serangan lawan. Kini tenaga yang dikerahkannnya hampir sampai ketingkat puncak.
Blaaammmm..
Ledakan kembali terjadi saat kedua telapak tangan yang bertarung bentrok. Setan Geledek terlempar deras belasan tombak. Tubuhnya mulai terbakar, sementara keadaannya sudah sangat payah. Mulutnya mengeluarkan darah, tubuhnya sedikit demi sedikit mulai dibakar api berwarna merah. Kurang dari sepeminuman teh, Setan Geledek tewas dalam keadaan menggenaskan menjadi abu.
Sementara dipihak Chandra Darpa kakinya melesak ke tanah hingga sampai pergelangan kaki. Dari sudut bibirnya nampak darah menetes. Walau tak berat, rupanya Chandra Darpa juga mengalami luka ringan.
Sementara itu para suku api yang lain bersama raja selatan masuk kedalam istana dan mulai melakukan pembersihan terhadap pemberontakan. Tepat pada siang harinya istana sudah benar-benar bersih dari para pemberontak. Sang Raja pun kembali ke tahtanya. Sementara selir yang berhianat dan putranya untuk sementara dimasukan kedalam penjara khusus kerajaan.
Bersambung...
Beberapa ***chapter kedepan akan menceritakan tentang kejadian masalalu yang menjadi penyebab masalah-masalah di masa depan, termasuk tentang asal usul Rajawali Merah. Jadi bila pembaca sekalian merasa ini terlalu berbelit, silakan skip saja baca cerita yang lain.
Sengaja diawal cerita dibuat dalam keadaan konflik lalu kemudian belakangan akan diceritakan penyebabnya. karena saat itu saya masih pemula, belum pernah ada yang baca karya saya, itu sebab nya saya memimirkan alur seperti ini yang akan saya tulis supaya bisa menarik perhatian pembaca.
__ADS_1
Terima kasih telah setia menjadi pembaca setia ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA***