Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Eps.111. Buto Abang terbelah Empat


__ADS_3

...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...


...Episode 111...


Bayu hanya berpaling sesaat mendengar seruan Intan. Kemudian iapun kembali mengalihkan pandangannya ke arah Buto Abang dan  anak buahnya. Tapi itu sudah cukup membuat Intan Yakin bahwa pemuda itu memang Bayu adanya. Begitu juga dengan Cempaka, ia pun dapat mengenali pemuda yang menyelamatkannya ini adalah Pemuda yang sedang mereka cari.


“Pergi dari sini atau kalian akan ku kirim ke neraka semuanya” ketus Bayu dengan Nada mengancam setelah menyimpan kembali tenaga saktinya.


“Hahaha bocah kemaren sore mau berlagak di depanku.” Ejek Buto Abang. “Anak-anak habisi bocah sombong ini!” Perintahnya lagi.


Serentak belasan orang berpakaian hitam menerjang ke arah Bayu.


“Hmmmm..”


Wusssshh...


Bayu mengibaskan sebelah lengan Bajunya. Serangkum angin dahsyat tercipta dari kibasan lengan baju pemuda itu dan menghantam orang-orang yang akan mengeroyoknya. Seketika belasan orang berbaju hitam itu terjungkal kebelakang. Bahkan Buto Abang juga harus merasakan dahsyatnya gempuran angin dari Serangan Bayu. Mahluk besar berkulit kemerahan itu terdorong beberapa tindak kebelakang.


“Kurang ajar, mau menjual lagak kau rupanya.” Bentak Buto Abang.


Buto Abang yang emosi kini mengerahkan seluruh kekuatannya hingga ketingkat tertinggi. Nampak Matanya mulai berwarna merah. Seluruh tubuhnya membara diliputi api. Orang itu seperti berubah menjadi manusia api.


Buto bersaudara yang sekarang sudah pasti berbeda kekuatannya dengan mereka waktu dulu sebelum Dewa Iblis Kegelapan Bangkit. Bisa dikatakan kekuatan para anggota Partai Iblis Berkabut meningkat lima sampai sepuluh kali lipat dari sebelumnya berkat ramuan Dewa Obat dan bantuan tenaga Dewa Iblis Kegelapan Sendiri.


Buto Abang menerjang Bayu dengan telapak tangan kanannya mengincar bagian dada. Dengan menggser badannya ke kiri, pemuda itu berhasil mengelakkan serangan lawannya. Kemudian Buto Abang kembali menyarangkan kedua telapak tangannya kearah dada lawannya.


Blammmm


“akhhh.. ghrrr..”


Sebuah ledakan terjadi. Bayu telah menggunakan Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semestanya untuk menangkis serangan lawan. Tubuh Buto Abang bagaikan sehelai kapas melayang terlempar jauh hingga jatuh ke tanah. Manusia bertubuh raksasa itu menggeram kesakitan. Matanya melotot bertambah marah. Iapun kembali bangkit dan langsung menerjang Bayu dengan tubuh apinya.


Blammmm..


Sekali lagi tubuh  Buto Abang terlempar hingga belasan tombak. Namun lagi-lagi orang itu masih bisa bangkit. Walau raut wajahnya nampak menunjukkan rasa sakit, namun tak sedikitpun terlihat tubuhnya mengalami luka-luka. Buto Abang kembali menghimpun kekuatannya untuk menyerang Bayu.

__ADS_1


“Tuan Pendekar, Buto Abang kebal akan serangan tenaga dalam. Ia hanya bisa di robohkan menggunakan ilmu pedang atau senjata pusaka.” Seru Pangeran Pulau Es memberitahukan.


“Kak Bayu, ini..”


Tiba-tiba terdengar suara Nalini di belakang. Rupanya gadis itu telah keluar kereta karena merasa Bayu begitu lama meninggalkannya. Setelah di luar iapun melihat Bayu sedang Bertarung dengan Buto Abang dan anak buahnya. Dengan di damping Raja Iblis Kelabang, Gadis itu menghampiri ke tempat pertarunga.


Nalini melemparkan sebuah ranting yang di pungutnya tak jauh dari tempat dia berdiri. Gadis itu sangat tahu, bahwa hanya dengan menggunakan menggunakan ranting saja pemuda itu sudah mampu mencipatakan jurus pedang terhebat di kolong langit.


Bayupun menangkap ranting yang dilemparkan  Nalini. Kemudian Pemuda itu mengerahkan Ilmu tujuh gerbang Alam semestanya. Butiran embun membias dari tubuh pemuda sakti itu


“Terimalah kematianmu bocah..” pekik Buto Abang.


Buto abang melompat keudara dan berputaran diatas membentuk bola api yang berputar.. Kemudian bola api yang terbentuk dari tubuh Buto Abang itu meluncur menyerang kearah Bayu. Saat Bola api itu sangat dekat dengannya, Bayu melakukan Gerakan yang sangat cepat dengan ranting di tangannya. Butiran Embun di sekitar tubuh Bayu mengikuti gerakan tangan pemuda itu.


Tap.. tap.. tap.. tap..


Tiba-tiba saja api yang sejak tadi  berkobar dari tubuh Buto Abang mendadak padam. Lalu terdengar bunyi benda jatuh empat kali di tanah. Ternyata itu adalah tubuh Buto Abang yang terpotong menjadi empat bagian tanpa darah yang mengalir. Darah itu langsung membeku oleh kekuatan Ilmu Tujuh Gerbang ALam Semestanya Bayu.


“Ikhh..” Jerit Putri Pulau Es. Gadis itu tak bisa menutupi kengeriannya melihat keadaan Buto Abang yang menggenaskan.


Terdengar teriakan dari salah satu anak Buah Buto Abang. Serempak dua belas orang tersisa yang masih hidup itu kabur  ke sana kemari. Intan dan Cempaka yang sedari tadi kesal dengan kelakuan orang-orang Partai Iblis berkabut itu langsung melesat menghalangi mereka lari. Bahkan Intan sudah mencabut pedang pusakanya lalu membantai beberapa orang yang berhasil ia susul.


Pangeran Pulau Es dan adiknya pun tak mau kalah. Apa yang mereka dan keluarga mereka alami belakangan ini merupakan ulah orang-orang Partai Iblis Berkabut. Sehingga kesempatan ini betul-betul mereka jadikan pelampiasan kekesalan mereka.


"Hmmmm.. rupanya pemuda pemudi zaman sekarang benar-benar ganas. Doyang menghabisi nyawa orang. Jagal manusia. Padahal lebih enak sepertiku ini jagal Tuak, bwahahaha"


Seketika ke empat orang yang sedang mengamuk tadi langsung berhenti mendengar suara ocehan yang menggema di tempat mereka. Tak lama kemudian muncul seorang kakek-kakek berpakaian tuak dengan bumbung bambu menggantung di bahunya. Dia tak lain adalah Dewa Tuak Gila.


Orang tua itu kemudian menghampiri Bayu yang kini menggandeng Nalini. Gadis itu memang terlihat melemah, sehingga harus di gandeng atau dipapah untuk bisa tetap tegak.


"Hei bocah!" serunya kepada Bayu. "Mengapa kau berlama-lama di sini. Kekasihmu itu tak akan mampu bertahan lama-lama, lekas berangkat ke pulau Es." tegur Dewa Tuak Gila.


"Apakah kau akan ikut kami kek ke pulau Es?" tanya Bayu.


"Wahhh kalau ke Pulau Es tidak, aku anti naik kapal" sungut Dewa Tuak Gila.

__ADS_1


Pangeran dan Putri Pulau Es yang mendengar tujuan Bayu adalah ke kediamannya yaitu Pulau Es menjadi girang. Dua kakak beradik itu pun menghampiri Bayu. Ada harapan besar di hati mereka, pemuda itu memang benar-benar ingin ke pulau Es. Maka tidak menutup kemungkinan ia dapat membebaskan orang tuanya.


"Pendekar Muda, benarkah kau ingin ke pulau es? ada keperluan apa gerangan?" tanya pangeran pulau es sopan.


"Benar demikian adanya ki sanak, mohon maaf, kisanak siapakah? Tanya Bayu tak kalah sopannya.


"Sesungguhnya kami berdua berasal dari sana. Aku putra ke 3 dari Raja Pulau Es, dan ini adikku."


"Oh... kiranya Pangeran dan Putri Pulau Es. Sungguh kebetulan sekali bertemu di sini. Apakah ayahanda tuan ada di sini juga?" potong Raja Iblis Kelabang atau yang kini lebih sering di panggil Kakek Bargawa.


"Kak Bayu.."


Tiba-tiba terdengar teriakan memanggil nama Bayu. Ternyata suara teriakan itu adalah teriakannya Intan. Perlahan gadis itu menghampiri Bayu. Kini ia sudah berada tepat di hadapan pemuda itu.


Sebenarnya Intan sempat ragu mendekati Bayu. Apalagi ia sempat mendengar ucapan Dewa Tuak Gila yang mengatakan bahwa Nalini adalah kekasih dari Bayu. Dengan airmata yang menggenang di kelopak matanya, Intan menguatkan hati untuk menghampiri Bayu.


"Kak Bayu.." ucap Intan lagi.


Hal ini tentu saja menjadi perhatian orang-orang yang ada di situ. Tak terkecuali Nalini. Gadis itu memandang intan seolah mencoba mencari tau apa sebenarnya yang terjadi.


"Maaf nisanak, apakah sebelumnya kita saling kenal?" tanya Bayu agak kebingungan. Apalagi Jarak Intan dengan dirinya sudah begitu dekat.


Plakkkk..


Sebuah tamparan melayang kepipi kanan Bayu. S


"Kau Jahaaaat" Jerit Intan seraya berpaling dan berlari meninggalkan tempat itu bersama isak tangisnya. Gadis itu bahkan beberapa kali terjatuh. Nampak ia mengalami kesedihan yang teramat sangat dalam hatinya.


"Bayu! Bentak Cempaka yamg tiba-tiba saja muncul. "Sungguh tega sekali kau" ucapnya lagi seraya meninggalkan tempat itu.


Bayu yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi nampak sangat kebingungan. Tapi itu hanya sejenak, kemudian ia tak ambil pusing lagi. Perhatiannya terfokus untuk menyembuhkan Nalini.


"Bocah biar aku yang menyusul mereka!" ucap Dewa Tuak Gila. "Kau cepatlah dapatkan penawar itu" tambahnya lagi. Kemudian orang tua itupun melesat meninggalkan Bayu dan yang lainnya untuk menyusul ke arah perginya Intan dan Cempaka.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2