
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 226...
Si pemuda berbaju jingga kehitaman tidak menjawab. Ia masih sangat terkejut dengan kehadiran Bayu yang sangat tiba-tiba dan dengan mudah menangkap serangannya lalu membalikkan. Matanya menatap dengan tajam seolah-olah ingin mengetahui siapa gerangan pemuda yang ada di hadapannya ini.
“Siapa kau, mengapa kau ikut campur urusanku?” Bukannya menjawab pertanyaan Bayu, malah pemuda itu bertanya balik kepadanya.
Sementara itu ketua perkumpulan Elang Sakti tidak kalah terkejutnya dengan kehadiran Bayu. Ia mencoba mengingat-ingat siapa gerangan tokoh muda dunia persilatan yang memiliki kesaktian yang luar biasa ini. Wajahnya seketika berubah menjadi pucat ketika ingatannya tertuju pada seorang tokoh muda dari dunia persilatan Negeri Selatan. “A.. apakah dia Rajawali Merah.” Ucapnya pelan terbata-bata.
Walaupun kata-kata yang keluar dari mulut ketua perkumpulan Elang Sakti itu diucapkan dengan pelan, namun terdengar jelas di telinga pemuda berbaju jingga. Seketika pemuda itu menoleh kearah ketua perkumpulan Elang Sakti. Pemuda itu pun tak kalah terkejut, mukanya tiba-tiba berubah menjadi pucat pasi.
Pemuda berpakaian jingga mulai mengerahkan tenaga saktinya sampai ke tingkat yang paling tinggi. Sinar api merah yang memancar dari tubuhnya mulai melebar dan menebarkan hawa yang sangat panas. Semakin lama semakin panas hawa di tempat itu. Hal ini tentu saja menyiksa mereka yang memiliki ilmu kesaktian masih rendah. Bahkan di antara mereka ada yang sampai mengeluarkan darah di mulut dan hidungnya.
Hiyaaaaa..
Pemuda berbaju jingga memekik keras. Kedua telapak tangannya didorong kan ke depan ke arah Bayu. Seketika segulungan tenaga api melesat ke arah Rajawali merah. Tanpa menghindar sedikitpun Bayu menangkap tenaga sakti yang dilontarkan lawan. Kemudian Ia pun membuyarkan tenaga serangan lawan. Seketika tenaga api berwarna merah dengan kekuatan yang dahsyat itu sirna.
“Hmmm.. kau kira api seperti itu bisa melukaiku. Akan kutunjukkan apa itu kekuatan api sebenarnya.”
Blesss..
Seketika muncul pancaran api berwarna putih dari tubuh Bayu. Hawa yang dipancarkan oleh api itu pun sangat aneh, ada yang merasakannya sangat panas ada juga yang merasakannya begitu hangat membangkitkan semangat. Bagi mereka yang memiliki kemurniaan hati api itu akan menjadi sebuah energi yang membangkitkan semangat mereka. Sebaliknya bagi mereka yang memiliki hati yang busuk, akan merasakan Hawa api yang sangat panas.
“Api Suci!” seru Pemuda berbaju jingga dan ketua Perkumpulan Elang Sakti hampir bersamaan.
__ADS_1
Memang semenjak mempelajari isi kitab ilmu tujuh gerbang alam semesta kekuatan Bayu menjadi jauh lebih hebat. Bahkan tingkat pertama dan tingkat kedua dari ilmu tersebut menjadi jauh lebih dahsyat. Hingga saat ini Bayu telah mampu menguasai kelima gerbang sampai ke tingkat yang sempurna.
Kali ini yang digunakan Bayu adalah gerbang kedua dari ilmu tujuh gerbang alam semesta. Api yang memancar dari tubuh yang dulunya merah berubah menjadi putih. Bagi mereka yang menguasai tenaga api tentu sangat tahu bahwa apa yang berwarna putih itu adalah api Suci yang sangat kuat. Ia menjadi lawan seimbang dari api abadi yang berwarna hitam.
Bayu mengarahkan telapak tangan kanannya ke Pemuda berbaju jingga. Kemudian dari telapak tangan itu muncul gelombang api berwarna putih melesat ke arah Pemuda itu.
Blaaammmm...
Ledakan yang sangat dahsyat terjadi. Beberapa bagian bangunan maupun tembok di tempat itu roboh. Namun sebelum gelombang api putih pukulan yang dikirim Bayu mencapai sasarannya, sebuah bayangan hitam melesat menangkis serangan itu. Bayu dan bayangan hitam sama-sama terdorong tiga langkah ke belakang.
“Api hitam abadi!”
Kali ini Intan dan ketua perkumpulan Elang Sakti yang terpekik kaget. Di hadapan Bayu kini berdiri seseorang berpakaian serba hitam. Ia menggunakan caping menutupi kepala dan wajahnya. pakaian yang digunakan nya adalah pakaian khas lelaki namun ketat di badan. Hingga lekuk tubuhnya tidak dapat menyembunyikan bahwa dia adalah seorang perempuan.
“Ketua aliran.. sebaiknya kita tinggalkan tempat ini.” Ucap Empu Yudiba sambil memberi isyarat kepada Gardana dan istrinya untuk membawa dua orang remaja lelaki dan perempuan yang dalam keadaan linglung itu.
Pemuda berbaju jingga kehitaman itupun mengangguk.
“Dewi.. bawa kami meninggalkan tempat ini.” Ucap Empu Yudhiba kepada orang bercaping.
Orang bercaping berpakaian serba hitam itu pun menganggukkan kepalanya. Tak lama kemudian tubuh mereka diselimuti oleh api hitam. Sesaat kemudian tiba-tiba terdengar suara seruan dari Intan.
“Kak Bayu.. tawanannya!” teriak Intan mengingatkan.
Mendengar seruan Intan Bayu langsung mengerahkan tenaga sakti ilmu tujuh gerbang alam semesta tingkat keenamnya. Seketika tubuhnya berubah menjadi cahaya berwarna putih terang. Kemudian pemuda itu langsung menyambar ke arah tawanan yang dibawa oleh kelompok lawan. Hanya satu yang sempat di selamatkan oleh Bayu, sebelum mereka menghilang.
__ADS_1
“Ilmu berpindah tempat dalam sekejap!” seru intan terkejut. “Siapa sebenarnya orang yang bercaping tadi?” tanya Intan dalam gumamannya.
Sementara itu Bayu sudah kembali berubah bentuk menjadi wujud manusia. Ternyata tawanan yang berhasil diselamatkan nya adalah anak yang perempuan.
“Terima kasih atas pertolongan dan bantuanmu Tuan Rajawali merah.” Ucap kakek tua yang tadi di tawan Gardana.
“Apa yang sebenarnya terjadi orang tua? Tahukah kalian siapa mereka yang menyerang tadi. Terutama orang yang bercaping hitam dan berpakaian serba hitam itu?” tanya Bayu
“Mereka adalah orang-orang yang menyebut diri mereka sebagai suku api. Padahal seperti yang kita ketahui suku api telah lama punah. Gadis ini dan kakaknya yang berhasil mereka culik tadi adalah keturunan langsung dari raja. Menurut kepercayaan mereka darah keturunan raja ini mampu membangkitkan wujud Dewi Api sebenarnya yang tersembunyi di tubuh sang roh burung api.
Menurut kepercayaan mereka apabila Dewi Api bangkit, kekuatan yang dimilikinya sangat dahsyat tidak ada yang mampu menandinginya. Dan apabila Dewi Api itu bangkit dapat memberikan kekuatan yang dahsyat kepada siapa saja yang diinginkan.” Sahut Ketua Perkumpulan Elang Sakti.
“Apakah memang seperti itu kekuatan roh burung api, intan?” tanya Bayu meminta pendapat Intan.
“Aku tidak pernah mendengar cerita seperti itu. Sepertinya itu hanya cerita mitos yang dikarang oleh mereka.” Sahut Intan.
Kemudian Bayu menyerahkan gadis yang diselamatkan nya itu kepada ketua Perkumpulan Elang Sakti. Orang tua itu pun menyambutnya.
“Dia terkena racun penyesat jiwa. Penawarnya hanya ada pada mereka. Apabila dalam waktu tujuh hari anak ini tidak disembuhkan, maka dia akan gila selamanya.” Ucap ketua perkumpulan Elang Sakti. Orang tua itu menghela nafas panjang. “Untuk merebut penawar itu sudah pasti kami tidak bisa karena bukan tandingan mereka.
“Tenang saja Ki, aku akan mencoba membantu mengobatinya.” Sahut Bayu.
Bersambung..
jangan lupa like dan komentarnya
__ADS_1