
...ILMU TUJUH GERBANG ALAM SEMESTA...
...Episode 129...
“Hahaha kekasihmu itu telah di ajak bersenang-senang oleh yang mulia Raja Ular Hitam. Sedangkan orang tua busuk itu sudah kami kirim ke neraka. Hahaha”
Wusssh...
Mendengar jawaban yang tidak mengenakkan dari lawan, Bayu menjadi berang. Pemuda itu langsung melesat cepat berniat mencengkram orang yang bicara. Betapa terkejutnya pemuda itu saat musuh yang di terjang mendadak hilang.
“Hahaha bocah busuk.. rupanya hanya segitu kemampuanmu.” Ejek orang yang tadi akan Bayu Terjang.
Kini orang itu dan ketiga temannya berada di belakang Bayu. Jarak mereka dengan Bayu hanya terpaut sekitar enam tombak. Kembali Bayu menerjang orang-orang itu. Namun lagi-lagi Bayu hanya menerjang tempat kosong. Musuh kembali berpindah ke tempat yang lain.
“Tidak mungkin mereka memiliki kecepatan melebihi kecepatanku. Dari tenaga sakti yang kurasakan, milik mereka masih jauh berada di bawah Kakek Raja Pengemis Selatan.” Bisik Bayu dalamhatinya.
Sekali lagi Bayu menyerang musuhnya. Kali ini setiap detail pergerakan betul-betul diperhatikannya. Bayu meluncur cepat ke arah empat orang berpakaian serba hitam. Tangannya memukul lawan, dapat di lihatnya ternyata yang dipukulnya hanya sebuah bayangan. Rupanya dengan perantaraan kabut dan cermin, mereka membuat sebuah bayangan yang seolah tampak nyata.
“Hahaha.. apa yang kau lakukan bocah? Menangkap kami saja tidak bisa. Bagaimana mampu untuk melawan Raja kami.” Ejek salah satu dari empat orang itu.
Kali ini Bayu berkonsentrasi mendengarkan suara orang. Lewat suara itu dia mencari tau di mana keberadaan lawan. Dan benar saja, kali ini dengan satu kali hentakan dan pengerahan tenaga sakti tingkat ketiga Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta Ia berhasil menangkap salah satu dari mereka dan membuat yang lain terkapar tewas.
“A.. ampun tuan pendekar.” Mohon orang yang berada dalam cengkraman Bayu.
“Cepat katakan kemana mereka pergi? Kalau tidak secara perlahan aku siksa kau hingga akan merasakan sakit yang tak terhingga namun tak membuatmu mati!”
“Ampun tuan.. saya tidak tau” jawab orang itu.
Kali ini Bayu benar-benar dibuat marah. Ia mengerahkan tenaga saktinya. Lalu menarik tangan kanan orang itu hingga putus. Pada luka itu ia alirkan tenaga listrik sehingga membuat orang itu kejang kejang dan berteriak menahan sakit.
“Cepat katakan! Kalau tidak lengan kirimu berikutnya.”
“Mereka di bawa ke Benteng Dewa.”
Kali ini anak buah Raja Ular Hitam yang sangat ketakutan itu membocorkan apa yang diketahuinya. Rasa sakit yang teramat sangat pada luka di bahu kanannya bekas lengannya yang putus terasa sangat menyiksa. Iapun memilih mengatakan apa yang di ketahuinya.
Setelah mendapat keterangan , ia pun langsung melesat meninggalkan tempat itu melalui pintu rahasia yang ia ketahui dari anak buah Taja Ular Hitam. Sekeluarnya dari ruang bawah tanah Bayu langsung menggunakan ilmu bianglala melukis langit mengejar buruannya. Beberapa mil ia berlari, terdengar sebuah pertarungan.
Ternyata setelah di dekati nampak beberapa orang pengemis sedang menjadi bulan-bulanan sepuluh orang berpakaian serba hitam. Hanya tinggal menunggu waktu saja tentu mereka akan roboh. Beruntung saat itu Bayu melewati tempat itu.
__ADS_1
Blaarrr...
Suara Geledek terdengar menggelegar sangat keras. Disusul terlemparnya orang-orang berbaju hitam yang sedang mengeroyok para pengemis. Hanya dua orang Berbaju hitam saja yang masih hidup karena tidak terkena langsung serangan Bayu. Sedangkan yang lainnya langsung tewas dengan kondisi tubuh menghitam gosong.
Walaupun tidak tewas, tetap saja mereka tak mampu bangkit. Tubuh mereka terluka dalam akibat gelombang tenaga yang membias kepada mereka. Sedangkan para pengemis terlihat sangat lega bebas dari maut.
“Terima kasih pendekar muda.” Ucap para pengemis bersamaan.
“apa yang terjadi?” tanya Bayu.
Sebenarnya dia ingin langsung beranjak dari tempat itu, namun hal ini diurungkannya melihat yang terlibat pertarungan adalah para pengemis dan orang berbaju hitam. Ia berharap mendapatkan sedikit petunjuk dari mereka.
“Sebelumnya kami memergoki mereka membawa ketua kami dan seorang gadis menjadi tawanan. Kami berusaha menyelamatkan mereka, namun ternyata kami tak berguna. Kekuatan kami tak sebanding dengan kekuatan lawan. Beruntung tuan pendekar datang menyelamatkan kami”
“Ohh.. di mana Raja Pengemis Selatan dan gadis itu sekarang? Aku memang sedang mengejar mereka. Sebelumnya kami bertiga bersama-sama” Bayu menceritakan secara singkat apa yang terjadi.
Setelah diberitahukan arah perginya orang-orang yang menangkap Raja Pengemis Selatan dan Nalini, Bayupun langsung melesat mengejar. Tak berapa lama, akhirnya ia dapat menemukan sekelompok orang berbaju hitam dengan kereta kuda melaju ke arah Benteng Dewa. Dengan sekali lesatan Bayu sudah berhasil mendahului rombongan yang di kejarnya.
“Berhenti..!” bentak Bayu.
Sontak kuda-kuda yang membawa kereta dan yang ditunggangi orang-orang berpakaian hitam kaget berhenti sambil mengangkat dua kaki depan mereka. Orang yang berada di atas kuda tentu saja terlempar.
“Serang..” perintah orang berbaju biru di antaran mereka.
Deeesss...
Bayu yang tak ingin membuang-buang waktu langsung mengerahkan tenaga sakti hawa dinginnya. Seketika butiran embun nampak melayang-layang di sekitar tubuh pemuda itu. Kemudian butiran embun itu meluncur kearah pengeroyok Bayu. Seketika serangan mereka terhenti, lalu jatuh roboh, tewas dengan keadaan tubuh dan darah membeku.
“Serahkan mereka padaku..” Bentak Bayu.
“Jangan mimpi, kau kira aku taku padamu.” Balas orang Baju Biru.
Sebenarnya orang berbaju biru memang sangat ketakutan. Apalagi melihat anak buahnya langsung tewas menggenaskan hanya dalam satu jurus. Namun entah kenapa ia memberanikan diri menantang Bayu.
Orang berbaju biru melompat dari kudanya kemudian menerjang Bayu. Sebuah tendangan mengarah ke lambung pemuda itu. Namun mudah saja bagi Bayu menghindarinya. Hanya menarik sedikit perutnya kebelakang pemuda itu sudah berhasil menghindari.
Plak..!
Buukkk..
__ADS_1
“ukhh..”
Sebuah tamparan keras mendarat kepipi orang berbaju biru. Kontan ia terjungkal. Mulutnya merdarah dan pipinya bengkak. Beruntung Bayu tidak menurunkan tangan kejam kepada orang itu.
Bayu menghampiri kereta kuda. Saat ia akan membuka tirai kereta, tiba-tiba saja sinar memanjang berwarna keperakan menyerangnya dari dalam. Untung saja pemuda itu siaga, sehingga ia langsung melompat menghindar. Nampak sinar yang meleset dari tubung Bayu mengenai sebatang pohon di belakangnya. Pohon tu langsung teerpotong bagai di tebas pedang pusaka.
Buuukkk..
Wuushh..
Sesosok tubuh terpental dari dalam kereta ke arah Bayu. Pemuda itu langsung mengenali sosok tubuh yang tak lai Raja Pengemis Selatan itu. Bayupun menangkap tubuh orang tua itu.
Nampak keadaan Raja Pengemis Selatan sangat menggenaskan. Tubuhnya dalam keadaan tertotok dan penuh luka sana sini. Bayu pun membebaskan totokan Raja Pengemis Selatan. Namun tetap saja Kakek itu lemas, keadaanya membuatnya kehilangan banyak tenaga.
Bayu mengalirkan tenaga saktinya ketubuh Raja Pengemis Selatan. Beberapa saat saja sudah terlihat reaksi pada orang tua itu. Nampak tubuhnya bergerak, dan matanya mulai terbuka.
“Bagaimana keadaanmu kek?”
“banyak buruknya” sahut Raja Pengemis Selatan lemah.
“Mana Nalini Kek?” tanya Bayu cemas.
Srettt.. sreettt..
“Aaa...”
Belum sempat Raja Pengemis selatan menjawab pertanyaan Bayu, dua larik sinar keperakan melesat. Satu ke arah Bayu, satunya lagi ke arah Raja Peengemis Selatan. Bayu yang kaget melompat kebelakang menghindari. Namun malang bagi Raja Pengemis Selatan yang masih lemah, sinar itu langsung menembus jantungnya. Raja Pengemis Selatan pun tewas menghembuskan nafas terakhirnya.
“Bedebah!” maki Bayu.
Braaakkk..
“Hahaha... kau kah Pemuda yang mengacau di pulau es itu?”
Seorang lelaki tua berpakaian serba hijau melesat keluar kereta. Kereta kuda itupun hancur, karena orang itu keluar dengan cara menerobos keatas m sehingga membuatnya hancur. Orang tua yang tak lain Jari Pedang itupun mendaratkan kakinya tepat di hadapan Bayu.
“Siapa kau? Mana Nalini?” bentak Bayu.
“Akulah si Jari Pedang, kekasihmu itu telah dibawa Raja Ular Hitam untuk dijadikannya gundik. Hahaha..” tawa Jari pedang membahana. Ia sengaja memprovokasi Bayu agar menjadi emosi.
__ADS_1
Bersambung...
Silakan like dan kasih komentar di bawah, serta vote bila menyukai novel ini. Namun bila tidak suka silakan abaikan saja