
...Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta...
...Episode 178...
“Kalau aku tak salah terka, anak itu belum juga menguasai gerbang ke enam Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta. Itu artinya untuk mengobati jiwa kekasihnya yang terjebak oleh kekuatan roh mahluk keramat burung api itu, ia harus memiliki kitab Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta. Dengan kitab itu yang kini di berada di Benteng Dewa, maka akan mudah untukku mengendalikannya. Hahaha..”
Tawa lelaki pengintai yang tak lain adalah Raja Barat atau yang kita kenal dengan sebutan penguasa jagad itu pecah. Ia pun bergegas meninggalkan tempat itu. Lalu menggunakan gabungan kekuatan ilmu hitam pancasona, Ilmu inti api, dan kekuatan Ilmu tujuh gerbang alam semesta yang dipelajarinya secara sesat, Raja barat berubah menjadi asap hitam dan meninggalkan tempat itu.
Mengapa bisa Raja Barat atau si Penguasa Jagad berada di dekat lembah Neraka? Awalnya ia berangkat dari kerajaan Barat menggunakan kuda. Di tengah perjalanan, seekor merpati penyampai pesan menghampirinya. Di kaki burung itu terlihat gulungan kertas yang terikat. Raja Baratpun mengambil dan membuka isinya.
Yang Mulia Penguasa Jagad,
Saat ini pasukan kerajaan selatan yang jumlahnya ribuan sedang menyerang ke Istana Lembah Neraka.
Kitab Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta ada pada kam-
Benteng Dewa,
Membaca pesan itu, langsung saja Raja Barat meninggalkan kudanya lalu dengan ilmu kesaktian beranjak menuju Istana Lembah Nera. Awalnya niat orang tua itu ada membantu Bayu apabila keadaan Istana Lembah Neraka terdesak. Baginya tenaga pemuda itu sangat dibutuhkan untuk memuluskan jalannya. Namun setelah sampai di sana ia melihat Nalini yang membantai para prajurit kerajaan, ia pun tak jadi memunculkan diri.
Asap hitam itu terus bergerak ke arah benteng dewa. Tak berapa lama kemudian asap yang merupakan penjelmaan raja barat itu tiba di sana. Tepat di aula utama saat berkumpul beberapa tokoh utama partai benteng dewa Raja Barat muncul. Melihat sang raja muncul, serentak orang-orang yang berada di situ berlutut.
“Hormat kepada yang mulia!” ucap mereka serentak, termasuk Dewa Iblis Kegelapan.
“Berdirilah.” Sahut Raja Barat sambil mengibaskan tangan kanannya.
Raja Barat pun melangkah mengambil tempat duduk utama yang biasanya di duduki Dewa Iblis Kegelapan. Kemudian pandangannya mengedar ke sekeliling tempat itu. Ia duduk dengan cara kanan beropang padalutut kirinya. Sambil sesekali menggoyang-goyangkan telapak kaki kanannya itu.
__ADS_1
“Benarkah kalian telah menemukan kitab itu Pasupata?” tanya Raja Barat mengarahkan pandangannya kepada Dewa Iblis Kegelapan.
“Benar yang mulia.” Sahut Braja Pasupata sambil berjalan menuju raja barat. “Ini..” Braja Pasupata atau dewa iblis kegelapan menyerahkan sebuah kitab kepada Raja Barat.
Raja barat menyambut kitab yang di serahkan oleh dewa iblis kegelapan. Iapun melihat sampul depan kitab itu. Pada sampul terdapat tulisan kuno bahasa sansekerta. Terlihat Raja Barat tersenyum puas dengan apa yang diserahkan Dewa Iblis Kegelapan.
“Kitab ini memang kitab asli IlmuTujuh Gerbang Alam Semesta. Hanya orang-orang tertentu yang menguasai bahasa dan tulisan dalam kitab ini. Namun kalau aku tidak salah si Rajawali Merah itupun menguasainya. Untung kitab ini kita terlebih dahulu yang menemukannya, sehingga bisa kita gunakan untuk meminjam tenaganya kelak.” Ucap Raja Barat bernada puas. “Bagaimana cara kalian menemukannya?”
“Seorang mata-mata yang kami susupkan ke Istana Lembah Neraka berhasil membaca isi surat wasiat ibunya Rajawali Merah dan menemukan peta tempat di simpannya kitab itu.” Jawab Braja Pasupata.
“Bagus.. kerja kalian memang sangat bagus.” Puji raja barat.
“Yang Mulia mengapa tidak kau saja mempelajari isi kitab itu, atau kita sama-sama mempelajari Ilmu yang dahsyat itu.”
“Hahaha kau kira bisa semudah itu. Nah coba kau pelajari ilmu tingkat pertama.” Sahut raja barat sambil melemparkan kitab di tangannya kepada Dewa Iblis Kegelapan.
“Bukalah dan pelajari, aku tak akan marah.” Perintah raja barat seraya tersenyum.
Mendengar ucapan raja barat dewa iblis kegelapan pun tak ragu lagi membuka kitab itu. Ia membuka lembar pertama isi kitab yang berbunyi:
Ilmu Tujuh Gerbang Alam semesta hanya untuk mereka yang berhati lurus.
Dewa iblis kegelapan tak terlalu memperdulikan kalimat peringatan itu. Ia pun membuka lembar kedua dari kitab di tangannya.
Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta gerbang pertama. tingkat ini di sebut gerbang embun yang juga gerbang kehidupan. Pada tingkatan ini siapapun yang menguasainya selain memiliki ilmu kesaktian tingkat tinggi iapun akan mampu menjadi ahli pengobatan nomor satu.
Orang yang memiliki tenaga sakti ini akan kebal terhadap racun panas jenis apapun dan mampu mengobati racun panas dari apapun, Tenaga ini juga mampu mengobati luka dalam separah apapun, itu sebabnya ia dinamakan gerbang kehidupan.
__ADS_1
Orang yang mempelajari ilmu tingkatan ini haruslah betul-betul mampu menguasai sampai ketingkat tertingginya sehingga ia dapat menggunakan tenaga sakti ini secara maksimal. Selanjutnya adalah cara memperoleh tenaga sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta dan membangkitkan gerbang pertamanya.
Dewa Iblis Kegelapan terus membaca isi kitab pada bab pertama yang berisikan tentang tata cara memperoleh tenaga sakti Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta dan membangkitkan gerbang pertamanya. Setelah selesai membaca semua keterangan dari kitab itu, iapun duduk bersila mencoba melakukan semua petunjuk dalam kitab. Dewa iblis kegelapan mulai menghimpun tenaga dari alam sesuai petunjuk.
Awalnya semua terlihat lancar. Di sekitar tubuh dewa iblis kegelapan mulai bermunculan butiran-butiran embun. Hawa dingin mulai memancar di tempat itu. Ilmu kesaktiannya yang memang sudah tinggi memudahkannya menghimpun tenaga dari alam sesuai petunjuk kitab. Namun berselang sepeminuman teh tiba-tiba saja..
“Hueekk..”
Dewa Iblis kegelapan memuntahkan darah kehitaman. Sesaat tadi terlihat embun yang melayang di sekitarnya berubah berwarna hitam dan langsung menyerang orang yang bernama Braja Pasupata itu. Ia pun merasakan betapa dadanya sangat sakit bagai di hantam godam besar. Tenaga sakit yang ia miliki pun tiba-tiba menghilang tak bisa lagi dikerahkan.
“Yang mulia, apa yang terjadi? Mengapa di tubuhku tak ada sedikitpun tenaga. Apakah resiko mempelajari ilmu ini akan kehilangan kemampuan sendiri?” ucapnya dewa iblis kegelapan yang sangat cemas kalau-kalau ilmu yang selama ini dipelajarinya hilang begitu saja.
“Tenanglah Pasupata. Kau telanlah ini dulu!” sahut raja barat sambil menyerahkan tiga butir pil. “Obat ini akan segera mengobati luka dalammu dan mengendalikan seluruh kemampuanmu. Hanya saja semua akan pulih setelah dua pekan beristirahat. Seandainya kau tidak menelan pil itu, dalam waktu satu bulan kau betul-betul akan kehilangan seluruh kemampuanmu dan tak akan mampu lagi mempelajari ilmu kesaktian”
Mendengar ucapan raja barat, dewa iblis kegelapan menjadi gugup. Iapun langsung menelan ketiga pil yang diberikan raja barat. Sesaat ia menarik nafasnya dalam-dalam. “Tahu resikonya sebahaya itu mengapa yang mulia membiarkanku mencobanya?” tanyanya merasa tidak puas akan sikap raja barat.
“Aku hanya ingin kau tidak berprasangka yang tidak-tidak padaku. Aku ingin meyakinkan kalian semua bahwa akupun tidak akan mempelajari ilmu di kitab ini karena resikonya yang sangat besar. Sebelumnya aku pernah mempelajarinya dari lembaran yang sudah digubah, itupun tetap aku mendapatkan celaka.” Raja barat berhenti sejenak melihat reaksi orang-orang yang ada di sana.
“Beruntung di saat yang sangat kritis aku mendapatkan penemuan sebuah tatacara mempelajari ilmu pancasona. Sehingga di saat racun tenaga yang kupelajari secara sesat menyerang dan membunuhku, aku bisa bangkit lagi. Tapi tetap saja aku butuh pemuda yang bergelar Rajawali Merah itu untuk mengeluarkan semua racun sesat di tubuhku.” Ungkap raja barat lagi meneruskan kata-katanya.
Bersambung..
Sebagai bentuk apresiasi kepada author dan membantu menaikan level karya serta menambah pupularitas novel ini mohon kesediannya :
1. memencet tombol like
2. Memberi komentar walau sekedar say hallo bahkan sekedar satu hurup.
__ADS_1
Like dan komentar kalian sangat berarti untuk karya ini.