Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta

Ilmu Tujuh Gerbang Alam Semesta
Tewasnya Raja Pertama Kerajaan Selatan


__ADS_3

Episode 308


Dua orang resi yang menyelamatkan  Raja pertama kerajaan selatan tadi kini membuat orang tua bernama Saka Prawara itu berlutut. Tangannya yang kini hanya tinggal sebelah diiikat kebelakang oleh salah satu resi yang menyelamatkannya. Sementara tiga orang resi yang lainnya sudah bergabung dengan yang lainnya.


“Musuhku haruslah aku sendiri yang mengadilinya!” ucap Bayu tegas.


“Anak muda, tidak cukupkah sebelah lengan kami yang menjadi jaminan untuk kami mengadili orang ini. Kami akan memberikan hukuman yang pantas atas perbuatannya selama ini.”


Para resi mencoba membujuk Bayu agar melepaskan raja pertama Kerajaan Selatan  dan menyerahkan pelaksanaan hukuman kepada mereka. Namun dilihat dari tanggapan yang Bayu tunjukkan, pemuda itu sedikitpun tidak memberi kesempatan kepada para resi. Api amarah dan dendam telah menguasainya.


“Serahkan dia padaku, jangan campuri urusan ini. Kecuali kalian ingin menyudahi hidup kalian di sini.”


Bayu kembali melontarkan sebuah ancaman kepada para resi. Ancaman  yang bukan sekedar ancaman melainkan ucapan seorang anak manusia yang sedang dikuasai oleh amarah dan dendam. Tentunya ancaman itu akan ia lakukan apabila kemauannya tak dituruti.


Desssh..


Bayu melancarkan sebuah serangan melalui ujung telunjuk jari kanannya. Jari-jari itu muncul selarik cahaya memanjang berwarna kehitaman dan langsung mengarah ke tubuh raja pertama kerajaan Selatan. Melihat serangan itu salah seorang  resi dari tiga yang tersisa melesat menghalangi serangan.


Blaaammm..


Ledakan keras terjadi saat benturan kekuatan tenaga sakti yang Bayu lancarkan dalam sebuah serangan menghantam perisai tenaga sakti yang dibuat oleh resi yang mencoba menyelamatkan Raja Pertama kerajaan barat. Memang sungguh Dahsyat kekuatan gerbang ke enam ilmu sesat tujuh gerbang  alam semesta. Resi yang mencoba menghalangi serangan Bayu  tadi tewas seketika dengan tubuh berangsung-angsur lenyap ditelan kegelapan.


“Adik ke empat!” seru keempat resi bersamaan.

__ADS_1


Nampak ke empat resi sangat terpukul atas kematian saudaranya. bagaimana tidak sudah lebih daripada lima puluh tahun lagam bersama-sama melayani Dewa. Kalau saja tidak atas perintah Resi Suci kuil Dewa agung yang menjadi pimpinan di tempat itu tentu mereka tidak akan turun gunung meninggalkan kuil. Walau mereka sebagai orang suci berusaha untuk tabah, tetap saja kemarahan muncul dari dada mereka.


“Bedebah kau pemuda Iblis. Hari ini kau pasti kami binasakan.


Resi tertua dari ke empat resi yang tersisa menjadi sangat marah atas kejadian yang menimpa adik ke empatnya. sampai-sampai dari situ mengeluarkan makian yang sudah puluhan tahun tidak pernah keluar dari mulutnya. Para resi itupun mengerahkan tenaga sakti mereka masing-masing untuk menyerang Bayu.


Setelah mengerahkan tenaga mereka masing-masing hingga ke tingkat tertinggi, ke empat resi itu langsung menyerang Bayu secara bersamaan. Namun baru saja mereka mencapai lingkaran hitam yang mengelilingi tubuh Bayu, keempat resi itu langsung tidak bisa bergerak karena terkurung gerbang cahaya hitam milik Bayu. Beruntung pemuda itu tidak berniat membunuh mereka, sehingga ke empat resi itupun hanya diikat menggunakan cahaya hitam gerbang semesta kegelapan.


Setelah mengurung ke empat resi itu, Bayu langsung mengarah tenaga Sakti di ujung jari telunjuknya. Kemudian telunjuk kanan pemuda itu langsung diarahkan kepada Saka Prawara raja pertama kerajaan selatan. Sebuah sinar hitam meluncur ke arah Raja Pertama Kerajaan Selatan. Di tengah-tengah perjalanan cahaya hitam itu pun membelah menjadi ribuan sinar, layaknya anak panah yang melesat.


“Aakhhhh..”


Raja Pertama Kerajaan Selatan yang bernama Saka Prawara itu menjerit kesakitan ketika ribuan sinar hitam berbentuk panjang menghunjam tubuhnya. Hanya sesaat tubuh Saka Prawara kelojotan, kemudian iapun menghembuskan nafasnya yang terakhir. Beruntung ditubuhnya terdapat ilmu raga inti Surya yang membuat ia tidak ditelan kekuatan kegelapan Bayu.


Namun diberi peringatan dengan cara seperti itu, para resi masih saja keras kepala. Kematian seorang dari mereka merupakan pukulan yang sangat menyakitkan, ditambah lagi dengan terbunuhnya raja pertama Kerajaan Selatan, menandakan bahwa tugas yang dibebankan kepada mereka tidak berhasil diselesaikan. Hal inilah yang membuat mereka begitu marah kepada Bayu.


Keempat kembali melesat ke arah Bayu dengan kekuatan penuh mereka melancarkan pukulan maut. Namun tetap saja apa yang mereka lakukan selalu gagal. Bahkan kali ini perbuatan mereka itu benar-benar memancing kemarahan Rajawali merah yang sudah dikuasai kekuatan hitam. Bayu mengangkat telunjuk kanannya ke atas,  lalu mengarahkannya kesalah satu resi yang menyerangnya.


Blaammm..


Seorang di antara empat resi terkena pukulan telak yang dilancarkan oleh Rajawali Merah. Resi itu merupakan satu diantara resi yang buntung tangannya. Ia pun tewas seketika.  Perlahan-lahan tubuhnya lenyap di telan kegelapan.


“Adik ke lima!” seru resi-resi lain secara bersamaan.

__ADS_1


Duka mendalam melanda perasaan ketiga resi yang tersisa. Bahkan tanpa sadar ketiganya sampai roboh dengan posisi berlutut seperti orang putus asa. Mereka bukannya takut dengan Bayu hingga berlutut, namun karena duka yang mendalam membuat kaki penopang mereka berdiri tiba-tiba lemas.


“Serang dengan kekuatan gabungan. Jurus Tri Murti (Tiga Dewa) menghancurkan iblis!” seru salah satu dari mereka.


Ketiga resi bangkit secara bersamaan. Kemudian mereka mendekat satu sama lain. Lalu dua orang berjajar dan satu orang yang berada diatas  berpijak pada bahu mereka. Ketiganya membentuk sebuah pola segitiga. Kemudian mereka menghimpun kekuatan masing-masing dan mengerahkannya hingga ketingkat tertinggi.


“Haaaa...”


Ketiga resi berteriak bersamaan. Sebuah kekuatan dahsyat meluncur menyerang ke arah Bayu. Pemuda itu membentangkan tangannya kedepan, hingga terbentuk cahaya dan meluncur menyambut serangan lawan. Bentrokan tenaga pun tak dapat dihindarkan.


Blammm...


Ledakkan dahsyat pun terjadi. Bayu sampai terjajar empat langkah ke belakang karena bentrokan tenaga tadi. Sementara ke empat resi terlempar delapan tombak lebih. Mereka langsung tersungkur ketanah dengan mulut menyemburkan darah. Ke empatnya berusaha bangkit, namun roboh kembali, terpaksa ketiganya duduk sambil memulihkan diri.


Bayu yang sangat kesal dengan sikap lawan, tak lagi berniat berdamai. Kini pemuda itu berniat menghabisi ke tiga resi yang tersisa. Ia pun mengerahkan tenaganya pada telapak tangan kanannya. Kemudian telapak tangan itu di arahkan ke depan. Kemudian tiga larik cahaya meluncur menuju tiga sasarannya.


“Memaafkan adalah cara semesta membasuh semua noda hati yang mengotorinya. Kegelapan akan melanda siapa saja yang bersikap kejam tanpa welas asih. Semesta gelap tanpa cahaya bila manusia diliputi amarah. Tujuh gerbang pelita akan tertutup oleh semesta hitam yang dituruti hawa nafsu.”


Tiba-tiba terdengar suara seseorang membacakan sebuah sajak, bersamaan dengan itu melesat sebuah bayangan kuning mengambil posisi di depan tiga orang resi yang terluka. Lalu dengan sebuah kibasan lengan baju bayangan yang ternyata seorang lelaki tua berpakaian serba putih dengan penampilan seorang pertapa menangkis serangan Bayu. Hanya dengan kibasan itu tiga serangan Bayu langsung dipatahkan. Bahkan pemuda itu harus terjajar mundur beberapa langkah karena dorongan tenaga akibat kibasan lengan baju orang tua itu.


“Manusia Suci Kuil Dewa Agung!” seru ke tiga resi bersamaan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2